September 2018

BANJARMASIN – Kehadiran Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina di Negara Jepang tak hanya sekedar memenuhi undangan dari Institute of Global Environmental Strategis (IGES).
Tetapi ia juga melakukan study tentang kota berwawasan lingkungan berkelanjutan di Kota Komoro. Bersama Mr Nobutoshi Miyoshi (policy advisor dari IGES Jepang), kedatangan Walikota Banjarmasin disambut langsung oleh Walikota Komoro City, Mr Toshihiro Koizumi, yang kemudian mengapresiasinya dengan mempresentasikan bagaimana ia bersama-sama aparaturnya melakukan pengelolaan kota dengan konsep berwawasan lingkungan berkelanjutan, hingga Kota Komoro yang dikenal memiliki penggunungan yang indah, dapat terjaga kelestarian alamnya. “Kami bersama rombongan IGES diterima Mr Toshihiro Koizumi Walikota Komoro City, Nagano Prefecture Central Japan, di sana kami melaksanakan studi pengelolaan lingkungan,” ujar H Ibnu Sina.
Salah satu konsep pengelolaan kota berwawasan lingkungan berkelanjutan yang dilakukan Walikota Komoro adalah dengan membuat program energi terbarukan (Renewable energy) berasal dari biomas kayu pinus dan solar cell.
Kedua energi tersebut menghasilkan energi listrik yang kemudian digunakan untuk beragam kegiatan diantaranya, sebagai power suplly untuk sekolah-sekolah dan faslitas pelayanan umum lainnya.
Untuk diketahui, Kota Komoro dikenal kota pegunungan yang sangat indah (scenic beauty-red), selain itu di kota tersebut juga terdapat sungai pegunungan yang sangat bersih yakni Sungai Chikumagama.
Tak hanya itu, di Kota Komoro tersebut juga terdapat gunung berapi terbesar dan paling aktif di negara yang terkenal dengan Bunga Sakura yakni Gunung Asamayama dengan tinggi sekira 2.568 meter di atas permukaan laut.
Diakhir sesi presentasi, Walikota Banjarmasin menyerahkan kenang-kenangan kain sasirangan khas banjar kepada Mr Toshihiro Koizumi Walikota Komoro City.
Sekedar mengingatkan, H Ibnu Sina berkunjung ke Kota Nagano, Jepang dalam rangka undangan dari Institute of Global Environmental Strategis (IGES) atau Institut Strategi Lingkungan Global, untuk mengikuti Program Pencalonan Kota Percontohan dalam pengembangan Program Kota berwawasan lingkungan berkelanjutan tingkat ASEAN.
Disana, Walikota Banjarmasin mempresentasikan keberhasilan Pemko Banjarmasin, dalam menerapkan Perwali Nomor 18 Tahun 2016 tentang Larangan Penggunaan Kantong Plastik Bagi Ritel dan Toko Modern serta program Bank Sampah yang kini telah mencapai ratusan unit.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kota Tokyo dan Kota Nagono, Negara Jepang pada tanggal 26 sampai 28 September 2018.
Bila terpilih masuk dalam kota percontohan, IGES akan mengucurkan dana hibah sekira USD 40.000 untuk kegiatan project tersebut, dalam jangka waktu dua tahun.
Program IGES, merupakan program lanjutan kegiatan Asean ESC Model Cities yang telah diikuti Kota Banjarmasin beberapa waktu lalu.
Dengan mengikuti program ini, diharapkan Kota Banjarmasin ke depannya dapat lebih mengembang kegiatan yang telah dilasanakan pada program model cities, dan menjadi panutan bagi kota lain
Untuk ketahui, IGES dibentuk untuk mencapai paradigma baru dalam peradaban dan melakukan pengembangan kebijakan inovatif serta penelitian strategis dan tindakan lingkungan, yang mencerminkan hasil penelitian untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik dan global.(humpro-bjm)









