Oktober 2019


BANJARMASIN - Sebanyak 98 orang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kota Banjarmasin mengikuti kegiatan MTQ Nasional XXXII tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2019 di Kabupaten Kotabaru. Para kafilah dilepas secara langsung oleh Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah. “Saya berharap keikut sertaan kafilah dari kota seribu sungai pada MTQ Nasional XXXII di Kabupaten Kotabaru dapat meraih prestasi yang membanggakan, serta membawa nama baik Kota Banjarmasin sebagaimana prestasi yang kita raih pada MTQ sebelumnya,” harapnya saat menyampaiakan sambutannya di Aula Kayuh Baimbai, Rabu (30/10).
H Hermansyah atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin, menyampaikan ucapan selamat kepada para kafilah MTQ Kota Banjarmasin yang akan berlaga pada MTQ XXXII di Kabupaten Kotabaru nanti. “Saya merasa berbangga hati, karena kegiatan ini mempunyai makna yang strategis, khususnya bagi umat islam sebagai serana syiar dan menambah pengetahuan kita tentang Alquran,” katanya.
Karena itu, ia kembali berharap, selama pelaksanaan nanti para kafilah dapat menjaga kesehatan, kekompakan dan kebersamaan dalam pelaksanaan nanti. Dalam kegiatan pelepasan ini, Bank Kalsel juga memberikan bantuan seragam pawai Taaruf untuk kafilah Kota Banjarmasin. Kegiatan MTQ tahun 2019 di Kabupaten Kotabaru, akan dilaksanakan dari tanggal 3 sampai 9 November 2019.(humpro-bjm)















BANJARMASIN - Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina sepertinya menaruh harapan besar agar Workshop Historic Urban Landscape (HUL) Quick Scan Banjarmasin, bisa menghasilkan keputusan yang bisa menjadi acuan dinas-dinas lingkup kota seribu sungai, dalam melakukan pembenahan. Di hari kedua pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Anno, Siring Menara Pandang Kota Banjarmasin, pemimpin Bumi Kayuh Baimbai berkesempatan hadir di tengah-tengah narasumber dan peserta workshop tersebut. Dalam kesempatan itu, ia mengutarakan harapannya tersebut. “Kami berharap dengan acara ini kita bisa mendapatkan kertas kerja, yang kemudian menjadi sebuah masukan dari semua pihak, termasuk juga bagi Kota Banjarmasin,” harapnya, Senin (28/10)
Kota Banjarmasin merupakan ibukota tertua di Pulau Kalimantan. Meski usia kota ini telah mencapai 493 tahun, namun H Ibnu Sina tetap ingin seluruh masyarakatnya tetap penuh semangat dalam membangun kota “Kotanya boleh tua, tapi dinamika penduduknya tidak boleh tua,” katanya.
Seperti pemberitaan sebelumnya, dua puluh satu orang peserta, terdiri dari mahasiswa dan profesional muda berasal dari Kota Banjarmasin dan beberapa daerah lain di luar Pulau Kalimantan, mengikuti kegiatan Workshop Historic Urban Landscape (HUL) Quick Scan Banjarmasin. Kegiatan yang menghadirkan beberapa narasumber terdiri dari Hasti Tarekat dari Heritage Hands-on Belanda, Jacqueline Rosbergen dan Peter Timmer dari Badan Warisan Budaya, Kementrian Pendidikan, Kebudayan dan Ilmu Pengatahuan Belanda, dan Vera D Damayanti dari Departemen Arsitektur Lanskap Institut Pertanian Bogor, dilaksanakan di Rumah Anno, Siring Tendean, Banjarmasin. Menurut Kabid Pengembangan Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, M Khuzaimi, yang juga penyelenggara kegiatan tersebut, diskusi dalam workshop HUL Quick Scan Banjarmasin akan menitik beratkan pada topik terkait tantangan pembangunan Kota Banjarmasin di masa mendatang. “Permasalahan sanitasi kota, peran sungai sebagai moda transportasi perkotaan, serta pelestarian warisan budaya kota Banjarmasin, menjadi beberapa issue yang dibicarakan,” ujarnya, dalam pers riliesnya. Dalam diskusinya, jelasnya lagi, HUL Quick Scan lebih menekankan pembangunan perkotaan melalui pendekatan hasil pengembangan Badan Warisan Budaya Belanda, yang diadopsi dari kerangka Historic Urban Lanskap UNESCO. Dengan metode tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat lebih membantu para praktisi memahami sebuah lanskap perkotaan dalam keterbatasan waktu. Sehingga perumusan konsep dasar pengembangan masa mendatang, dapat dilakukan berdasarkan fitur-fitur warisan budaya, baik yang tangible maupun intangible. “Workshop HUL ini menitikberatkan pada penciptaan gagasan untuk konservasi dan pengembangan pada skala area perkotaan dan regional yang berkaitan dengan prospek dan dasar untuk perencanaan ke depan,” jelasnya.
Sebagai bahan percontohan dalam kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 27 Oktober hingga 1 November 2019 itu, setidaknya ada empat lokasi yang dijadikan simple studi kasus terkait pengembangan kota berbasis sungai, dan revitalisasi pemukiman tepian sungai perkotaan di Banjarmasin yakni, kawasan Kampung Seberang Masjid, Kampung Arab-Pasar Lama, Kampung Kelayan bagian muara, dan Kampung Sungai Jingah.(humpro-bjm)












