Oktober 2020

 Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin dalam hal ini Bagian Hukum Setdako Banjarmasin menggelar sosialisasi Peraturan Walikota Banjarmasin no 68 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Sosialisasi tersebut dibuka langsung oleh PLT Walikota Banjarmasin, H Hermansyah yang juga sekaligus memimpin kegiatan itu dengan didampingi oleh Dandim 1007/Banjarmasin, Kolonel CZI M Leo Pola Ardiansa S SH, dan Wakapolresta Banjarmasin, AKBP Sabana Atmojo Sik. MH, serta Kepala Bagian Hukum Setdako Banjarmasin, DR H Lukman Fadlun SH.MH.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Kayuh Baimbai, Balaikota Banjarmasin pada Selasa (27/10/2020), Sosialisasi itu turut menghadirkan para peserta dari Majelis Ulama Jndonesia (MUI) setempat, pengelola tempat ibadah serta pengelola pasar di setiap Kelurahan maupun Kecamatan se Kota Banjarmasin.
Dalam sosialisasi itu, H Hermansyah mengungkapkan kabar gembira bagi seluruh warga kota Banjarmasin, dimana setelah melalui berbagai masa dan beragam cara yang dilakukan akhirnya berdasar data yang dimiliki Pemkot Banjarmasin, kota berjuluk Seribu Sungai itu terbebas dari zona merah Covid-19.
"Kabar gembira kita hari ini, saya mendengar data tadi, sesuai dengan target yang dicanangkan kemaren, target kita bulan Oktober akhir, zona merah sudah tidak ada lagi dan Alhamdulillah saya mendengar hari ini di Kelurahan Sungai Miai sudah zona hijau, jadi di Banjarmasin itu sudah tidak ada lagi zona merah," kata H Hermansyah.
Beliau menyebutkan hal tersebut tidak terlepas dari kerjasama antar sektor, baik dari Pemerintahan, Polisi, TNI dan masyarakat di Kota Banjarmasin, menurutnya sinergitas semua pihak diperlukan dalam penanganan pengendalian wabah Covid-19 yang tidak hanya melanda di Banjarmasin dalam hal ini Indonesia melainkan hingga ke berbagai belahan dunia.
"Ini adalah kerja keras kita semua dalam rangka melakukan penanganan Pandemi Covid-19 yang tidak hanya melanda kota Banjarmasin tapi hampir seluruh dunia, ini adalah berkat kerjasama kita, sinergitas semua pihak sehingga Banjarmasin dapat terlepas dari zona merah," beber H Hermansyah.
Adapun sosialisasi tersebut berjalan dengan lancar, dan diharapkan melalui kegiatan itu pula dapat memberi pemahaman kepada para pengelola fasilitas umum agar tetap senantiasa memperhatikan protokol kesehatan demi memutus mata rantai dan pengendalian Covid-19 di Kota Banjarmasin.




 Banjarmasin - Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Barenlitbangda) Kota Banjarmasin menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Teknoratik RPJMD Kota Banjarmasin Tahun 2021-2025 di BW Kindai Hotel Banjarmasin Timur pada Senin 26/10/2020.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh PLT Walikota Banjarmasin, H Hermansyah itu digelar selama dua hari, dimana seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin dibagi menjadi dua sesi, yang pertama pada hari ini dan sesi kedua akan digelar pada keesokan harinya.
Kepala Barenlitbangda Kota Banjarmasin, Sugito mengungkapkan sesuai dengan Permendagri no 86 tahun 2017, setiap Pemerintah Daerah yang wilayahnya akan melaksanakan Pilkada wajib menggelar FGD Rancangan Teknoratik RPJMD demi menggali potensi permasalahan dan antisipasi untuk 5 tahun kedepan.
"Itu diwajibkan dan kita sudah memulai, dalam bentuk FGD untuk menghasilkan suatu dokumen teknoratik, dokumen ini dalam rangka menggali potensi dan antisipasi pembangunan 5 tahun kedepan," bebernya.
Sugito menjelaskan dokumen teknoratik itu pun nantinya akan menjadi dasar untuk para Kepala Daerah yang akan terpilih tahun depan, prosesnya nanti meliputi penggabungan visi-misi yang bersangkutan dengan dokumen yang sudah dibahas dalam FGD kali ini.
"Hari ini titik awal, dimana suatu dokumen yang dihasilkan hari ini akan disandingkan dengan visi-misi Kepala Daerah nantinya," jelas Sugito.




 BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin melepas keberangkatan kontingen atlet pencak silat yang tergabung Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI) Kota Banjarmasin, untuk bergabung dalam tim Pemusatan Pelatihan Nasional (PELATNAS).

Pelepasan 12 orang rombongan kontingen yang terdiri dari atlet, official dan pelatih itu, dilakukan langsung Plt Walikota Banjarmasin H Hermansyah, di Lobby Balai Kota Banjarmasin, Senin (19/10)
Menurut H Hermansyah, atlet pencak silat yang dikirim tersebut nantinya akan menjalani pelatihan di kawasan Jakarta dan Bogor.
Mereka yang dikirim itu, merupakan atlet berprestasi yang telah memenangkan kejuaraan dalam pertandingan di Kalimantan Timur beberapa waktu lalu.
Kegiatan Pelatnas tersebut, jelasnya, sebagai upaya pembinaan terpusat terhadap seluruh atlet Indonesia yang akan mengikuti pertandingan di di Kota Lisbon, Fortugal.
Memang, katanya, mestinya para atlet tersebut telah berlaga dikejuaran internasional di Fortugal sekira Bulan Oktober 2020 ini.
Namun mengingat saat ini sedang terjadi wabah penyebaran virus Covid-19, maka pelaksanaan pertandingan di Fortugal ditunda sampai Bulan Juni 2021. “Kami tetap mendorong para atlet, tetap mensuport mereka untuk berlatih, walaupun kemaren tertunda, tetapi mereka harus tetap semangat dan alhamdulillah terpanggillah mereka untuk mengadakan Pelatnas di Jakarta dan Bogor, untuk persiapan nanti pertandingan di Portugal Kota Lisbon,” ujarnya.
Mengingat event yang akan diikuti para atlet kota berjuluk seribu sungai ini merupakan ajang bergengsi, maka ia berharap para atlet selain berusaha maksimal untuk mendapatkan yang terbaik, juga diharapkan bisa membawa olahraga pencak silat khususnya silat kuntaw yang merupakan kebudayaan asli Indonesia (kebudayaan daerah Kalsel-red) ini agar lebih dikenal dunia internasional.
Keikutsertaan para atlet pencak silat kuntaw dalam event bergensi ini, merupakan sebuah moment bersejarah bagi perkembangan olahraga itu sendiri. Sebab, selama ini, olahraga tersebut hanya dikenal di Provinsi Kalsel saja.
Karena itu, dengan keikutsertaan dalam event ini diharapkan olahraga kuntaw benar-benar dapat dikenal masyarakat dunia.
Harapan lain yang disampaikannya dalam kesempatan tersebut agar saat bertanding bisa memaksimalkan kemampuannya, sehingga bisa mendapatkan hasil yang diinginkan. “Kita berharap mereka minimalnya bisa mendapatkan mendali perak. Kepada Pemerintah khususnya Dispora, kemudian juga Koni dan Formi, diharapkan selalu memberikan support dan pembinaan masksimal dalam berlatih, sehingga saat bertanding para atlet benar-benar merasa mendapat dorongan dan dukungan semua pihak,” pungkasnya.







