Juli 2017







Gerakan Pramuka Kota Banjarmasin melalui Kwartir Pramuka Banjarmasin Selatan menggelar apel penurunan bendera merah putih, di halaman Balai Kota Banjarmasin.
Bertindak sebagai pembina upacara dalam kegiatan tersebut Ketua Kwarcab Kota Banjarmasin, H Irwan Anshari. Kegiatan yang biasa disebut Apel Gelar Senja itu dihadiri sekira 800 orang anggota Pramuka se Kota Banjarmasin.
Sekretaris Cabang Gerakan Pramuka Kota Banjarmasin, Sumarno DS berharap, dengan adanya kegiatan apel gelar senja itu, nantinya dapat merangsang bakat dan minat anak-anak kota seribu sungai, agar dapat lebih kreativ lagi. “Kegiatan apel gelar senja itu sendiri dimaksudkan untuk membina, merangsang bakat dan minat anak-anak yang tergabung dalam organisasi kepramukaan, sehingga anak-anak Pramuka di kota ini merasa bakat dan minatnya tersalurkan dengan berbagai kegiatan yang ada di dalam oraganisasi tersebut,” ucapnya, Sabtu (29/07).
Dikatakannya, kegiatan gelar senja bulan ini memang sedikit berbeda dari biasanya. Selain para pengurus yang hadir wajah-wajah baru, bebernya, juga dikarenakan pelaksanaannya kegiatan tersebut diakhir bulan. “Memang biasanya kita melaksanakan kegiatan ini setiap tanggal 17. Hal ini kami lakukan untuk mengingatkan anak-anak Pramuka bahwa tanggal 17 itu merupakan tanggal bersejarah bagi bangsa ini, yakni tanggal hari kemerdekaan kita. Namun, karena di bulan ini awal masuk sekolah tanggal 17, maka pelaksanaan apel senja baru sekarang bisa kita laksanakan,” jelasnya.
Diterangkannya kembali, kegiatan apel gelar senja tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan jajaran Pemko Bnajarmasin sejak beberapa tahun silam. Istimewanya, lanjutnya, setiap melaksanakan kegiatan tersebut, kwartir pramuka yang menjadi pelaksana kegiatan tersebut dan pembina apelnya dilakukan secara bergiliran. “Untuk bulan ini yang menjadi pelaksana kegiatan Kwartir Pramuka Banjarmasin Selatan, untuk pembinanya bapak Iwan Ansari,” ucapnya.
Dari pantauan, sebelum apel senja dilaksanakan, para peserta apel terlebih dahulu melaksanakan berbagai atraksi, Mulai dari menyanyi hingga mebawakan tarian daerah.





Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menghendaki, para pengusaha  Kota Banjarmasin yang tergabung dalam Forum CSR  agar terus mewujudkan kepeduliannya membantu masyarakat kota seribu sungai, melalui penyaluran dana CSR.
Hal tersebut dikatakannya, saat menyerahkan bantuan CSR berupa satu unit mobil ambulance kepada Lembaga Manajemen Infaq (LMI) dan sebuah perahu bermesin (klotok) kepada SDN Basirih I0 Banjarmasin dari PT Pelindo III Banjarmasin. “Mudah-mudahan wujud kepedulian PT Pelindo III ini bisa diikuti forum CSR Kota Banjarmasin,” ujarnya, saat memberikan sambutannya, Selasa (25/07).
Dijelaskan orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini lagi, Pemko Banjarmasin telah membentuk sebuah forum CSR yang anggotanya terdiri dari para pengusaha yang berdomisili di kota ini.
Salah satu tujuan dibentuknya forum tersebut, terang mantan anggota DPRD Kalsel ini lagi, untuk mengetahui, mencatat dan mempermudah pendistribusian bantuan  dana CSR. “Dengan adanya forum tersebut, setidaknya kami bisa mengetahui perusahaan mana saja yang telah menyalurkan dana CSR nya, berapa pun jumlah yang mereka salurkan,” katanya.
Untuk diketahui, PT Pelindo III Banjarmasin menggelar kegiatan bhakti sosial penyuluhan kesehatan serta pemeriksaan gigi dan mulut gratis untuk anak-anaksekolah dasarmelalui program CSR, serta penyerahan satu unit mobil ambulance kepada Lembaga Manajemen Infaq (LMI), dan sebuha perahu bermesin (klotok)kepada SDN Basirih I Banjarmasin.
Menurut kepala PT Pelindo III Banjarmasin Fariz Hariyoso, bantuan yang telah diberikan tersebut diharapkan bisa bermanfaat.
Harapan lain yang juga diucapkannya saat itu menginginkan anggota forum CSR Kota Banjarmasin bisa ikut memberikan bantuan melalui dana CSR perusahaan mereka masing-masing.
Selain menyerahkan bantuan, kegiatan yang dikemas dalam bentuk bhakti sosial itu, PT Pelindo III juga menggelar kegiatan pemeriksaan gigi dan mulut 500 orang anak-anak di Sekolah dasar Negeri Telaga Biru I, Banjarmasin Barat.
Kegiatan tersebut, juga didukung oleh gabungan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, salah satunya dari mahasiswa fakultas kedokteran.