BANJARMASIN - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin menyerahkan bantuan kepada para Wira Usaha Baru (WUB) dan petani tambak. Penyerahan bantuan di Pendopo Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin itu, dilakukan langsung Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, Senin (28/10).
Untuk para petani tambak, H Ibnu Sina menyerahkan bantuan berupa bibit ikan lele dengan total 7.350 ekor, ditambah pakan ternak sebanyak 100 kg. Sedangkan untuk WUB, diberikan masing-masing 5 buah autoclave, kompor gas, tabung gas, selang regulator, steamer (drum sterilisasi baglog jamur). “Bantuan ini dimaksudkan agar wira usaha kita meningkat terus dari tahun ke tahun, semakin baik, dan semakin maju. Mudah-mudahan kualitas produksinya semakin bagus, termasuk terjamin higenis standar produksinya,” ujar H Ibnu Sina saat menyampaikan sambutannya. Selain memberikan bantuan, kata H Ibnu Sina, Pemko Banjarmasin juga terus berupaya memberikan fasilitas pendukung agar produk usaha dari para WUB binaan Pemko Banjarmasin dapat dipasarkan di toko modern dan Rumah Kreatif Sasirangan Banjarmasin. “Di sana nanti nama produknya BABA, tapi nama olahan pian tetap ada dalam kemasan atau produk yang dipasarkan. Kenapa harus merk BABA, supaya olahan pian itu di kontrol kualitasnya oleh kawan-kawan yang ada di rumah sasirangan kreatif. Jadi produk pian atau olahan pian akan memiliki standar penjualan yang sama dengan BABA,” terangnya.
Bahkan, jelasnya, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Banjarmasin serta SKPD lingkup Pemko Banjarmasin, pemerintah daerah juga mengupayakan agar para wisatawan yang berkunjung ke kota berjuluk seribu sungai, bisa dengan mudah mendapatkan produk asli WUB. Hal lain yang dilakukan Pemko Banjarmasin untuk meningkatkan daya jual produk WUB adalah dengan membantu membuatkan desain kemasan, sehingga produk=produk asli WUB dapat menarik perhatian pembeli. “Saya berharap pian-pian semua tetap semangat dalam membuat olahan-olahan produknya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, Lauhem Mahfuzi menerangkan, selain memberikan bantuan kepada para petani dan WUB, beberapa waktu lalu pihaknya juga telah memberikan bantuan dibidang perikanan berupa enam unit perahu, dan dibidang peternakan untuk 14 kelompoknya. “Kami juga melakukan bimbingan bagaimana cara mengolah telor asin kepada 6 kelompok, terdiri dari 2 kelompok produk nugget ayam. 4 kelompok pentol, 2 kelompok abon ayam. Setiap kelompok terdiri dari 10 sampai 12 orang,” terangnya.(humpro-bjm)















BANJARMASIN - Pemuda harus memiliki kapasitas intelektual, kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan yang mumpuni. Seorang pemuda juga harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dikancah internasional. Demikian yang disampaikan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali, dalam kegiatan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 91 tahun 2019, lingkup Pemko Banjarmasin, Senin (28/10).
Lebihlanjut dikatakannya lagi, tema dalam kegiatan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini adalah “Bersatu Kita Maju”. Tema tersebut untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun para pemuda yang telah diikrarkan tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda. “Hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa. Tema Bersatu Kita Maju sesungguhnya diperuntukan untuk seluruh elemen bangsa, tetapi bagi pemuda menjadi keharusan, karena di tangan pemuda lah Indonesia bisa lebih maju,” tegasnya.
Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini ibarat dua mata pisau yang satu sisi memberikan jaminan kecepatan informasi , pada sisi yang lainnya berdampak negatif, karena informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas, radikalisme dan terorisme dengan mudahnya masuk. “Di sinilah diharapkan peran pemuda agar dapat bersaing dalam bentuk apapun, tentunya dalam hal yang posistif. Pemuda adalah masa depan bangsa dan negara, pemuda juga harapan bagi dunia, pemuda Indonesia harus maju dan berani menaklukan dunia, saya berharap kedepan akan banyak muncul tokoh- tokoh muda yang mendunia,” katanya.
Rangkaian lain dalam kegiatan di halaman Balai Kota Banjarmasin yang diikuti seluruh ASN lingkup Pemko Banjarmasin, Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah, Ketua DPRD Kota Banjarmasin, dan jajaran Forkopimda Kota Banjarmasin itu adalah penyerahan tropy, piagam dan uang sebesar Rp7,5 juta kepada Poskamling Garuda RT 11, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, yang berhasil mendapat nominasi harapan 1 dalam lomba Poskamling Tingkat Provinsi Kalsel tahun 2019.(humpro-bjm)





















Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.