Agustus 2019


BANJARMASIN – Sebagai salah satu Kabupaten di Provinsi Bali yang memiliki ratusan desa adat, yaitu Kabupaten Gianyar dengan 271 desa adatnya dipilih Pemerintah Kota Banjarmasin untuk melakukan studi tiru. Studi tiru terkait kewaspadaan dini terhadap setiap indikasi yang dapat menimbulkan suatu konflik di tengah masyarakat itu dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banjarmasin di Kantor Bappeda dan Litbang Kabupaten Gianyar, Jalan Kesatrian, Kecamatan Gianyar, Bali, Kamis (29/08).
Kedatangan Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah selaku ketua rombongan Pemko Banjarmasin termasuk Kesbangpol Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Kabid Kewaspadaan Nasional Firmansyah serta beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan itu disambut oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar Anak Agung Dalem Jagaditha. Hadir dalam kunjungan tersebut, KasatPol PP Kota Banjarmasin H Hermansyah, Kesbangpol Kota Banjarmasin, Kesbangpol Provinsi Kalimantan Selatan, Camat se Kota Banjarmasin, Dinas Sosial Kota Banjarmasin, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Banjarmasin. Dalam menyampaikan maksud dan tujuan dari kedatangannya beserta rombongan, Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah berharap mendapatkan cara atau langkah-langkah koordinatif dengan aparat dan instansi terkait berkaitan dengan kewaspadaan dini. Salah satu langkah Kabupaten Gianyar dalam mendeteksi dini bahkan mencegah terjadinya konflik di masyarakat adalah melalui perkembangan teknologi informasi atau internet, Kesbangpol Kabupaten Gianyar melakukan pengawasan di media sosial yang dirasa sudah menjadi salah satu ancaman karena banyaknya berita bohong atau hoax yang dapat menyebabkan perpecahan. Sementara itu, Pol PP Kabupaten Gianyar selalu melakukan kolabirasi dan komunikasi dengan pecalang atau polisi adat Bali di desa adat untuk membantu peran pemerintah dalam menjaga ketertiban dan keamanan. “Dari sisi keamanan dan ketertiban kami selalu berkolaborasi dengan Pecalang,” ujar Sekretaris Pol PP Kabupaten Gianyar I Ketut Adi Sandiana. Pemerintah Kabupaten Gianyar juga sering melakukan pertemuan dengan Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) sekali dalam satu bulan dan melakukan pretemuan pada saat terjadinya insiden atau konflik di tengah masyarakat. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar Anak Agung Dalem Jagaditha mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Gianyar membuat strategi untuk mendeteksi dan mencegah konflik di Kecamatan dengan membentuk tim melalui tangan-tangan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Setelah mendengarkan dan memahami penjelasan dari Pemerintah Kabupaten Gianyar, Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah berharap ilmu pengetahuan yang didapatkan dalam pertemuan studi tiru ini bisa diterapkan di Kota Banjarmasin.(humpro-bjm)






















