Maret 2017

BANJARMASIN - Program Pemko Banjarmasin yang ingin menciptakan peluang usaha baru di Kota Banjarmasin, kian menampakan hasil. Betapa tidak, selain dilakukan sendiri oleh Pemko Banjarmasin dengan merekrut wirausaha baru, peluang tersebut ternyata juga lirik oleh pihak swasta.

Satu diantaranya adalah PT Bersama Ukhuwah Sejahtera (BUS). Perusahaan yang berlokasi di Jalan Bumi mas Raya, Komplek Handayani, Banjarmasin Timur itu, memanfaatkan peluang usaha tersebut dengan membuka usaha dagang (outlet market ) berbasis ukhuwah.

Menurut Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, Pemko Banjarmasin sangat mengapresiasi pihak swata yang telah mengambil langkah dalam bidang usaha, sehingga ikut menjadikan Kota Banjarmasin sebagai kota Barasih wan Nyaman (Baiman). “Nyaman di sini itu maksudnya nyaman berusaha. Siapa pun yang berusaha nyaman, siapa pun dia. Kegiatan membuka usaha ini sangat seiring dengan program Pemko Banjarmasin yang ingin menciptakan wirausaha baru,” ujarnya.

Dijelaskannya, di tahun 2016 lalu, Pemko Banjarmasin telah berhasil menciptakan sekira 450 wirausahawan baru. Pembinaan terhadap wirausaha baru itu bertujuan, terangnya, untuk membangun perekonomian masyarakat Kota Banjarmasin . “Untuk dua tahun ke depan, arah pembangunannya ditujukan untuk membangun perekonomian. Nanti memasuki tahun ketiga, baru akan dilakukan pembangunan yang bersifat fisik,” ungkapnya.

Mudah-mudahan, ucap Ibnu Sina lagi, dengan adanya usaha pembangunan perekonomian kemudian dilanjutkan dengan pembangunan fisik, akan semakin banyak orang datang ke Kota Banjarmasin. “Nanti sungai di sepanjang Jalan Veteran akan menjadi reflikanya sungai di Negara Korea. Dimana nanti sungainya berada tepat di tengah jalan. Dan sudah ada jaminan dari bank dunia untuk pembiayaannya sampai 5 tahun ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur PT. BUS, Bejorianto mengatakan, target usaha dagang yang ditawarkan PT BUS di outlet yang baru diresmikan, tidak hanya terbatas pada kalangan sekolah ukhuwah saja, tetapi mencakup seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, untuk target pengembangan outlet market, bebernya, akhir tahun nanti akan diupayakan sudah berdiri sekira 5 outlet market ukhuwah di lima tempat berbeda di Kota Banjarmasin.(humpro-bjm)




BANJARMASIN - Pansus II DPRD Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogyakarta, Provinsi Jateng, mengujungi Balai Kota Banjarmasin. Kedatangan para legislatior itu untuk studi komparasi terkait kebijakan Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Perda tentang Pajak Daerah.

Menurut Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Hamli Kursani, saat ini Peraturan Daerah (Perda) tahun 2011 tentang pengelolaan barang milik daerah Kota Banjarmasin sedang diusahakan untuk direvisi. Meski begitu, lanjut Hamli Kursani, anggota Pansus II DPRD Kabupaten Bantul bisa saja melihat Perda tersebut untuk menjadi acuan mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Hamli Kursani juga memperkenalkan beragam destinasi wisata yang ada di Kota Banjarmasin, dan menyarankan para anggota Pansus II DPRD Kabupaten Bantul untuk menikmati semua destinasi yang ada. Sementara itu, Kabid Aset Setda Kota Banjarmasin, Syarifuddin, menjelaskan, Perda tentang Pengelolaan Barang milik Pemko Banjarmasin itu direvisi dengan tujuan untuk dapat memasukan usur muatan lokal.

Muatan lokal yang dimaksud, bebernya, adalah aturan tentang pemanfaatan barang milik daerah, seperti tanah dan bangunan. “Acuan kami dalam membuat Perda adalah UU dan Permendagri. Dan dalam revisi Perda Aset itu, sudah kami komunikasikan dengan anggota dewan untuk memasukan unsur muatan lokal,” ujarnya. Terkait masalah penghapusan aset, terangnya lagi, Pemko Banjarmasin selalu melakukan penghapusan sesuai dengan tata cara yang telah diatur oleh peraturan yang berlaku. Bahkan, ucapnya, untuk memudahkan perhitungan nilai aset yang akan dilelang, Pemko Banjarmasin telah mendidik 3 orang ASN Pemko Banjarmasin menjadi tenaga spesialis menghitung nominal aset yang akan dihapus. “Kalau aset berbentuk besi pasti kami lelang, sedangkan aset berbentuk kayu setelah dilakukan perhitungan kami hapus dengan cara dibakar. Untuk aset tidak berwujud seperti aplikasi, sampai saat ini belum kami hapuskan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Pansus II DPRD Kabupaten Bantul, Yudha PW, menyatakan, sangat berterima kasih atas diterima kunjungan mereka ke Pemko Banjarmasin untuk belajar tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Perda tentang Pajak Daerah. “Mudah-mudahan kami bisa membawa ke Bantul sebagian dari Raperda tentang Pengelolaan Barang itu untuk dijadikan sebagai bahan acuan untuk membuat Perda di Kabupaten Bantul,” katanya.(humpro-bjm)

