Agustus 2020

BANJARMASIN - Warga Jalan Kelayan B, Gang Mawar, Kecamatan Banjarmasin Selatan, hari Minggu (30/08) pagi sekira pukul 07.00 wita, dikejutkan dengan kehadiran Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina.

Kedatangan orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai yang kala itu sambil bersepeda, untuk menemui salah seorang warga setempat bernama Rabiatul.
Kunjungan pemimpin Kota Banjarmasin bersama para goweser Kota Banjarmasin ke rumah ibu rumah tangga tersebut, untuk menyerahkan Handphone (Hp) bantuan CSR dari PT Dolen Suroboyo Sugih, bekerjasama dengan Smartfren Community Banjarmasin.
Bantuan yang disertai kartu perdana berisi paket data internet 18 GB itu, diterima langsung anak Rabiatul, Falen yang masih duduk di kelas 2, sekolah dasar yang berlokasi tak jauh dari rumahnya.
Menurut Rabiatul, selama masa pandemic Covid19 ini, pembelajaran melalui daring Online yang diberlakukan pemerintah memang agak menyulitkan dirinya, mengontrol pembelajaran anaknya.
Apalagi, tuturnya, dirinya hanya bekerja lepas di rumah salah seorang warga.
Namun untungnya, ucapnya, pemilik rumah tempatnya bekerja mau meminjamkan Hp untuk digunakan sebagai sarana anaknya mengikuti pembelajaran via online. “Untuk belajar terpaksa meminjam Hp pemilik rumah. Jadi pagi di situ (di rumah tempatnya bekerja-red) bersama kakaknya untuk mengikuti pembelajaran online,” ujarnya.
Selain Falen, saat itu, H Ibnu Sina juga mengunjungi rumah warga yang berlokasi di Jalan Karang Paci, Kecamatan Banjarmasin Timur. Di sana, ia juga menyerahkan sebuah Hp untuk murid kelas 3 SDN Karang Mekar 4, Banjarmasin Timur, bernama Rafa.
Tak hanya membagikan Hp, pagi itu, H Ibnu Sina juga membagikan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) program dan Dinas Sosial Kota Banjarmasin kepada warga yang ada di Kelayan B dan di Pasar Lima Banjarmasin. “Terima kasih kepada Dinas Sosial program bantuan yang rutin kita laksanakan, dan PT Dolen Sugih Surabaya. Mudah-mudahan bermanfaat dan mudahan bisa dipergunakan kebutuhan sehari-hari,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mensosialisasikan Perwali Nomor 68 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 di Kota Banjarmasin.
Katanya, Perwali tersebut efektif diberlakukan hari Senin (31/08). Bagi warga yang kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker, akan dikenakan sanksi tegas berupa denda uang sebesar Rp100 ribu.
Penggunaan masker, jelasnya, harus selalu digunakan meskipun hanya berada di lingkungan tempat tinggal. “Banjarmasin masih zona merah, walaupun hari ini sudah ada 21 kelurahan memasuki zona hijau, karena itu kita tetap harus waspada,” pungkasnya.








BANJARMASIN – Diresmikannya Kampung Bermain Permata sebagai kampung bermain kesembilan yang didirikan oleh Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Banjarmasin semenjak tahun 2017, diharapkan dapat menjadi sarana bermain dan olahraga masyarakat untuk menambah imunitas tubuh di tengah pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina saat meresmikan kampung bermain yang terletak di Kawasan Permata Regency, Jalan Kecubung Raya, Kelurahan Pemurus Dalam. “Dalam suasana Covid-19 jangan sampai kita tidak berolahraga, tidak bermain, dan mudah-mudahan ini menambah imunitas bagi kita dalam keseharian,” harapnya, Minggu (30/08).
Selain itu, dalam peresmian kampung bermain yang ditandai dengan bermain Balogo bersama Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah, ia juga mengatakan bahwa keberadaan kampung bermain tersebut, bisa menjadi sarana bagi keluarga dan generasi muda Kota Banjarmasin untuk saling berinteraksi secara sosial.
Setelah diresmikan, pengurus FORMI Kota Banjarmasin langsung mengadakan lomba permainan tradisional Balogo yang terbagi menjadi tiga kategori, diantaranya, kategori untuk anak usia dibawah 12 tahun, kategori anak usia 13 sampai 18 tahun, dan kategori dewasa.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banjarmasin Taufik Rifani, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto, Ketua FORMI Kalsel dan Ketua FORMI Kota Banjarmasin.