SINGKAWANG - 9 Walikota Se-Kalimantan berkumpul di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, dalam rangka Rapat Kerja Ke-4 Komwil V Apeksi Regional Kalimantan Tahun 2018. Selain Rombongan Pemerintah Kota Banjarmasin yang dipimpin Wakil Walikota H Hermansyah, tampak pula berhadir Walikota Balikpapan yang juga Wakil Ketua Apeksi Pusat Bidang Ekonomi dan Keuangan Rizal Effendi. Walikota Bontang yang juga sebagai Wakil Ketua Komwil V Apeksi Regional Kalimantan Neni Moerniaeni, Walikota Tarakan, Walikota Banjarbaru, Walikota Balikpapan, Walikota Pontianak, Wakil Walikota Palangkaraya, Asisten I Pemko Samarinda, serta Walikota Singkawang beserta jajaran selaku tuan rumah. (26/09). Adapun rapat kerja yang berlangsung di Dayang Resort Singkawang, Jalan Raya Sedau mengangkat tema "Penguatan Sektor Pariwisata Melalui Kerjasama Daerah".

Walikota Balikpapan yang juga Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan Rizal Effendi, disela-sela pembukaan rapat kerja mengungkapkan, tema rapat kerja kali ini berkaitan erat dengan kondisi ekonomi Indonesia sekarang, dimana pemerintah melakukan berbagai upaya, salah satunya menguatkan nilai rupiah dengan menggenjot pariwisata lokal "dengan meningkatkan pariwisata di indonesia akan mendatangkan banyak wisatawan mancanegara, agar banyak dollar masuk ke indonesia. Pemerintah juga menghimbau agar warga indonesia tidak bepergian keluar negeri jika tidak terpaksa" ujarnya. Rizal menambahkan, Kalimantan adalah pulau yang memiliki banyak kekayaan alam yang berpotensi meningkatkan kepariwisataan, namun masih belum dikelola dan digali dengan baik "sudah lama kalimantan mabuk dengan sumber daya alam, kita menggerus kekayaan alam seperti gas, batu bara, kayu, padahal sumber daya ini akan habis. Jadi sudah saatnya kita mulai menggarap keindahan alam kita untuk sektor pariwisata, Kita coba kembangkan Green Tourisme"ujarnya menambahkan.

Senada dengan Rizal, Wakil Walikota H. Hermasnyah mengakui kepariwisataan memiliki potensi yang tak kalah besar dalam penerimaan Penerimaan Asli Daerah. Terbukti di Banjarmasin yang tidak memiliki sumber daya alam seperti batu bara atau gas, mengandalkan sektor pariwisata sebagai salah satu pendapatan daerah "Banjarmasin yang berjuluk Kota Seribu Sungai telah lama menjadi magnet wisatawan baik lokal maupun mamcanegara. Oleh karena itu Pemerintah Kota konsisten dalam pengembangannya, restorasi bantaran sungai hingga konsep Wisata Susur Sungai yang tak kalah menarik seperti di negara luar sana" ungkapnya. 

Melalui Rakernas kali ini H Hermansyah berharap akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis yang selanjutnya akan dibawa pada Rapat Kerja Nasional Apeksi di Kota Palu Tahun 2019 mendatang. (humpro-bjm) 




 

Wakil ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Fatimah saat berada di pembukaan Indonesia Property Expo-Jakarta Convention Center yang di laksanakan, Rabu (26/9) kemarin. Dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Fatimah bertemu dengan ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Hj Raudatul Jannah dan Isteri dari Gubernur DKI Jakarta Fery Farhati Ganis di Stand Dekranasda Kota Banjarmsin di Jakarta Convention Center, Jakarta.








BANJARMASIN -  Tahun 2018 ini, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Badan Keuangan Daerah Kota Banjarmasin kembali memberikan Penghargaan kepada Wajib Pajak Terbaik dari beberapa kategori, yaitu, Pajak Restoran, Hotel, Hiburan, dan Pajak BPHTB Wilayah Kota Banjarmasin, namun tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, Kelurahan pun mendapatkan penghargaan atas ketaatan dan kepatuhan warganya dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Kamis (27/09). 