Displaying DSC_8884.JPG

Displaying DSC_8905.JPG

Displaying DSC_8909.JPG

Banjarmasin – Setelah tertunda cukup lama dari rencana awal, akhirnya Kota Banjarmasin mempunyai mall baru. Hanya saja, mall yang diresmikan kali ini berbentuk virtual. E-Commers yang bernama Banjarmasin-mall.com ini merupakan salah satu langkah menuju Kota Banjarmasin sebagai Smartcity.

Bertempat dirumah Anno Siring Menara Pandang, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina meresmikan secara langsung mall virtual tersebut. “Dengan adanya Market Palace Banjarmasin-mall.com ini, kita harapkan bisa mempromisikan produk hasil olahan Kota Banjarmasin, baik dalam ngeri maupuun luar negeri” Ujar Ibnu

Produk olahan yang di jual bukan hanya kerajinan tangan saja, tetapi juga makanan lahan yang dihasilkan oleh para ekonomi kreatif yang terdaftar sebagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di banjarmasin.

Market Palace yang didirikan dengan kerja sama Bank Negeri Indonesia (BNI) dan Pemerintah Kota Banjarmasin ini diharapkan tidak mengalami mati ditengah jalan, dan perlu adanya pengelolaan yang menyeluruh terhadap para UMKM dari Pemerintah Kota Banjarmasin maupun dari pihak BNI. “Seluruh UMKM di kota Banjarmasin bisa ikut serta dan memasarkan produk olahan disini, tetapi haru memiliki stadar kualitas mutu yang terjamin.” Ujar Ibnu

Selain meresmikan secara langsung, Ibnu bersama CEO Bank BNI Kalimantan Selatan, Muhammad Juhfri didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Stasitik Kota Banjarmasin, Drs. H. Hermansyah, M.Si , menyerahkan sertifikat admin pengelola yang berlaku selama 3 (tiga) tahun, Farid Faturahman, salah satu Guru SMK di kota Banjarmasin.

Acara yang dihadiri oleh seluruh kepala SOPD kota Banjarmasin ini ditandai dengan pembelian perdana Walikota Banjarmasin di Market Palace Banjarmasin-Mall.com tersebut. (Humpro-Bjm)







Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pembangunan Inovasi Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin di Aula Kayuh Baimbai Pemko Banjamasin, Rabu 29 Maret 2017.

FGD Pembangunan Inovasi Daerah/Sosialisasi Inovasi Pelayanan Publik Untuk Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik bertujuan untuk membangun/ menumbuhkembangkan budaya inovasi ASN dan Pegawai Perusda yang diawali oleh Kepala OPD/Perusda, sedangkan tujuan 1 Instansi 1 Inovasi 1 Tahun guna mendorong percepatan kulaitas pelayanan publik di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Inovasi Pelayanan Publik adalah terobosan pelayanan publik yang merupakan gagasan ide kreatif orisinal dan atau adaptasi/modifikasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung.

Sejak Tahun 2013 Pemerintah Kota Banjarmasin menemui Menteri Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi RI terkait peningkatan kualitas pelayanan pembangunan di Banjarmasin, agar Banjarmasin bisa ditetapkan sebagai Pilot Project percepatan reformasi birokrasi.

Sehubungan dengan hal tersebut berbagai program kegiatan dilaksanakan. Saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Bagian Organisasi sedang mengevaluasi kinerja pelayanan publik dengan parameter yang ada di Kemenpan RB RI dan Ombudsman. Dilakukan secara bertahap hanya terbatas beberapa OPD. Hasilnya Kota Banjarmasin peringkat 6 dari 85 kota yang disurvai,dan peringkat 2 dari Ombusdsman. Terkait Role Model, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjarmasin dan BP2TPM pada pengumuman di Bandung mendapat peringkat 12 dan 14, sedangkan di Kemenpan RB RI bulan Maret 2017 mendapat peringkat 6 dan 9.

Hadir pada acara ini Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Drs. Hamli Kursani, M.Si, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Evaluasi Pelayanan Publik Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Publik RI Noviana Andrina dan Analis Pelayanan Rizki Amelia, Para Staf Ahli, Para Asisten, Kepala OPD, Direktur Perusahaan Daerah, Para Camat Pemerintah Kota Banjarmasin.