"Pastikan pian menggunakan masker karena masker ulun melindungi pian dan masker pian melindungi ulun".
Lewat Peraturan Walikota nomer 68 tahun 2020 tentang Lakgakkum protokol kesehatan bakal mengatur sejumlah ketentuan yang harus ditaati oleh masyarakat kota Banjarmasin.
Adapun ketentuannya tertuang sebagai mana yang dijelaskan pada informasi di gambar berikut.


BANJARMASIN – Penanganan penyebaran virus Covid-19 yang dilakukan Pemko Banjarmasin bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19, memang harus mendapat apresiasi dari warga kota berjuluk seribus sungai
Betapa tidak, selain telah melakukan sosialisasi protokol kesehatan, membagikan masker hingga membuat Perwali tentang Pedoman Pelaksanaan dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 di Kota Banjarmasin, pemerintah daerah ini juga mendatangi perusahaan Farmasi Bio Farma, yang kini sedang mencetak vaksin corona (vaksin Sinovac dan vaksin merah putih)
Kunjungan yang dilakukan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 itu, tak hanya sekedar melihat dan mencari informasi seputar pengembangan vaksin tersebut saja, tetapi mereka juga berniat menjadi relawan ujicoba klinis vaksin tersebut.
Hanya saja, niat mereka terganjal oleh aturan yang ada di perusahaan tersebut, dimana masyarakat yang boleh menjadi relawan untuk ujiklinis vaksin tersebut, harus 6 kali telah mengunjungi perusahaan BUMN yang menjadi life lincensi atas pengembangan vaksin tersebut. “Kami terpanggil dalam misi kemanusiaan untuk mencari dan uji klinis terhadap vaksin ini. Sebetulnya teman-teman semua ini siap jadi relawan tetapi memang ada persyaratan yang harus terpenuhi, yakni 6 kali datang ke sini (perusahaan Bio Farma),” katanya, Kamis (27/08).
Penjelasan lain yang diterima H Ibnu Sina dari pihak perusahaan yang beralamat di Jalan Pasteur nomor 28, Bandung Provinsi Jawa Barat itu menyatakan, vaksin bernama sinovac bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat termasuk warga Kota Banjarmasin sekira Bulan Maret 2021 nanti.
Masih Menurut H Ibnu Sina, pengembangan vaksin sinovac merupakan hasil kerja kerjasama antara perusahaan bio farma dan sinovac biotech. Saat ini, jelasnya, ujicoba vaksinya sudah memasuki tahap ke 3.
Sedangkan vaksin merah putih, terangnya lagi, merupakan hasil karya anak bangsa yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. “Intinya kita semua sudah berjuang, kita semua sudah berupaya dan yang paling penting adalah kita bisa terhindar dari Covid-19 dengan menggunakan masker, melaksanakan protokol kesehatan, cuci tangan dan menjaga jarak,” pungkasnya.
Untuk diketahui, saat ini ilmuwan Indonesia dari Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman sedang berupaya mengembangkan vaksin corona.
Pengembangan vaksin corona di Indonesia oleh LBM Eijkman dilakukan bekerjasama dengan Konsorsium Riset dan Inovasi Penanganan Covid-19, serta Bio Farma dan Badan Intelijen Negara (BIN).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Indonesia sudah mengantongi komitmen pengadaan vaksin virus corona atau covid-19 Merah Putih sebanyak 290 juta sampai akhir 2021. Sementara pada tahun ini sebanyak 20 juta sampai 30 juta pada 2020. "Itu jumlah yang besar sekali. Negara lain mungkin 1 juta, 2 juta saja belum, kita sudah dapat komitmen 290 juta," ungkap Jokowi dikutip dari https://www.cnnindonesia.com.
Orang nomor wahid di Indonesia itu menyatakan jumlah vaksin tersebut sudah mencakup pengadaan di dalam negeri maupun luar negeri. Jumlah vaksin ini merupakan laporan terbaru dari Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepadanya.