473 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemko Banjarmasin mengikuti acara pengambilan sumpah janji jabatan.
Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Balai Kota Banjarmasin itu, dilakukan oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.
Orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai ini mengingatkan, seluruh ASN lingkup Pemko Banjarmasin agar bersikap disiplin dan selalu menjaga marwah serta wibawa pemerintah kota. “Tolong jaga marwah dan wibawa pemerintah kota. Jangan sampai kita sendiri yang tidak menjaganya,” ujarnya, dalam sambutannya, Senin (24/07).
Bila menghadapi sebuah permasalahan dalam pekerjaan, lanjutnya, diharapkan para  ASN bisa menyelesaikannya secara intern. “Dalam setiap pekerjaan pasti ada permasalahan. Bila ada masalah internal tolong diselesaikan secara intern,” katanya.
Dalam kegiatan yang dihadiri Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Kepala SKPD lingkup Pemko Banjarmasin itu, Ibnu Sina juga menyatakan sangat mengapresiasi ASN Pemko Banjarmasin yang bekerja dengan cara inovasi dan kreatif.
Namun, mantan anggota DPRD Kalsel ini tetap menghendaki, setiap inovasi dan kreatif yang dilakukan ASN hendaknya selalu sepengetahuan atasannya masing-masing. “Kita melaksanakan tugas sesuai dengan UU, dan kami juga memberikan peluang untuk melakukan inovasi, tapi tetap harus memberitahukan pimpinan, jangan sampai ketika mendapatkan masalah baru memberitahukan pimpinan,” ucapnya.
Pengucapan sumpah dan jani ASN ini, terangnya lagi, merupakan salah satu tahapan yang harus dilakukan seorang ASN, dengan harapan nantinya dapat bekerja dengan baik serta tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan. “Dalam rangka menciptakan pemerintahan yang bersih, setiap ASN harus menjalankan perannya dengan profesional. Artinya, setiap ASN harus memliki kompetensi dibidang tugasnya masing-masing, serta memiliki etika pemerintahan dan menjunjung tinggi semangat korp,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pengucapan sumpah janji tersebut dilaksanakan secara terbuka di halaman depan Balai Kota Banjarmasin. Ke 473 orang ASN yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri dari para guru, petugas kesehatan dan ASN Umum. “ASN yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya dari pegawai baru, tetapi ada juga pegawai lama, mulai dari pejabat eselon hinggan staf,” ujar salah seorang panitia kegiatan yang tidak ingin menyebutkan namanya.





Rasanya tak berlebihan bila di tahun 2017 ini pemerintah pusat menganugerahkan gelar kepada Kota Banjarmasin sebagai Kota Layak Anak kategori Pratama.
Betapa tidak, kota berjuluk seribu sungai ini, memang harus diakui memang sangat peduli terhadap kaum perempuan dan anak. Salah satu buktinya kini di Kota Banjarmasin telah dibentukan Kampung KB, Kampung Baiman di lima kelurahan yang ada di lima kecamatan.
Tak cukup sampai disitu, tahun 2018 nanti, Pemko Banjarmasin juga berencana menyulap Taman Kamboja yang berlokasi di Jalan H Anang Adenansi menjadi Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak.
Nah, untuk itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Susana Yembise menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, di Ballroom Hotel Swiss-Bel, Pekanbaru, Riau, Sabtu (22/07).
Selain menerima penghargaan sebagai Kota Ramah Anak, dalam kegiatan yang dihadiri Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah itu salah seorang siswa SMA N 7 Banjarmasin bernama Anisa Cahayani juga berhasil mendapat penghargaan dari Ibu Menteri, sebagai juara pertama untuk lomba jingle Kompetisi Kreasi Adaptasi Perubahan Iklim Fokus Anak (APIFA).
Ibnu Sina dalam kesempatan berbeda menjelaskan, Taman Kamboja merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang harus dipertahankan. Untuk itu, bebernya, di tahun 2018 nanti di RTH tersebut akan dibangun air mancur menari serta aspek pendukung taman lainnya. “Di Taman Kamboja sudah ada tempat bermain anak, dan di 2018 nanti khusus di blok B kami usulkan ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI untuk dibangun RTH Ramah Anak,” ungkapnya.
Apa yang telah diusahakan Pemko Banjarmasin itu, sepertinya telah diamini pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Hal tersebut dapat dilihat dari rencana kedatangan pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dalam waktu dekat ini, dengan tujuan melihat secara langsung lokasi usulan pembangunan RTH Ramah Anak tersebut. “Akhir bulan ini tim dari kementerian akan berkunjung ke Kota Banjarmasin untuk meninjau dan melihat kelayakan Taman Kamboja,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin Iwan Fitriady yang hadir dalam acara penganugerahan tersebut mengatakan, diberikannya penghargaan Kota Banjarmasin merupakan berkat arahan, dukungan dan kerjakeras Walikota Banjarmasin, Wakil Walikota Banjarmasin, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin beserta para istri dan seluruh komponen masyarakat kota Baiman. “Yang pasti kita bersyukur telah menerima penghargaan ini. Mudah-mudahan dengan diterimanya penghargaan ini akan menambah semangat dan motivasi kita semua untuk mewujudkan Banjarmasin yang benar-benar ramah dan layak anak dengan peringkat tertinggi sesuai kreteria yang telah ditetapkan pemerintah pusat dan kenyataan di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Susana Yembise mengatakan, penganugerahan tersebut sangat istimewa bagi para kepala daerah karena dibarengi dengan begitu kuatnya keinginan untuk mewujudkan pemenuhi hak dan perlindungan khusus anak melalui kabupaten kota layak anak.
Diterangkannya, penilaian yang telah diberikan kepada kota layak anak ini telah melalui tahapan seperti dicermati dipantau dan dianalisis. Tujuannya, melihat kemajuan yang dicapai kabupaten kota dalam rangka pemenuhan dan perlindungan hak anak. “Gubernur, Walikota dan Bupati yang telah mendapat pernghargaan perlu berbangga hati karena nilai yang diberikan tidak hanya dari pemerintah tetapi juga dari tim indipenden yang tidak diragukan kredibilitasnya karena terdiri dari pakar anak, kementerian lembaga terkait dan perguruan tinggi,” jelasnya, saat menyampaikan sambutannya.
Penghargaan ini, katanya lagi, memang sebuah kebanggaan bagi para kepala daerah yang menerimanya. Akan tetapi, lanjutnya, hal tersebut bukan tujuan akhir untuk memberikan pemenuhan hak dan perlindungan terhadap anak. Karenanya, Yohana Susana Yembise berharap, para pemimpin daerah yang telah menerima penghargaan agar lebih tertantang dalam perhatian pemenuhan hak serta kebutuhan anak diwilayahnya masing-masing. “ Melindungi satu orang anak sama dengan melindungi satu bangsa. Berani menerima penghargaan ini, berarti tanggungjawab para kepala daerah lebih besar untuk meningkatkan apa yang telah dicapai hari ini. Mudahan penghargaan ini bisa menjadi inspirasi dan memacu daerah lain untuk mengikutinya. Selamat atas perestasi yang diperoleh,” pungkasnya.
Kegiatan penyerahan penghargaan tersebut merupakan rangkaian Hari Anak Nasional yang yang acara puncaknya dilaksanakan di Balai Serindit, yang berlokasi di kawasan Rumah Dinas Gubernur Riau.





