Desember 2020

 

Banjarmasin - Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin meresmikan Galeri Terapung di Sungai Jingah, Banjarmasin Utara dan Rumah Lanting di Kelurahan Mantuil, Banjarmasin Selatan pada Senin 21/12/2020.
Kedua objek wisata berbasis kearifan lokal dan sungai tersebut langsung diresmikan oleh Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina didampingi Kepala Disbudpar Ihsan Al-hak, Camat dan Lurah setempat, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pada dua Kelurahan tersebut.
Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina mengaku bersyukur atas peresmian kedua objek wisata itu, Beliau meyakini kedua objek tersebut akan menambah khazanah wahana pariwisata Kota Banjarmasin, terutama dalam hal kebudayaan sungai yang identik dengan kota berjuluk Seribu Sungai itu.
"Selain orang datang ke Pasar Terapung, kemudian ada atraksi sungai, juga ada objek seperti ini yang merupakan edukasi, ada kain sasirangan, juga ada sejarah tempat yang ada disini, mudah-mudahan semakin mengedukasi," kata H Ibnu Sina.
Beliau mengungkapkan kedua objek tersebut akan diserahkan kepada Pokdarwis setempat untuk melakukan pengelolaan, H Ibnu Sina pun berterimakasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang berinisiatif membuat kedua objek wisata tersebut ditengah Pandemi Covid-19.
"Mudah-mudahan ini tidak hanya satu atau dua titik saja nantinya, diperbanyak, sehingga nanti menjadi tempat yang bagus dan representatif dengan tetap mengangkat budaya lokal," bebernya.
Lebih lanjut, H Ibnu Sina berpesan agar semua pihak dapat menjaga dan merawat kedua objek wisata itu, terutama kepada para Pokdarwis dan Camat serta Lurah masing-masing agar dapat memelihara kedua kawasan tersebut. "Khususnya kepada pokdarwis Sungai Jingah, Mantuil, dan juga pak Camat dan pak Lurah agar dapat menjaga kawasan ini," tutupnya.
 







 

 Banjarmasin - Dipenghujung tahun 2020 Pemerintah Kota Banjarmasin kembali mengukir sejarah manis dengan mendapatkan penghargaan sebagai Kota Sangat Inovatif dari Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Anugerah Innovative Government Award (IGA) 2020 diserahkan Sekjen Kemendagri, Muhammad Hudori kepada Walikota Banjarmasin Ibnu Sina yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Banjarmasin Doyo Pudjajdi, di Jakarta.
Menurut Doyo, Kota Banjarmasin baru pertama mendapat Innovation Government Award dengan predikat Sangat Innovatif, Artinya Pemerintah Kota Banjarmasin kedepannya perlu lebih intens lagi untuk tetap dapat memberikan inovasi.
"Kita akan data SKPD dan wajib apresiasi produk inovasi, yang meliputi beberapa aspek di atas, Kedepan harus tiap tahun, karena ini indikator kinerja daerah dan dinilai Kemendagri, Diumumkan secara nasional dan terbaca di forum," katanya.
Doyo mengungkapkan pihak Pemerintah Kota akan membuat Surat Edaran Walikota terkait inovasi, Innovasi inipun ujarnya harus jadi visi dan budaya kerja, SKPD harus selalu berupaya untuk Smarter, Fighter dan Better untuk pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah.
"Bentuk Tim Khusus yang akan kelola ini, sehingga tidak ada SKPD yang santai lagi," ujar Doyo.
Beliau memaparkan, IGA sendiri digagas oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendagri sebagai upaya mendorong pemerintah daerah agar terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Lanjutnya, upaya inovasi melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan peran serta masyarakat, terakhir dengan apa yang disebut peningkatan daya saing daerah.
"Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kerja cerdas jajaran Pemko Banjarmasin, yang tidak kenal lelah menciptakan inovasi pelayanan publik," bebernya.
Dari data terhimpun, pada level pemerintah kota, penghargaan diberikan kepada Kota Mataram, Madiun, Batam, Solok, Banjarmasin, Prabumulih, Pare-Pare, Depok, Banda Aceh, Bandar Lampung, Bitung, Pangkal Pinang, Semarang, Metro, Bima, Sawahlunto, Cirebon, Singkawang, Balikpapan dan Mojokerto.
Sedangkan pada level kabupaten apresiasi diberikan kepada Kabupaten Pati, Bantul, Tabanan, Serang, Ponorogo, Lampung Tengah, Blora, Indragiri Hilir, Banyuasin, Balangan, Ogan Ilir, Sambas, Solok, Kubu Raya dan Garut. Kemudian Kabupaten Purworejo, Lebak, Mojokerto, Sanggau, Tanjung Jabung Timur, Madiun, Sijunjung, Boyolali, Merangin, Sukoharjo, Tanjung Jabung Barat, Rembang, Lampung Timur, Sragen, Jembrana, Belitung, Kebumen, Lampung Utara, Kuantan Singingi, dan Tulungagung.





