September 2017









Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina menyambut baik rencana penyelenggaraan Fesitival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas), yang akan dilaksanakan di Kota Banjarmasin.
Kegiatan berskala nasional itu, akan dilaksanakan di kawasan Siring Menara Pandang, Banjarmasin, tanggal 20 sampai 24 Oktober  nanti. “Mohon dukungannya, kami akan melaksanakan Fornas di Kota Banjarmasin. Olahraga ini merupakan olahraga rekreasi,” ujar Ketua Umum Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (Formi), Hayono Isman, Senin (18/09).
Lebih jelas mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era 1993 sampai 1998 ini mengatakan, salah satu tujuan pemerintah melaksanakan Fornas untuk membangun masyakarat Indonesia yang lebih berkarakter.
Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina menyambut baik rencana pelaksanaan Fornas itu. “Terima kasih, Kota Banjarmasin dipilih sebagai tuan rumah, mudah-mudahan dengan hadirnya kegiatan ini bisa mengenalkan Kota Banjarmasin sebagai kota destinasi wisata berbasis sungai,” ucapnya.
Di Indonesia, katanya lagi, belum ada daerah ber ikon kota sungai (river city). Karena itu, Pemko Banjarmasin ingin menjadikan kota ini sebagai kota sungai terindah di Indonesia.
Agar saat pelaksanaan Fornas nanti berjalan lancar, Ibnu Sina menginstruksikan Kadispora Kota Banjarmasin untuk membantu semua persiapan kegiatan tersebut. “Untuk kelancaran acara, nanti bisa berkoordinasi dengan Dispora Kota Banjarmasin,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Penyelenggara Kegiatan Fornas, Yoyo Rahmat menjelaskan, Kota Banjarmasin dipilih sebagai tempat pelaksanaan event nasional tersebut lantaran dinilai memenuhi syarat. “Awalnya ada empat kota yang direkomendasikan sebagai lokasi pelaksanaan acara. Setelah melalui berbagai pertimbangan Kota Banjarmasin akhirnya dipilih karena memenuhi syarat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina juga sempat menyerahkan cendera mata kepada Hayono Isman berupa, kain sasingan khas Kota Banjarmasin dan maskot boneka bakatan.








Genderang perang terhadap segala bentuk hoax yang kini marak terjadi di dunia maya, mulai ditabuh para pemuda Kota Banjarmasin.
Melalui pembentukan duta-duta damai dunia maya BNPT untuk perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan, para pemuda kota berslogan Baiman itu, siap menangkal segala jenis hoax yang akan menghancurkan generasi muda di kota ini.
Bahkan, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina secara khusus berpesan, agar para pemuda kota seribu sungai harus bisa bertindak sebagai “antibodi” dalam melawan pengaruh negatif dunia maya. “Selamat bertugas, nanti setelah dilantik mudah-mudahan konten positif yang disebarkan disosial media dan di dunia maya, akan menjadi pesan damai yang akan menyebar dari ufuk Selatan Kalimantan ke seluruh dunia,” ujarnya, saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan penutupan pelatihan sekaligus pengukuhan Duta Damai Dunia Maya, di Hotel Golden Tulip, Banjarmasin, Kamis (14/09).
Selain itu, H Ibnu Sina juga berharap, para pemuda di kota ini bisa menjadi pelopor pembawa pesan damai tidak hanya untuk seluruh warga kota, tetapi juga untuk seluruh umat manusia di dunia. “Dalam kesempatan yang baik ini izinkan saya menyampaikan pesan-pesan bahwa banyak masalah yang ada disekitar kita, jangankan di dunia maya, di dunia nyata saja begitu banyak problem yang kita hadapi, karena itu hadirnya duta damai ini saya harapkan agar kota Banjarmasin tetap aman dan damai, Banjarmasin juga satu-satunya ibukota di Kalimantan yang belum pernah pecah isu-isu mengenai SARA itu hanya di Banjarmasin,” harapnya.
