Februari 2019


BANJARMASIN – Empat puluh empat orang pejabat dilantik untuk mengisi jabatan strategis di lingkungan Pemko Banjarmasin. Pelatikan yang dilakukan langsung oleh Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan dihadiri Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah serta para kepala SKPD itu, dilaksanakan di Aulah Kayuh Baimbai, Kamis (27/02).
H Ibnu Sina menegaskan, pelantikan dan mutasi pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin, merupakan bagian dari kebutuhan organisasi untuk percepatan pembangunan dan kinerja birokrasi, serta merupakan bagian dari peningkatan kapasitas kelembagaan, sebagai upaya penyegaran dan peningkatan kinerja ASN. Pengisian jabatan ini, lanjutnya, harus dimaknai sebagai sebuah upaya dari Pemerintah Kota Banjarmasin untuk sama-sama melakukan percepatan dalam pencapaian visi misi, dan target-target kinerja. Karena itu, ia berpesan agar para pejabat yang barus dilantik senantiasa menjaga dan mempertahankan integritas, loyalitas, disiplin dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab. Kemudian menanamkan budaya kerja sebagai aparatur dengan maksud menjamin terselenggaranya tugas-tugas pemerintahan, dan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih cepat, tepat dan baik. Pesan selanjutnya disampaikannya dalam kesempatan tersebut adalah ASN harus memiliki sifat sensitif dan responsif terhadap tantangan dan permasalahan baru, baik di dalam maupun di luar organisasi. Mempunyai jiwa semangat mewujudkan good governance dan menghindari terjadinya tindakan yang tidak terpuji, dalam melaksanakan program kerja dan kegiatan. Mempunyai wawasan jauh ke depan serta mampu melakukan terobosan yang positif melalui pemikiran dan ide-ide yang kreatif, inovatif dan sistemik untuk kepentingan organisasi. Dan mempunyai kemampuan untuk mengkombinasikan berbagai sumber dan memanfaatkan sumber daya secara optimal sehingga dapat menghasilkan produktivitas kerja secara maksimal. “Pesan saya yang terakhir, syukuri apa yang ada dan kemudian jangan sampai kendor dalam upaya untuk pencapaian target kinerja,” katanya. Untuk seluruh seluruh pimpinan SKPD, katanya lagi, berikanlah contoh teladan terbaik kepada para ASN yang ada di pemerintah masing-masing, baik dalam hal menghargai waktu, disiplin dalam tugas, termasuk juga menuntaskan pekerjaan-pekerjaan yang ada. “Kalau bisa dikerjakan hari ini, tidak harus menunggu sampai besok, itu harus menjadi slogan pertama jangan sampai menunda sampai besok jika kita bisa melaksanakan tugas itu hari ini,” ucapnya. Dan untuk seluruh jajaran ASN Pemko Banjarmasin, ia berharap bisa menyukseskan seluruh program Pemko Banjarmasin dengan sebaik-baiknya. “Lakukanlah terobosan-terobosan dan inovasi karena setiap SKPD tetap harus punya inovasi,” pungkasnya.(humpro-bjm)























