November 2017






Pemko Banjarmasin memberikan penghargaan kepada sembilan orang tenaga kesehatan dan sebuah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di lingkup Kota Banjarmasin, yang dinilai telah berhasil memenangkan kompetisi yang digelar beberapa waktu lalu.
Penghargaan tersebut, diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Hamli Kursani, di Halaman Balai Kota Banjarmasin, sesuai upacara dalam rangka HUT Korpri ke-46, Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-72, serta Hari Kesehatan ke-53 tahun 2017 tingkat Kota Banjarmasin, Rabu (29/11)
Menurut Hamli Kursani, sebagai insan kesehatan sudah sewajarnya para tenaga medis ikut mengambil peran dalam mencerdaskan masyarakat agar terbiasa berpola hidup bersih dan sehat.
Untuk itu, kata pria yang akrab disapa Pak Hamli ini, promosi kesehatan harus terus dilakukan hingga ke kawasan terdalam di Kota Banjarmasin, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat mengetahui dan melaksanakan pola hidup sehat. “Puskesmas dan tenaga kesehatan harus mengambil peran mencerdaskan masyarakat untuk hidup sehat dan secara aktif serta terus menerus melakukan promosi perilaku hidup bersih dan sehat melalui pendekatan keluarga,” ucapnya.
Lebihlanjut dikatakannya, tema Hari Kesehatan Nasional ke 53 Tahun 2017 adalah Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku. Artinya, jelasnya, petugas kesehatan harus bisa membangkitkan pesan-pesan kesehatan, sehingga tercapai kemandirian masyarakat yang sadar akan pentingnya kesehatan diri dan lingkungan, dengan harapan akan berdampak pada masyarakat Indonesia yang kuat. “Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke 53 Tahun 2017 dengan mengangkat tema Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku. Tema itu dimaksudkan untuk membangkitkan kembali pesan-pesan kesehatan, bahwa sehat itu harus dijaga, bergaya hidup sehat, berpartisipasi aktif dalam jaminan kesehatann nasional. Sehingga nantinya, akan terbangun kemandirian masyarakat yang sadar akan kesehatan untuk mencapai cita-cita masyarakat Indonesia kuat,” jelasnya.
Menyinggung tentang kegiatan upacara bendera dalam rangka HUT Korpri ke-46, Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-72, suami hj Aneta Olpah ini kembali menyatakan, para Pegawai Negeri Sipil yang tergabung dalam organisasi Korpri, dalam melaksanakan tugas harus bersikap netral dan selalu menjunjung tinggi profesionalisme serta berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Peringatan Kali ini mempunyai arti penting dan strategis, mengingat Korpri sebagai satu-satunya wadah bagi Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia dan sebagai tulang punggung pemerintahan yang mengawaki birokrasi, dituntut untuk tetap bersikap netral dan selalu menjunjung tinggi propesionalisme, serta berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai perekat dan pemersatu bangsa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hamli juga mengucapkan terima kasihnya kepada para guru, tenaga kesehatan dan para PNS yang telah berdedikasi, berkomitmen dalam membangun daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Perkenankan saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, komitmen, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan oleh para guru, tenaga kesehatan serta PNS dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.
Dari informasi terhimpun, penghargaan yang diberikan Pemko Banjarmasin itu antara lain kepada dokter umum di Puskesmas Teluk Tiram, dokter gigi di Puskesmas Cempaka, tenaga keperawatan di Puskesmas Terminal, tenaga kebidanan di Puskesmas 9 November, tenaga sanitarian di Puskesmas Kaerang Mekar, tenaga pelaksana farmasi di Puskesmas Pekauman, pelaksana teknik laboratorium medik di Puskesmas Pekauman, tenaga gizi di Puskesmas Alalak Selatan, tenaga perawat gigi di Puskesmas 9 November dan Puskesmas berprestasi yakni Puskesmas Kayutangi Kecamatan Banjarmasin Utara.




Anggota Satlinmas Kota Banjarmasin berkomitmen untuk selalu siap dalam penanganan bencana. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan ratusan anggota Satlinmas Kota Banjarmasin dalam Pelatihan Mitigasi Bencana.