Selai itu, mantan anggota DPRD Kalsel tiga periode ini juga menyatakan apresiasinya kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang sudah menggelar pelatihan Duta Damai Dunia Maya, khususnya dari kota Banjarmasin.  
Dari data yang dihimpun, Kota Banjarmasin ternyata menjadi kota pertama di pulau Kalimantan yang memiliki Duta Damai Dunia Maya. Di tingkat nasional, Kota Banjarmasin adalah kota kelima yang memiliki Duta Damai Dunia Maya setelah Medan, Makassar, Jakarta dan Yogyakarta.
Pelatihan Duta Damai Dunia Maya diikuti 60 orang yang terbagi tiga kategori, Blogger atau Penulis dengan jumlah 30 orang, Desain Komunikasi Visual dengan jumlah 20 orang, dan Informasi & Teknologi dengan jumlah 10 orang.
Hasil yang dicapai dari kegiatan ini yaitu terbentuknya duta-duta damai dunia maya BNPT untuk perwakilan provinsi Kalimantan Selatan sebagai mitra strategis PMD dalam menyemarakkan konten damai dunia maya. Dan sebagai duta damai para peserta juga memiliki lima websites yang digunakan sebagai mitra strategis BNPT dengan struktur redaksi terdiri dari Tim IT, Tim DKV, dan Tim penulis.







M Ridho Anshari dan Audina Hariyani Gazali akhirnya berhasil menyisihkan teman-temannya dalam ajang malam grand final pemilihan Nanang dan Galuh (NaGa) Banjar 2017.
Keduanya pun kini berhak menyandang gelar baru sebagai Nanang dan Galuh Banjar 2017.
Untuk diketahui, M Ridho Anshari merupakan mahasiswa Program Studi TI di Politeknik Negeri Banjarmasin. Pria kelahiran 28 Februari 1998 ini aktif diberbagai organisasi dan komunitas, salah satunya pecinta sasirangan. Prestasi yang pernah diraihnya adalah wakil III Duta Sasirangan Kalsel.
Sedangkan Audina Hariyani Gazali adalah mahasiswa ULM, Banjarmasin Fakultas Kedokteran, program studi Psikologi.
Gadis cantik berumur 21 tahun ini selain aktih kuliah, ia juga aktif di organisasi Sahabat Umat dan Relawan Yayasan Melati Anak Bangsa. Prestasi yang pernah disandangnya diantaranya anggota Paskibraka Kalsel tahun 2012 dan Finalis Putri Kalimantan Selatan tahun 2015.
Event tahunan yang dilaksanakan di Calamus Ballroom Rattan Inn Hotel Banjarmasin itu, dihadiri langsung oleh Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina. “Sukses kepada semua finalis dan dewan juri. Dan sebagai even tahunan, kegiatan pemilihan Nanang dan Galuh banjar hendaknya dapat memberikan sesuatu hal yang baru,” ujarnya, Rabu (13/09).
Selain penampilan, jelas H Ibnu Sina lagi, para peserta juga dapat menampilkan seluruh keahlian dan keterampilannya. “Ajang ini tidak hanya berorientasi pada penampilan secara fisik semata, namun juga penilanian terhadap kecantikan kepribadian dan kecerdasan Nanang dan Galuh Banjar,” katanya.
Dikatakannya lagi, ajang pemilihan NaGa Banjar ini merupakan wahana untuk melestarikan budaya daerah serta sarana promosi produk.
Karenannya, orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini menghendaki NaGa Banjar 2017, memiliki agenda kegiatan selama satu tahun, sejak terpilihnya sebagai NaGa Banjar 2017. “Penyelenggara saya minta membuat agenda kegiatan satu tahun sejak mereka terpilih menjadi Nanang Galuh Banjar. Agenda kegiatan yang harus mereka ikuti selama satu tahun penuh itu, baik yang berkenaan dengan kegiatan pemerintah kota, maupun acara-acara yang melibatkan mereka sebagai duta-duta kota Banjarmasin. Ini sebagai wujud penghargaan kepada mereka yang telah meraih prestasi sebagai Nanang dan Galuh Banjar,” katanya.