Banjarmasin - Jelang penerapan Peraturan Walikota (Perwali) Banjarmasin nomer 60 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Pemkot Banjarmasin semakin merapatkan barisan sembari menggencarkan sosialisasi peraturan tersebut.
Hal itu tergambar dari Rapat kordinasi yang dilakukan oleh lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin yang digelar di Ruang Berintegrasi Balaikota Banjarmasin pada Kamis 27/8/2020.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh PLT Kasatpol PP Kota Banjarmasin, Fathurrahim didampingi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan yakni Dr Dwi Atmi, dan diikuti oleh sejumlah SKPD teknis di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Dalam kegiatan itu turut dibahas secara teknis untuk petugas di lapangan ketika diberlakukannya penerapan sanksi soal protokol kesehatan yang direncanakan mulai diterapkan pada awal bulan September mendatang.
Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga diharapkan agar pemberlakuan penerapan Perwali yang baru baru saja digodok itu berjalan dengan lancar dan efektif demi terwujudnya salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kota berjuluk Seribu Sungai itu. (Diskominfotik-mz)



Banjarmasin - Perayaan hari jadi (Harjad) Kota Banjarmasin ke- 494 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini selain dari masih dalam suasana pandemi Covid-19 juga tak kalah pentingnya bersamaan dengan momen jelang Pemilu Kepala Daerah di Kota Seribu Sungai itu.
Oleh karenanya, Pemkot Banjarmasin dalam hal ini seluruh SKPD bersama-sama merumuskan tujuan dan inti dari kegiatan Harjad yang tidak lain adalah semangat mempererat silaturrahmi dan menjalin kebersamaan baik dalam melawan penyebaran Covid-19 maupun suasana jelang Pilkada nanti.
Perumusan yang dipimpin oleh Wakil Walikota Banjarmasin, H Hermasyah itu mengisyaratkan bahwa pelaksanaan Harjad harus menjadi sarana memperkokoh tali silaturrahmi dan kebersamaan semua lapisan di Pemko maupun di masyarakat.
"Ini sebagai ajang silaturrahim dan merekatkan jalinan kebersamaan kita," ucap H Hermansyah disela kegiatan rapat persiapan Pelaksanaan Hari Jadi 494 di Balaikota Banjarmasin, Rabu (26/8).
Menurutnya, walaupun perayaan hari jadi Kota Banjarmasin dikemas dengan cara sederhana, namun tidak mengurangi kesakralan dalam pelaksanakannya. "Meski dengan cara sederhana, namun tetap sakral, kita semua dapat tersenyum, meski dimasa pendemi Covid-19," kata H Hermansyah.
Dirinya berharap momentum hari jadi dapat lebih mempererat tali persaudaraan yang telah dibina dari awal, sehingga memunculkan keharmonisan."Kan kita menghadapi Pilkada, jangan sampai setelah hari jadi ini terkotak-kotak ASN maupun pegawai-pegawai kita, saya tidak menginginkan seperti itu," pungkasnya. (Diskominfotik-mz)







Pemerintah Kota Banjarmasin menghimbau kepada seluruh warga kota ayo bersama disiplin menggunakan masker sesuai dengan Perwali no 60 tahun 2020 tentang penegakan hukum terkait dengan protokol kesehatan.
Pastikan pian menggunakan masker karena masker ulun melindungi pian dan masker pian melindungi ulun.
Mudah-mudahan dengan cara seperti itu kita bersama dapat melawan penyebaran Covid-19, maju terus pantang mundur, mudah-mudahan Covid ini akan segera berakhir di Kota Banjarmasin, Banjarmasin bisa, Banjarmasin Baiman, Banjarmasin Barasih wan Nyaman.

BANJARMASIN - Hasil musyawarah para pedagang Pasar Tungging Belitung, Kecamatan Banjarmasin Barat menyatakan setuju dengan ajuran Pemko Banjarmasin untuk membayar retribusi pasar setiap bulan sekali.