Selain membahas isu strategis membuat rekomendasi dalam rangka kemajuan pembangunan, rangkaian lain kegiatan Rakernas XII Apeksi 2017 di Kota Malang adalah pawai budaya. Sekira 98 kota di Indonesia ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Nah, dari sekian banyak peserta pawai tersebut, ternyata barisan pawai budaya dari Pemko Banjarmasin yang paling menarik dan kerap didatangi masyarakat Kota Malang.
Betapa tidak, selain diikuti langsung oleh Wakil Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Fatimah dan para kepala SKPD lingkup Pemko Banjarmasin, saat itu terlihat juga seorang pria yang akrab disapa kai (kakek) api, ikut meramaikan acara tersebut. Tat ayal, melihat penampilan kai api yang cukup nyetrik,  masyarakat langsung menjadikannya sebagai pusat perhatian.
Tak cukup sampai disitu, rata-rata warga yang penasaran lalu mendekati kai api dan langsung memintanya untuk berpoto bersama.
Tak kalah menariknya lagi, saat rombongan pawai  Pemko Banjarmasin melintas di depan podium, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dan Hj Siti Wasilah serta Walikota Malang Mochamad Anton langsung berdiri menyambutnya.
Selanjutnya, Ibnu Sina lalu menyerahkan sebuah alat musik tradisional Kota Banjarmasin berupa gitar panting, yang khusus disumbangkan untuk musium musik Indonesia yang berada di Kota Malang.
Menurut Ibnu Sina, pawai budaya tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara dalam Rakernas XII Apeksi 2017, yang diikuti 98 kota untuk menampilkan beragam budaya masing-masing daerah. “Banjarmasin menampilkan atraksi dan budaya banjar serta menyerahkan sebuah alat musik tradisional berupa gitar panting kepada Walikota Malang,” ujarnya, Rabu (19/07)
Usai mengikuti parade pawai budaya, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina melanjutkan kegiatannya mengunjungi Indonesia city ekspo. Kegiatan tersebut secara khusus menampilkan beragam produk unggulan setiap kota di Indonesia. Dan dalam kesempatan tersebut, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mampir di stand Kota Banjarmasin yang memajang beragam produk mulai dari kuliner, kain sasirangan hingga air mineral produksi PDAM Bandarmasih.