 Banjarmasin - Resmi sudah Festival Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 2020 berakhir usai ditutup langsung oleh Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia, Ahmad Taufan Damanik di Balroom Swissbel Hotel Banjarmasin pada Jumat 18/12/2020, sore.

Pada seremoni penutupan itu dihadiri oleh Forkopimda Kota Banjarmasin, Sekdako Banjarmasin dan Sejumlah Kepala serta Perwakilan SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin, turut hadir pula para jajaran komisoner di Komnas HAM Republik Indonesia.
Dalam sambutan penutup, Ahmad Taufan Damanik menyebut festival HAM tahun 2020 yang ke enam kalinya itu merupakan festival yang unik, bukan tanpa alasan, selain pertama kali digelar di luar Pulau Jawa, festival kali ini juga merupakan kombinasi antara langsung dan virtual.
"Festival HAM kali ini unik sekali, sebagian bertemu langsung tapi sebagian besar lainnya bertemu secara virtual, tidak saja mempertukarkan fikiran dan pengalaman kita tapi justru bathiniah kita satu sama lain," ujarnya.
"Kadang kadang suasana bathiniah yang dipertemukan oleh alam virtual itu lebih kuat daripada yang dipertemukan secara alam nyata ,"tambahnya.
Ahmad Taufan Damanik mengucapkan terimakasih sebesar besarnya kepada jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin yang sudah bersedia meluangkan waktu dan tenaga demi terciptanya keberhasilan penyelenggaraan Festival HAM Tahun 2020 tersebut.
"Mudah-mudahan festival HAM yang unik ini, bisa menjadikan bangsa kita semakin kuat, semakin jaya, dari satu peradaban yang juga kuat berdasarkan prinsip keadilan dan kemanusiaan, terimakasih kepada Pemerintah dan masyarakat Kota Banjarmasin," katanya.
Sementara, H Ibnu Sina dalam sambutan penutupnya memohon maklum jika terdapat kekurangan dalam seluruh rangkaian pelaksanaan Festival HAM 2020 yang digelar di kota Seribu Sungai itu, menurut H Ibnu Sina Festival tersebut merupakan satu-satunya event yang terselamatkan karena pandemi Covid-19.
"Dengan seluruh kelebihan dan kekurangan mohon dimaklumi, semua serba terbatas, tapi ini lah yang bisa di sajikan, satu satunya event yang terselamatkan dari 49 event yang dihapuskan karena adanya Covid," bebernya.
H Ibnu Sina pun mengutarakan festival yang sudah dilaksanakan secara daring dan langsung itu tidak mengurangi jumlah minat peserta yang berhadir, dari informasi secara pelaporan yang didapatnya, acara besar tersebut tidak kurang dari 1000 peserta yang hadir dalam ruang virtual.
"Mari sama-sama kita sosialisasikan Deklarasi Banjarmasin ini agar menjadi salah satu referensi dalam pemenuhan HAM di Indonesia, mudah-mudahan ini menjadi salah satu catatan sejarah di Festival HAM ke 6 ini kita bisa melahirkan Deklarasi Banjarmasin," pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut turut diikrarkan Deklarasi Banjarmasin oleh Wakil ketua eksternal Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab didampingi H Ibnu Sina, adapun poin poin dalam deklarasi tersebut mengenai upaya upaya strategis Pemerintah dalam melaksanakan pemenuhan Hak Asasi Manusia.




 Banjarmasin - Usai menggelar pembukaan Festival Hak Asasi Manusia dan sejumlah pleno pada hari pertama pergelaran peringatan tersebut, para Panitia Festival menggelar Gala Dinner di Lobby Balai Kota Banjarmasin pada Kamis 17/12/2020, malam.