Bertempat di halaman Kantor Badan Keuangan Daerah Kota Banjarmasin, Jl. Pramuka Banjarmasin, acara tersebut terbilang sederhana, namun sangat bermakna, dibuka langsung oleh Kepala Badan Keuangan Daerah H Subhan Nor Yaumil, sekaligus memberikan sambutan dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya, dan ucapan terima kasih kepada Wajib Pajak Terbaik memiliki kepatuhan dan ketaatannya membayar Pajak Daerah, karena Pajak Daerah itu seutuhnya untuk membangun Kota Banjarmasin yang Baiman, penilaian Terbaik ini dari ketepatan waktu pembayaran, dan ketaatan serta kepatuhannya dalam pemenuhan kewajiban perpajakan daerah. Dan tambahnya, tahun ini juga berbeda dengan tahun sebelumnya, Kelurahan pun mendapatkan penghargaan atas ketaatan dan kepatuhan warganya yang tinggi membayar PBB, selamat kepada Wajib Pajak, Notaris, dan Kelurahan Terbaik, semoga ditahun mendatang dapat mempertahankan, dan meningkatkan kepatuhan dan ketaatan pembayaran pajak daerah, dan juga untuk memotivasi seluruh Wajib Pajak Daerah lainnya." Para Wajib Pajak Daerah berhak mendapatkan hadiah berupa sepeda, yang diserahkan langsung H Subhan Nor Yaumil. 

Tujuan dari penghargaan ini adalah mengapresiasi dan memotivasi kepada Wajib Pajak Daerah di Kota Banjarmasin untuk meningkatkan kepatuhan dan ketaatan dalam pemenuhan kewajiban pembayaran pajak daerah, dengan tepat waktu dan tepat nilai. Dan tujuan akhir ini adalah dengan membayar pajak daerah untuk membangun Kota Banjarmasin. Awasi penggunaannya untuk pembangunan Kota Banjarmasin yang mana Pajak Daerah, digunakan untuk perbaikan infrastruktur dan jalan, penerangan jalan umum, dan banyak lagi untuk kemashlahatan warganya.

Berikut daftar Wajib Pajak Daerah Terbaik. Untuk kategori Pajak Restoran, yaitu Terbaik Pertama KFC Duta Mall, Terbaik Kedua Pizza Hut, Terbaik Ketiga Texas Fried Chicken. Kategori Pajak Hotel, Terbaik Pertama Mercure Hotel, Terbaik Kedua Swiss Belhotel-Borneo, dan Terbaik Ketiga POP Hotel. Kategori Pajak Hiburan, Terbaik Pertama Studio XXI Duta Mall, Terbaik Kedua Armani Karaoke, dan Terbaik Ketiga Grand Palace (Kharisma Inti Mitra). Selanjutnya untuk Terbaik Pajak BPHTB, Terbaik Pertama diraih Muhammad Faried Zain SH, Terbaik Kedua Linda Kenari SH MH, dan Terbaik Ketiga Robensjah Sjahran SH MH. Untuk Kategori Pajak Bumi dan Bangunan, Terbaik Pertama Kelurahan Karang Mekar, Terbaik Kedua Kelurahan Belitung Selatan, dan Terbaik Ketiga diterima Kelurahan Telaga Biru. (humpro-bjm)





 