Rakernas XII Apeksi 2017 di Hotel Savana, Kota Malang diharapkan dapat dijadikan sarana kerjasama antar pemerintah kota dalam menangani beragam permasalahan perkotaan.
Menurut Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, di Indonesia, masalah perkotaan itu semuanya hampir sama yakni masalah kemiskinan, parkir, dan sampah. “Makanya, karena ada kemiripan itu kegiatan Rakernas ini bisa dijadikan sesuatu yang dipertukarkan, sharing untuk mengatasi masalah masalah tersebut,” ujarnya, seusai mengikuti pembukaan Rakernas XII Apeksi, Rabu (19/07).
Kegiatan pada hari Kamis (20/07) nanti, akan menjadi sangat istimewa bagi jajaran Pemko Banjarmasin. Hal tersebut mengingat, Ibnu Sina yang menjabat sebagai Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) V Kalimantan, dinobatkan menjadi  moderator dalam sesi pembahasan KPPU dan badan usaha. “Mudah-mudahan dari situ nantinya bisa dirumuskan menjadi topik yang bisa disepakati terkait penyelenggaraan pemerintahan, termasuk sekaligus menunjuk daerah mana yang akan menjadi tuan rumah dalam Rakerna tahun depan,” katanya.
Lalu daerah mana yang akan ditunjuk sebagai tuan rumah Rakernas nanti. Masih menurut orang nomor satu di kota seribu sungai ini, seluruh anggota Apeksi Komisariat Wilayah (Komwil) V Kalimantan sepakat akan menunjuk Kota Tarakan sebagai tuan rumah dalam Rakernas XIII Apeksi tahun 2018.
Menteri Dalam Negeri RI, Tjahyo Kumolo dalam sambutannya menyinggung tentang tema kegiatan Rakernas tersebut. Ditegaskannya, para kepala daerah tidak perlu ragu dalam mengambil setiap keputusan. Namun, katanya lagi, sebelum keputusan itu disepakati, kepala daerah harus memahami area yang rawan tindak korupsi.
Untuk diketahui, Rakernas XII Apeksi kali ini mengangkat tema Implementasi Perlindungan Hukum Bagi Pejabat Pemerintah Daerah Berdasarkan UU nomor 23 tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah untuk Mendukung Pembangunan Nasional.  
Lebih lanjut Tjahyo Kumolo kembali mengatakan, tema dalam Rakernas Apeksi itu sangat penting untuk diangkat karena terkait dalam pembangunan yang dilaksanakan pemerintahan daerah.
Karena itu, ia berpesan agar para Walikota tetap bekerja sesuai dengan rencana pembangunan di daerah mereka masing-masing, sehingga pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan dengan baik dan lancar. “Kalau pemimpinnya bekerja dengan hati resah, lalu bagaimana dengan masyarakat. Untuk itu bekerjalah dengan tenang dan baik,” ucapnya.
Hal lain yang juga dikatakannya dalam kesempatan tersebut tentang isu premanisme dan radikalisme serta tentang maraknya peredaran Narkoba. Untuk isu premanisme dan radikalisme, Tjahyo meminta agar Siskamling kembali digerakan, dan perpolisian RT dan RW kembali digalakan.
Sementara itu, Walikota Malang Mochamad Anton berharap, dengan kegiatan Rakernas tersebut dapat menguatkan jejaring pemerintah kota dalam rangka memperkokoh pembangunan di daerah.
Dukungan dari pemerintah pusat dalam pembangunan di daerah, terangnya, sangat diperlukan, sehingga seluruh pemerintah kota di Indonesia tetap dapat berinovatif dan berkreasi dalam membangun daerah. “Semangat membangun daerah itu harus dibarengi dengan semangat berinovasi dan berkreasi, namun ada regulasi yang sering mengganjalnya. Makanya, perlu dukungan dari pemerintah pusat agar daerah bisa terus berinovasi dan berkreasi,” katanya.
Inovasi dan kreasi yang dilakukan Pemko Malang dalam pembangunan, terangnya, dilakukan mulai dari bawah yakni, salah satunya dengan membuat kampung tematik. “Saya berharap dengan Rakernas ini nantinya mampu mampu memberikan rekomendasi dengan inovasi dan kreatif,” pungkasnya.
Sementara itu, para Ketua TP PKK  yang hadir dalam Rakernas Apeksi juga menggelar kegiatan yang membahas tentang fasilitasi penunjang pemberdayaan perempuan. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Pemko Malang Hj Farida Dewi Suriyani, itu diikuti Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah dan 97 Ketua TP PKK pemerintah kota se Indonesia.
Tema yang dibahas dalam kegiatan dilantai dasar Hotel Savana itu terkait hakikat perempuan sebagai manager keluarga, akuntan keluarga, guru bagi anak, psikolog keluarga, menteri keuangan keluarga, Satpam bagi anak dan citra dan identitas bangsa. Bertindak sebagai nara sumber anggota Komisi X DPR RI, Hj Arzeti Bilbina.









Jutaan butir obaya (Obat Berbahaya) dan pil ekstasi serta sabu-sabu dimusnahkan, di halaman Kantor Polresta Banjarmasin, Selasa (17/01). pemusnahan barbuk (Barang Bukti) dihadapan para tersangka ini sesuai dengan amanat UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
Wakil Walikota Banjarmasin, H. Hermansyah turut hadir dan ikut serta memusnahkan Obaya tersebut. Beliau mengapresiasi kepolisian Banjarmasin beserta instansi terkait yang turut serta memberantas pengedaran Narkoba, serta Obaya yang ada diBanjarmasin.
Beliau cukup sedih dengan predikat kota Banjarmasin sebagai Darurat Zinet, sehigga perlu ada nya penangan khusus, bukan hanya kepada pengedar, tetapi juga kepada pengguna serta ekspedisi pengiriman yang menyalurkan obat-obatan tersebut.
“Kita rencanakan bersama para pihak terkait, bagaimana agar ada undang-undang atau peraturan daerah yang dapat menjerat hukum para penyalahguna obat-obatan berbahaya tersebut, sehingga dapat memberikan efek jera kepada penggunanya dan dapat mengurangi populasi orang yang menyalahgunakan obaya dan zat adiktif lainnya.” Ujar Hermasyah
Politikus PDI-P ini juga menegaskan, rancangan aturan yang nantinya harus berlaku kepada seluruh element masyarakat, baik masyarakat biasa, PNS/ASN serta para pejabat vertikal lainnya juga mendapat sanksi jika terbukti menggunakan obat-obat yang merupakan neraka dunia ini.
Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Anjar Wicaksana Sik. Map, mengukapkan bahwa akan mendukung pemerintah Kota Banjarmasin dalam merencang peraturan tersebut.
“Selama ini kita tidak bisa memberikan hukuman kepada pengguna Narkoba dan Obaya dan tim ekspedisi pengiriman dikarenakan tidak adanya aturan ata hukum yang mengikat mereka.” Ujar Anjar
Lebih lanjut, beliau juga menjelaskan bahwa saat para pengguna mendapat pembinaan dan dianggap sembuh dari kecanduan terhadap obat-obat tersebut mereka dilepaskan begitu saja, sehingga suatu saat bisa saja para pecandu tersebut tergoda dan kembali mengonsumsi obat-obatan tersebut.
Dalam pemusnahan tersebut, turut hadir Danlanal Banjarmasin   Letkol Laut (P) Oky I.Z Dipura, S.H., Dandim 1007/Antasari, Letkol Inf. Wilson Napitupulu, Kejari, Taufik Satria Diputra SH, Kepala BNN Kota Banjarmasin, AKBP. H. Ilyas, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, serta para undangan lainnya dan wartawan.
Pemusnahan dilakukan secara simbolis dan sisanya dimusnahkan di TPA Basirih.









Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menegaskan, pembentukan Kampung KB, Kampung Baiman merupakan salah satu upaya Pemko Banjarmasin untuk mendukung program pemerintah pusat, dalam memberdayakan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan total program KB, sehingga dapat mewujudkan keluarga yang berkualitas.
Karena itu, Ibnu mengharapkan, dengan dibentuknya kampung KB, Kampung Baiman di 5 kelurahan, lima kecamatan di Kota Banjarmasin, dapat bersinergi mendukung semua program pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah. “Mari sama-sama kita membangun keluarga yang berkualitas,” ujarnya, sesaat setelah mengikuti rangkaian acara puncak peringatan hari keluarga nasional (Harganas) XXIV Tahun 2017, di Stadion Sumpah Pemuda, Provinsi Lampung,Sabtu (15/07).
Dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah, Sekda Kota Banjarmasin, Hamli Kursani dan para pengurus TP PKK Kota Banjarmasin itu, Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo mengharapkan, kegiatan peringatan Harganas dapat menjadi salah satu alat pemersatu seluruh program pembangunan. “Kebijakan pembangunan daerah harus disesuaikan dengan arah program pembangunan pemerintah pusat,” katanya.
Hal senada juga dikatakan Kepala BKKBN Pusat Surya Candara Surapati. Menurutnya, tema Harganas tahun 2017 dapat dijadikan pemicu bagi keluarga Indonesia, sehingga nantinya dapat melahirkan keluarga yang berkualitas. “Saya berharap tema kegiatan hari ini dapat dijadikan pemicu bagi keluarga Indonesia hingga melahirkan keluarga berkualitas,” ucapnya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menyatakan, program Keluarga Berencana itu sangat penting untuk memacu pembangunan di Indonesia.
Katanya, program tersebut tidak hanya dimaknai untuk mengendalikan kelahiran saja, tetapi juga untuk membangun kesadaran akan perencanaan setiap keluarga Indonesia, yakni merencanakan keluarga yang sehat, merencanakan keluarga yang berpendidikan, membangun keluarga kecil, bahagia dan sejahtera, serta merencanakan kemandirian ekonomi keluarga. "Keberhasilan program keluarga berencana tersebut akan memberikan manfaat bagi generasi masa depan dan negara dalam mengelola kehidupan yang lebih sejahtera," jelasnya.
Dihadapan Erni Guntarti Tjahyo Kumolo itu, Puan kembali mengatakan, tema Harganas 2017 "Dengan Harganas Kita Bangun Karakter Bangsa melalui Keluarga yang Berketahanan" berkaitan terhadap peran keluarga yang menjadi fokus utama dalam pembangunan karakter bangsa. "Pembangunan yang kini ini dilakukan bukan hanya dilakukan dalam infastruktur saja, tapi juga dilakukan untuk membangun sumber daya manusia.  SDM Indonesia bukan hanya dalam internal tapi harus bisa berkompetisi diranah Internasional," terangnya. 
Rangkaian kegiatan yang dihadiri seluruh kepala daerah se Indonesia itu antara lain, penyematkan penghargaan Satya Lencana Pembangunan, kemudian pemberian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), pemberian makanan tambahan anak sekolah, pemberian bantuan makanan pendamping asi, pemberian makanan olahan ikan, pemberian makanan tambahan ibu hamil, pemberian tas sekolah, KIP, PKH.




Genderang perang terhadap kejahatan Narkoba terus ditabuhkan jajaran Pemko Banjarmasin.
Bahkan, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina secara tegas menyatakan kejahatan Narkoba sama dengan kejahatan terorisme. “Kejahatan Narkoba itu sama dengan kejahatan Teroris, karena yang dijadikan objeknya masyarakat terutama generasi muda,” ujarnya, dalam sambutannya di acara Hari Anti Narkotika Indonesia tahun 2017 di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjamasin, Kamis (13/07).
Untuk itu, orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini berpesan agar seluruh lapisan masyarakat di Kota Banjarmasin berperan aktif menanggulangi peredaran Narkoba dan sejenisnya. “Kami dari jajaran Pemko Banjarmasin sudah melaunnching lima Kampung KB, Kampung Baiman di lima kecamatan di kota ini. Kampung Baiman itu kampung aman, kampung ramah anak dan kampung peduli terhadap kaum perempuan,” ucapnya.
Lebih lanjut mantan anggota DPRD Kalsel ini kembali berpesan, seluruh komponen masyarakat bersatu menyadarkan generasi muda tentang bahaya Narkoba. Pesan ketiga yang diucapkannya dihadapan jajaran Forkopimda Kota Banjarmasin adalah ingin seluruh generasi muda di kota ini bisa hidup sehat. “Saya ingin generasi muda di kota ini senang berolahraga dan kreatif, sehingga terhindar dari bahaya penggunaan Narkoba. Banjarmasin kini sudah menyiapkan 3 lapangan sepak bola, dan tahun ini lapangan sepak bola yang siap digunakan itu berada di kawasan Kecamatan Banjarmasin Utara,” terangnya.
Pesan lain yang disampaikan Ibnu Sina dalam kesempatan tersebut agar pemuda berprestasi diberikan penghargaan. “Banjarmasin akan mendapatkan bonus demografi. Untuk itu mari kita wujudkan Banjarmasin Baiman tanpa Narkoba,” ajaknya.
Untuk diketahui, bonus demografi adalah jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) mencapai sekitar 70 persen, sedang 30 persen penduduk yang tidak produktif (usia 14 tahun ke bawah dan usia di atas 65 tahun). 
Kegiatan yang dihadiri Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali, Sekda Kota Banjarmasin Hamli Kursani, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah serta jajaran kepala SKPD Kota Banjarmasin itu, Ibnu Sina juga berharap, para aparat yang berwenang dapat membantu jajaran Pemko Banjarmasin dan BNNK Banjarmasin memberantas Narkoba dan sejenisnya.
Sementara itu, Kepala BNNK Kota Banjarmasin, AKBP Ilyas dalam kesempatan tersebut menyatakan apresiasinya atas dukungan Pemko Banjarmasin terhadap penanggulangan peredaran Narkoba di kota ini.
Dijelaskannya, kegiatan peringatan HANI dilakukan BNNK Banjarmasin dalam beberapa tahapan sampai ke acara puncaknya yang dilaksanakan hari ini.
Dari pantauan, rangkaian acara puncak peringatan HANI tahun 2017 ditandai dengan menyerahkan penghargaan kepada masyarakat yang telah berpartisipasi melaksanakan program BNNK Banjarmasin, dan penadatangan MoU antara TP PKK Kota Banjarmasin dengan BNNK Banjarmasin.