BANJARMASIN – Menjelang puncak peringatan harijadi Kota Banjarmasin ke 493, Kolaborasi Pemuda Indonesia (KOPI), Kota Banjarmasin menggelar diskusi publik bertajuk Bepanderan Wan Walikota Banjarmasin. Tema yang diusung dalam kegiatan di Plaza Smart City, Menara Pandang, Kota Banjarmasin itu adalah Menakar Capaian Keberhasilan Walikota Banjarmasin Menjelang Harijadi Kota Banjarmasin ke 493. Salah satu hot isu yang dibahas dalam kegiatan yang dihadiri komunitas muda dan para mahasiswa itu adalah terkait visi dan misi Pemko Banjarmasin, seperti tentang kepariwisatan, pelayanan publik berbasis smart city, dan pembentukan Wirausaha Baru berbasis UMKM sebayak 2.500 dalam lima tahun. Dalam hal pembentukan UMKM, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina menjelaskan, sejak dahulu Kota Banjarmasin terkenal sebagai kota perdagangan dan jasa. Di kota berjuluk seribu sungai ini, banyak terlahir para pedagang-pedagang tangguh yang akhirnya menyebar keberbagai daerah di nusantara. Maka dari itu, dalam salah satu visi dan misi Pemko Banjarmasin, hal yang ingin dicapai adalah mewujudkan kota ini sebagai kota perdagangan dan jasa dengan melahirkan pedagang-pedagang tangguh atau sosok pengusaha yang mempuni dibidangnya. Dikatakannya lagi, menciptakan wirausaha baru itu tidak semudah membalikan telapak tangan. Sebab, terangnya, berwirausaha itu adakalanya jatuh dan bangun. Tak sedikit para pengusaha yang kini sukses dahulunya memulai dengan jatuh bangun dibidang usahanya. “Jadi kami ingin melahirkan wirausaha baru berbasis UMKM, yang mensuport pariwisata, yang mensuport perdagangan lokal dan mensuport berbagai industri kreatif dengan cara melahirkan 500 orang pertahun,” jelasnya.
Sementara itu, MHM Official Sri Hidayah yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan menjelaskan tentang pentingnya keterlibatan para pemuda kota ini dalam mendongkrak nilai kepariwisataan. Menurutnya, anak muda yang memiliki motifasi yang berbeda dengan orang yang kebanyakan, sebenarnya motor penggerak kepariwisataan. Dan mencari motor penggerak nilai kepariwisataan dari anak-anak muda ini, ucapnya, sangat susah. “Karena merekalah yang bisa menghidupkan, yang bisa membawa anak-anak muda lainya untuk lebih produktif,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, H Ibnu Sina juga mensosialisasikan penggunaan tumbler dengan cara membagikan botol minuman tersebut kepada beberapa orang peserta yang dinilai aktif membuka diskusi.(humpro-bjm)

















BANJARMASIN – Setelah tujuh bulan menjabat sebagai Dandim 1007 Banjarmasin, Letkol Inf Nopid Arif resmi dilantik menduduki posisi baru sebagai Dandim di Kabupaten Malinau, Kaltim. Sebagai gantinya, mantan Atase Pertahanan (Athan) RI di Papua New Guinea (PNG), Kolonel Inf Anggara Sitompul dipercayakan menjabat sebagai Dandim 1007 Banjarmasin. Pisah sambut kedua perwira tersebut dilaksanakan di Ball Room Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Rabu (28/08).
Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina yang hadir bersama istri, Hj Siti Wasilah mengucapkan selamat datang di kota seribu sungai kepada Kolonel Inf Anggara Sitompul, dan selamat menjalankan tugas ditempat yang baru kepada Letkol Inf Nopid Arif. “Malam ini kita bersilaturahim sekaligus melaksanakan kegiatan pisah sambut, tentu ada yang datang dan pergi. Tapi dimana pun kita berada, mudah-mudahan pengabdian kita, kiprah kita untuk negara ini tetap menjadi garda terdepan,” ujarnya.
Ia berharap, Dandim 1007 Banjarmasin yang baru, bisa bersinergi dengan Pemko Banjarmasin dan jajaran Forkopimda Kota Banjarmasin. Sementara itu, Letkol Inf Nopid Arif dalam sambutannya mengatakan, waktu tujuh bulan yang dijalaninya selama bertugas di kota berjuluk seribu sungai, sangatlah singkat. Hal tersebut mengingat, masih ada beberapa rencana pekerjaan yang belum dilaksanakannya dalam rangka membantu Pemko Banjarmasin dalam menata dan membangun kota. Meski begitu, lanjutnya, rencana pekerjaan yang belum sempat dilaksanakannya itu tetap akan dilaksanakannya dilokasi tugas yang baru. “Di kepala saya ini masih ada beberapa rencana kegiatan untuk membantu Pemko Banjarmasin, namun belum sempat saya laksanakan. Tapi nanti rencana itu akan saya kerjakan ditempat tugas baru, untuk membantu pemerintah setempat membangun daerahnya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir seluruh jajaran Forkopimda Kota Banjarmasin, para kepala SKPD lingkup Pemko Banjarmasin, serta para perwira dan anggota TNI AD dari Kodim 1007 Banjarmasin.(humpro-bjm)

















Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.