BANJARMASIN – Institute of Global Environmental Strategis (IGES) atau Institut Strategi Lingkungan Global, akhirnya mulai melirik Kota Banjarmasin sebagai kota yang menerapkan sistem pembangunan berbasis lingkungan
Karena itu, IGES mengundang Kota Banjarmasin mengikuti Program Pencalonan Kota Percontohan dalam pengembangan Program Kota Berkelanjutan Lingkungan, tingkat Asean.
Dan IGES akan mengucurkan dana hibah sekira USD 40.000 untuk kegiatan project tersebut, dalam jangka waktu dua tahun.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kota Tokyo dan Kota Nagono, Negara Jepang pada tanggal 26 sampai 28 September 2018.
Disana, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina akan mempresentasikan keberhasilan Pemko Banjarmasin, dalam menerapkan Perwali Nomor 18 Tahun 2016 tentang Larangan Penggunaan Kantong Plastik Bagi Ritel dan Toko Modern.
Program IGES, merupakan program lanjutan kegiatan Asean ESC Model Cities yang telah diikuti Kota Banjarmasin beberapa waktu lalu.
Dengan mengikuti program ini, diharapkan Kota Banjarmasin ke depannya dapat lebih mengembang kegiatan yang telah dilasanakan pada program model cites, dan menjadi panutan bagi kota lain .
Untuk ketahui, IGES dibentuk untuk mencapai paradigma baru dalam peradaban dan melakukan pengembangan kebijakan inovatif serta penelitian strategis dan tindakan lingkungan, yang mencerminkan hasil penelitian untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik dan global.(humpro-bjm)






BANJARMASIN - Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina melepas keberangkatan Kirab Satu Negeri di kawasan Siring Patung Bekatan, Kota Banjarmasin, Selasa (25/09). Kegiatan dilakukan dengan menyusuri Sungai Martapura dan mengunjungi beberapa tepat bersejarah yang ada di kota ini. H Ibnu Sina mengatakan, dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat lebih menjalin rasa persatuan dan kesatuan, serta menghindari perpecahan. “Jangan sampai kita saling bermusuhan, karena musuh kita yang sesungguhnya kalau dahulu adalah penjajah, sekarang musuh kita adalah kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Mari bergandeng tangan satukan hati, satukan pikiran dan satukan gerak langkah dalam rangka sama-sama kita bergerak, sesuai dengan semboyan Kalimantan Selatan yaitu Kalsel Bergerak,”ajaknya.
 
Kehadiran Kirab Satu Negeri, lanjutnya lagi, bagian untuk membela agama dan bangsa. Mudah-mudahan, perjalanan menyusuri Sungai Martapura bisa menjadi kebanggaan, karena sungai adalah bagian dari peradaban maritim Indonesia, yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan laut Indonesia. “Kebanggaan kita sebagai negara maritim dimana peradaban maritim adalah peradaban dunia. Sampaikan salam saya untuk bersama-sama menjaga keutuhan bangsa dan negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.(humpro-bjm)
 


 

BANJARMASIN – Seribu dua ratus delapan puluh tujuh orang santriawan dan santriwati TK/TP Alquran BKPRMI dan TPQ LPTQ Kota Banjarmasin di wisuda secara serentak. Pelaksanaan kegiatan akbar tersebut di Siring Balai Kota Banjarmasin, Senin (25/09). Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina berharap, para santriawan dan santriwati yang telah menjalani proses wisuda terus mempelajari dan menggali ilmu serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan baca tulis serta memahami isi kandungan Alquran. “Setelah wisuda hari ini bukan berarti kita berhenti membaca dan mempelajari isi kandungan Alquran, Kita harus lebih giat lagi membaca, mempelajari dan memahami isi kandungan Alquran,” harapnya.
 