Menurut Staf Ahli Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan, H M Muhyar, bencana alam yang kerab terjadi di Kota Banjarmasin adalah angin puting beliung, kebakaran dan kecelakaan di kawasan perairan. Untuk yang terjadi di kawasan peraiaran, lanjutnya, paling sering terjadi dikala musim penghunjan.
Untuk itu, katanya lagi, Pemko Banjarmasin terus berusaha mengoptimalkan penanganan bencana dengan memberikan pelatihan bagi anggota Satlinmas se Kota Banjarmasin. “Dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana, pemerintah daerah terus mengoptimalkan kesiapsiagaan kemungkinan terjadinya bencana yang terjadi di Kota Banjarmasin. Apalagi Kota Banjarmasin rawan bencana bencana kebakaran, angin puting beliung, dan kecelakaan diperairan kerab terjadi di musim penghujan. Dan penanganan bencana yang kita lakukan mulai tahap preventif, tanggap darurat hingga rehabilitasi,” ujarnya, saat menyampaikan sambutan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dalam kegiatan pembukaan kegiatan Pelatihan Satlinmas, Satpol PP dan Damkar se Kota Banjarmasin, di aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Rabu (29/11)
Dikatakannya lagi, dalam penanganan bencana alam, seluruh anggota Satlinmas selain dibekali dengan keterampilan juga dibekali dengan peralatan  yang memadai. Dengan demukian, penanganan terhadap para korban dalam sebuah musibah bencana alam dapat berjalan maksimal. “Dengan dilaksanakannya Pelatihan Mitigasi Bencana yang berbasiskan masyarakat ini, peserta mendapat pembekalan keterampilan sebagai upaya penanggulangan bencana yang siap, sigap dan tanggap jika tejadi bencana serta didukung peralatan-peralatan yang memadai,” katanya.
Mengingat pentingnya kegiatan ini, harap Muhyar, seluruh peserta kegiatan hendaknya dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berisikan materi tentang Mitigasi Bencana, Fasilitasi Penanggulangan Bencana bagi Anggota Satlinmas Kota Banjarmasin itu sampai selesai, sehingga pengetahuan tentang penanganan bencana yang diberikan bisa dipergunakan saat dilapangan nanti. “Kepada seluruh peserta pelatihan saya berharap dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan menyeluruh. Selain itu saya harapkan juga untuk terus aktif membantu dalam penanggulangan bencana, baik pada tahap preventif maupun tanggap darurat,” harapnya.




Keberhasilan Pemko Banjarmasin membina koperasi dan menciptakan investasi di bidang Usaha Kecil dan Menengah mendapat apresiasi dari Internasional Council For Small Business (ICSB), berupa penghargaan Natamukti Award 2017.
Penganugerahan penghargaan tersebut, dilakukan langsung oleh President of ICBS Indonesia, Hermawan Kartajaya dan diterima oleh Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah di Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), Jakarta, Selasa (28/11).
Menurut Hermansyah, keberhasilan Pemko Banjarmasin dalam meraih penghargaan Natamukti ini merupakan hasil kerja keras semua pihak dalam melakukan pembinaan koperasi dan para usaha kecil dan menengah.
Dijelaskannya, pembinaan terhadap para UKM itu sesuai dengan program Pemko Banjarmasin yang ingin menciptakan 2500 wira usaha baru dalam 5 tahun. “Alhamdulillah kini sudah ada sekitar 625 lebih WUB yang berhasil kita bina. Dan atas keberhasilan tersebut, kita mendapatkan apreasiasi berupa penghargaan,” ujarnya.
Mudah-mudahan, ucap Hermansyah lagi, dengan diterimanya penghargaan tersebut dapat menjadi modal penyemangat dalam meningkatkan kinerja untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menyatakan, keberhasilan membina koperasi dan UMKM di Indonesia tidak terlepas dari peran serta pemerintah daerah.
Tak hanya itu, lanjutnya, dengan adanya peran serta para kepala daerah, maka diakhir tahun 2019 nanti total PBB dari koperasi dan UKM diperkirakan akan mencapai angka 4 persen, lebih tinggi dari tahun 2014 yang hanya mencapai angka 1 persen. “Koperasi untuk pemerataan dan kesejahteraan, tanpa Koperasi dan UKM tidak akan ada pemerataan ekonomi.,” katanya..