Ibnu Sina berharap, prestasi yang telah diraih putra dan putri terbaik Kota Banjarmasin dalam ajang pemilihan tersebut, diapresiasi oleh seluruh kalangan. “Saya ingin berdayakan dan manfaatkan, serta libatkan mereka untuk mendukung program pemerintah, termasuk untuk mempromosikan kota Banjarmasin Baiman, Banjarmasin Barasih wan Nyaman,” pungkasnya.
Dari data terhimpun, Nanang Galuh Favorit Pilihan Polling Masyarakat melalui aplikasi android “Banjarmasin Baiman” terdiri atas, Dodi Irfansyah Galuh dan Febryana Damayanti, kemudian Wakil I (Runner Up) Miftah Budiman Galuh dan Karina Amelia Aisyah Y. Wakil II Ilham dan Raden Syahfirda Rezkya. Wakil III Dodi Irfansyah dan Fina Audina Puteri. Wakil IV Harwinda Sesarea Pangestu dan Seila Irfania. Wakil V Gazali Rahman, dan Ditya Anggraini.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Iwan Rusmali beserta istri, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah dan Wakil Ketua I dan II TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Fatimah, serta Hj Aneta Olpah, serta jajaran kepala SKPD lingkup Pemko Banjarmasin.







Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina menghimbau, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin sebagai penegak amar ma’ruf nahi mungkar bisa ikut serta menurunkan tingkat kejahatan, penyimpangan dimasyarakat, serta memberikan semangat untuk menegakkan ajaran-ajaran Islam dan ikut mewujudkan kondisi kehidupan kemasyarakatan yang baik.
Ajakan tersebut disampaikan orang nomor satu di kota seribu sungai mengingat fungsi MUI adalah sebagai khadimul ummah (pelayan umat), wasilah wa wasithah ummah (perantara dan penengah umat). “Saya menghimbau MUI bisa berupaya semaksimal mungkin menggerakan kepemimpinan dan kelembagaan yang dinamis dan efektif, sehingga mampu melaksanakan fungsinya sebagai khadimul ummah, wasilah wa wasithah ummah, penengah umat serta sebagai penegak amar ma’ruf nahi mungkar. Sehingga pada gilirannya akan menurunkan tingkat kejahatan dan penyimpangan dimasyarakat dan memberikan semangat, untuk menegakkan ajaran-ajaran Islam, serta ikut mewujudkan kondisi kehidupan kemasyarakatan yang baik,” ujarnya, dalam sambutannya yang disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Banjarmasin Gazi Akhmadi, saat kegiatan Musda VII tahun 2017 MUI Kota Banjarmasin, di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Selasa (12/09).
Berdasarkan kerangka acuan, jelasnya, MUI baik di tingkat pusat maupun di daerah, telah dikelola sebagai wadah perkhitmatan umat yang moderat, merangkul semua unsur, bekerjasama dengan semua pihak, dan peka dalam mensikapi permasalahan yang dihadapi umat. “ Itu semua dijadikan standarisasi penyelenggaraan organisasi MUI di semua tingkatan. Berdasarkan kerangka acuan yang demikian, maka musyawarah daerah MUI kota Banjarmasin kali ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan peran pengurus MUI, di tengah-tengah masyarakat maupun kegiatan sosial keagamaan, sesuai dengan kedudukan, tugas dan fungsi yang bersesuaian dengan harapan bangsa,” terangnya.