Dalam sambutannya Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah menyampaikan bahwa penerapan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah wajib dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. Dalam Undang-Undang tersebut juga mengatur terkait inovasi pelayanan publik.

“Saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin sudah memiliki OPD baru yang sudah jelas penempatan orang-orangnya. Kepada OPD baru agar menjadikan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 sebagai acuan dalam melaksanakan program dan kegiatan. Sehingga terwujud Banjarmasin Baiman (Banjarmasin Barasih Wan Nyaman)”, ujar Hermansyah.

Diakhir sambutan Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah membuka secara resmi Focus Group Discussion Pembangunan Inovasi Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Pada kesempatan ini dilakukan Penandatanganan Komitmen Bersama Pemerintah Kota Banjarmasin untuk membangun inovasi daerah dengan gerakan “Satu Instansi, Satu Inovasi, Satu Tahun” guna mewujudkan Banjarmasin Baiman (Barasih Wan Nyaman) yang dilakukan oleh Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Drs. Hamli Kursani, M.Si dan di ikuti oleh Para Staf Ahli, Para Asisten, Direktur Perusahaan Daerah, Kepala OPD, Para Camat di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin, disaksikan oleh Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Evaluasi Pelayanan Publik Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Publik RI Noviana Andrina dan Analis Pelayanan Rizki Amelia. (Humpro-Bjm)

Displaying 4U6A5491.JPG

Displaying 4U6A5547.JPG

Displaying 4U6A5692.JPG

Displaying 4U6A5701.JPG

Displaying 4U6A5705.JPG

Displaying DSCN4006.JPG

Displaying DSCN4009.JPG

BANJARMASIN - Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah, menegaskan, para ASN lingkup Pemko Banjarmasin harus selalu ingat akan tugas dan tanggungjawabnya. “Ini masalah tanggungjawab, siapapun dia, semua ada tanggungjawabnya, kita semua harus bisa merubah pola pikir, sehingga semua tugas dan tanggungjawab dapat terselesaikan dengan baik,” ujarnya, saat memberikan arahan kepada para pejabat eselon III dan IV di Disdik Kota Banjarmasin, Rabu (29/03).

Selain itu, ia juga menghendaki, para ASN untuk berkomitmen menyelesaikan tugas tugas yang telah diamanahkan kepada mereka. “Mari kita bersama-sama menyelesaikannya. Saya dan dan Pak Walikota juga berkomitmen untuk memegang sumpah jabatan dalam menyelesaikan tugas. Komitmen itu kami lakukan karena tanggungngjawabnya langsung kepada Allah SWT dan masyarakat, jadi sangat berat bila tidak dilaksanakan,” katanya.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Pak Herman ini menjelaskan, keinginan Walikota Banjarmasin untuk berlari di tahun 2017 ini memiliki makna, agar semua pelayanan kepada masyarakat harus segera dikerjakan dan diselesaikan dengan baik.

Jangan sampai, katanya lagi, hingga triwulan pertama ini ada kegiatan yang terindikasi jalan di tempat. “Waktu kita tinggal 9 bulan lagi, semua harus dikerjakan. Mudah-mudahan dapat tuntas,” ucapnya. Dalam kesempatan tersebut, Herman juga meminta, penempatan ASN dalam sebuah bidang tugas harus didasari atas keahlian yang dimilikinya.

Apabila dalam perjalanan waktu ada ASN yang dirasa kurang cocok dengan tugas yang diamanahkan kepadanya, ujarnya, maka hal tersebut bisa dikomunikasi kepada pimpinan yang lebih tinggi. “Nanti kita akan melakukan evaluasi. Kalau ada pekerjaan yang stagnan, maka akan diberikan rekomendasi kepada pihak yang terkait untuk menyelesaikan rekomendasi tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto, yang hadir bersama Sekretaris Dinas Pendidikan M Sarwani, menjelaskan, arahan yang diberikan Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah, kepada para ASN Pemko Banjarmasin khususnya ASN Disdik Kota Banjarmasin bukan untuk mempersulit tugas, tetapi untuk kelacaran dan kemudahan tugas – tugas yang telah diamanahkan.

Diterangkannya lagi, untuk kegiatan di lingkup Disdik Kota Banjarmasin, rata-rata semuanya sudah berjalan sesuaI dengan rencana. Sedangkan untuk realisasi anggarannya akan diselesaikan dalam waktu dekat nanti.(humpro-bjm)

Displaying disdik (1).JPG

Displaying disdik (2).JPG

Displaying disdik (3).JPG

BANJARMASIN - Kesiapan kontingen Kota Banjarmasin untuk menjadi juara dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kalsel tahun 2017 tak perlu diragukan. Hal ini terlihat dari semangat yang mereka tunjukan ketika mengikuti Pembukaan Popda Kalsel, di Stadion Pelajar Mulawarman, Banjarmasin, Selasa (28/03).