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Menegah dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin Norbiansyah menerangkan, di Kota Banjarmasin kini tercatat sekira 500 koperasi. Dari jumlah tersebut, terangnya, yang dinilai aktif hanya sekira 300 lebih, sedangkan sisanya dianggap kurang aktif. “Keaktifan koperasi itu dapat dilihat dari kegiatan yang mereka dilaksanakan. Dan penganugerahan ini dapatkan karena kita dinilai berhasil membina koperasi dan UKM,” jelansya.




Sekali dayung tiga pulau terlampaui. Ungkapan tersebut sangat cocok untuk menggambarkan upaya yang dilakukan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dalam mengait para investor.
Betapa tidak, dalam kegiatannya di Negara Australia, orang nomor satu di kota seribu sungai ini berhasil mengajak tiga instusi negeri Kangguru itu, untuk menanamkan investasinya di Kota Banjarmasin.
Ketiga instisusi yang berminat melakukan kerjasama dengan Pemko Banjarmasin itu antara lain, TAFE Queensland pada bidang pendidikan vokasi dan training bahasa, beberapa travel agent untuk promosi wisata sungai dan House of Indonesia untuk produk kerajinan dan makanan. “Saat pertemuan antara para investor, relasi dengan Gubernur dan Walikota, ada 3 institusi yang berminat melakukan kerjasama dengan Pemko Banjarmasin yaitu TAFE Queensland pada bidang pendidikan vokasi dan training bahasa, beberapa travel agent untuk promosi wisata sungai dan House of Indonesia untuk produk kerajinan dan makanan,” ujar Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina, Senin (27/11)
Selain itu, lanjutnya, dalam kesempatan tersebut investasi untuk kawasan Pelabuhan Terpadu Mantuil agar bisa dikembangkan juga telah tawarkan.
Bahkan, saat sesi kelas tourism, suami Hj Siti Wasilah ini kembali menawarkan kepada para calon investor untuk menanamkan investasinya di sektor pariwisata berbasis budaya sungai seperti, pengembangan wisata pasar terapung dan susur sungai.
Saat pertemuan dengan Walikota Campbelltown, Mr Simon Brewer yang difasilitasi oleh Duta Besar Indonesia untuk Australia, Kristiarto Soeryo Legowo, hal menarik lainnya yang dibicarakan Ibnu Sina adalah tentang skema kerjasama sustainable infrastructure untuk pembangunan fasilitas publik, sharing pengelolaan sampah kota dan pelayanan publik.
Untuk diketahui, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina bertolak dari Kota Banjarmasin menuju Negara Australia untuk mengikuti kegiatan Indonesia Australia Business Summit (IABS) 2017, di Adelaide.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempertemukan para pelaku bisnis dan menawarkan peluang usaha dari berbagai daerah di Indonesia, seperti dari Kota Banjarmasin, Provinsi Nangroe Aceh Darusalam, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Sulawesi Selatan, dan Kota Ambon.
Kedatangan para kepala daerah di Indonesia itu, disambut langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Australia Kristiarto Soeryo Legowo, dan Kepala BKPM Thomas Lembong. Sedangkan kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur South Australia Mr Hieu Van Le bersama Minister for Investment and Trade of Australia Martin Hamilton Smith.




Upaya menarik minat investor agar bersedia menanamkan investasinya di Bumi Lambung Mangkurat, terus dilakukan jajaran Pemprov Kalsel.
Terlebih saat ini pemerintah pusat telah mencanangkan dua kabupaten di Kalsel yakni Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Tanah Laut masuk dalam proyek strategis nasional untuk pengembangan kawasan industri.
Karena itulah, sebagai Ibukota Provinsi Kalsel, Pemko Banjarmasin menyatakan dukungan terhadap kegiatan Pemprov Kalsel tersebut.
