Mei 2020

BANJARMASIN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, sejak Kamis 28 Mei, melaksanakan sosialisasi terkait protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19 kepada warga kota Banjarmasin, dengan saling berkoordinasi bersama Lurah setempat.
"Menindak lanjuti surat tugas dari walikota Nomor : 058/162/BAGPEM, yang menugaskan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) / Perusahaan Daerah Pemko Banjarmasin, untuk melakukan koordinasi dengan Lurah, agar warga Banjarmasin dapat mengerti bagaimana mematuhi protokol kesehatan dan lainnya guna penanggulangan penyebaran Covid-19," ucap Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin,Marzuki, Minggu (31/5).
Marzuki atau yang kerap disapa Bang Jack itu mengatakan, masing-masing dinas sudah ditentukan dalam surat tersebut, kelurahan mana saja yang akan mereka dampingi.
Sebagai contoh, DLH Banjarmasin ditugaskan untuk mendampingi dua kelurahan, yakni di Kelurahan Pemurus Dalam dan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Dalam kegiatan bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat kelurahan, dari unsur TNI Polri dan Pemko Banjarmasin tentunya. Seluruh Kepala Bidang dari DLH Banjarmasin pun turun untuk memberikan himbauan kepada warga untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak dan membiasakan mencuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah beraktivitas, serta tetap dirumah saja apabila tidak ada keperluan yang mendesak.
Tidak hanya sosialisasi terkait protokol kesehatan, kegiatan tersebut juga dibarengi dengan pembagian masker gratis kepada warga sebanyak 500 lembar. Bahkan petugas tak segan-segan menegur warga yang ditemukan tidak menggunakan masker, dan langsung memasangkan masker kepada warga tersebut.
Pihaknya juga memberikan pemahaman kepada beberapa Ketua RT di wilayah kelurahan yang mereka datangi saat berdialog, untuk penerapan PSBK atau Pembatasan Sosial Berskala Kawasan komplek atau kampung.
Setelah dialog, disampaikan Bang Jack para Ketua RT sangat antusias dengan yang mereka sampaikan. "Ketua RT juga mengatakan, akan bertemu dengan warga untuk membicarakan bagaimana supaya penerapan PSBK bisa dilaksanakan diwilayahnya masing-masing. Hal itu penting diputuskan bersama warga, karena timbulnya kesadaran masyarakat akan mempengaruhi kepatuhan akan protokol," pungkasnya. (Diskominfotik-bjm)




Banjarmasin - Insentif tenaga kesehatan (Nakes) dan petugas di Kecamatan dan Kelurahan sejak hari Kamis kemarin sudah mulai dibayarkan, salah satunya Kecamatan Banjarmasin Tengah, pencairan insentif tersebut dapat dilaksanakan karena syarat dan ketentuan seperti SPJ dinilai lengkap.
Kemudian pada hari Selasa menyusul kecamatan dan kelurahan lainnya secara bertahap. Sedangkan untuk insentif tenaga kesehatan di Puskesmas turut mulai dibayarkan seperti Puskesmas Pekauman, Teluk Dalam, Pemurus Baru dan menyusul yang lainnya sambil menunggu perbaikan laporannya.
"Insentif covid-19 yang diberikan untuk Dokter Spesialis Paru Rp10 juta, spesialis lainnya Rp 7,5 juta dan Dokter umum Rp 5juta," papar Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina, Sabtu (30/5).
Sebelumnya, beliau menyampaikan insentif tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah Pemko Banjarmasin sudah dianggarkan di Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin. Dimana untuk membayar insentif para tenaga kesehatan di bawah kewenangan Pemko Banjarmasin yang bertugas selama pandemi Covid-19, pihaknya sudah menganggarkan dana kurang lebih Rp 2 miliar.
Angka tersebut menurutnya dirumuskan untuk membayar insentif tenaga kesehatan selama tiga bulan dan masih mungkin dianggarkan kembali jika pandemi Covid-19 terus berlanjut di Banjarmasin.
Menurutnya, insetif yang disiapkan mengacu pada standar insentif tenaga kesehatan yang diatur oleh Pemerintah Pusat. "Standarnya adalah standar yang diatur pemerintah pusat. Misal Spesialis paru tunjangannya sekitar Rp 10 juta. Dan itu berjenjang, perawat berapa tergantung juga tingkat resiko. Itu dari APBD Kota," kata H Ibnu Sina. (diskominfotik)