Semangat para atlit kota seribu sungai ini pun mendapat apresiasi dari para pemimpin Kota Banjarmasin yang hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya Sekdako Banjarmasin Hamli Kursani dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kota Banjarmasin, Achmad Noor Djaya. Hamli Kursani berpesan, para atlit yang akan bertanding dalam berbagai cabang olah raga untuk benar-benar mempersiapkan diri dengan baik. Tak hanya itu, ia juga mengingatkan, para atlit Kota Banjarmasin untuk tidak memandang sebelah mata lawan yang akan bertanding dengan mereka.

Hal senada juga diucapkan Achmad Noor Djaya, ia meminta para atlit saat berlaga untuk benar-benar memperlihatkan prestasi yang bisa membuat harum nama Kota Banjarmasin. “Semua lawan harus dianggap berat, dengan begitu kita bisa mempersiapkan diri dengan baik, dan terhindar kecolongan angka,” ujarnya.

Seperti diketahui, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina melepas 126 orang atlet kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kota Banjarmasin tahun 2017, baru-baru tadi. Atlet Kota Banjarmasin yang akan mengikuti pertandingan dari tanggal 28 sampai 31 Maret itu antara lain, atletik diikuti 6 putra dan 6 putri, 2 pelatih serta 1 orang kru. Cabang Bola Voly Pasir diikuti 3 putra, 2 pelatih, 1 kru. Dayung diikuti 15 putra, 5 putri, 2 pelatih, 1 orang kru. Gulat diikuti 15 putra, 5 putri, 2 pelatih dan 1 orang kru. Judo diikuti 7 putra, 7 putri, 2 pelatih dan 1 orang kru. Karate diikuti 7 putra, 6 putri, 2 pelatih, 1 orang kru. Panahan diikuti 5 putra, 4 putri, 2 pelatih, 1 orang kru. Renang diikuti 8 putra, 4 putri, 2 pelatih, 1 orang kru. Taekwondo diikuti 5 putra, 8 putri, 2 pelatih, 1 orang kru, dan tinju diikuti 7 putra, 3 putri, 2 pelatih dan 1 orang kru.

Dalam kesempatan tersebut, Ibnu Sina, menyatakan diberbagai pertandingan olahraga, Kota Banjarmasin memiliki sebuah tradisi yang harus diperjuangan para atlet. Pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kalsel tahun 2017 itu, dilakukan langsung oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor. Dalam sambutannya, orang nomor satu di Kalsel berpesan, para pemangku kepentingan untuk benar-benar bisa membangun paradigma olahraga, sehingga atlit-atlit di Kalsel bisa berprestasi ditingkat nasional.

Selain membangun paradigma olahraga, pria yang akrab disapa Paman Birin ini juga menginginkan, Kalsel bisa menjadi tuan rumah dalam Pekan Olah Raga Nasional (PON). “Untuk mencapai itu semua, dari sekarang persiapannya harus dimatangkan,” katanya. Paman Birin juga berpesan, semua atlit yang akan berlaga di Popda Kalsel tahun 2017 agar bisa bersikap professional dan bertanding secara sportif. Kegiatan tersebut dirangkai dengan penyerahan bonus bagi para atlit PON XIX dan Atlit Peparnas di Jawa Barat tahun 2016 lalu, yang telah mengharumkan nama Kalsel dikancah olahraga nasional. Bonusnya berupa, uang sebesar Rp200 juta untuk atlit peraih medali emas, atlit peraih medali perak Rp70 juta, dan Rp40 juta untuk atlit peraih medali perunggu.(humpro-bjm)

Displaying Atlit (1).JPG

Displaying Atlit BJM (1).JPG

Displaying Atlit BJM (4).JPG

Displaying Atlit BJM (5).JPG

Displaying Atlit10 (1).JPG

BANJARMASIN - BKKBN Provinsi Kalsel bekerja sama dengan TP PKK Kota Banjarmasin menggelar pertemuan kemitraan. Kegiatan bertemakan Forum Pertemuan Kemitraan Bidang Pengendalian Penduduk Tingkat Provinsi Kalsel itu, dilaksanakan di Aula TP PKK Kota Banjarmasin di Jalan RE Martadina, Senin (27/03). Menariknya, dalam kegiatan yang dihadiri para guru dan ASN intansi terkait itu, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah menjadi salah satu nara sumbernya. Dalam paparannya yang berjudul Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan, istri Walikota Banjarmasin Ibnu Sina ini, berbicara tentang dampak dan pengendalian kependudukan di Kota Banjarmasin. Menurutnya, untuk mengendalikan kependudukan diperlukan adanya kesepahaman semua pihak dan lintas sektoral.