Diharapkan, katanya lagi, Musda VII tahun 2017 ini dapat terlaksana dengan baik, sehingga MUI sebagai wadah musyawarah para ulama, zuama, dan cendekiawan muslim Indonesia dapat tumbuh sebagai sebuah organisasi perkhitmatan umat yang sehat. Mekanisme organisasi yang berjalan dengan baik, program-program yang dikerjakan ada permusyawaratan dan ada penerimaan yang baik dari masyarakat dan umat.
Musda VII tahun 2017 bertemakan Memantapkan Peran Ulama Dalam Membangun Banjarmasin yang Relijius dan Baiman (Barasih wan Nyaman ) itu, bertujuan untuk menetapkan program kerja serta memilih kepengurusan MUI Kota Banjarmasin tahun 2017-2022.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum MUI Provinsi Kalsel, Kapolresta Kota Banjarmasin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarmasin. 







Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Komisariat Wilayah V Regional Kalimantan kembali menggelar Rapat Kerja (Raker) ke 2. Wilayah yang menjadi tuan rumah dalam kegiatan yang diikuti sembilan orang walikota lingkup Pulau Kalimantan itu adalah Kota Samarinda, Kaltim.
Para peserta yang datang di kawasan wisata Mahakam Lampion Garden, Kota Samarinda, langsung disambut dengan tarian khas Kota Samarinda. Tarian khusus untuk menyambut kedatangan tamu agung itu, dimainkan Sanggar Tari Apoladan binaan Dinas Pariwisata Kota Samarinda.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina selaku Ketua Komwil V Apeksi Regional Kalimantan menyerahkan cinderamata berupa Plakat kepada Walikota Samarinda H Syaharie Ja’ang.
H Syaharie Ja’ang mengaku sangat senang atas kehadiran para Walikota peserta Apeksi di Kota Samarinda. “Alhamdulillah semua Walikota yang tergabung dalam Apeksi Komwil V Regional Kalimantan, bisa berhadir semua di Kota Samarinda,” ucapnya, saat menyampaikan sambutannya dalam acara Welcome Dinner bagi peserta Apeksi, Selasa (12/09).
Selain itu, H Syaharie Ja’ang juga menjelaskan tentang beragam destinasi wisata yang dimiliki Kota Samarinda. Menurutnya, semua daerah yang tergabung dalam Apeksi perlu untuk melakukan pengelolaan terhadap wisata unggulan. Mengapa demikian, lanjutnya, salah satu alasanya agar dapat menopang pemasukan bagi daerah itu sendiri.
Kegiatan Raker ke 2 Apeksi di Kota Samarinda akan dilaksanakan dari tanggal 12 sampai 14 September 2017. Tema dalam kegiatan tersebut Implementasi PP Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS Menuju Terciptanya Abdi Negara yang baik dan Bersih dari Korupsi.
Untuk diketahui, Apeksi merupakan APEKSI adalah sebuah organisasi bagi seluruh pemerintah kota di Indonesia. Dasar dari didirkannya organisasi tersebut adalah UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Keputusan Presiden Nomor 49 Tahun 2000 tentang pembentukan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD),
Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah kemudian mengeluarkan Keputusan Nomor 16 Tahun 2000 mengenai Panduan Pembentukan Asosiasi Pemerintah Daerah dan Pemilihan Wakil Asosiasi Pemerintah Daerah sebagai Anggota DPOD. Keputusan Mendagri dan Otonomi Daerah Nomor 16 Tahun 2000 kemudian disusun untuk mengembangkan Asosiasi Pemerintah Kota, Asosiasi Pemerintah Kabupaten, dan Asosiasi Pemerintah Provinsi yang diharapkan benar-benar mandiri dan terwakili di DPOD. 






Pemko Banjarmasin terpilih untuk penerima penghargaan sebagai kota yang telah melakukan Verifikasi dan Validasi Data KPM Rastra / Bantuan Pangan Non Tunai dengan Melaksanakan Verifikasi dan Validasi Data Terpadu.