BANJARMASIN – Rapat Percepatan Pengoperasian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah Banjarmasin, hari Kamis (27/02) kembali dilakukan jajaran Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat rumah sakit tersebut, dan diikuti Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina itu membahas tentang penyediaan peralatan medis. Menurut H Ibnu Sina, pengadaan peralatan medis untuk rumah sakit tersebut harus segera dilakukan sebelum pengoperasiannya dilaksanakan. Terkait dengan ketersediaan anggaran, katanya, ia berharap nantinya akan ada solusi, sehingga seluruh keperluan peralatan medis di rumah sakit tersebut dapat teranggarkan. “Kalau anggarannya hanya Rp23 miliar sementara kebutuhannya Rp60 miliar, artinya harus ada solusinya, jadi disepakati saja sekarang, dan dicermati satu-satu, kemudian yang bisa tercakup di dalam anggaran segera dilaksanakan,” katanya, usai memberikan pengarahan kepada peserta rapat tersebut. Penggaran susulan peralatan medis melalui kegiatan Anggaran Belanja Tambahan (ABT), harus dipikirkan masak-masak. Karena hal tersebut dikuatirkan akan berpengaruh saat pengoperasian rumah sakit tersebut. “Di anggaran perubahan bisa saja dilaporkan percepatan pembahasan anggarannya karena adanya kebutuhan, misalnya di bulan September sudah clear, tapi apakah bisa dilakukan lelang cepat atau seperti apa,” ujarnya. Sebenarnya, terangnya, pengoperasian rumah sakit tersebut tidak hanya masalah bangunan dan peralatan medis saja yang harus dipersiapkan, tetapi beberapa persyaratan lain seperti struktur organisasi rumah sakit juga harus sudah rampung sebelum launching pengoperasiannya. Makanya, ia kembali berharap, agar semua pihak yang terlibat dalam percepatan pengoperasi rumah sakit tersebut benar-benar bisa saling bekerjasama, sehingga tenggat waktu pengoperasian benar-benar sesuai rencana. “Kami berharap operasional rumah sakit ini nantinya sesuai dengan target yang sudah disepakati yakni tanggal 24 September 2019 pas hari jadi 493. Uuntuk itu perlu ada percepatan, karena bukan hanya secara fisik yang harus kita kejar,” harapnya. (humpro-bjm)











BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina berharap warga yang bermukim di kawasan Jalan Rantauan Darat, Banjarmasin Selatan tepatnya di depan Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Suriansyah, bisa segera mengosongkan bangunan yang mereka tempati. Sebab, pembangunan lanjutan rumah sakit tersebut akan dilaksanakan Pemko Banjarmasin dalam waktu dekat. “Saya kira tidak alasan untuk tidak membebaskannya, walaupun perlu waktu satu hari lagi menunggu putusan dari Pengadilan Negeri terkait dengan gugatan dari warga,” ujarnya, Rabu (27/02).
Sebetulnya, lanjutnya, saat ini proses pembebasan lahan yang berada tepat di depan rumah sakit tersebut sudah masuk dalam tahap konsinyasi. Dan harusnya, katanya lagi, dengan adanya tahapan tersebut, jangan sampai menjadi menghalangi pembangunan. “Karena konsinyasi itu kan maksudnya dititipkan saja di pengadilan, yang bersengketa silakan berargumen dan mengikuti jalannya persidangan, kalau menang ya ambil uangnya, kalau kalah Pemko akan mengalokasikan berapa di anggaran perubahan,” ucapnya. Untuk diketahui, Pemko Banjarmasin berencana melanjutkan pembangunan tahap ketiga RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Pembangunan lanjutan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Pemko Banjarmasin yang ingin mengoperasikan tempat pelayanan kesehatan publik itu di tahun 2019. Dalam beberapa kali pertemuan yang digelar di rumah sakit tersebut, akhirnya disepakati peresmian pengoperasiannya akan dilaksanakan tepat di harijadi Kota Banjarmasin ke 493 di tanggal 24 September 2019 ini.(humpro-bjm)









BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah beserta jajaran Forkopimda Kota Banjarmasin dan Tim Kewaspadaan Dini Daerah, Tim Penanganan Konflik Sosial, FKUB, FPK, FKPM, PEKAT, Tim Pengawasan Orang Asing, Pendidikan dan Wawasan Kebangsaan, bersepakat, untuk menciptakan kondisi Kamtibmas yang aman di wilayah kota seribu sungai. Terlebih, tak lama lagi Bangsa Indonesia akan melaksanakan hajatan besar yakni pemilihan kepala negara dan para anggota legislatif. Karena itu, ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menciptakan kondisi aman dan nyaman di kota ini pun dikeluarkan H Ibnu Sina. “Ayo kita kayuh baimbai saling mendukung, saling menopang, saling membantu, dan saling mengisi, bergandengan tangan untuk menyukseskan hajatan demokrasi yang dilaksanakan lima tahun sekali,” katanya, saat menyampaikan arahan dalam kegiatan Silaturahim Forkopimda Kota Banjarmasin dengan Forum-Forum se Kota Banjarmasin, Selasa (26/02).

