September 2019


Dalam rangka memperingati harijadi Kota Banjarmasin yang ke 493, UMKM di Kawasan Wisata Kampung Hijau menggelar Lomba Memancing, Minggu (29/09).
Lomba yang dilaksanakan di Kawasan Wisata Kampung Hijau Sungai Bilu, Banjarmasin itu, diikuti sekira 191 orang peserta. Orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai itu berpesan kepada masyarakat Kota Banjarmasin agar selalu menjaga kebersihan di Kawasan Wisata Kampung Hijau dan destinasi wisata di Kota Banjarmasin. "Kita ingin agar sungai kita ini menjadi salah satu destinasi wisata berbasis sungai ke depan dan pian pian warga sungai bilu, warga kampung hijau sudah bisa merasakan banyaknya orang datang kesini, oleh karena itu ayo kita jadikan kampung kita ini kampung yang nyaman, aman dan sejuk, sudah bagus kampung hijau, tolong dijagakan pohon rambai itu jangan sampai ditebang, kalau bisa ditambah lagi," katanya.
Tahun depan, lanjutnya, karena banyaknya wisatawan yang datang ke Kampung Hijau, mudah-mudahan bisa dibangun dermaga yang lebih besar.(humpro-bjm)
















BANJARMASIN – Seribu lebih goweser dari berbagai club mengikuti Banjarmasin Night Ride 2019. Kegiatan yang mengambil start di Halaman Best Western (BW) Kindai Hotel Banjarmasin itu, diikuti juga oleh Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina beserta jajaran Pemko Banjarmasin. Acara Sabtu (28/09) malam sekira pukul 19.30 itu, merupakan salah satu bentuk partisipasi warga Kota Banjarmasin dalam memperingati Harijadi Kota Banjarmasin ke 493. Jarak yang ditempuh dalam kegiatan tersebut sekira 12 kilometer, dengan melintasi sekira 20 ruas jalan utama yang ada di kota berjuluk seribu sungai.
Sebelum kegiatan gowes dilaksanakan, pihak Best Western Kindai Hotel Banjarmasin bekerjasama dengan Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI), dan beberapa perusahaan yang ada di kota ini juga menggelar Festival Kampoeng Banjar. Kegiatan di lapangan terbuka di kawasan Komplek Dhama Praja, Kecamatan Banjarmasin Timur itu, selain menggelar stand kuliner dan otomotif, saat itu juga dilaksanakan demo memasak oleh gabungan para Chef tersebut. Menariknya, kuliner yang dipilih dalam kegiatan yang dibuka langsung oleh H Ibnu Sina itu adalah kuliner khas Banjar yakni Wadai Lempeng. Bedanya, bila kue lempeng yang biasa disajikan sore hari itu berbentuk kecil, maka saat itu Lempeng dimasak oleh para Chef Profesional itu ukurannya sangat besar atau dalam bahasanya Banjarnya disebut Ganal. Makanya, untuk lebih memudahkan penyebutannya, mereka menyebut dengan LeGa atau Lempeng Ganal. H Ibnu Sina saat pembukaan kegiatan menyatakan, peringatan Harijadi Kota Banjarmasin ke 493 tahun 2019 ini sangat berbeda dengan perigatan yang sama di tahun sebelumnya. Ia berharap, dengan adanya kegiatan tersebut akan menambah keakraban terutama dari pihak perhotelan yang ada di kota ini. “Saya merasa berbahagia sekali dan merasa punya teman, terutama teman dari perhotelan. Rangkaian Harijadi Kota Banjarmasin ini, semua berlomba-lomba memeriahkannya. Jadi saya merasa tahun ini menjadi berbeda ke 493,” ucapnya.
Mudah-mudahan, lanjutnya, dengan adanya berbagai kegiatan memeriahkan peringatan Harijadi Kota Banjarmasin ini, akan membawa dampak pada geliat ekonomi dan pariwisata di kota berjuluk seribu sunagi ini. “Insyaallah sampai akhir tahun banyak lagi event-event nasional yang akan dilaksanakan Banjarmasin, dan mudah-mudahan ini menjadi sebuah geliat ekonomi kota seribu sungai sekaligus geliat pariwisata di Kota Banjarmasin yang kita cintai,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam kegiatan yang dihadiri Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah, General Manager Best Western, Muhammad Nur Assiddiq, kegiatan gelar kampoeng Banjar dan Banjarmasin Night Ride 2019 merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan pihaknya untuk menyambut HUT Kota Banjarmasin ke 493. “Kegiatan ini hanya sebuah partisipasi kecil yang dapat kami lakukan untuk memeriahkan peringatan Harijadi Kota Banjarmasin ke 493,”katanya.(humpro-bjm)






