Gala Dinner itu dihadiri oleh sejumlah petinggi dan perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat serta para jajaran Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia, turut hadir pula jajaran FKUB Kota Banjarmasin.
Kegiatan Gala Dinner ini pun menjadi salah satu rangkaian dari peringatan Festival HAM, dalam pelaksanaannya berjalan dengan lancar dan tertib, silaturrahmi dan keharmonisan antara tuan rumah dari Pemerintah Kota Banjarmasin dengan para jajaran Komnas HAM terjalin dengan baik.
Pelaksanaan Gala Dinner itu sangat menerapkan protokol kesehatan, dimana peserta yang berhadir menjaga jarak, menggunakan masker, Selain itu pihak penyelenggara juga menyediakan tempat cuci tangan dan pengecekan suhu tubuh.
Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina dalam sambutan selamat datangnya memperkenalkan kota Banjarmasin sebagai kota sungai terindah di Indonesia, menurut Beliau, dari sekian banyak Festival HAM yang sudah digelar, Banjarmasin memiliki cerita tersendiri.
"Mudah-mudahan ini sebuah kebaikan dan berkenan bagi semua, kita bangga menjadi Indonesia, dari Kota Seribu Sungai, mudah mudahan suasan harmoni di kota ini, menjadi cerita baik dan praktik baik penerapan hak asasi manusia di Indonesia," katanya.
Adapun Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengaku ketika berada di Kota Banjarmasin merasakan kota yang sangat bersejarah, "Yang saya rasakan ketika berada di kota Banjarmasin, kota ini sangat bersejarah, wajar karena usia Banjarmasin satu tahun lebih tua dari Kota Jakarta," singkatnya.




 JAKARTA – Pemerintah terus berupaya memperluas perlindungan dan pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) hingga ke level daerah. Hal itu bertujuan agar hak dasar atau hak asasi bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Sesuai arahan Presiden agar perlindungan dan pemenuhan HAM tidak hanya sosialisasi, tapi juga tersampaikan dan dirasakan masyarakat. Maka, saya mendorong agar lebih banyak lagi Kabupaten/Kota ramah HAM,” tegas Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko saat menjadi pembicara utama pada Festival HAM 2020 dari Situation Room Bina Graha Jakarta, Kamis (17/12).
Moeldoko menerangkan, dar 514 Kabupaten/Kota di Indonesia, 259 di antaranya telah mendapat penghargaan sebagai Kabupaten/Kota peduli HAM. Oleh karena itu, perlu sinkronisasi kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dengan prinsip-prinsip HAM, baik hak sipil dan hak politik. Terutama, katanya, terhadap komitmen toleransi dan pemenuhan hak dari berbagai sektor, baik ekonomi, kesehatan, pendidikan, hak bagi kelompok disabilitas dan kelompok rentan, maupun hak lainnya.
Di sisi lain, Moeldoko menjelaskan, pandemi COVID-19 yang telah mengubah semua aspek kehidupan jangan sampai memengaruhi secara substantif perlindungan dan pemenuhan HAM masyarakat. Oleh karena itu, Moeldoko menegaskan kembali arahan Presiden Joko Widodo yang menyatakan agar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk terus memajukkan HAM dalam keadaan apapun.
“Jangan biarkan krisis justru membawa kemunduran, tapi jadikan krisis sebagai momentum untuk mencapai lompatan besar. Dalam hal ini, Pemerintah telah bergerak cepat melalui berbagai regulasi, pemenuhan anggaran dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat,” jelas Moeldoko.
Moeldoko pun mengingatkan, Festival HAM 2020 bisa menjadi momentum bagi semua pihak untuk menguataman dan menjalankan prinsip HAM secara pro aktif. Dengan begitu, Festival HAM 2020 bisa memetakan persoalan perlindungan HAM yang luput dari perhatian dan ditemukan solusinya.
Pada forum yang sama, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik menerangkan, pandemi COVID-19 berdampak pada penghormatan dan perlindungan HAM di seluruh dunia, terutama pada hak kesehatan. Ahmad pun menuturkan bagaimana prinsip utama HAK yakni jika salah satu hak berkurang maka hak lainnya akan terkurangi, sebaliknya jika satu hak terpenuhi maka akan melengkapi hak lainnya.
“Melalui Festival HAM 2020 ini, semoga menjadi jembatan bagi semua pihak untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman bersama sebagai bentuk penghormatan dan perlindungan HAM,” kata Taufan Damanik.
Ketua International NGO Forum on Indonesia (INFID) Totok Yulianto yang juga hadir secara virtual mengungkapkan, pada dasarnya Pemerintah Pusat yang didukung Pemerintah Daerah adalah penanggung jawab pemenuhan HAM masyarakat. Maka itu, kata Totok, penerapan Kabupaten/Kota ramah HAM merupakan strategi baru dalam pemajuan HAM yang dikembangkan secara global. Totok pun berharap, upaya penghormatan dan perlindungan HAM bisa berjalan baik selama pandemi COVID-19.
Festival HAM telah diselenggarakan sejak tahun 2014 di berbagai kota. Adapun Festival HAM 2020 kali ini berlangsung di Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang merupakan kota pertama di luar Jawa sepanjang pelaksanaan Festival HAM. Festival HAM 2020 yang mengangkat tema ‘Menegakkan HAM di Masa Pandemi COVID-19: Tantangan dan Solusinya’ ini juga menjadi yang pertama kali berlangsung secara virtual.