Dikatakannya lagi, ada lima hal yang perlu diperhatikan untuk bisa mengendalikan kependudukan, diantaranya jumlah dan pertumbuhan penduduk, meningkatnya usia remaja, meningkatnya kelompok usia produktif, meningkatnya usia lanjut dan urbanisasi serta perkembangan perkotaan. “Jadi kalau bicara masalah kependudukan, maka mata rantainya bisa sampai kemasalah pembangunan. Contohnya, kenakalan remaja yang ugal-ugalan di jalan, mereka sambil berkendaraan terkadang sambil melakukan pengrusakan pot-pot bunga yang berada di pinggir jalan. Jadi memang perlu adanya perhatian terhadap kependudukan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel, Hj Elya Rahmawati, mengatakan, tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut meningkatkan program kependudukan dan KB, memberikan arahan kebijakan pelaksanaan pengendalian kuantitas penduduk nasional di tahun 2010-2035.

Selain itu, katanya lagi, kegiatan ini untuk menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan yang berwawasan kependudukan di Provinsi Kalsel. “Posisi Indonesia diposisi ke 4 sebagai wilayah dengan penduduk terpadat di dunia. Sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada diurutan ke 124 dari 187 negara. Ini merupakan tantangan untuk mewujudkan penduduk yang berkualitas,” ujarnya, saat menyampaikan sambutan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel.

Lebih lanjut diterangkannya, dari hasil sensus penduduk tahun 2010, penduduk di Provinsi Kalsel berjumlah 3.626.616 jiwa, dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,99 persen. “Disparitas laju penduduk antar kabupaten kota juga tidak merata, yang tertinggi 4.20 persen dan yang terkecil 1.37 persen,” jelasnya.

Karena itu, katanya lagi, melihat kondisi tersebut, perlu adanya penyerasian kebijakan kependudukan yang sudah disusun dalam satu grand design baik di kabupaten, kota maupun provinsi. “Desaign itu nantinya menjadi acuan dalam mengatasi berbagai permasalahan kependudukan yang meliputi aspek kuantitas, kualitas, pembangunan keluarga, mobilitas serta administrasi penduduk,” katanya.(humpro-bjm)

Displaying PKK (1).JPG

Displaying PKK (3).JPG

BANJARMASIN - Ada hal menarik dari lomba ketangkasan pemadam kebakaran yang dilaksanakan Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Kelurahan Sungai Andai (Damkar Sungai Andai Komuniti).

Saat itu, tak hanya anggota Damkar laki-laki saja yang berlaga untuk menjadi juara, tetapi tim Damkar yang beranggotakan wanita pun juga ikut serta memeriahkan kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Sungai Gampa, Komplek Andai Jaya, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Minggu (26/03).

Dalam simulasi yang dipertontonkan dihadapan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, para ladies fire itu, dengan tangkas dan cekatan bergerak saat melihat ada kobaran api yang membakar semak belukar. Pemandangan tersebut, tak hanya membuat decak kagum para penonton, tetapi juga Walikota Banjarmasin dan undangan yang hadir ikut kagum, saat melihat para ladies fire itu berhasil menjinakan kobaran sijago merah.

Selain lomba ketangkasan memadamkan kobaran api, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penanaman pohon di sepanjang jalan kawasan Sungai Gampa, Komplek Andai Jaya, Kelurahan Sungai Andai.

Menurut Ibnu Sina, keberadaan tim pemadam kebakaran di Kota Banjarmasin sangat membantu pemerintah kota dalam menanggulangi musibah kebakaran. “Saya sangat senang dan bangga melihat semangat anggota pemadam kebakaran khususnya para ladies fire, dalam memadamkan kobaran api. Lomba ini untuk mengasah kemampuan menanggulagi kebakaran di Kota Banjarmasin, mudah-mudahan bisa jadi inspirasi anggota pemadam kebakaran di kelurahan lain,” ujarnya, saat menyampaikan sambutannya.

Meski begitu, Ibnu Sina tetap mengingatkan agar seluruh anggota pemadam kebakaran, tetap menjaga dan mengutamakan keselamatan diri saat bertugas. “Nanti pada saatnya Pemko Banjarmasin akan mengasuransikan anggota BPK Kota Banjarmasin,” katanya.

Ketua Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Kelurahan Sungai Andai, agus, mengatakan, kegiatan lomba ketangkasan tersebut digelar untuk meningkatkan kesadaran dan meningkatkan rasa solidaritas serta kebersamaan para relawan pemadam kebakaran.