BANJARMASIN - Memasuki hari ketiga operasi gabungan himbauan dan sosialisasi terkait protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19 atau Virus Corona di pasar-pasar yang ada di Banjarmasin. Sebagian besar pedagang maupun pembeli terlihat sudah mentaati protokol kesehatan yang sudah disampaikan oleh petugas gabungan dibawah koordinasi Pemerintah Provinsi Kalsel dan Pemerintah Kota Banjarmasin.
"Hari ini saya bersama petugas gabungan dari TNI Polri, BPBD Provinsi Kalsel dan BPBD Banjarmasin, Satpol PP Prov Kalsel dan Satpol PP Banjarmasin, tentunya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Banjarmasin, kembali melakukan himbauan rutin kepada warga pasar, di 38 blok pasar se Kota Banjarmasin," ucap Kepala Bidang Peningkatan Sarana Distribusi Perdagangan (PSDP) dan Pasar, Disperindag Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, saat selesai memberikan himbauan dan sosialisasi di Pasar Pandu, Sabtu (30/5) pagi.
Lanjutnya Tezar menyampaikan, kegiatan ini rutin dilaksanakan hingga beberapa hari kedepan. "Dari 28 Mei sampai 3 Juni, dilaksanakan rutin berturut-turut selama 7 hari," terangnya.
Menurutnya, khususnya warga pasar dan umumnya warga kota Banjarmasin, saat ini sudah bisa dapat diajak bekerjasama dalam mentaati protokol kesehatan yang disampaikan oleh petugas beberapa hari ini. "Meskipun memang kami lihat masih ada beberapa yang tidak menggunakan masker, karena beralasan sedang makan dan juga sedang merokok, hanya sementara melepas. Tapi, kami tetap meminta mereka untuk menjaga jarak atau physical distancing," ujarnya..
Lantas, apakah ada sanksi kepada pedagang dan pembeli, jik pada saat berada di kawasan pasar ditemukan tidak mematuhi protokol kesehatan, misalnya seperti tidak menggunakan masker?
Tezar menjawab, setiap melakukan himbauan ke pasar-pasar, pihaknya tak henti-henti mengingatkan kepada pedagang untuk terus menggunakan masker dan melaksanakan protokol kesehatan lainnya. "Kalau memang seandainya ada pedagang yang tidak mentaati protokol kesehatan ini, dan sudah ditegur berkali-kali namun tetap tidak mengindahkan arahan dari petugas, maka toko tersebut akan kami lakukan penyegelan," tegasnya.
Sedangkan bagi pengunjung atau pembeli saat berada di kawasan pasar, disampaikan Tezar, sebagaimana arahan dari pimpinan, mereka dilarang memasuki area pasar. "Bahkan kami juga sudah berkoordinasi kepada juru parkir, seandainya didapati pembeli yang ingin masuk ke area pasar tidak menggunakan masker, maka orang tersebut dihimbau untuk tidak diperbolehkan memasuki area pasar," jelasnya.
Saat berkeliling pasar ia juga sering menghimbau kepada pedangan maupun pembeli untuk terus bisa mentaati protokol kesehatan terkait dengan Covid-19 ini. "Silahkan gunakan masker semaksimal mungkin, kalau seandainya memang agak kesulitan bernafas, dibuka sebentar, nanti ditutup kembali. Jangan sampai masker cuman hanya digantung di leher saja," tuturnya.
Selain menggunakan masker, ia juga menghimbau untuk sering mencuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun. "Minimal pian-pian (anda) menggunakan hand sanitaizer sebelum maupun sesudah melakukan transaksi, dan tetap harus menjaga jarak atau pysical distanding," himbaunya.
Terlihat juga Tezar mengingatkan kepada pedagang yang membawa anaknya kekawasan pasar saat berjualan untuk
tidak membiarkan anaknya berkeliaran kawasan pasar , dan menghimbau untuk berada didalam toko tetap harus wajib menggunakan masker. (Diskominfotik-bjm)