Hebatnya, dari seluruh kabupaten dan kota yang ada di Indonesia, Kota Banjarmasin masuk dalam rangking ke empat kantegori terbaik, karena dinilai telah melaksanakan Verifikasi dan Validasi Data KPM Rastra / Bantuan Pangan Non Tunai dengan Melaksanakan Verifikasi dan Validasi Data Terpadu dengan baik dan tepat sasaran.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, dan diterima oleh Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Esya Zain Hafizi, di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Senin (11/09).
Dengan diterimanya penghargaan tersebut, maka akan menambah panjang deretan penghargaan yang telah diterima Pemko Banjarmasin sepanjang tahun 2017 ini. Untuk itu,  Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina menyatakan sangat mengapresiasi penghargaan yang telah didapatkan jajaran SKPD lingkup Pemko Banjarmasin.
Dari data terhimpun, empat kota yang masuk dalam nominasi terbaik itu antara lain, Kota Banjarmasin, Kota Malang, Kota Mojokerto, dan Kota Sukabumi.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka membangun dukungan dan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah untuk menangani fakir miskin.
Dalam kegiatan tersebut, pihak Kementerian Sosial juga menyerahkan data terpadu tentang penanganan fakir miskin, dan data tersebut merupakan data dasar untuk program pelaksanaan penanganan fakir miskin.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Data Terpadu tahun 2017 dengan tema Meningkatkan Peran Aktif Pemerintah Daerah dalam Verifikasi dan Validasi Data Terpadu untuk Penanganan Fakir Miskin.




Walikota Banjarmasin Ibnu Sina sepertinya sangat rindu dengan para ASN lingkup Pemko Banjarmasin.
Buktinya, baru dua hari tiba di Kota Bajarmasin setelah selesai melaksanakan ibadah haji, Ibnu Sina sudah terlihat kembali melaksanakan aktifitasnya di Balai Kota Banjarmasin, Senin (11/09).
Hal pertama yang dilakukannya saat berada di kantor yang terletak di kawasan jalan RE Martadinata, Banjarmasin Tengah itu adalah memimpin apel pagi.
Kemudian dilanjutkan menerima ucapan selamat datang dari seluruh ASN Pemko Banjarmasin.
Selain bertemu dengan para ASN, Ibnu Sina juga menyempatkan melihat langsung renovasi ruang kerja walikota.
Dari informasi terhimpun, setelah kegiatan renovasi tersebut selesai, ruang kerja walikota akan difasilitasi dengan beberapa monitor cctv.
Menariknya, monitor cctv tersebutt tidak hanya dapat melakukan pemantauan di sekitar wilayah balai kota saja, tetapi juga dapat memantau kegiatan masyarakat disejumlah titik di kota Banjarmasin.
Tak hanya itu, di ruang tersebut juga akan dipasang beragam fasilitas jaringan yang salah satunya jaringan internet.
Selain melihat langsung kegiatan renovasi ruang kerja, Ibnu Sina juga mengunjungi beberapa ruang kerja ASN Setdako Banjarmasin,  seperti ruangkerja Sekda Kota Banjarmasin.









Kelompok Terbang (Kloter) 1, jamaah haji embarkasi Banjarmasin, Sabtu siang (09/09) sekira pukul 13.30 wita tiba di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, dengan menggunakan pesawar Garuda Indonesia. Setibanya di bandara internasional tersebut, para jamaah berjumlah 325 orang yang diantaranya terdapat Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan istrinya Hj Siti Wasilah, langsung menuju Asrama Haji, Landasan Ulin Banjarbaru untuk beristirahat.
Sekira pukul 16.00, rombongan jamaah haji asal kota seribu sungai itu kemudian diberangkatkan menuju Balai Kota Banjarmasin, untuk dilakukan penyambutan oleh jajaran Pemko Banjarmasin.