Hal senada juga dilontarkan Lurah Sungai Andai, Ambya. Katanya, lomba tersebut selain untuk menjaga tali silaturahmi antar sesama anggota pemadam kebakaran, juga dimaksudkan sebagai ajang melatih kemampuan diri dalam menanggulangi kebakaran. Abya juga menjelaskan, kelurahan yang dipimpinnya beberapa waktu lalu telah berhasil menjuarai lomba kebersihan tingkat nasional. Untuk itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat Kelurahan Sungai Andai untuk mendukung kegiatan Pemko Banjarmasin menjadikan Kota Banjarmasin sebagai kota Baiman.

Sementara itu, Ketua UPT Damkar Kota Banjarmasin, Didit, mengatakan, keberadaan tim pemadam kebakaran di Kota Banjarmasin, tidak hanya untuk memadamkan kobaran api saja, tetai ada nilai positif lainnya, salah satunya adalah terteranya nama pemadam kebakaran Kota Banjarmasin dalam Rekor MURI untuk kategori pemadam kebakaran terbanyak di Indonesia.

Mudah-mudahan, ucap pria berkumis ini lagi, keberadaan Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Kelurahan Sungai Andai, akan menjadi cikal bakal komunitas pemadam kebakaran di kelurahan lain di Kota Banjarmasin.(humpro-bjm)

Displaying IMG_8092.JPG

Displaying IMG_8118.JPG

Displaying IMG_8170.JPG

Displaying IMG_8250.JPG

BANJARMASIN - Ajakan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina agar masyarakat Kota Banjarmasin tetap menjaga kebersihan lingkungan, mendapat sambutan dari seluruh lapisan masyarakat Kecamatan Banjarmasin Utara.Hari Minggu (26/03), para mahasiswa, TNI, ASN Kecamatan Banjarmasin Utara, dan masyarakat setempat, bergotong royong membersihkan (Babarasih) kantor, jalan dan sungai yang berada di kawasan Jalan HKSN, Banjarmasin Utara.

Aksi bersih-bersih lingkungan tersebut kian semarak dengan kehadiran Ibnu Sina bersama Tim Gowes Kayuh Baimbai. Menurut Camat Banjarmasin Utara, Apiluddin Noor, kegiatan bersih-bersih lingkungan tersebut, bertujuan untuk ikut berpartisipasi dalam mempertahankan piala adipura, yang saat ini penilaian terhadap kebersihan kota Banjarmasin sedang dilakukan oleh tim penilaian piala tersebut.

Tujuan lainnya, jelas Apiluddin Noor lagi, selain untuk menciptakan rasa kebersamaan dan gotong royong, kegiatan tersebut juga untuk memperingati Hari Air se Dunia. “Kegiatan ini merupakan sebuah bentuk kepedulian masyarakat dan mahasiswa, untuk ikut serta mempertahankan piala adipura kencana, sekaligus memperingati Hari Air se Dunia,” ujarnya.

Mudah-mudahan, ucapnya lagi, kegiatan bersih-bersih lingkungan secara bergotong royong ini bisa menjadi contoh instansi lain khususnya kelurahan di bawah Kecamatan Banjarmasin Utara dan masyarakat luas. “Untuk berikutnya, kami aka tetap menggelar kegiatan ini. Apalagi saat ini untuk masalah kebersihan ini sudah ada Satgasnya. Jadi kami dari Kecamatan Banjarmasin Utara, siap mendukung kegiatan pak walikota untuk menjadikan Kota Bnajarmasin sebagai kota Baiman,” tandasnya.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina yang datang ke Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara bersama Tim Gowes Kayuh Baimbai menyatakan, apresiasinya atas kegiatan yang telah dilakukan Para mahasiswa, anggota koramil 1007-4 Banjarmasin Utara, para ASN kantor kecamatan tersebut, serta masyarakat sekitar. “Bila bersih kota kita, insyaallah Piala Adipura akan kita dapatkan,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Banjarmasin inipun berharap, program Barasih wan Nyaman (Baiman) yang menjadi salah satu program unggulan Pemko Banjarmasin, bisa terus dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat kota seribu sungai. “Hari ini kita bersih-bersih kawasan Kecamatan Banjarmasin Utara. Mudah-mudahan program Baiman bisa diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat,” harapnya.

Dari pantauan, meski pagi hari Minggu itu hujan mengguyur Kota Banjarmasin, namun para peserta bersih-bersih tetap semangat melaksanakan kegiatannya. Bahkan, mereka tak segan-segan terjun langsung ke dalam sungai yang berada di depan kantor kecamatan tersebut, untuk membersihkan sampah yang mengendap di dasarnya.(humpro-bjm)

Displaying BU Babarasih (1).jpg

Displaying BU Babarasih (2).JPG

Displaying BU Babarasih (8).jpg

Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Banjarmasin menggelar Upacara Penurunan Bendera atau Gelar Senja di Halaman Balai Kota Banjarmasin, Sabtu 25 Maret 2017. Wakil Kajari Banjarmasin Akhmad Rifain bertindak sebagai Pembina pada Upacara Penurunan Bendera kali ini yang juga dihadiri Sekretaris Kwarcab Kota Banjarmasin Sumarno dan Jajaran, Camat Banjarmasin Utara Apiludin Noor, M.AP, Pembina Gugus Depan Sekecamatan Banjarmasin Utara, Lurah Se Kecamatan Banjarmasin Utara, dan anggota pramuka Kwaran Banjarmasin Utara.