Pesan lain yang disampaikannya saat itu agar para wisudawan terus membaca dan mempelajari Alquran, memahami isinya, mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari, sabar dalam menjalankan perintah Alquran, dan menyerukan hukum-hukum Alquran di seluruh bidang kehidupan. Ketua panitia pelaksana kegiatan, mengatakan, wisuda akbar diikuti 163 murid TK,TPA se Kota Banjarmasin, dan terbagi atas  1937 wisudawan dari TK,TPA  BKPRMI,  110 wisudawan dari LP2LPP 136 murid dari TK,TPA, 27 murid dari  LPTPP. “Semoga wisuda kali ini memberikan motivasi  kepada kita semua khususnya TK/TPA BKPRMI dan TPQ LPTQ, serta seluruh ustad dan ustadzah untuk membina dan mengajarkan Alquran kepada anak-anak santri kita, dalam rangka mewujudkan generasi qurani dan beraklaq kul karimah  serta mendukung visi Banjarmasin,” katanya.
Ketua TPQ LTPQ Kota Banjarmasin Yusrin, menjelaskan, secara kuantitas saat ini banyak santri, santri yang mampu membaca dan menghafalkan Alquran dengan baik, dan secara kualitatif mereka juga mampu meningkatkan kepribadian qurani, serta menciptakan insan yang mulia. “Hal ini tentunya akan memberikan kekuatan dan keyakinan terhadap ajaran-ajaran Alquran yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kalau semua anak usia sekolah dapat membaca dan menghafalkan Alquran, maka berakibat positif dalam perkembangan kemampuan mental spiritualnya,” ujarnya.(humpro-bjm)
 

 

BANJARMASIN – Usai sudah Pagelaran Seni dan Budaya dalam rangka rangkaian Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 492, Senin (24/09). Malam penutupan yang dilaksanakan di Panggung Tongkang, Siring Martapura, selain menampilkan seni pentas drama berjudul Dhamar Wulan, juga dihibur dengan permainan musik dari Band The Kepiting dan Banua Raya Simfony. Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina yang hadir bersama Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah serta para kepala SKPD lingkup Pemko Banjarmasin mengatakan, dengan hadirnya pentas seni dan budaya dalam rangkaian Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 492, mudah-mudahan bisa menghibur masyarakat dan menjadi event serta wisata Kota Banjarmasin. “Malam ini saya ucapkan terima kasih kepada panitia rangkaian Hari Jadi, karena sejak tanggal 18 hingga 24 September menggelar acara ini dan  mudah-mudahan acara ini bisa menghibur warga Kota Banjarmasin dan menjadi agenda tahunan wisata Kota Banjarmasin,” ucapnya.
 
Dikatakannya, cukup banyaknya rangkaian kegiatan yang digelar di Hari Jadi Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina berharap ke depannya seluruh rangkaian tersebut bisa disosialisasikan jauh-jauh hari, sehingga bisa dinikmati dan dihadiri para pengunjung tidak hanya dari Kota Banjarmasin tapi dari luar Kota Banjarmasin. “Mudahan ini jadi intropeksi bagi kita semua dan semakin menegaskan Kota Banjarmasin sebagai Kota Sungai dengan budaya sungai, dengan even dan festival gelarannya, dimana seluruh ruang publik menjadi ruang budaya untuk seluruh masyarakat berekspresi,” harapnya. Menyinggung tentang kegiatan puncak Hari Jadi yang telah dilaksanakan di Siring Balai Kota Banjarmasin, mantan anggota DPRD Kalsel tiga periode ini kembali berharap, dikegiatan Hari Jadi ke 493 nanti, panitia pelaksana bisa menghadirkan pentas drama kolosal dengan jumlah pemain sebanyak 493 orang. “Kalau tadi 150 penari membawakan drama berjudul Samudra Kalimat Syahadat dengan sukses, dan rangkaian acara berjalan lancar. Mudah-mudahan tahun depan diusia 493, kita bisa menghadirkan lebih besar lagi untuk pagelaran tari kolosalnya, 493 orang minimal penari kolosalnya. Kalau 150 orang penarinya bisa menciptakan gelombang kalimat syahadat, mudah-mudahan kalau 493 bukan gelombang lagi yang tercipta tetapi tsunami kalimat syahadat,” pungkasnya.(humpro-bjm).
 