Mantan anggota DPRD Kalsel tiga periode ini juga menegaskan, Kota Banjarmasin siap menyukseskan Pemilu, baik Pileg atau Pilpres secara aman, sejuk dan damai. “Jadi bukan hanya tugas Polresta, Kodim, penegak hukum atau Bawaslu dan KPU saja untuk menyukseskannya. Suksesnya pesta demokrasi ini tugas kita bersama,” ucapnya. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kayuh Baimbai itu, H Ibnu Sina juga mengingat, agar bila ada perbedaan jangan sampai menjadi sebuah alasan untuk bercera berai. “Kita ini Bangsa besar yang terdiri dari beragam suku, agama dan latar pendidikan, tapi satu hal yang sangat mendasar bawah semua adalah Bangsa Indoensia,” pungkasnya. Sementara itu, H Hermansyah dalam kegiatan bertemakan “Dalam Menyukseskan Pilpres dan Pileg 2019” itu mengingatkan, kondisi aman dan kondisif Kota Banjarmasin saat ini, jangan sampai membuat seluruh lapisan masyarakat terlena. Sebab, katanya, bisa saja suatu ketika keadaan yang awalnya aman menjadi berubah tak terkendali. Makanya, ia berharap seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kekompakan, dengan dengan menjalin tali bersilaturahim.(humpro-bjm)














BANJARMASIN – Ulah anak-anak punk di Kota Banjarmasin yang bertindak sembarangan, akhirnya mengusik jajaran Satpol PP Kota Banjarmasin. Aparat berbaju hijau ini kemudian melakukan penertiban terhadap anak-anak punk, yang sering mangkal dan tidur seenaknya di kawasan Wisata Siring Menara Pandang Banjarmasin. Hasilnya, belasan anak punk terdiri dari laki-laki dan perempuan berhasil digaruk kemudian dibawa ke kantor untuk dilakukan pembinaan. Kebehasilan jajaran Polisi Pamong Praja itu, diapresiasi langsung oleh Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina. Orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini menyatakan sangat mendukungan operasi penertiban yang dilakukan tersebut. “Jadi saya kira ambil tindakan tegas saja, jangan sampai Banjarmasin dianggap sebagai surganya anak-anak punk, karena dianggap tidak ada penanganan dan tindakan dari Pemko. Jadi ambil tindakan tegas dan masukkan ke rumah singgah, kemudian pastikan dalam 3 hari mereka semua dipulangkan,” katanya, Selasa (26/02).

Dijelaskannya, operasi yang bersifat pembinaan itu dilakukan lantaran adanya laporan dari masyarakat yang resah, saat melihat keberadaan anak-anak punk di kawasan destinasi wisata kota ini. “Ini tindaklanjut dari laporan warga. Sebab, mereka ini meresahkan terutama yang berada di kawasan-kawasan ruang publik seperti di siring,” ucapnya. Laporan dari warga itu, terangnya, tidak hanya berbentuk lisan, tetapi ada yang disertai dengan bukti foto tentang keberadaan anak-anak punk saat lagi tidur-tiduran. “Laporannya ada yang difoto lagi tiduran sembarangan, sedangkan orang-orang lagi jalan dan berolahraga disitu dan akhirnya terganggu,” ungkapnya. Anak-anak punk yang berhasil diamankan itu, bebernya, tidak semuanya berasal dari Kota Banjarmasin, beberapa diantaranya berasal dari luar kota Banjarmasin, bahkan ada juga yang berasal dari luar Provinsi Kalsel. “Setelah dicek ternyata memang sebagian bukan orang Banjarmasin, ada yang dari Makassar, Sulawesi, rupanya mereka ada acara di Palangkaraya kemudian transit di Banjarmasin, tapikan kalau transit langsung pulang silakan saja,” jelasnya. Ditegaskannya, setelah operasi ini, dipastikan akan ada lagi operasi-operasi penertiban lain yang akan dilakukan Satpol PP Kota Banjarmasin untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan kota ini. “Kita akan awasi terus untuk mencegahnya, terutama di pintu-pintu masuk,” tegasnya.(humpro-bjm)








Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.