Giat Gelar Senja kali ini diselenggarakan oleh Kwaran Kecamatan Banjarmasin Utara. Sebelum upacara dimulai, para peserta upacara berkesempatan menyaksikan atraksi-atraksi dari anggota pramuka dengan berbagai keahlian, diantaranya atraksi Senam Kreasi dari Gugus Kuin (4 Sekolah).

Setelah banyaknya apresiasi tampilan dari atraksi tari dalam giat Gelar Senja Kwaran Kecamatan Banjarmasin Utara, di lanjutkan dengan Upacara Penurunan Bendera yang merupakan acara puncak pada kegiatan gelar senja.

Dalam sambutannya Wakil Kajari Banjarmasin Akhmad Rifain menyampaikan apresiasi kepada Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Banjarmasin khususnya Kwaran Kecamatan Banjarmasin Utara yang sangat bersemangat dan menunjukkan dedikasinya mengikuti kegiatan, agar terus maju menggapai harapan dan cita-citanya. Pemerintah melalui penegak hokum tidak lelah-lelahnya mengingatkan agar menghindari perbuatan yang melanggar hukum.

“Saat ini gencar-gencarnya memberantas narkoba. Jangan pernah mencoba untuk menggunakan narkoba. Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman bagi yang berusia dewasa paling rendah 4 tahun denda 800 juta”, ujar Akhmad Rifain.(Humpro-Bjm)

Displaying 20170325_174254.jpg

Displaying GELAR (3).JPG

Displaying GELAR (8).JPG

TP PKK Provinsi kalimantan Selatan melakukan Verifikasi Lomba PKDRT Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Aula Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Banjarmasin Barat, Sabtu 25 Maret 2017.

Lomba PKDRT Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka HKG PKK ke 45 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2017. Untuk Kota Banjarmasin program PKK yang termasuk dalam penilaian lomba adalah PKDRT diwakili Kelurahan Teluk Dalam dan UP2K di wakili Kelurahan Basirih Selatan.

Kedatangan Tim Penilai Verifikasi Lomba PKDRT dan UP2K Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarmasin dr. Siti Wasilah, M.Si dan Jajarannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin Iwan Fitriadi, SH, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Banjarmasin Drs. Madyan, M.Si, Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Drs. Esya zain Hafizie, M.AP dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Perikanan Kota Banjarmasin Ir. Lauhem Mahfuzi, M.AP, dan Camat Banjarmasin Barat Drs. Diyan Noor, MA menyaksikan siswa-siswi TK PKK Damai yang menampilkan lagu terkait PKDRT.

Tim Penilai Verifikasi Lomba PKDRT dan UP2K Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dari unsur Pokja III sejumlah 4 orang. Pada verifikasi kali ini tim penilai didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarmasin dr. Siti Wasilah, M.Si, Med dan jajaran PKK Kecamatan dan Kelurahan menyaksikan simulasi PKDRT yang ditampilkan oleh kelompok PKDRT Kelurahan Teluk Dalam dan unsur Babinsa. Topik yang dibahas adalah Penghapusan KDRT, dengan sub topik pencegahan KDRT. Serta ekspose tentang PKDRT Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Banjarmasin Barat.

Latar belakang dibentuknya Tim PKDRT karena banyaknya kasus-kasus KDRT ditemukan di masyarakat Kelurahan Teluk Dalam, maka dibentuklah PIK Keluarga di Kelurahan Teluk Dalam yang menangani konseling keluarga. Selanjutnya karena kasus kekerasan masih sering terdengar dan terjadi baik kekerasan fisik dan psikis, penelantaran terutama pada anak maka dibentuklah PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) dengan maksud masyarakat Teluk Dalam diajak ikut serta dalam perlindungan anak dan melindungi serta memperjuangkan hak-hak anak. Kemudian dibentuklah PIK Kelurahan Benawa Bungas di RT. 47 RW. 4 dalam rangka optimalisasi penyebaran dan pemberian layanan informasi dan konsultasi keluarga. Dan dikarenakan melihat banyaknya kasus-kasus yang melibatkan anak-anak dibawah umur 18 tahun maka dibentuklah Forum Anak Kelurahan Teluk Dalam sebagai konselor sebaya bagi anak-anak.