 

 

BANJARMASIN - Meriahnya gelaran Pameran Dagang Kota Banjarmasin (Banjarmasin Trade Expo) Tahun 2018 di Siring Tandean, selain menampilkan produk lokal berkualitas dari berbagai pelaku usaha, stand pameran sempat dikunjungi puluhan turis asing. Mereka adalah peserta Delegasi Friendship Force Chicago International yang sedang berwisata ke Kota Banjarmasin. Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina bersama H Hermansyah menyambut gembira kedatangan para delegasi seraya mengajak berkeliling stand sambil memperkenalkan produk unggulan khas Banjarmasin, seperti kain sasirangan, serta sejumlah panganan khas Kalimantan Selatan. H Ibnu Sina mengaku kehadiran para wisatawan ini sangat tepat sebagai ajang promosi memperkenalkan produk lokal kepada wisatawan asing agar bisa lebih dikenal di mancanegara. "Saya berharap para delegasi bisa berbelanja di sini jika ada yang menarik minat, jangan hanya sekedar berwisata. Produk yang dibeli bisa dibawa pulang ke negara mereka sebagai souvenir, dan pastinya akan mengangkat nama Kota Banjarmasin sebagai Kota Sungai Terindah dan Kalsel tentunya, serta memberikan suatu paradigma yang positif tentang Banjarmasin yang kaya akan budaya, keramahan masyarakatnya dan kelezatan kulinernya." ujarnya.
Selama di Kalimantan Selatan, Friendship Force Chicago yang dipimpin oleh Katherine Coyner -President of Friendship Force Chicago- dan Olga Nelson -Pimpinan Group-Exchange Director beserta rombongan  didampingi Friendship Force Banjarmasin dipercaya untuk menerima delegasi dari Amerika Serikat yang berasal dari Chicago dari tanggal 20 hingga 27 September 2018. Selain Banjarmasin rombongan juga mengunjungi beberapa kabupaten kota lain di kalsel. Melalui Exchange Program atau Program Pertukaran Antar Warga di Dunia dengan misi menciptakan perdamaian atau Peace Among Nations The Friendship Force.  Friendship Force bertujuan menjalin persahabatan antar bangsa di dunia ini dengan melakukan berbagai macam kegiatan pertukaran warga antar negara untuk mempelajari kultur dan budaya setempat. “Kunjungan ini, adalah kunjungan balasan dari Friendship Chicago karena tahun sebelumnya Friendship Banjarmasin berkunjung ke Friendship Chicago. Ini merupakan pengalaman menarik, dan kami juga menyaksikan olahan kerajinan yang ada di sini,” ujarnya menyampaikan menyampaikan lewat penterjemah.
Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian mengaku, pameran dagang diisi 70 stan atau pelaku usaha, tidak hanya dari Banjarmasin , ada pula dari pulau jawa yang turut memeriahkan. Turut pula diramaikan dengan hiburan dari artis lokal saat siang dan malam. Khairil menarget, Pameran Dagang mampu menarik wisatawan dengan target penjualan Rp 1 miliar. "Produk yang ditonjolkan yakni kain sasirangan, sovenir, dan kuliner. Ini bentuk promosi dalam rangka menyemarakkan dan promosi produk unggulan lokal. " katanya.

Pameran dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina, Wakil Wali Kota Banjarmasin H Hermansyah, Dandim 1007 Kol Inf Teguh Wiratama yang ditandai dengan pemukulan gong. H Ibnu Sina mengharapkan, pameran dagang ini akan mempererat hubungan dagang antar daerah di Kalimantan Selatan.serta mempertemukan langsung antara investor atau konsumen dengan pelaku usaha  “Sebanyak 13 Kabupaten/Kota di Kalsel hadir menampilkan produk unggulan daerah, di usianya yang ke-492 Tahun Banjarmasin sudah menjadi pusat perdagangan dan jasa, roda perdagangan dan industri lokal terus berkembang harusnya” ujarnya menambahkan.(humpro-bjm)


 