 Banjarmasin - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin membangun dua buah shelter air atau halte di dua titik lokasi sungai di Banjarmasin, pembangunan shelter ini diklaim untuk mendukung sarana pariwisata berbasis sungai di Kota berjuluk Seribu Sungai itu.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dishub Kota Banjarmasin, Erwin Rifansyah menyebut dua buah shelter yang dibangun pihaknya itu masing-masing berada di Kelurahan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur dan Kelurahan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara. "Keduanya dibangun pada awal September kemarin," ucapnya pada Senin (19/10).
Erwin menjelaskan pembangunan shelter air yang berada di Kelurahan Sungai Lulut berbentuk huruf T itu menggunakan dana dari APBD Kota Banjarmasin sebesar Rp 197.238 Juta. Sementara shelter air di Kelurahan Sungai Jingah dibangun dengan bentuk L dengan anggaran sebesar Rp 195.693 Juta.
Lebih lanjut Erwin mengungkapkan kedua bangunan yang saat ini tengah dalam masa pengerjaan itu bukan bangunan liar. Namun itu merupakan bangunan milik pemko yang dibuat untuk membuat nyaman warga pengguna alat transportasi air.
"Nanti warga yang menggunakan perahu atau kelotok yang berjualan di sekitar pasar sungai lulut bisa dengan nyaman menyandarkan kelotoknya di sana," bebernya.
Beliau menambahkan, kedua shelter nanti disana akan dijadikan salah satu dermaga kelotok wisata yang membawa para wisatawan menyusuri sungai di Kota Banjarmasin dan ke Pasar Terapung. Begitu juga untuk shelter air yang ada di Kelurahan Sungai Jingah.
"Dishub akan bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin agar bisa memaksimalkan fungsi dari fasilitas umum milik Pemerintah Kota Seribu Sungai ini," terangnya.
Pihaknya menargetkan kedua proyek pembangunan shelter air tersebut bisa selesai sebelum tanggal 1 Desember 2020. "Jika sudah selesai, nantinya akan kita koordinasikan kepada pihak kecamatan dan keluruhan setempat untuk mengelola dan merawat shelter air itu. Seperti pengelolaan parkir dan lain sebagainya," pungkasnya.





 Banjarmasin - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin mengumpulkan seluruh pedagang Pasar Sudimampir Baru yang memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) di ruang rapat Kantor Bidang Pasar beberapa waktu yang lalu.

Dalam kegiatan tersebut, para pedagang Pasar Sudimampir Baru dipinta untuk menyerahkan lembar fotocopy SHGB kepada pihak Disperdagin Banjarmasin demi kepentingan administrasi dan hal hal lain kedepannya berkaitan dengan sertifikat itu.
"Alhamdulillah kawan-kawan Pengurus Aliansi Pedagang Pasar Sudimampir Baru didampingi Perwakilan Pedagang blok Sudimampir Baru menghadiri undangan rapat di ruangan rapat Kantor Bidang kami," kata Kabid Peningkatan Sarana Distribusi Perdagangan dan Pasar, Disperdagin Banjarmasin, Ichrom Muftezar, Senin (11/10).
Pria yang akrab disapa Tezar ini menyampaikan permintaan agar seluruh FC SHGB dapat disampaikan kepada Disperdagin, sehingga dapat dipetakan SHGB yang masih hidup maupun yang sudah mati untuk berbagai kepentingan kedepannya.
Ia turut menyampaikan ucapan terimakasih kepada sejumlah pedagang yang telah bersedia hadir dalam kegiatan dan menyepakati menyerahkan lembar fotocopy SHGB tersebut kepada pihak Disperdagin, "Terima kasih kawan-kawan pedagang yang sudah menyepakati kegiatan ini," tutupnya.



 Banjarmasin - Kepala Bidang Pengawasan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Wahyu Hadi Cahyono mengunjungi Perusahaan Daerah Pengolah Air Limbah (PD PAL) Kota Banjarmasin, dalam kunjungan tersebut terlihat jelas beragam inovasi dilakukan pihak PD PAL demi kenyamanan warga dan pelanggan.