Setelah menyaksikan simulasi dan ekspose PKDRT, dilakukan penyematan pin kepada tim penilai verifikasi. Pada kesempatan ini tim penilai mengapesiasi hasil kerajinan tangan ibu-ibu anggota tim PKDRT dan melihat mobil perlindungan perempuan dan anak bantuan Pemerintah Pusat. Walikota Banjarmasin Ibnu Sina berkesempatan meninjau Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Banjarmasin Barat untuk melihat proses verifikasi oleh Tim Penilai Provinsi Kalimantan Selatan.

Verifikasi oleh Tim Penilai Provinsi Kalimantan Selatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan menuju Kelurahan Basirih Selatan Kecamatan Banjarmasin Selatan. Di Kelurahan Basirih Selatan, tim penilai melakukan verifikasi kepada kepengurusan UP2K Merak, dan melihat ekspose anggota UP2K Merak.

Turut hadir pada kegiatan ini Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjarmasin Drs. Kasman, M.AP, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Drs. Khairil Anwar, M.Si dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Perikanan Kota Banjarmasin Ir. Lauhem Mahfuzi, M.AP, Camat Banjarmasin Selatan Drs. Yusrin, Lurah Basirih Selatan Harun Nurasyid dan Jajarannya.

Terkait verifikasi Lomba PKDRT Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dr. Siti Wasilah, M.Si, Med selaku Ketua TP PKK Kota Banjarmasin menyampaikan bahwa kegiatan ini agenda apresiasi untuk Kabupaten/Kota. Banjarmasin dalam hal Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) pertama kali menjalani apresiasi ini.

Dengan adanya Tim Penilai dari Provinsi Kalimantan Selatan mendorong upaya-upaya kita dalam pencegahan terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Tujuannya karena aspek rumah tangga itu meliputi upaya Perlindungan, Pencegahan dan Pemberdayaan, maka ketiga kegiatan itu bisa kita dorong di Kota Banjarmasin”, ujar Siti Wasilah.

Sehari sebelumnya Jumat 24 Maret 2017 dilakukan Rapat Persiapan Verifikasi Lomba PKDRT Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di TK. PKK Damai Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Banjarmasin Barat.

Kegiatan ini dalam rangka persiapan Lomba PKDRT Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang akan dilaksanakan Tanggal 25 Maret 2017 di Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Banjarmasin Barat. Hadir pada acara ini Ketua TP PKK Kecamatan Banjarmasin Barat Hj. Nur Eliani, S.Sos dan Jajarannya, Kepala Sekolah TK PKK Damai Murniati, S.Pd, Ketua Yayasan Noor Laina dan jajarannya serta siswa-siswi TK PKK Damai.(Humpro-Bjm)

Displaying DSCN3780.JPG

Displaying DSCN3794.JPG

Displaying DSCN3800.JPG

Displaying DSCN3827.JPG

Displaying DSCN3878.JPG

Banjarmasin – Setiap hari, pemanasan global semakin menjadi-jadi. Salah Satu Fenomena alam, Equinox, bisa di rasakan oleh warga Banjarmasin walaupun cukup jauh dari garis khatulistiwa. beberapa aktifisi dan mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Earth Hour Indonesia (EHI) mengadakan 1 (satu) Jam Swicth Off dalam memperingati Hari Bumi. kegiatan Swicth Off ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil guna mengadakan hemat energi.

Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, berserta Istri, Siti Wasilah menghadiri Ceremonial of Earth Hour,bertempat dihalaman Swiss Bell Hotel Borneo Banjarmasin, Sabtu (25/03). Tradisi yang dilaksanakan setiap tahun ini hanyar suatu langkah kecil, dan tidak akan menjadi efektif jika masyarakat tidak memiliki kesadaran akan hemat energi.

“Sebuah langkah kecil ini bisa memberikan suatu hal yang besar guna keberlangsungan hidup semuanya.” ungkap Ibnu. Disamping itu juga, beliau mengharapkan juga mengharapkabn partisipasi adanya dukungan dari masyarakat. “Yang paling penting adalah partisipasi masyarakat, kita pemerintah telah mengeluarkan pengarahan serta himbauan agar ikut serta dalam melakukan perubahan” ujar Ibnu

Kegiatan ini juga diharapkan rutin dilaksanakan oleh masyarakat, bukan hanya setahun sekali, tetapi setiap hari sekali, disaat yang sama juga walikota mengingatkan kepada seluruh warga kota Banajrmasin terutama dalam menggunakan bahan daur ulang, seperti halnya menggunakan baju bekas yang diolah menjadi tas cantik. (Humpro-Bjm)

Displaying 4U6A4594.JPG

Displaying 4U6A4601.JPG

Displaying 4U6A4627.JPG

Displaying 4U6A4658.JPG

Displaying IMG_6736.JPG

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.