BANJARMASIN - Ketua TP-PKK Kota Banjarmasin dr. Hj. Siti Wasilah tak bisa menahan tawa melihat kelucuan puluhan bayi di Lobi Balaikota (22/9). Gemes dan lucu ujarnya, puluhan bayi usia 6 hingga 10 bulan berkumpul guna mengikuti lomba bayi merangkak yang digelar BKBPMP Banjarmasin  bekerjasama dengan BKKBN Provinsi Kalsel. Di lintasan sejauh kurang lebih 3 meter,  para bayi didampingi satu orang tua. para ibu diperbolehkan melakukan apapun untuk menarik perhatian si kecil supaya merangkak ke arahnya. Kreatif. Ada yang bawa piring dan sendok, mainan, balon, sampai bola. Berharap terjadi balap seru hingga selip menyelip, orang tua serta penonton malah tertawa melihat beberapa anak hanya terduduk di awal lintasan atau menangis, bahkan ada yang memutar balik dan merangkak mundur saat mendekati garis akhir. 

Begitulah suasana dalam Kegiatan Lomba Orang Tua Hebat yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional ke-XXV tingkat Provinsi Kalsel. diselingi seminar edukasi untuk orang tua tentang tumbuh kembang anak, ada pula Lomba Baby Dance bagi anak usia 2 tahun.

Dalam sambutannya seraya membuka kegiatan ini, Hj Siti Wasilah memberikan apresiasi kepada seluruh pihak penyelenggara kegiatan serta kepada seluruh peserta yang antusias berhadir. "lomba ini bentuk penghargaam kepada orang tua yang telah memberikan perhatian penuh pada anaknya. saya juga apresiasi bagi orang tua yang sudah meluangkan waktunya, Memberikan dukungan hingga anaknya berani tampil, serta perhatian atas tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya" ujarnya

Lomba Bayi Merangkak merupakan salah satu stimulus atau rangsangan anak, bayi yang bisa merangkak pada usianya berarti tumbuh kembang anak sehat sesuai dengan usianya " aspek sosial anak juga perlu distimulasi, lewat Lomba Baby Dance akan terlihat bagaimana para orang tua memdidik dan memberikan rangsangan dalam hal keberanian" tambahnya. (humpro-bjm)
 
 
 

BANJARMASIN – Serikat Saudagar Nusantara Wilayah Banjarmasin melakukan pertemuan dengan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina.
Kegiatan di Restaurant Lima Rasa Banjarmasin itu membicarakan berbagai hal terkait pengembangan wira usaha di kota ini.
Dan saat itu, mantan anggota DPRD Kalsel ini menyatakan keinginannya untuk bersinergi dengan perkumpulan tersebut. “Saya Ingin bersinergi dan ingin kenal dengan para saudagar nusantara. Karena dalam visi dan misi kota ini terdapat beberapa program, seperti program pembenahan sungai, mencetak 2500 WUB, kemudian Banjarmasin sebagai smart city,” ucapnya, Senin (24/09).
Dikatakannya lagi, Serikat Saudagar Nusantara harusnya eksis di Banjarmasin. Hal ini dikarenakan dalam catatan sejarah saudagar, di Indonesia hanya di tiga provinsi yang masyarakatnya mendapatkan julukan saudagar satu diantaranya, adalah saudagar Banjar. “Keberadaan Saudagar Banjar itu seiring dengan visi misi Kota Banjarmasin yakni Banjarmasin kota sungai, pintu gerbang ekononi 2025. Dan kita diuntungkan dengan letak geografis kota ini dimana dekat dengan Surabaya, dan Pelabuhan Banjarmasin paling padat nomor 2 di Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyatakan, apresiasinya atas kegiatan yang telah dilaksanakan para Saudagar Nusantara di Kota Banjarmasin.(humpro-bjm)