Tampak hadir dalam acara tersebut, Sekda Kota Banjarmasin Hamli Kursani, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali, jajaran Forkompimda Kota Banjarmasin, para asisten, staf ahli,  para kepala SKPD, para Camat se Kota Banjarmasin, dan para lurah se Kota Banjarmasin.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarmasin  H Sofrayani mengatakan, seluruh jamaah haji Kota Banjarmasin yang berjumlah enam kloter dinyatakan sehat dan tidak ada yang meninggal dunia.
Diterangkannya, total jamaah haji Kalsel sekira 3.831 orang jamaah. Untuk Kota Banjarmasin, lanjutnya, total seluruh jamaah berjumlah 757 jamaah dan tergabung dalam kloter 1, kloter 3, kloter 7, kloter 13, kloter 14 dan kloter 17. “Selamat datang kepada jamaah haji Kota Banjarmasin  yang tergabung dalam kloter I embarkasi Banjarmasin Provinsi Kalsel. Kami mendoakan bapak dan ibu para jamaah haji Kota Banjarmasin kloter I yang berjumlah 325 orang, agar menjadi haji yang mabrur, dan Alhamdulillah dari kota Banjarmasin tidak ada jamaah yang meninggal dunia,” ujarnya, saat menyampaikan sambutannya.
Sementara itu, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina menyatakan sangat berterima kasih kepada para petugas haji yang sudah melayani jamaah dengan baik. “Terima kasih kepada ketua rombongan haji, ketua regu, dan juga terima kasih atas doa dari seluruh jamaah yang berasal dari kota banjarmasin, khususnya juga dari jajaran Pemko Banjarmasin. Selamat datang di Kota Banjarmasin Baiman, semoga kita semua menjadi haji yang mabrur,” ucapnya
Masih menurut H Ibnu Sina, seluruh jamaah haji Kota Banjarmasin patut bersyukur karena saat berangkat dalam keadaan fisik sempurna dan pulangnya pun dalam keadaan yang sama. “Walaupun ada beberapa jamaah yang sempat sakit, tapi dengan doa dari semuanya, dengan kuasa Allah SWT yang sakit pun disehatkan kembali oleh Allah SWT,” katanya.
Atas nama jamaah dan atas nama pemerintah Kota Banjarmasin, orang nomor satu di kota berslogan Baiman itu mengucapkan terima-kasih atas kebersamaannya, untuk doa-doanya, pengorbanan, ikhtiar yang telah dilakukan, dan juga penyambutan tersebut.
Usai kegiatan penyambutan di Balai Kota Banjarmasin, acara dilanjutkan dengan solat magrib berjamaah dan doa keselamatan di rumah jabatan Walikota Banjarmasin yang dihadiri Sekda Kota Banjarmasin Hamli Kursani, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali, Danramil, para kepala SKPD serta para tetangga sekitar rumah dinas tersebut.





Pelaksanaan kegiatan Harijadi Kota Banjarmasin ke 491, kian dimatangkan jajaran Pemko Banjarmasin.
Hal itu tergambar dalam kegiatan coffe morning yang dilaksanakan di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin dan dipimpin langsung oleh Sekda Kota Banjarmasin Hamli Kursani.
Dalam arahannya, Hamli Kursani menginginkan, semua SKPD lingkup Pemko Banjarmasin agar segera mempersiapkan hal-hal yang berhubungan dengan acara puncak Harijadi Kota Banjarmasin.
Tak hanya itu, ia juga menghendaki event organiser yang terlibat langsung dalam susunan kepanitian puncak harijadi, untuk segera mempresentasikan persiapan yang telah dilakukan. “Hari ini kumpulkan EO, kemudian Bagian Umum, Bagian Kesra dan Bagian Tapem untuk menyiapkan persiapan puncak Hari Jadi Kota Banjarmasin,” ujarnya, Selasa (05/09).