Tak lama lagi Kota Banjarmasin akan menjadi sebuah kawasan usaha kreatif lokal berbasis nasional.
Betapa tidak, dari lima kabupaten kota se Indonesia, Kota Banjarmasin terpilih sebagai daerah yang akan dijadikan kawasan Pengembangan Ekonomi Kreatif (Penekraf) tingkat nasional.
Terpilihnya kota berjuluk seribu sungai ini, ditandai dengan kedatangan Tim Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) bersama Badan Ekonomi Kreatif  RI (Bekraf) Jakarta, Senin (10/7).
Tim Ikkon dan Bekraf akan berada di Bumi Kayuh Baimbai selama 12 hari. Kegiatan yang mereka lakukan untuk kedatangan pertama kalinya ini antara lain, survey UKM, destinasi wisata dan budaya khas Kota Banjarmasin.
Tak hanya itu, di kota ini, Tim Ikkon dan Bekraf juga berkesempatan mengunjungi Balai Kota Banjarmasin. Kunjungan mereka, diterima Walikota Banjarmasin Ibnu Sina melalui Assiten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Banjarmasin, H Hamdi.
Dalam pertemuan di ruang Kayuh Baimbai, Kabid Pengembangan Pariwisata, Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin Kota Banjarmasin, Khuzaimi menjelaskan, Tim Ikkon merupakan program live in yang digagas Bekraf RI.
Tim tersebut, jelasnya, diharapkan mampu meningkatkan ekonomi kreatif diberbagai pelosok nusantara. “Jumlah Tim Ikkon seluruhnya sekira 60 orang. Untuk satu daerah akan dibina oleh dua belas orang tim Ikkon. Nanti melalui arahan tim tersebut, akan dibuat inovasi produk khas daerah, sehingga mampu bersaing hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.
Lebihlanjut pria yang akrab disapa Pak Jemi ini menjelaskan, selama bertugas di Kota Banjarmasin mereka juga akan melakukan ethical benefit shasing berkelanjutan. “Tim bekerja dengan melibatkan masyarakat lokal agar saling berinteraksi, eksplorasi dan kolaborasi dalam meningkatkan ekonomi kreatif di daerah penempatan mereka,” katanya.
Dari data terhimpun, tim Ikkon yang berjumlah 12 orang itu terdiri antropologi, arsitek, desain interior, desain komunikasi, desain produk, desain fashion, desain tekstil, fotografer dan videografer. Sedangkan daerah yang ditetapkan sebagai kawasan Penekraf antara lain, Kota Banjarmasin, Banyuwangi,  Belu, Bojonegoro dan Toraja Utara.
Kedatangan tim tersebut dibagi atas empat tahap, pertama untuk kegiatan survey, dan terakhir nanti akan melaksanakan kegiatan pameran.
Adapun nama-nama anggota tim Ikkon yang bertugas di Kota Banjarmasin antara lain, untuk desainer fashion Yuri Alfa, antropologi Adi, manager area Ramdhan Muhammad, desain interior Alfian Permana,  DKU Haikal, fotografer Vebrio, videografer Zulhizar Tamimi, spesialis media Retno Septyarini, desainer tekstil Santika Syaravina, busines alvisor Kumoratih Kushardjanto.






Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang dilaksanakan Pemko Banjarmasin sejak tahun 2014, ternyata mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
Melalui kegiatan Aliansi Bupati dan Walikota se Indonesia, Menteri Kesehatan RI  Prof Dr dr Nila Djuwita F Moeloek SpM (K) menyerahkan penghargaan kategori Pastika Parama kepada Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah, atas implementasi Perda KTR di kota berjuluk seribu sungai.
Penyerahan penghargaan bergensi itu dilakukan Menkes RI di Ballroom The Alana Hotel dan Convention Centre, Yogyakarta, Rabu (12/07). “Terima kasih atas apresiasi Menteri Kesehatan kepada Pemko Banjarmasin,” ujar Hermansyah.
Penghargaan tersebut, kata Hermansyah lagi, merupakan sebuah pengakuan yang diberikan pemerintah pusat kepada Pemko Banjarmasin yang telah melaksanakan pembangunan dibidang kesehatan.
Diharapkan, ucapnya, pembangunan bidang kesehatan khususnya yang berkaitan dengan kawasan tanpa rokok maupun kebijakan lain, ke depan lebih ditingkatkan lagi.
Untuk diketahui, penghargaan Pastika Parama, merupakan Apresiasi dari Menteri Kesehatan untuk Pemda yang telah menerapkan Perda atau kebijakan dalam pengendalian konsumsi hasil tembakau.