Banjarmasin - Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Banjarmasin menggelar siaran keliling (Sirling) dan sosialiasi pencegahan Coronavirus Disease19 (Covid-19) dengan penerapan pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kegiatan dilangsungkan dengan 2 tempat, Jika Diskominfotik mengambil tempat di Kelurahan Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, DP3A turut mengambil tempat di Kelurahan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, dalam pelaksanaannya turut digelar pembagian masker dan brosur yang berisikan tata cara penerapan PHBS.
Dalam pelaksanaan itu pula, pihak DP3A berjanji tidak akan pernah berhenti melakukan edukasi pencegahan Covid-19 kepada masyarakat, sampai wabah atau pandemi tersebut benar- benar menghilang atau sirna dari Kota berjuluk Seribu Sungai itu.
Pihak DP3A maupun Diskominfotik mengajak kepada seluruh masyarakat mari sama-sama menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari wabah pandemi Covid-19 dengan tetap melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta tidak lupa agar selalu waspada dalam menjalankan aktifitas kehidupan sehari-hari.
Pada siaran atau sosialisasi tersebut pihak Diskominfotik terus menerus menghimbau untuk sering mencuci tangan menggunakan sabun, tetap tinggal di rumah apabila tidak ada keperluan penting, disiplin menjaga jarak apabila berinteraksi dengan orang lain minimal satu setengah meter dan hindari kerumunan.
Selanjutnya, tidak berjabat tangan atau bersalaman dengan orang lain, menggunakan masker bila sakit atau Ketika harus berada di tempat umum, makan makanan yang bergizi, rutin beraktivitas fisik dan olahraga, jika merasa kurang sehat lebih baik di rumah saja, tidak bekerja sekolah atau ke tempat umum lainnya, segera memeriksakan diri dan keluarga jika menderita sakit ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kemudian jaga kebersihan rumah dan lingkungan, perbanyak berdoa, tetap tenang dan jangan panik serta tidak mudah menerima atau meneruskan informasi yang belum jelas kebenarannya.




BANJARMASIN - Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Kota Banjarmasin, bersama petugas gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP Kota Banjarmasin gencar melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan di seluruh pasar milik Pemerintah Kota Banjarmasin ditengah pandemi Covid-19.
Kepala Bidang Peningkatan Sarana Distribusi Perdagangan (PSDP) dan Pasar, Disperindag Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar menyampaikan, hingga saat ini pihaknya Bidang Pasar bersama seluruh unsur dari TNI, Polri dan Satpol PP Banjarmasin terus melakukan himbauan dan sosialisasi di 38 blok pasar yang tersebar di seluruh pasar.
"Sementara ini hanya untuk pasar Pemko Banjarmasin. Mungkin kedepannya akan merambah ke pasar-pasar swasta," ucap Tezar di Loby Balaikota Banjarmasin, Jumat (29/5).
Kegiatan tersebut disampaikannya rutin digelar setiap hari dan kegiatan tersebut sudah dijalankan sejak beberapa hari sebelumnya. "InsyaAllah kegiatan ini akan terus digelar sampai tanggal 3 Juli," lanjutnya.
Pada saat sosialisasi terkait protokol kesehatan, petugas terus mengedukasi kepada warga kota Banjarmasin maupun pedagang yang sedang berada dipasar untuk terus menggunakan masker, dan terus menjaga jarak atau physical distancing dari orang lain, tak lupa mengingatkan untuk terus mencuci tangan dengan sabun minimal selama 20 detik jika setelah selesai beraktifitas diluar rumah.
"Petugas juga bersikap tegas untuk membubarkan kerumunan yang dianggap cukup membahayakan pada saat berada dipasar. Begitu juga dengan pengunjung yang didapati tidak menggunakan masker di area pasar maka akan kami suruh keluar," tegasnya.
Masing-masing posko rencananya juga akan dibekali dengan thermo gun untuk melakukan screaning kepada pengunjung pasar maupun pedagang. "Sehingga jika ada ditemukan suhu tubuh yang melebihi dari 38 derajat, maka selanjutnya akan kami sampaikan ke Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin, untuk dilakukan langkah lebih lanjut," tuturnya.
Tutupnya Tezar mengatakan, saat ini baik pengunjung maupun pedagang pasar sudah mau mematuhi protkol kesehatan ditengah pandemin Covid-19. "Meskipun masih saya akui saat ini masih ada beberapa yang masih belum menggunakan masker, tapi kami akan terus edukasi sehingga seluruhnya dapat memahami dan mematuhi aturan protokol kesehatan demi kesehatan masing-masing," pungkasnya. (Diskominfotik-bjm)



Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin mengambil langkah melakukan penyesuaian anggaran tepatnya APBD 2020 demi penanganan Covid-19 yang turut mewabah di Kota berjuluk Seribu Sungai itu saat ini, penyesuaian anggaran tersebut digelar melalui rapat bersama yang digelar di Aula Kayuh Baimbai, Jumat 29/5/2020..
Kepala Badan Keuangan Daerah dan Aset Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin, Subhan Noor Yaumil mengatakan pihaknya dalam hal ini telah melakukan penyesuaian dan penyisiran program kegiatan terhadap seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Banjarmasin.
"Minimum belanja barang, jasa, ataupun modal sebanyak 50 persen kita pangkas," ucapnya.
Ia menjelaskan dari hasil penyesuaian anggaran yang dilakukan, diperkirakan bakal terkumpul dana sebesar Rp 200 Milyar lebih untuk penanganan Covid-19 yang saat ini sudah memasuki fase PSBB tahap III.
"Kurang lebih Rp 200 Milyar yang akan terkumpul," katanya.
Sementara itu ujar Subhan, pihaknya juga mengakui saat ini Pemkot masih mengalami kekurangan anggaran mencapai Rp 160 Milyar jika dihitung sejak pandemi Covid-19 muncul di Kota Banjarmasin.
Oleh karena itu, sesuai dengan anjuran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pihaknya melakukan penyesuaian anggaran untuk penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Walikota Banjarmasin. H Ibnu Sina baru baru terjadi. (Diskominfotik-mz)


Banjarmasin - Kota berjuluk Seribu Sungai yakni Banjarmasin masuk kedalam satu dari 25 Kabupaten/Kota yang akan menerapkan New Normal sesuai dengan rincian dari draft Pemerintah Pusat bersama 4 Provinsi lainnya se Indonesia.
Namun demikian, Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina tak henti-hentinya mengingatkan ketika New Normal benar-benar diterapkan maka hendaknya mengambil pedoman kepada Peraturan Menteri Kesehatan nomer 328 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran.
"Ini sebetulnya adalah aturan tindak lanjut setelah kita melaksanakan PSBB," ujar H Ibnu Sina ketika rapat bersama Kapolresta, Dandim dan para pelaku usaha di ruang rapat utama Mapolresta Banjarmasin, Kamis 28/5/2020.
Menurutnya, hampir bisa dipastikan bahwa setelah keluarnya Permenkes tersebut PSBB akan segera berakhir, karena kalau aturan terkait PSBB hingga saat ini jelas masih dijalankan karena masih berada pada tahap III yang akan berakhir pada 31 Mei 2020 nanti.
"Dengan berat hati sebenarnya (perpanjangan PSBB III), tapi karena angkanya itu naik terus maka kita tuntaskan hingga akhir bulan, pada saat yang sama Permenkes ini juga keluar sehingga prediksi kami setelah ini tidak akan ada lagi PSBB," bebernya.
Kemudian H Ibnu Sina juga mengingatkan kota Banjarmasin tidak bisa menerapkan New Normal jika protokol protokol kesehatan yang digalakkan selama PSBB diabaikan, akan tetapi ujarnya masih ada waktu beberapa hari untuk menyiapkan dan memastikan agar protokol kesehatan terlaksana dengan baik.
"Ketika kita memasuki New Normal, seluruh kebiasaan protokol kesehatan harus ditegakkan, kalau itu ditegakkan kita akan siap memasuki New Normal," jelasnya.



