Juli 2019


BANJARMASIN – Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah membuka kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kearsipan di Lingkungan Instansi Pemerintah dan Swasta Kota Banjarmasin, yang dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Banjarmasin. Kegiatan yang bertempat di Aula Badan Kepegawaian Daerah, Balai Kota Banjarmasin itu, dilaksanakan selama dua hari, dimulai dari tanggal 30 sampai dengan 31 Juli 2019 dan diikuti sekira 110 peserta. Sebelum membuka kegiatan sosialisasi, Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah mengatakan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini, yaitu untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas petugas pengelola kearsipan sehingga dapat mengembangkan kemampuan dan pengelolaan kearsipan di lingkungan kerjanya. “Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas petugas pengelola kearsipan disetiap SKPD kecamatan dan kelurahan, maupun perusahaan daerah, serta bagi organisasi politik serta organisasi kemasyarakatan, yang terkait erat dengan administrasi kearsipan, sehingga juga dapat mengembangkan kemampuan dan pengelolaan kearsipan di lingkungan kerjanya masing-masing,” katanya, dalam menyampaikan sambutan, Selasa (30/07).

Program kearsipan menjadi sangat strategis, lanjutnya, karena itu Pemerintah Kota Banjarmasin sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan ia berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan menyeluruh, sehingga output kegiatan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peserta. Selain itu, ia juga berharap para peserta yang mengikuti sosialisasi dan bimbingan teknis pada hari ini, dapat menyimak dengan baik materi yang dipaparkan oleh narasumber. “Sehingga dapat mengelola arsip dengan baik mulai dari penyimpanan arsip sampai dengan pemusnahannya dan dapat mengurangi beban tempat penyimpanan dokumen, sehingga penatausahaan dokumen atau arsip dapat tercipta dengan tertib, rapi dan tertata,” harapnya.
Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis tersebut, Abdul Haris dari Arsip Nasional RI, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Banjarmasin H Akhmad Husaini.(humpro-bjm)












BANJARMASIN - Empat ratus dua orang anak usia 7 tahun hingga 15 tahun mengikuti Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) ke XI, tingkat Kota Banjarmasin. Kegiatan di Panggung Siring Balai Kota Banjarmasin itu, dilaksanakan dengan berbagai lomba kreatifitas. Kategori TKA, jenis kegiatan lombanya antara lain Tartil Alquran, Adzan dan Istiqomah, Nasyid Islami, Peragaan Solat, Cerdas Cermat Alquran, Mewarnai Gambar, Ceramah Agama Islam Bahasa Indonesia. Kategori TPA, lomba yang dipertandingkan terdiri dari, Tartil Alquran, Adzan dan Istiqomah, Nasyid Islami, Cerdas Cermat Alquran Menggambar, Ceramah Agama Islam Bahasa Indonesia, dan untuk kategori TQA lombanya adalah, Tilawatil Alquran, Tahfiz Juz’Amma, Cerdas Cermat Alquran, Kisah Islami, Kaligrafi dan Ceramah Agama Islam Bahasa Indonesia. Menurut Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, kegiatan FASI ke XI tingkat Kota Banjarmasin ini tidak hanya semata-mata lomba, tetapi ada hal yang lebih penting untuk diterapkan seluruh peserta FASI dalam kehidupan sehari-hari yakni, nilai persahabatan antar peserta. “Karena itulah saya sangat mengharapkan agar para peserta mengedepankan nilai-nilai kejujuran, sportivitas dan kebersamaan dalam berlomba,” ujarnya, saat menyampaikan arahannya, dalam pembukaan kegiatan tersebut, Selasa (30/07).
Kegiatan FASI ini, lanjutnya, juga bisa digunakan sebagai bahan evaluasi hasil pembinaan dan pelatihan yang telah dilakukan terhadap anak-anak. Dengan begitu, para Pembina dapat mengetahui perkembangan dan kekurangan yang telah dicapai anak didik, sehingga bisa segera ditingkatkan. Orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai ini pun berharap, peserta FASI XI dapat menampilkan kemampuan dan kreatifitas terbaik mereka dalam kegiatan tersebut. Camat Banjarmasin Selatan, Yusrin, dalam laporannya mengatakan, kegiatan FASI memiliki beberapa fungsi salah satunya, sebagai media untuk memperkokoh silaturahim fungsional dalam upaya menopang ukhuwah Islamiyah, terutama dikalangan pengurus LPPTKA BKPRMI, para pengelola, guru dan santri TK TP Alquran, dan Ta’iimui Quran Aulad, seluruh aktivitas BKPRMI dan seluruh komponen bangsa yang mencintai Alquran dan pemerhati serta menyayangi anak-anak. “Festival Anak Soleh Indonesia ini diselenggarakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, tingkat kota kabupaten, tingkat provinsi dan tingkat nasional,” ucapnya.(kominfo-bjm)






