Upacara peringatan HUT Bhayangkara ke 71 tahun 2017 tingkat Provinsi Kalsel, yang dipusatkan di lapangan Brimob Polda Kalsel berlangsung sangat khitmad.
Selain dipimpin langsung oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, kegiatan tersebut juga dihadiri seluruh jajaran Forkopimda lingkup Pemprov Kalsel. Tak hanya itu, para kepala daerah se Kalsel juga terlihat menghadiri acara yang diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia.
Salah satu pimpinan daerah di Kalsel yang menghadiri acara tersebut adalah Walikota Banjarmasin Ibnu Sina. Orang nomor satu di Kota Banjarmasin ini pun tak lupa mengucapkan Selamat HUT Bhayangkara ke 71 kepada jajaran Polda Kalsel.
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor yang dalam upacara bertemakan “Dengan Semangat Profesionalitas dan Modernisasi Polri Berkomitmen Untuk Meraih Kepercayaan Masyarakat Demi Tetap Tegaknya Negara Kesatuan Reublik Indonesia yang Sejahtera, Mandiri, dan Berkeadilan” menyampaikan instruksi Presiden RI Joko Widodo menyatakan,  agar seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia terus meningkatkan kinerjanya.
Instruksi lain Presiden RI Joko Widodo yang dibacakan orang nomor satu di Bumi Lambung Mangkurat itu antara lain, perbaiki manajemen internal Polri untuk menekan budaya negatif seperti, korupsi, penggunaan kekerasan yang berlebihan, dan arogansi kewenangan. Kemudian mantapkan solidaritas internal dan profesional Polri guna mendukung Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian. Selanjutnya, optimalkan modernisasi Polri dengan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik. “Keempat tingkatkan kesiapsiagaan operasional melalui upaya deteksi dini dan deteksi aksi, dengan strategi polisional proaktif. Lalu tingkatkan kerjasama, koordinasi dan komunikasi, dengan semua elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, serta kolega internasional sebagai implementasi pendekatan sinergi kepolisian guna mewujudkan situasi Kamtibnas yang kondusif,” ujarnya, Senin (10/07).
Dalam upacara tersebut, juga diisi dengan beberapa gelaran atraksi dari anggota kepolisian Polda Kalsel, dan yang paling menarik saat Tim Anti Teror Polda Kalsel mensimulasikan penanganan aksi teroris yang berakhir dengan tertangkapnya para peneror tersebut.

Sejak Ibnu Sina dan Hermansyah menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin, banyak perubahan dan kemajuan yang telah dicapai Kota Banjarmasin. 
Hal tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat Bumi Kayuh Baimbai saja, tetapi para tamu dari luar pulau Kalimantan yang berkunjung ke kota ini juga merasakannya. Salah satunya, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara. 
Pria kelahiran Bogor, 3 Mei 1959 ini mengatakan, saat ini banyak perubahan kemajuan yang terjadi di kota berjuluk seribu sungai ini. “Sejak kepemimpinan Walikota Ibnu Sina, kondisi Kota Banjarmasin sangat berbeda dengan 4 tahun lalu. Banyak kemajuan yang telah dicapai,” ujarnya, disela-sela menyampaikan sambutannya dalam acara Rakernas Organisasi Radio Amatir (ORARI) tahun 2017 dan HUT ORARI ke 49, di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Jumat (07/07).
Ibnu Sina yang hadir dalam acara tersebut tersenyum, kemudian ia membalas ucapan Meninfokom RI dengan mengatakan, selamat datang di Kota Banjarmasin, kota sungai terindah di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, mantan anggota DPRD Kalsel ini juga memberikan ucapan selamat melaksanakan Rakernas dan HUT ke 49 kepada para pengurus ORARI.
Rudiantara sendiri dalam sambutannya menerangkan, saat ini media sosial yang paling banyak memberikan konten negatif adalah pengguna layanan facebook. Untuk membendung hoax tersebut, jelasnya, Kemeninfokom akan membuat band program bersama Orari, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk menangkal konten tersebut. “Di negara lain, bila pengguna FB memberitakan sebuah kebohongan akan didenda. Saat ini Indonesia mencoba memanajemen FB, dan hal ini tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri, masyarakat harus terlibat dan pemilik FB juga harus bertanggungjawab,” katanya.
Selain itu, Rudiantara juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menutup diri dengan kemajuan teknologi komunikasi. Menurutnya, semua masyarakat Indonesia harus membuka diri dengan teknologi komunikasi dan informatika.
Menyinggung tentang Orari, ia menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan anggota Orari diseluruh Indonesia, yang bekerja tanpa pamrih untuk kemanusiaan.
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mengatakan, dipilihnya Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel sebagai tempat pelaksanaan Rakernas Orari tingkat Nasional merupakan sebuah kehormatan bagi jajaran Pemprov Kalsel. “Dibulan Agustus nanti Kota Banjarmasin kembali akan menjadi tempat beberapa penyelenggaran kegiatan berskala nasional, seperti FASI tingkat Nasional, dan saat ini kami sedang berjuang untuk bisa menjadi tempat penyelenggaran PON tahun 2024 nanti,” ujarnya, dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Prov Kalsel, H Abdul Haris Makkie.
Mudah-mudahan, katanya lagi, semua peserta Rakernas Orari 2017 di Kota Banjarmasin merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, sehingga ke depannya akan memberikan dampak positif bagi pembangunan di daerah ini. “Kegiatan ini juga akan mempererat kerjasama pemerintah dengan Orari. Dengan Orari, insyaallah akan banyak komuniasi efektif yang dapat dibangun,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Orari Pusat, H Abidin HH menjelaskan, pelaksanaan Rakernas Orari 2017 di Kota Banjarmasin merupakan kegiatan yang sangat luar biasa. Mengapa demikian, lanjutnya, karena dengan adanya Rakernas tersebut, para pengurus Orari seluruh Indonesia dapat berkunjung dan berkumpul di Kota Banjarmasin. “Kegiatan Rakernas ini kegiatan yang sangat luar biasa pasca terpilihnya Ketua Umum di Surabaya. Luar biasanya itu adalah dari semua pengurus Orari se Indonesia bisa datang ke Kota Banjarmasin untuk menghadiri acara ini,” jelasnya.
H Abidin juga menyebutkan, anggota dan pengurus Orari merupakan insan mulia yang bekerja tanpa pamrih untuk negara dan masyarakat. “Saat pemerintah memerlukan bantuan, anggota Orari akan langsung turun membantu tanpa pernah menayakan penghargaan yang akan diberikan kepada mereka. Karena itu, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Orari di seluruh Indonesia,” katanya.