BANJARMASIN - Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin akan segera luncurkan aplikasi berbasis online untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun pelajaran 2020/2021 khusus tingkat SMP.
Sehingga bisa dipastikan, orang tua calon peserta didik tidak perlu lagi melakukan pendaftaran ke sekolah, hanya melakukan pendaftaran lewat Hp, Android, laptop PC dan Notebook atau sejenisnya secara online dengan mengakses situs resmi PPDB online tahun ajaran 2020/2021 , yakni melalui https://banjarmasin.siap-ppdb.com.
Hal itu dusampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Disdik Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto, pada hari Kamis (28/5) di Pressroom Balaikota Banjarmasin. Penerimaan PPDB online ini mencakup proses pendaftaran, seleksi hingga pengumuman hasil seleksi berbasis waktu nyata (real time online) sehingga bersifat transfaran dan obyektif.
"Untuk aplikasi nanti akan kami luncurkan sebelum pelaksanaan, sehingga nanti dapat didownload dengan mudah di play store," jelasnya.
Totok menghimbau, jika ada orang tua atau wali murid yang tidak memiliki Hp, Android, laptop PC dan Notebook atau sejenisnya secara online, bisa meminjam punya keluarga maupun tetangga.
Adapun ketentuan PPBD online tahun pelajaran 2020/2021 ini meliputi beberapa jalur dan tujuan, seperti zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua, dan prestasi, Dijelaskannya, untuk jalur zonasi adalah jalur pendaftaran berdasarkan jarak dari domisili ke sekolah yang dipilih, sehingga tidak seperti tahun sebelumnya yang ditentukan dari jarak asal sekolah.
"Tahun kemarin zonasi asal sekolah, tahun ini zonasi jarak rumah dengan sekolah terdekat. Untuk kuota zonasi minimal 50 persen dari dari kuota yang disediakan sekolah masing-masing nantinya," terang Totok.
Lanjutnya lebih jelas lagi terkait penentuan zonasi, disampaikannya basis datanya adalah Kartu Keluarga (KK), sehingga alamat siswa itulah nanti yang menjadi proses utama dengan menggunakan sistem jarak melalui google maps dengan beberapa sekolah terdekat.
"Jika kartu keluarga berbeda dengan alamat tinggal sekarang, maka bisa menggunakan surat keterangan RT bahwa sudah berdomisili ditempat tersebut dengan jangka waktu minimal sudah satu tahun berdiam disana. Dan orang tua atau wali calon peserta didik, bisa memilih maksimal tiga sekolah dari beberapa sekolah yang terdata dekat dengan tempat tinggalnya," tambahnya.
Selanjutnya adalah jalur Afirmasi, jalur tersebut di khususkan bagi pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP), untuk jalur KIP sendiri hanya diberikan kuota maksimal sebanyak 15 persen dari total kuota yang disediakan sekolah masing-masing.
Sedangkan untuk jalur, perpindahan orang tua atau wali adalah jalur pendaftaran bagi orang tua atau walinya yang pindah tugas ke Banjarmasin, lulusan luar kota Banjarmasin dan berdomisili sementara di kota Banjarmasin, untuk jalur ini hanya disediakan kuota sebanyak 5 persen dari total kuota yang disediakan.
Terakhir adalah jalur prestasi, baik akademik maupun non akademik yang disediakan maksimal 30 persen dari kuota. "Tapi tidak wajib diambil oleh semua sekolah. Apabila alokasi prestasi tak terpenuhi maka bisa dialihkan ke jalur lainnya," imbuhnya.
Adapun jadwal untuk PPDB online SMP tahun ajaran 2020/2021, untuk jalur prestasi dan afirmasi mulai tanggal 22 Juni sampai dengan 24 Juni 2020. Sedangkan jalur zonasi dan perpindahan orang tua pada 29 Juni sampai dengan 4 Juli 2020.
Untuk pengumuman hasil seleksi jalur prestasi dan afirmasi yakni pada 26 Juni. Sedangkan pengumuman jalur zonasi sekaligus daftar ulang dimulai pada 7 Juli sampai dengan 13 Juli 2020. (Diskominfotik-bjm)


Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin mengapresiasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Pengendalian (P3) Covid-19 Kalimantan Selatan yang mau bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat terutama si kawasan pasar soal penanganan pencegahan virus Corona.
PLT Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Drs H Norbiansyah, MM mengatakan bantuan Gugus Tugas Covid-19 Kalsel sangat berarti dalam mensosialisasikan kepada pihak pedagang maupun pembeli di pasar soal penanganan dan pencegahan agar tidak terpapar virus tersebut.
"Terimakasih kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalsel yang telah membantu Kota Banjarmasin dalam melakukan percepatan penanganan Covid-19," ucapnya, Kamis, (28/5).
Kendati upaya yang telah dilakukan pihaknya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pencegahan penyebaran Covid-19, dirasa belum cukup membuat masyarakat patuh dengan himbaun yang diberikan. Norbi begitu sapaan akrabnya mengaku tetap terus berusaha memberikan pemahaman kepada para pelaku ekonomi di pasar agar senantiasa sadar betapa pentingnya mencegah penularan.
"Kami sudah berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat, semoga dengan pertambahan personel ini, para pedagang maupun pembeli lebih mematuhi protokol kesehatan," bebernya.
Adapun protokol kesehatan yang dimaksud masyarakat harus selalu menggunakan masker saat melakukan transaksi jual beli, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak baik sesama pedagang maupun pembeli.
Selain itu pula, Ia berharap dengan upaya yang telah dilakukan, masyarakat dapat mematuhi anjuran protokol kesehatan agar penyebaran Covid-19 dapat diputuskan.




Banjarmasin - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin melaporkan perputaran uang pada pasar wadai online (PWO) selama bulan suci Ramadhan 1441 H tembus miliaran rupiah, bahkan berdasar survey yang dilakukan para pedagang dan paguyuban menginginkan PWO tetap dilanjutkan.
Bukan hanya itu, pedagang dan paguyuban juga beralasan PWO merupakan upaya untuk para UMKM mengembangkan usahanya serta mendukung peran aktif warga dalam menjalankan program stay at home atau dirumah saja demi mencegah terjadinya penyebaran dan memutus mata rantai Covid-19 di Kota Banjarmasin.
Adapun berdasar dari hasil survei data diatas dari sebanyak 182 anggota PWO yang terdiri dari paguyuban 29 pedagang dan umum 153 pedagang terdapat 181 pedagang setuju dilanjutkan dan kembali ikut jika PWO diteruskan.
Selanjutnya omset PWO dengan rincian sebagai berikut dari paguyuban Rp. 687.840.000 dan dari pedagang umum Rp. 1.944.960.000, jika ditotal dari kedua jenis pedagang tersebut memperoleh angka sebesar RP. 2.632.800.000 (Rp.2,6 Milyar).
Atas dasar hal itu, sebanyak 75 % pedagang mengucapkan terimakasih dan merasa terbantu dengan keberadaan PWO yang merupakan konsep dari Disbudpar dan Pemko Banjarmasin dalam upaya membantu mempromosikan jualan atau dagangan dari para pedagang.
Kemudian omset terbesar dipegang oleh pedagang the Harvest yang berasal dari umum dengan omset Rp 30 juta sehari, disusul perkambingan (amanah, catering mesir, shofiah thalib) dari paguyuban sekitar 3 sampai dengan 4 juta sehari, dan bingka thamrin Rp2 juta sehari.
Perkembangan lainnya yakni sampai dengan hari ini jumlah follower medsos PWO selama 4 pekan berjalan sebanyak 7.612 orang. Harapan pihak Disbudpar pun dalam hal ini mampu menembus angka psikologis 10 ribu follower. Sehingga bisa menjadi perhatian manajemen medsos maupun pihak lainnya yang peduli UMKM. (Diskominfotik-mz)