 Banjarmasin - Festival Hak Asasi Manusia Tahun 2020 yang diselenggarakan di Kota Banjarmasin resmi dibuka oleh Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia, Ahmad Taufan Damanik di Hotel Swiss Bell, Banjarmasin Tengah, Kamis 17/12/2020.

Agenda rutin yang digelar Komnas HAM tersebut kali ini menggandeng Pemerintah Kota Banjarmasin sebagai tuan rumah, Kegiatan itu pun turut dihadiri oleh Pejabat setempat seperti Kepala Daerah Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina, Sekretaris Daerah Hamli Kursani dan para petinggi SKPD di lingkungan setempat.
Menurut, Ahmad Taufan Damanik, Festival HAM adalah acara tahunan yang memfasilitasi semua pihak dan kalangan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan pembelajaran tentang Hak Asasi Manusia oleh Pemerintah Daerah di Indonesia.
"Hal ini sebagai bentuk penghormatan, perlindungan dan penerapan HAM khususnya dalam kondisi Pandemi Covid-19 saat ini," katanya.
Pihaknya pun katanya dalam kesempatan itu mengundang berbagai pihak, berbagai ahli untuk memberikan pengalaman dari lokal masing-masing dan dari penjuru belahan dunia yang lain untuk dijadikan bahan pelajaran bagi seksama.
"Pemerintah Pusat, maupun Pemerintah Daerah wajib memastikan penghormatan dan perlindungan serta pemenuhan Hak Asasi Manusia kepada setiap warga," jelasnya.
Kegiatan Festival HAM tahun 2020 tersebut dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan dan pengawasan yang ketat mulai dari cuci tangan, menjaga jarak, cek suhu tubuh dan menggunakan masker, Festival itu juga menerapkan pembatasan peserta yang hadir secara offline. Selain itu pembukaan Festival HAM juga dimeriahkan oleh pembicara kunci yakni dari Kepala Staff Kepresidenan, Jendral TNI purn Moeldoko secara online.




 Banjarmasin - Ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan Festival Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 2020, Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia menggelar Talk Show yang disiarkan secara langsung di salah satu saluran TV Lokal pada Rabu 16/12/2020, Malam.

Talk Show bertajuk Standar Norma dan Peraturan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (SNP-KBB) itu mengangkat tema 'Mewujudkan Banjarmasin Kota Toleran' dengan Narasumber Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina dan Kordinator Subkomisi Pemajuan HAM/Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan, Beka Ulung Hapsara.
Menurut Beka Ulung Hapsara, festival HAM adalah ruang belajar dan berbagi tentang apa itu HAM dan juga implementasinya, dibeberkannya sejauh ini kegiatan itu sudah berjalan sejak 6 tahun yang lalu dengan format yang berbeda dari tahun ke tahun.
"Jika awalnya hanya konfrensi, dikarenakan Indonesia sangat beragam maka perayaan ini kemudian berubah bentuk menjadi festival," katanya disela talk show tersebut.
Beka panggilan akrabnya, menegaskan Pemerintah Daerah berperan penting dalam pembangunan maupun kebijakan yang berkaitan dan menyentuh dengan Hak Asasi Manusia, Beliau menilai Kota Banjarmasin sangat layak menjadi tuan rumah, bahkan ujarnya Banjarmasin merupakan kota pertama di luar Pulau Jawa yang menjadi tuan rumah Festival HAM.
Sementara H Ibnu Sina mengungkapkan Kota berjuluk Seribu Sungai itu sudah sejak dua tahun yang lalu digaungkan menjadi Tuan Rumah Festival HAM tahun 2020, disamping itu, ketika situasi pandemi saat ini, orang nomer satu di Banjarmasin itu membeberkan kegiatan tersebut merupakan kombinasi dari pelaksanaan online dan offline.
"Saya kira Banjarmasin menjadi tuan rumah sudah digaungkan sejak 2 tahun yang lalu karena menerima estafet dari Kabupaten Jember saat itu, Festival HAM di Kota Banjarmasin ini mengkombinasikan kegiatan Online dan Offline," bebernya.
H Ibnu Sina menjelaskan dengan ditunjuknya Kota Banjarmasin sebagai tuan rumah festival HAM adalah refleksi dari sebuah kota yang memiliki kepedulian terhadap HAM, dimana Kota Banjarmasin adalah sebuah kota yang seluruh komponen masyarakat didalamnya tanpa terkecuali dapat berperan membangun kota Banjarmasin.
"City For All julukan kita, Kota untuk semua, tidak ada yang tertinggal, semuanya berperan," pungkasnya.




 Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menerima bantuan dari Grab Indonesia cabang Banjarmasin berupa tempat cuci tangan atau wastafel otomatis yang rencananya akan diletakkan di depan Balaikota sebagai fasilitas umum bagi warga Kota Banjarmasin.

Secara simbolis, bantuan berupa wastafel tersebut diserahkan oleh Ryan Andriansyah selaku Public Affair Grab Kalimantan dan diterima oleh Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina di Lobby Balaikota Banjarmasin, Rabu 16/12/2020.
Disela kegiatan penyerahan tersebut, H Ibnu Sina mengucapkan terimakasih kepada pihak Grab yang sudah membantu memberikan tempat cuci tangan otomatis tersebut, Beliau meyakini hal itu merupakan salah satu upaya dalam menangani kasus penyebaran Covid-19.
"Terimakasih Grab yang sudah membantu memberikan tempat cuci tangan otomatis dan ini sangat membantu salam menghadapi pandemi yang masih berlangsung," bebernya.
Menurut H Ibnu Sina, masyarakat mesti diingatkan lagi tentang protokol kesehatan, bukan tanpa alasan, orang nomer satu di Kota Banjarmasin itu berkaca pada grafik penyebaran Covid-19 yang cenderung naik.
Beliau berharap jangan sampai terjadi klaster baru yakni klaster hiburan disaat menjelang libur pergantian tahun, sebab kebiasaan perayaan akhir tahun membuat masyarakat membludak dimana-mana dan hal tersebut menjadi ancaman serius dalam rangka pencegahan Covid-19.
"Masyarakat haru ingat terus, pandemi ini belum berakhir, jangan sampai terjadi kluster akhir tahun dan klastee awal tahun yang menyebabkan Banjarmasin angkanya naik lagi," tutupnya.





 Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia (Hakordia) tahun 2020 di Aula Kayuh Baimbai, Balaikota Banjarmasin, Rabu 16 Desember 2020, Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Kepala dan Perwakilan SKPD di lingkungan Pemkot Banjarmasin.

Peringatan Hakordia tahun 2020 di Bumi Kayuh Baimbai itu dibuka langsung oleh Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina dan kemudian dilanjutkan pemaparan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) oleh perwakilan dari Inspektorat Kota Banjarmasin.
Dalam sambutannya, H Ibnu Sina meminta kepada seluruh SKPD di lingkungannya agar terus melakukan upaya pencegahan praktik Korupsi, Beliau pun mengingatkan kepada seluruh peserta yang hadir tentang bahaya laten dari perbuatan korupsi tersebut.
"Alhamdulillah hari ini, pada peringatan Hari Anti Korupsi, jajaran Pemerintah Kota bisa mengedepankan aspek pencegahan, sebelum terjadinya penyimpangan, sebelum terjadinya korupsi maka aspek pencegahan itu bisa dilaksanakan," kata H Ibnu Sina.
Beliau mengistruksikan kepada seluruh jajaran di Pemerintah Kota Banjarmasin, dalam rangka mewujudkan Pemerintahan yang baik dan bersih serta intensitas pemberantasan korupsi perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintah Daerah termasuk penguatan APIP.
"APIP ini lebih kepada upaya pembinaan bukan pada aspek penindakan atau mencari-cari kesalahan, tetapi lebih kearah pembinaan kepada SKPD, karena APIP adalah Aparat Internal Pemerintah Kota," ujarnya.
Disamping itu, H Ibnu Sina juga mengajak para Pimpinan dan Perwakilan SKPD yang berhadir untuk bersama-sama berkomitmen menjadi lembaga yang mengedapankan tindakan pencegahan terhadap perbuatan korupsi atau lembaga anti korupsi.
"Terimakasih kepada KPK yang sudah mewanti wanti dan mengedepankan aspek pencegahan, Spirit KPK hari ini tidak hanya pada pemberantasan tetapi juga kepada pencegahan," pungkas H Ibnu Sina.





Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.