BANJARMASIN – Kota Banjarmasin terpilih menjadi kota pertama pelaksanaan simposium The 1st Borneo Neprology and Hypertension Update (BoNHU) 2019. Kegiatan yang diikuti para profesional kedokteran seluruh Kalimantan itu digelar sejak 27 hingga 29 September, di Ball Room Hotel Aria Barito Banjarmasin itu membahas dasar-dasar hemodialisis dan perawatan CAPD, termasuk kecukupan nutrisi dan uji keseimbangan peritoneal (PET). Sedangkan topik bahasan dalam simposiumnya meliputi, hipertensi, penyakit ginjal, nutrisi dalam CKD, anemia ginjal, glomerulopati, dan banyak lagi. Pembicara yang dihadirikan dalam kegiatan tersebut adalah para ahli nefrologi seluruh Indonesia seperti, dr Mohammad Rudiansyah M.Kes. Sp.PD.KGH. dr Enita Rakhmawati Kurniaatmaja, M.Sc. Sp.PD. H Sabirin, S.Kep.Ns., MM. H Asmadianor, S.Kep. Ns, M.Kes. dan Geisandra Astaqviani Putri, S.Kep, Ners. Panitia pelaksana kegiatan, dr Mohammad Rudiansyah M.Kes. Sp.PD.KGH menjelaskan, kegiatan The 1st Borneo Neprology and Hypertension Update (BoNHU) 2019 dilaksanakan dengan konsep berbeda dari kegiatan simposium lainnya. Dalam kegiatan ini, katanya, seluruh peserta tidak hanya mengikuti kegiatan seminar dan simposium semata, tetapi juga akan melaksanakan rangkaian lain yang masuk dalam kegiatan tersebut yakni kegiatan wisata. “Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan wisata ini akan dapat menambah jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Banjarmasin,” ujarnya, saat menyampaikan sambutannya dalam acara Dinner Gathering di Ball Room, Hotel Aria Barito Banjarmasin, Sabtu (28/09).
Sementara itu, dr Hj Siti Wasilah, M.Si, Med, dalam sambutannya menyatakan apresiasinya atas kegiatan yang telah dilaksanakan tersebut. Menurut istri Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina ini, rangkaian kegiatan wisata yang masuk dalam rangkaian simposium tersebut sangat membantu Pemko Banjarmasin dalam mempromosikan pariwisata yang ada di kota berjuluk seribu sungai ini. “Berbagai upaya dilakukan Pemko Banjarmasin untuk mengangkat kepariwisataan di kota ini, dan saya bersyukur karena dalam kegiatan ini ternyata sekaligus mengangkat potensi wisata dan budaya, jadi terima kasih kepada seluruh panitia yang telah kut mengembangkan potensi pariwisata di kota,” ucapnya.
Ia berharap, hasil dari kegiatan simposium tersebut nantinya dapat bermanfaat besar bagi kesehatan seluruh lapisan masyarakat Kota Banjarmasin dan Provinsi Kalsel. “Saya berharap dengan adanya perhatian dari para profesional kedokteran ini dapat bermanfaat besar bagi masyarakat di Kota Banjarmasin, khususnya Provinsi Kalsel. Mudah-mudahan acaranya sukses,dan tamu-tamu yang datang dikota ini mendapat kesan yang baik selama mereka berada di kota ini,” pungkasnya.
Kegiatan malam itu juga dirangkai dengan pertujukan kesenian tari dan paduan suara dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM).(humpro-bjm)










Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.