Dalam kegiatan yang dihadiri seluruh kepala SKPD tersebut, suami Hj Aneta Olfah ini juga menyinggung penggunaan anggaran yang akan dipergunakan untuk kegiatan puncak Harijadi Kota Banjarmasin.
Katanya, untuk menghindari kesalahan administrasi dalam penyerapan anggaran, diharapkan seluruh SKPD yang memiliki dana untuk kegiatan puncak Harijadi agar didampingi Inspektorat Kota Banjarmasin saat menggunakan anggarannya.
Puncak acara Harijadi Kota Banjarmasin akan dilaksanakan sekira tanggal 26 September 2017, dengan lokasi di kawasan Siring Menara Pandang.
Rangkaian Harijadi kota seribu sungai ini, diisi dengan berbagai kegiatan seperti yang telah dicanangkan dalam Kick Off  Harijadi Kota Banjarmasin oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dan wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, beberapa waktu lalu.





Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR-RI yang dilaksanakan di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Senin (04/09).
Menurutnya, dengan adanya kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan bisa menciptakan kondisi yang kondusif di masyarakat kota seribu sungai. “Untuk menata Kota Banjarmasin yang masyarakatnya heterogen dibutuhkan strategis khusus dalam rangka menghindari konflik internal dan eksternal, dan sebagai warga negara yang baik kita harus dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menciptakan kondisi tersebut,” ujarnya, dalam sambutannya yang disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Sosial, Setda Kota Banjarmasin Gazi Akhmad.
Kegiatan sosialisasi ini, katanya lagi, sangat strategis dalam menumbuhkan rasa kebersamaan untuk menbangun persatuan dan kesatuan bangsa.
Diharapkan, ucapnya, melalui sosialisasi tersebut akan tercipta tali silaturahmi antara pemerintah Kota Banjarmasin denganpara tokoh agama, tokoh masyarakat, Ormas Kepemudaan dan para mahasiswa. “Pemerintah kota juga selalu mengajak semua pihak untuk membangun daerah ini, dalam bentuk peran serta mewujudkan Kota Banjarmasin Baiman,” tandasnya.
Sementara itu, anggota MPR RI Drs Zainut Tauhid Sa’adi Msi dalam sambutannya mengatakan, diusianya yang ke 72 tahun, Bangsa Indonesia kerab mengalamai berbagai cobaan. Namun begitu, jelasnya, dari setiap cobaan yang datang, bangsa ini selalu berhasil mengatasinya. “Bahkan, cobaan yang datang itu telah menjadikan bangsa ini semakin kuat,” ucapnya.
Mengapa bangsa Indonesia menjadi kuat, terangnya, lantaran bangsa ini memiliki dasar yang kuat untuk bertahan dari berbagai cobaan, yakni beragama. “Sehingga ketika kita mengalami kesulitan, kita akan mengembalikan semua kesulitan yang datang itu kepada pemilik alam semesta. Hal ini tentu berbeda dengan orang yang tidak memiliki agama, mereka cenderung akan putus asa,” katanya.
Dengan memiliki dasar agama yang kuat, jelasnya, maka manusia Indonesia akan mengajarkan nilai-nilai yang baik untuk membangun negara. “Ini yang saya katakan sebagai modal masyarakat untuk hidup bermasyarakat,” ujarnya.
Kegiatan yang dihadiri peserta sebanyak 351 orang itu, menghadirkan nara sumber dari Jakarta, diantaranya Prof Dr H Hamka Haq MA, Ir H Ashar Romli Msi, Moreno Soeprapto, H anton Sukartono Suratto dan H Ahmad Nawardi S Ag.





Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Banjarmasin melaksanakan pelantikan pengurus baru, periode 2017 hingga 2020. Pelantikan tersebut, dilakukan langsung oleh Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Minggu (03/09).