Persetujuan itu disampaikan langsung oleh Ketua Kerukunan Pedagang Pasar Tungging Belitung, H Abdul Nasir, saat pertemuan dengan Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina. “Kami sepakat untuk membayarkan retribusi sebulan sekali,” ujarnya, disela-sela menyampaikan sambutannya, Selasa (18/08).
Menanggapi hal tersebut, H Ibnu Sina menyatakan apresiasinya kepada semua pedagang Pasar Tungging. “Saya atas nama Pemko Banjarmasin menyampaikan ucapan terima kasih dengan pian semuanya yang mau bayar retribusinya bulanan, sepakat saja kan semuanya, pembayarannya bulanan,” katanya.
Dikatakannya, retribusi yang disetorkan ke pemerintah daerah itu nantinya akan dipergunakan lagi untuk pembangunan demi kepentingan masyarakat.
Diantaranya, seperti untuk rehabilitasi pasar-pasar atau fasilitas umum yang ada di kota berjuluk seribu sungai. “Alhamdulillah pasar pian ini tidak akan kumuh karena sudah tidak kehujanan lagi, kemudian suasana juga nyaman dan mudah-mudahan orang berbelanja juga nyaman, sehingga masyarakat makin banyak datang dan tentu para pedagang mendapatkan keuntungan,” ujarnya.
Selain menjelaskan tentang peruntukan retribusi, dalam kesempatan tersebut Pemimpin Kota Banjarmasin ini juga mensosialisasikan protokol kesehatan.
Dan ia juga menyatakan sangat senang bertemu dengan para pedagang Pasar Tungging, yang telah tertib dengan aturan protokol kesehatan, khususnya terhadap aturan penggunaan masker. “Insyaallah mudah-mudahan di sini tidak ada Corona, makanya tadi saya lihat pakai masker semuanya. Terima kasih semuanya, artinya protokol kesehatan telah diterapkan di pasar ini, dan mudah-mudahan kita semuanya terhindar dari terkena Covid-19,” katanya
Hal lain yang disampaikanya dalam kegiatan yang diikuti Sekretaris Disperindag Kota Banjarmasin dan Kabid Pasar Disperindag Kota Banjarmasin tentang kebersihan.
Ia berharap, ke depannya para pedagang tetap mempertahankan kebersihan yang sudah terjaga di areal pasar tersebut. “Sekilas saya masuk tadi pasarnya bersih, terima kasih bapak ibu sudah menjaga kebersihan di pasar kita, karena kalau pasarnya barasih tentu pasti nyaman dilihat, kalau pasarnya kotor ya tidak nyaman dilihat,” ucapnya.
Harapan lain yang dikatakannya agar para Pedagang pasar Tungging tetap menjaga komunikasi dengan Pemko Banjarmasin
Saya berharap kalau ada hal-hal yang sifatnya perlu dikomunikasikan, baik itu usulan, harapan dan lain sebagainya silahkan saja disampaikan baik-baik, karena itu yang kita perlukan hari ini. “Insyaallah dicarikan solusinya, jalan terbaiknya,” pungkasnya.









BANJARMASIN - Apa yang dilakukan Gang Pendamai, Kelurahan Telawang, Kecamatan Banjarmasin Barat agar permainan tradisional ketapel lebih memasyarakat, patut ditiru masyarakat lain yang ada di Kota Banjarmasin.
Sebuah kelompok yang diberi nama Komunitas Ketekan (Ketapel) Banua (KETEBAN) Pendamai pun mereka bentuk.
Peresmian pembentukan kelompok di bawah binaan Yayasan Bina Banua Pendamai Banjarmasin itu, dilakukan Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah. “Kami berharap, kegiatan ini membawa hasil dan manfaat, karena ini juga salah satu cara mengedukasi masyarakat dalam pelestarian permainan tradisional termasuk kepada anak-anak khususnya di daerah Teluk Tiram ini,” ujarnya Senin (18/08).
Tak hanya meresmikan komunitas tersebut, saat itu, bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Banjarmasin Hj Siti Fatimah, ia juga menghadiri kegiatan lomba tradisional lain yang dikhususkan untuk anak-anak kawasan tersebut, dalam rangka HUT RI 75.
Tentunya, dalam kesempatan tersebut, H Hermansyah berpesan agar di masa pandemic Covid-19 ini, seluruh lapisan masyarakat khususnya anak-anak, harus tetap mengedepankan protokol kesehatan, dengan cara tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun, sehingga terhindar dari serangan virus Covid-19.
Selain itu, ia juga menghendaki agar para investor yang berinvestasi di kota berjuluk seribu sungai, khususnya yang berlokasi di kawasan Kecamatan Banjarmasin Barat, lebih memperhatikan kegiatan masyarakat yang dilaksanakan secara resmi induk pembinanya.
Kepada para pengurus Yayasan Bina Banua Pendamai Banjarmasin, H Hermansyah menyatakan apresiasinya karena telah ikut serta berpartispasi dalam melestarikan permainan tradisional. “Kami pemerintah sangat mendukung dan berterima kasih atas yang dilakukan oleh Yayasan ini. Bukan hanya menjaga kelestariannya, tetapi juga mengedukasi anak-anak kita supaya kegiatan-kegiatan mereka yang bersifat positif,” ucapnya.
Dari informasi terhimpun, lomba yang dilaksanakan terbagi menjadi dua kelompok, yaitu lomba tradisional dan lomba keagamaan.
Lomba tradisional terdiri dari Lomba Balogo, Keteban, Bagasing, Tungkau dan Bakiak. Sedangkan lomba keagamaan antara lain, Lomba Tahfidz Quran, Lomba Adzan, Lomba Baca Surah Pendek, Lomba Mewanai Kaligrafi, Lomba Cerdas Cermat Islami dan Lomba Bahasa Arab.










Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.