Disamping inovasi pelayanan, bahkan PD PAL tampak melakukan inovasi pada tampilan kantor mereka, dimana bagian depan dibuat sedemikian rupa menjadi taman yang hijau, elok dan asri, menggambarkan kelestarian alam terjaga dan terawat dengan baik.
Bahkan Wahyu dalam kesempatan itu turut menandatangani komitmen bersama untuk menjaga dan melestarikan alam bersama stakeholder terkait dan volunter yang bergerak dibidang lingkungan dan alam pada Kamis 15/10/2020.
"Alhamdulillah, Bisa mengunjungi PD. PAL kota Banjarmasin dengan wajah baru. Sepintas bukan merupakan Perusahaan Pengolahan Air Limbah. Tempatnya yg asri dan teduh, Bisa digunakan publik untuk pertemuan dan diskusi," kata Wahyu
Beliau mengaku salut untuk para petinggi PD PAL hingga jajarannya yang dipimpin oleh Rahmatullah,"semoga masyarakat kota Banjarmasin dapat memanfaatkan keberadaan PD. PAL kota Banjarmasin dengan baik," ujarnya.
Ditambahkannya keberadaan PD PAL juga fungsi utamanya agar lingkungan terutama daerah sungai sungai yang terdapat di Kota Banjarmasin tidak menjadi comberan atau kotoran yang beresiko terhadap rusaknya lingkungan itu sendiri.






 Banjarmasin - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Banjarmasin menggelar pendataan pengurangan penggunaan kantong plastik di sejumlah tempat setiap Kecamatan. Pendataan ini tidak hanya dilakukan pada ritel berskala besar namun juga dilakukan terhadap kios-kios dan warung kecil.

Kepala Bidang Tata Lingkungan (DLH) Banjarmasin, Dwi Naniek M. MT mengungkapkan pendataan pengurangan kantong plastik tersebut merupakan kegiatan yang rutin dilaksanalan oleh DLH Banjarmasin setiap tahunnya.
"Setiap tahun , ini kerjaan rutin DLH Banjarmasin untuk mendata sejauh mana pengurangan penggunaan kantong plastik itu berjalan," katanya usai melakukan pendataan di DutaMall Banjarmasin, Kamis 16|10|2020.
Naniek begitu sapaan akrabnya menyebutkan selalu terjadi peningkatan setiap tahunnya terhadap kebijakan yang diatur dalam Perwali nomer 18 tahun 2016 itu. Ia membeberkan per September tahun 2020 dari data yang diperoleh didapat sebanyak 341 ritel modern dan 9 pasar tradisional sudah menerapkan pengurangan penggunaan kantong plastik lagi.
Jika dilihat dari tahun sebelumnya, data ini terus menunjukkan angka peningkatan, jika ditahun awal diberlakukan Perwali itu yakni tahun 2016 terdapat 92 ritel modern yang menerapkan, tahun berikutnya 2017 meningkat menjadi 102 ritel modern yang menerapkan pengurangan penggunaan kantong plastik.
Masih sama dengan tahun sebelumnya terdapat peningkatan 10 ritel, tahun 2018 ada 112 ritel modern yang menerapkan, namun turut dilengkapi oleh pasar tradisional dengan jumlah 3 pasar. Adapun tahun 2019 itu terjadi peningkatan yang sangat signifikan yakni 220 ritel modern dan 6 pasar menerapkan belied tersebut.
Naniek menambahkan dalam pendataan kali ini pihaknya membagi tim sejumlah 7 tim dan menyebar di setiap kecamatan, Ia berharap setiap tahunnya selalu terjadi peningkatan terhadap kepatuhan Perwali no 18 tahun 2016 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik tersebut.






 BANJARMASIN - Mahasiswa asal kota berjuluk seribu sungai yang menetap di asrama mahasiswa Putri Galuh milik Pemko Banjarmasin di Kota Jogyakarta Provinsi Jateng, hari Kamis (15/10) mendapat kunjungan tamu istimewa.