BANJARMASIN - Bank Indonesia (BI) Kalsel memberikan lima rekomendasi konsep pengembangan pariwisata susur sungai di Kota Banjarmasin. Kelima konsep yang dipaparkan dalam kegiatan Pertemuan antara Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Koordinator Wilayah Kalimantan, Herawanto, itu terdiri dari, paket wisata dan kalender event membuat paket–paket wisata agar dapat ditawarkan secara resmi melalui tenant–tenant di Bandara maupun Pelabuhan, serta penawaran secara online, Senin (29/07).
Kalender Event yang berisikan event–event tahunan itu tidak terbatas hanya Banjarmasin dan Kalimantan Selatan, namun seluruh Kalimantan. Kemudian membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pariwisata. Perancangan satuan tugas perlu dilakukan untuk memayungi seluruh kegiatan pariwisata di Kalsel, yang beranggotakan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan dan Kota Banjarmasin, Angkasa Pura, ASDP, Pelindo, Dinas Perhubungan, dan Polair. Selanjutnya, integrasi lokasi antar wisata kegiatan antar daerah, baik melalui jalur darat, ataupun utamanya media sungai. Permutakhiran data, diperlukan pencatatan data secara berkala yang ditampung dalam suatu database, untuk dapat diakses oleh pihak–pihak berkepentingan, khususnya investor. Dan kerjasama serta promosi melakukan sinergi dengan dinas terkait seperti, Perbankan dan pihak ketiga lainnya, dalam pengembangan pariwisata yang infonya disalurkan melalui pemanfaatan media sosial, travel blogger, media digital lainnya serta optimalisasi Pokdarwis. Menanggapai hal tersebut, H Ibnu Sina menyatakan paparan yang diberikan pihak Bank Indonesia sudah sangat jelas, dan sangat berterima kasih atas masukan yang telah diberikan untuk pengembangan potensi pariwisata di Bumi Kayuh Baimbai. Terkait kalender event paket-paket wisata di kota berjuluk seribu sunga, ia kembali menjelaskan, di Kota Banjarmasin ada beberapa event wisata yang bisa dikunjungi wisatawan manca negara dan domestik salah satunya Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF). “BSF insyaallah tahun depan mudahan masuk dalam agenda event nasional, karena kita telah berjuang selama tiga tahun mewujudkan ini,” ujarnya.

Mengingat pengembangan potensi pariwisata ini sangat penting untuk dibenahi, maka ia mengajakseluruh komponen masyarakat Banjarmasin untuk bersama-sama melakukan pembenahan. Karena sebenaranya spirit kami adalah spirit kerjasama dan kolaborasi untuk mewujudkan kota Banjarmasin Kayuh Baimbai. Kayuh Baimbai itu gotong royong mendayung bersama, artinya ada kolaborasi di situ, termasuk juga mewujudkan Banjarmasin Baiman. Oleh karena itu, mari kita sama-sama mewujudkannya,” pungkasnya.(humpro-bjm)












BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina menginstruksikan jajaran Pemko Banjarmasin khususnya Dinas Sosial Kota Banjarmasin, selalu mencatat dan memasukan data masyarakat kategori kurang mampu yang ada di kota ini ke dalam database. Arahan tersebut disampaikan orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai saat kegiatan Rapat Koordinasi Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu, di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin. “Pastikan tidak ada satupun warga Kota Banjarmasin yang berdomisili di Kota Banjarmasin dan memang masuk kriteria kurang mampu tidak tercatat. Jadi pastikan semua terdata dengan baik, sehingga kita punya database yang bisa diakses kapan saja,” ujarnya, Senin (29/07).

Pemko Banjarmasin sangat peduli dengan keberadaan masyarakat kurang mampu, makanya selain selalu mendata, H Ibnu Sina juga ingin data tersebut masuk dalam berbagai aplikasi yang dimiliki Dinas Sosial Kota Banjarmasin dan terhubung dengan program smart city. Dengan begitu, data tersebut mudah dilihat dan terpantau selalu update. “Saya kira ada beberapa aplikasi di Dinas Sosial yang kemudian bisa disinergikan dengan program smart city kita, sehingga database tentang kemiskinan itu update terus,” katanya.
Dari informasi terhimpun, hingga akhir Bulan Juli 2019 ini, seluruh masyarakat kurang mampu yang berhasil didata Dinas Sosial Kota Banjarmasin tercatat sekira 41.044 jiwa. “Data terpadu penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu merupakan data yang dinamis, dan itu sangat berharga datanya. Oleh karena itu, mari kita optimalkan penanganannya, penggunaannya. Mudah-mudahan sinergitas dalam pemutakhiran data terpadu yang merupakan kunci mendapatkan hasil yang lebih baik, dapat lebih akurat,” katanya lagi. 
Dengan adanya kegiatan rapat koordinasi tersebut, pemimpin Bumi Kayuh Baimbai ini berharap angka kemiskinan, para penyandang masalah sosial, kelompok rentan di Kota Banjarmasin ini, semakin bertambah waktu kian berkurang. “Jangan sampai makin ke sini, makin banyak,” harapnya. 
Sementara itu, Kadis Sosial Kota Banjarmasin, Iwan Ristianto, dalam laporannya menerangkan, kebijakan Kementerian Sosial RI saat ini mengharuskan seluruh sasaran program penangangan fakir miskin dan orang tidak mampu khususnya bantuan dan jaminan sosial yang berasal dari dana APBN, wajib mengacu pada data terpadu. Hal ini, lanjutnya, sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 yang menyebutkan data terpadu merupakan acuan dalam penanganan fakir miskin. “Artinya terdaftarnya suatu rumah tangga miskin dalam data terpadu, merupakan tahap awal untuk bisa mengakses dan merasakan manfaat program penanganan kemiskinan,” ucapnya. 
Begitu strategisnya data terpadu ini, katanya lagi, maka validitas data harus selalu ditingkatkan melalui kegiatan pemutakhiran data secara berkala. Dan dalam pemutakhiran data terpadu ada beberapa kegiatan di dalamnya seperti, verifikasi, validasi data dan pelaksanaan musyawarah kelurahan. “Musyawarah kelurahan merupakan salah satu tahap krusial dalam pemutakhiran data terpadu, karena pada tahap inilah salah satu penentu siapa yang berhak terdaftar didata terpadu,” katanya. 
Kegiatan pemuktahiran data yang dirangkai dengan penyerahan prelist awal data terpadu kepada kelurahan itu, selain dihadiri Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah, juga dihadiri para Camat dan para Lurah se Kota Banjarmasin.(humpro-bjm)












Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.