Selain melaksanakan pelantikan, pengurus Orari Lokal Kota Banjarmasin juga menyerahkan Call Sign kehormatan kepada empat orang pemimpin Bumi Lambung Mangkurat. Mereka adalah Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dengan Call Sign YG7HIS, kemudian Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah YG7HER, Sekda Kota Banjarmasin Hamli Kursani YG7HKS dan Sekda Provinsi Kalsel Abdul Haris Makkie YG7HKS.
Tak hanya itu, pengurus organisasi ini juga mengukuhkan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina sebagai Pembina Orari Lokal Kota Banjarmasin, periode 2017-2020.
Menurut Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, sebagai organisasi yang bergerak dalam komunikasi kemasyarakatan, Orari Lokal Kota Bnajarmasin kedepannya dapat terus membina dan mendukung seluruh program pembangunan yang sedang dilaksanakan Pemerintah Kota Banjarmasin. “Pembangunan yang dilakukan orari tidak hanya dibidang komunikasi tetapi juga dibidang lain,” ujarnya, saat menyampaikan sambutannya.
Dalam kegiatan yang dihadiri Sekda Provinsi Kalsel Abdul Haris Makkie, dan Sekda Kota Banjarmasin Hamli Kursani, Hermansyah juga menginginkan Orari Lokal Kota Banjarmasin keberadaan sebagai wadah untuk kegiatan sosial kemasyarakatan benar-benar bisa membantu masyarakat. “Peran Orari sebagai wadah oragnisasi kemasyarakatan sosial yang memiliki solidaritas tinggi saya harapkan dapat terus bersinergi dengan pemerintah, sehingga apa yang diperlukan masyarakat dapat terlayani,” katanya.
Kepada para pengurus baru, lanjut Hermansyah, Pemko Banjarmasin mengucapkan selamat atas pelantikan tersebut, dan diharapkan  dapat menjalankan tugas serta amanah yang telah diserahkan dengan sebaik-baiknya. “Untuk pengurus lama saya atas nama Pemko Banjarmasin juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan dharma bhaktinya selama menjandi pengurus Orari Lokal Kota Banjarmasin,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua terpilih Orari Kota Banjarmasin Drs H Syamsuri SE MM juga berharap, dengan terbentuknya pengurus baru periode 2017 – 2020 ini kinerja Orari Lokal Kota Banjarmasin lebih meningkat.
Tak hanya itu, ia juga ingin para pengurus Orari Kota Banjarmasin selalu bekerjasama dan bergotong royong dalam melayani masyarakat di kota seribu sungai. “Dengan adanya kepengurusan baru ini, saya berharap kerjasama dengan pemerintah dan swasta lebih terjalin lagi. Kemudian pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan juga bisa terlayani lebih baik lagi,” harapnya.
Diterangkannya, saat ini Orari Lokal Kota Banjarmasin tengah mempersiapkan sebuah perangkat yang dapat difungsikan sebagai alat untuk membantu masyarakat dalam hal komunikasi radio.
Alat bernama repeater tersebut, jelasnya, akan dipasang di kawasan Jalan A Yani Km 4 Banjarmasin, sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat di kota ini. “Alat tersebut akan dipasang sekitar pertengahan bulan September ini. Nanti alat tersebut berfungsi untuk membantu masyarakat yang memerlukan penanganan cepat melalui sarana radio komunikas Orari, misalnya ada masyarakat yang memerlukan ambulan, atau masyarakat yang memerlukan penanganan cepat karena terkena musibah bisa menggunakan alat repeater tersebut sebagai sarana komunikasi penghubungnya,” ujarnya.
Informasi terhimpun, Orari Lokal Kota Banjarmasin telah melaksanakan Musyawarah Lokal (Mulok) tingkat Kota Banjarmasin sekira bulan Juli 2017 lalu. Dari hasil Mulok tersebut, para pengurus oraganisasi tersebut sepakat memilih Drs H Syamsuri SE MM sebagai ketua Orari Kota Banjarmasin menggantikan Jumadi Masrun.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.