Saat itu, Plt Walikota Banjarmasin H Hermansyah bersama beberapa orang pejabat lingkup Pemko Banjarmasin terlihat berkunjung ke asrama yang terlatk di kawasan JalaJalan Weling I, Bantul, Yogyakarta, Provinsi Jateng.
Kedatangan mereka, selain untuk melihat langsung keberadaan para mahasiswa tersebut, juga untuk melihat pengerjaan rehabilitas fisik gedung asrama tersebut.
Rehabilitas gedung asrama tersebut dilaksanakan Pemko Banjarmasin mengingat ada beberapa bagian bangunan yang rusak, akibat gempa bumi yang terjadi di Kota Jogyakarta beberapa waktu lalu.
Beberapa bagian bangunan fisik yang direhabilitasi itu di antaranya seperti tangga, plafon, lantai, atas, dan dinding dengan total anggaran sekira Rp150 juta.
“Kita kuatir apabila dibiarkan bangunan yang rusak itu, nantinya akan bertambah parah kerusakannya. Jadi kami lakukan rehabilitasi, sehingga para mahasiswa yang tinggal di asrama ini dapat tenang menjalani proses belajar,” ujar H Hermansyah.
Selain melihat langsung proses rehabilitasi bangunan tersebut, dalam kesempatan tersebut H Hermansyah juga menyerahkan beberapa fasilitas penunjang kegiatan belajar yang dapat digunakan para kaum inteletual Bumi Kayuh Baimbai seperti, peralatan computer beserta printer, proyektor, lemari dan beberapa peralatan penunjang kegiatan penghuni asrama
H Hermansyah berharap, dengan diberikan beberapa fasilitas penunjang kegiatan belajar itu, para mahasiswa dapat memanfaatkannya dengan maksimal, sehingga proses belajar dapat terselesaikan di kota tersebut dapat tercapai sesuai target. “Kita memberikan juga fasilitas untuk menunjang proses belajar mahasiswa. Mudah-mudahan dapat digunakan secara maksimal dan bermanfaat. Jadi tolong dipelihara dengan baik," pungkasnya.
Dari informasi terhimpun, gempa yang merusakan bangunan asrama tersebut terjadi sekira akhir tahun 2019 lalu. Penganggaran untuk rehabilitasi fasilitas yang rusak pun langsung dilakukan Pemko Banjarmasin melalu APBD Kota Banjarmasin tahun 2020.
Namun, lantaran terjadi wabah penyebaran virus Covid-19, pengerjaan rehabilitasnya terpaksa baru dapat dilaksanakan di Bulan Oktober ini.








 BANJARMASIN – Setelah melalui tahapan penilaian kelengkapan substansi dan tahapan evaluasi atau penilaian kesesuaian konteks pada substansi, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Banjarmasin mendapat rekomendasi dari Gubernur Kalimantan Selatan.

Hal tersebut diketahui, setelah Plt Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Resnawan mengungkapkan dalam rapat bersama Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Provinsi Kalimantan Selatan dan Kota Banjarmasin. “Pagi ini sesuai dengan jadwal kita bisa mengadakan pertemuan dalam rangka rapat Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) untuk memberikan rekomendasi gubernur tentang Revisi RTRW Kota Banjarmasin,” katanya, Rabu (14/10).
Untuk memberikan rekomendasi tersebut, H Rudy Resnawan mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah melaksanakan beberapa rapat teknis Bersama TKPRD Provinsi Kalimantan Selatan. “Salah satunya adalah rapat melakukan evaluasi terhadap produk rencana tata ruang, meliputi evaluasi teknis, naskah rancangan peraturan daerah dan peta,” lanjutnya.
Dengan didapatnya rekomendasi dari Gubernur, RTRW Kota Banjarmasin telah melengkapi satu persyaratan administrasi untuk pemberian substansi produk Rencana Tata Ruang (RTR).
Plt Walikota Banjarmasin H Hermansyah yang juga mengikuti rapat yang dilaksanakan di Aula Utama Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan itu, menyampaikan bahwa setelah mendapat rekomendasi dari Gubernur, akan diserahkan ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, untuk mendapat persetujuan untuk dijadikan Perda. “Mudah-mudahan setelah mendapat rekomendasi dari gubernur ini kami akan bawa nanti ke Kementerian ATR, setelah itu nanti dibawa lagi ke DPRD untuk disahkan menjadi Perda RTRW Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Kemudian, H Hermansyah berharap, RTRW tersebut bisa menjadi suatu produk hukum yang menjadi acuan pembangunan Kota Banjarmasin untuk mengembalikan jalur hijau yang telah berkurang. “Ini menjadi satu produk hukum acuan pembangunan kami dalam menetapkan wilayah-wilayah, termasuk juga banyaknya berkurang jalur hijau sekarang hampir pembangunan perumahan tergerus oleh tata ruang kita,” pungkasnya.





 Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar rapat kordinasi penyelesaian perjanjian kerjasama (PKS) Pasar Sudirapi yang terletak di Kecamatan Banjarmasin Tengah bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di Ruang Berintegritas, Balaikota Banjarmasin, Senin 12/10/2020.

Rapat tersebut dipimpin oleh PLT Walikota Banjarmasin, H Hermansyah, didampingi Asisten III Setdako Ahmad Noor Djaya. Kegiatan itu dihadiri oleh perwakilan dari Inspektorat, Disperdagin, Bakeuda, Disperkim, Dinas PUPR, Bagian Hukum, Bagian Pemerintahan serta Camat dan Lurah setempat.
PLT Walikota Banjarmasin, H Hermansyah menegaskan hal hal terkait perjanjian kerjasama pada lahan maupun bangunan di pasar tersebut mesti dicarikan solusi agar terselesaikan semua ketentuan ketentuan yang mengikat antara pemerintah dan pedagang.
"Ini harus kita selesaikan, harus kita carikan solusinya, jangan sampai persoalan persoalan ini kan ketika kami nanti habis masa jabatan, kawan kawan juga memasuki masa pensiun, ini meninggalkan masalah," kata H Hermansyah.
Beliau berharap soal perjanjian kerjasama ini bisa dicarikan penyelesaian dan solusinya dengan sebaik-baiknya, H Hermansyah juga optimis dengan diselesaikan perjanjian kerjasama nanti dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kota Banjarmasin.
"Bagaimana nanti di pasar ini juga dapat meningkatkan PAD kita, kemudian juga aset aset kita ketika pemeriksaan oleh BPK itu nanti jelas juga," pungkasnya.







 Banjarmasin - Guna meningkatkan kemampuan atau soft skill dalam menunjang Wira Usaha Baru (WUB) di Kota Baiman ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin menggelar pelatihan Kewirausahaan di bidang pariwisata.

Bertempat di SMK Bina Banua, Kecamatan Banjarmasin Timur, pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 8 sampai dengan 10 Oktober 2020 ini diikuti oleh 7 peserta dari komunitas Craft atau kerajinan tangan yang ada di kota dengan julukan Kota Seribu Sungai ini.
Kasi Informasi dan Teknologi Bidang SDM, Disbudpar Kota Banjarmasin, Firmansyah menjelaskan, bahwa tujuan dari pelatihan tersebut tidak lain adalah agar menciptakan peluang bagi masyarakat untuk membuka Wira Usaha Baru di bidang kepariwisataan.
"Kita menargetkan sebanyak 75 WUB di setiap tahunnya," ungkapnya.
Di tahun 2020 ini, ia melanjutkan, pihaknya telah mambangun 37 WUB yang berada di bawah bimbingan Disbudpar.
"Kalau binaan dinas Kebudayaan dan pariwisata dari 2016 sampai dengan 2019 adalah sebanyak 265 WUB yang tercipta," bebernya.
Sebelumnya, program Disbudpar yang berasal dari Dana Insentif Daerah ini juga telah mengadakan pelatihan foto cerita (story Telling) di digital borneo selama 3 hari pada tanggal 5 sampai dengan 7 Oktober 2020.
"Di pelatihan ini ada 10 peserta WUB yang kita bimbing untuk bisa berkembang," ujar pria dengan sapaan Firman ini.
Oleh karena itu, Firman berharap, dengan diberikannya pelatihan tersebut, seluruh peserta yang sudah diberi pembekalan oleh Disbudpar dalam mewujudkan WUB yang berkualitas ini bisa bertahan dan mampu meningkatkan taraf perekonomian keluarga.
"Selain itu, juga bisa memajukan nilai dari aspek pariwisata yang ada di Kota Banjarmasin," tutupnya.







Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.