BANJARMASIN – Peringatan Harijadi Kota Banjarmasin ke 492 yang digelar di Siring Balai Kota Banjarmasin, sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Tahun 2018 ini, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan H Hermansyah memanfaatkan moment tersebut untuk memberikan hadiah kepada seluruh warga kota berjuluk seribu sungai, dengan meluncurkan tiga buah karya tulisan.
Buku pertama berjudul Salanjung kilas balik geliat banua saribu sungai, Banjarmasin dari masa ke masa, dan buku Manusia sungai. Buku tersebut ditulis oleh Prof.M.P. Lambut, EMS. “Buku ini merupakan napak tilas perjalanan sejarah yang berliku-liku dan panjang, mengenai fakta-fakta kehidupan berbudaya Suku Banjar, khususnya kehidupan sosial pada pemanfaatan sungai dan jukung (perahu) sebagai alat kehidupan, pada masa kolonial dan sebelumnya,” H Ibnu Sina, Seni (24/09).
Buku kedua yang diluncurkan berjudul Bandjarmasin Tempo Doeloe, ditulis oleh Mansyur, S.pd, M.Hum bercerita tentang Ekologi Kota Banjarmasin dalam sudut pandang sejarah, interaksi antara manusia dan alam sekitarnya pada masa kolonial.
Sedangkan buku ketiga adalah tentang Kongres Sungai Indonesia, ditulis jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin. “Buku ini merupakan hasil dari Kongres Sungai Indonesia ke III yang berlangsung di Kota Banjarmasin pada bulan Nopember 2017, dari kongres tersebut menghasilkan 5 (lima) Maklumat Banjarmasin. Salah satunya menyatakan sungai sebagai urat nadi peradaban maritim yang tak bisa dipisahkan dari pembangunan tol laut Indonesia dan poros maritim dunia. prinsip pengelolaan sungai one river one management, karena banyak sungai berada di lintas kabupaten, kota bahkan provinsi selanjutnya diperlukan adanya badan otoritas sungai,” katanya.
Mantan anggota DPRD Kalsel ini berharap, buku yang telah diluncurkan tersebut menjadi inspirasi semua pihak, dalam rangka mewujudkan Kota Banjarmasin yang lebih baik kedepan.
Rangkaian lain dalam kegiatan Harijadi yang dihadiri Sekda Provinsi H Abdul Haris Makkie, dan Ketua TP PKK Provinsi Kalsel Hj Raudhatul Jannah Sahbirin Noor, serta jajaran Forkopimda Provinsi Kalsel dan Kota Banjarmasin itu, adalah penetapan Kota Banjarmasin sebagai tuan rumah Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun 2019 nanti, ditandai dengan penyerahan bendera Pataka oleh Kepala BKKBN pusat kepada Sekda Provinsi Kalsel H Haris Makkie. “Saya hanya menitipkan beberapa pesan dan sekaligus ajakan kepada seluruh keluarga di Kalimantan Selatan, mari kita ciptakan lingkungan keluarga yang gembira, saling menyayangi dan mencintai,” ucapnya.
Pelihara keluarga dari peredaran narkoba, lanjutnya, pergaulan bebas dan penggunaan media sosial yang berlebihan. “Mantapkan dalam lingkungan keluarga kita kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai agama, bermoral dan berperilaku dengan akhlak yang mulia. Keluarga yang terjaga dari narkoba, keluarga yang hidup dalam tuntunan agama, dan keluarga dengan akhlak yang mulia, menjadi penopang utama untuk membangun banua yang diberkahi Allah SWT,” tandasnya.
Dalam kaitan dengan pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB dan Kesehatan, mantan Kabiro Humas Pemprov Kalsel ini kembali berpesan, agar semua pihak yang terlibat bersinergi dengan cara terpadu dan berkelanjutan.
Kegiatan dalam rangkaian Harijadi tersebut kemudian dilanjutkan dengan makan mie ayam bersama, Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin. Tak kurang 5000 porsi mie ayam dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir saat itu.
Untuk lebih memeriahkan Harijadi tahun 2018 ini, dilakukan juga penyerahan hadiah kepada para pemenang Lomba Kebersihan tahap II, kemudian pemenang Lomba Maharagu Sungai Tahun 2018, dan pemberian penghargaan kepada ritel,. Toko modern sebagai pelopor dan konsisten dalam pengurangan penggunaan kantong plastik.(humpro-bjm)

































Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.