BANJARMASIN - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Kota Banjarmasin, Kamis (21/5), kembali melaksanakan pemeriksaan tes swab masal di Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dan Laboratorium Kesehatan Daerah Banjarmasin, Jalan Pramuka Komplek Tirta Dharma (PDAM) Kilometer 6.
Tes swab masal tahap dua ini diketahui hampir 2x lipat banyaknya dari tes sebelumnya, pasalnya diketahui sebelumnya ditargetkan hanya kepada 168 orang. Sedangkan swab masal tahap dua ini disampaikan Jubir TGTP2 Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi ditargetkan kepada 275 orang.
"Mereka yang dibawa oleh masing-masing Kepala Puskesmas tersebut adalah yang sudah di rapid, namun belum di swab," jelas Machli.
Lanjutnya Machli menyampaikan, tes swab masal tahap dua ini juga diikuti oleh mereka yang belum sempat mengikuti tes swab tahap pertama. Tes swab tahap dua juga kembali dibantu oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) dan Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan.
"Tahap pertama kemarin tidak selesai, hanya 133 orang yang selesai diperiksa dari target 168. Jadi sisanya yang belum sempat kemarin ikut ditahap dua ini," bebernya.
Untuk hasilnya tentu harus menunggu tiga sampai empat hari kedepan, mengingat antrian terus masuk. "Karena satu-satunya yang punya PCR ada di Banjarbaru, jadi harus menunggu antrian," imbuhnya.
Untuk diketahui, dari lima cluster yang ada saat ini seperti Ulin, Gowa, Pekapuran Raya, Pasar Sentral Antasari, dan multifaktor. Machli membeberkan, yang perkembangannya terlihat sangat tinggi yaitu cluster Pasar Sentral Antasari.
"Yang kedua cluster Pekapuran Raya. Dua cluster itulah yang kita lihat perkembangannya begitu massive," sebutnya.
Tutupnya, Machli tak henti-hentinya mengingatkan kepada masyarakat jika memang harus keluar rumah karena keadaan mendesak diwajibkan menggunakan masker.
"Selalu cuci tangan, dan menjaga jarak dengan yang lainnya, biar bisa memutus mata rantai penyebarannya," pungkas Machli Riyadi yang juga sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. (Diskominfotik-bjm)



BANJARMASIN - Puluhan rekan jurnalis yang tergabung dalam Pressroom Balaikota Banjarmasin, mengikuti Pelatihan Kedaruratan Covid-19, yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, pada hari Kamis (21/5), di Aula Dinkes Banjarmasin.
Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, tujuan digelarnya kegiatan pelatihan ini tak lain untuk satu tujuan, yakni untuk mencerdaskan masyarakat tentang protokol kesehatan dan sejauh mana bahayanya Covid-19, melalui rekan pers yang hingga saat ini terus menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
"Hingga saat ini rekan jurnalis terus membantu Dinkes dalam memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat melalui beritanya, terkait bagaimana cara penanganan Covid-19. Oleh sebab itulah menurut saya, peran media ini sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ucap Machli.
Ada tiga narasumber pada pelatihan itu, pertama Machli Riyadi, dalam paparannya ia menyampaikan bagaimana etika dan hukum pemberitaan Covid-19 di era pandemi.
Kedua adalah Pakar Epidemiologi Dharma Putra yang menyampaikan gambaran Covid-19 di Kota Banjarmasin, di mata pakar epidemiologi. Dan terakhir ada Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel Zainal Helmi, yang menyampaikan, bagaimana peran media dalam memutus rantai penularan Covid-19.
Menurut Zainal Helmi dalam paparannya, ditengah pandemi Covid-19, fungsi media massa tentu sebagai penyampai informasi pendidikan dan sosial kontrol.
Oleh karena itu juga menurutnya lagi, dalam pemberitaan mengenai kasus Covid-19 di Indonesia, media massa, baik media cetak maupun elektronik perlu memperhatikan sejumlah ketentuan
.
Adapun ketentuan-ketentuan tersebut antara lain yang disampaikannya yang juga ditampilkan melalui slide show, antara lain, bahwa media massa perlu memegang teguh prinsip-prinsip kode etik jurnalistik seperti memberitakan secara akurat, berimbang, selalu menguji informasi tidak beritikad buruk serta dilakukan secara proporsional.
"Lebih lanjut media massa juga diimbau untuk tidak memberitakan kasus Covid-19 secara berlebihan sehingga melupakan prinsip-prinsip dasar dalam kode etik jurnalistik," jelasnya. (Diskominfotik-bjm)


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.