Untuk kedua kalinya, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina meresmikan Kampung KB, Kampung Baiman (KKB-KB).
Lokasi pencanangannya terletak di kawasan di Jalan Simpang Limau, Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan. “Pencanangan pertama di kawasan Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara. Alhamdulillah, saat ini sudah pencanangan yang kedua kalinya, Dalam tahun ini akan dicanangkan lagi di 3 tempat yakni, di kawasan Banjarmasin Timur, Kecamatan Banjarmasin Barat dan Kecamatan Banjarmasin Tengah,” ujarnya, saat menyampaikan sambutannya, Selasa (05/07).
Untuk program Kampung KB, Kampung Baiman ini, terang Ibnu Sina lagi, Pemko Banjarmasin menargetkan di satu kecamatan terdapat sebuah kampung KB, Kampung Baiman. “Mudah-mudahan dengan makin banyaknya Kampung KB, Kampung Baiman, maka makin terintegrasi penanganan KB dengan Program Baiman,” katanya.
Dalam kegiatan yang dihadiri Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti wasilah, dan Wakil Ketua I dan II TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Fatimah dan Hj Aneta Olpah itu, Ibnu Sina juga berpesan agar para Lurah dan Camat se Kota Banjarmasin untuk memperhatinak wilayah mereka yang telah dicanangkan sebagai Kampung KB, Kampung Baiman. “Tolong para Lurah dan Camat untuk memperhatikan dan melaksanakan program disemua aspek. Kampung KB, Kampung Baiman ini tidak hanya soal KB saja, tetapi mencakup keseluruhan program pemerintah kota,” ucapnya.
Insyaallah, kata mantan anggota DPRD Kalsel ini lagi, dengan kebersamaan serta partisipasi masyarakat dapat mewujudkan Program Pemko Banjarmasin menjadikan Kota Banjarmasin sebagai kota Baiman.
Sementara itu, Kepala Dinas KB dan Pengendalian Penduduk, Wadyan dalam laporannya mengatakan, Kampung KB, merupakan salah satu program pembangunan nasional. “Program KB secara makro dilakanakan untuk mengendalikan kelahiran, sedangkan secara mikro untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia,” jelasnya.
Dengan terintegrasinya Kampung KB dan Kampung Baiman, lanjutnya, diharapkan dapat mensejahterakan masyarakatnya.
Dari pantauan, pencanangan Kampung KB, Kampung Baiman itu ditandai dengan dilakukannya penandatangan prasasti oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Banjarmasin Selatan beserta Ketua TP PKK Kecamatan Banjarmasin Selatan dan Direktur Bank Kalsel.






Kapal tempur milik TNI AL, KRI Banjarmasin, bernomor lambung 592 akhirnya sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Kedatangan kapal bersama pasuan TNI AL yang pernah bertugas di Negara Somalia dalam misi pembebasan sandera itu, selain untuk mengunjungi kota seribu sungai, juga untuk melakukan kegiatan sosial bersama masyarakat.
Tak hanya itu, kapal yang dikomandani oleh Letkol Stanley L itu, juga dibuka untuk umum selama tiga hari lamanya tepatnya sejak hari Senin (03/07) sampai hari Rabu (05/07).
Karena itu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyatakan, kedatangan kapal kebangaan masyarakat Indonesia itu merupakan sebuah penghargaan bagi Provinsi Kalsel khususnya Kota Banjarmasin. “Terima kasih saya ucapkan kepada jajaran TNI AL. Ini merupakan sebuah kesempatan yang harus digunakan oleh masyarakat untuk lebih mengenal seluk beluk kapal KRI Banjarmasin,” ujarnya, saat memberikan keterangan pers, setelah acara penyambutan kedatangan kapal KRI Banjarmasin di Pelabuhan Trisakti Bnajarmasin, Senin (03/07).
Selain merupakan sebagai penghargaan, lanjut mantan anggota DPRD Kalsel ini lagi, kedatangan KRI Banjarmasin itu juga sebuah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Bnajarmasin. “Ibarat seorang anak. KRI Banjarmasin ini seperti seorang anak yang pulang ke kampung halamannya, dan ini merupakan sebuah kebanggaan,” ucapnya.
Komandan Lanal Banjarmasin, Kolonel Laut Oky I Z Dipura menerangkan, selama sandar di Pelabuhan Trisakti, KRI Banjarmasin bisa dikunjungi masyarakat umum. “Kami persilahkan masyarakatyang ingin melihat kapal ini dari dekat. Kami buka selama 24 jam, sampai hari Rabu kami buka dan masyarakat bebas untuk datang,” katanya.
Sementara itu, Komandan KRI Banjarmasin Tanley L menerangkan, selama menjalankan tugas sudah banyak misi yang dilaksanakan dan diselesaikan KRI Banjarmasin, satu diantaranya adalah misi pembebasan sandera di perairan Negara Somalia.
Dari pantauan, penyambutan yang dilakukan Walikota Banjarmasin itu, dihadiri juga oleh Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali, jajaran PT Pelindo, Kapolresta Banjarmasin, Dandim 1007 Banjarmasin, dan jajaran Lanal Banjarmasin.
Ibnu Sina juga berkesempatan melihat langsung berbagai ruangan yang ada di dalam kapal tersebut. Diantaranya ruang rapat perwira dan ruang anjungan dan gladak kapal yang bisa menampung tiga unit helicopter sekaligus.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.