Bahkan, Pemko Banjarmasin menyatakan siap menerima dengan tangan terbuka bagi para investor yang ingin menanamkan investasinya di kota seribu sungai atau bermukim di Kota Banjarmasin. “Kami dari Pemko Banjarmasin sangat mendukung dengan program Pemprov Kalsel yang ingin menarik investor agar menanamkan investasinya. Silakan para investor datang dan menanamkan investasinya, dan kami harap mereka bisa menetap di Kota Banjarmasin,” ujar Wakil Walikota Hermansyah, saat mengikuti kegiatan Forum Investasi Kalimantan Selatan tahun 2017, di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (27/11)
Sekda Provinsi Kalsel Abdul Haris Makkie menyatakan, sarana infrastruktur agar para investor dapat leluasnya datang, melihat dan menanamkan investasinya di Provinsi Kalsel semuanya telah dipersiapkan jajaran Pemprov Kalsel. “Infrastruktur pendukung investasi, seperti jalan, pelabuhan dan bandar udara, kami sangat siap. Di tahun 2019 nanti, insya allah pengembangan Bandara Syamsudin Noor akan selesai, dan menjadi salah satu bandara termegah di Indonesia,” ujarnya, saat menyampaikan sambutan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor.
Disamping itu, lanjutnya, dari sisi keamanan, Kalsel merupakan wilayah teraman di Indonesia mengingat gejolak dari para tenaga kerja, kemudian sengketa lahan antara perusahaan dengan masyarakat hampir bisa dikatakan tidak ada. “Investor tidak perlu khawatir tentang kondisi keamanan di Kalsel. Sekali lagi saya tegaskan, berinvestasilah di Kalsel. insya allah, kita akan menuai hasil yang sama-sama menguntungkan. investor suskses, pembangunan di Kalsel lebih maju, dan masyarakat pun turut merasakan peningkatan kesejahteraan,” jelasnya.
Dalam kegiatan yang dihadiri para kepala daerah lingkup Pemprov Kalsel dan para pengusaha nasional itu, Abdul Haris Makkie juga menyampaikan 10 potensi investasi strategis Kalsel, diantaranya, Traditional floating market dan wisata budaya banjar, dengan nilai investasi sebesar Rp1 triliun, di Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kota Banjarbaru. Kemudian kawasan industri Batulicin, dengan nilai investasi sebesar Rp33 triliun, yang berlokasi di Kabupaten Tanah Bumbu, kawasan industri jorong, dengan nilai investasi sebesar Rp41 triliun, di Kabupaten Tanah Laut, Aero City Syamsudin Noor, dengan nilai investasi sebesar Rp16,6 triliun, di Kota Banjarbaru. Pembangunan pembangkit listrik pada bendungan Tapin, dengan nilai investasi Rp2,18 triliun, di Kabupaten Tapin. Pembangunan pembangkit listrik pada bendungan kusan, dengan nilai investasi Rp3 triliun, di Kabupaten Tanah Bumbu. Pembangunan sport city, dengan nilai investasi Rp1,5 triliun, di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Geopark pegunungan Meratus, dengan nilai investasi 1 triliun di Kota Banjarbaru. Kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata Loksado, dengan nilai investasi sebesai Rp2 triliun, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kawasan wisata riam kanan, Tahura dan sekitarnya, dengan investasi sebesar Rp1 triliun di Kota Banjarbaru.





Peringatan Hari Guru 72 yang dilaksanakan di Halaman Balai Kota Banjarmasin, sepertinya menjadi hari paling membahagiakan bagi para huru honorer lingkup Pemko Banjarmasin.
Pasalnya, dalam kegiatan yang dihadiri sekira 8000 orang pendidik itu, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengumumkan, di akhir tahun 2017 ini, Pemko Banjarmasin akan memberikan SK bagi para tenaga guru honorer yang linier. “Seribu tujuh ratusan lebih jumlah guru guru yang ada. Dan yang harus di SK kan sembilan ratusan guru honorer yang linier. Sisanya itu yang tidak linier, bagaimana yang tidak linier, apakah ada aturan atau tidak ada aturan kalau di SK kan, ini ada konsekuesinya atau tidak,  kalau tidak ada konsekuesi keanggaran dan juga tidak ada aspek yang dilanggar, ya saya lebih cenderung di SK kan saja semuanya,” ujar H Ibnu Sina, disela-sela menyampaikan arahannya, Sabtu (25/11).
Dijelaskan Ibnu Sina lagi, sebagai pendidikan, seorang guru sudah seharusnya memiliki sumber daya manusia yang baik. Tujuannya, terangnya, agar mereka dapat menghasilkan anak didik yang berprestasi. “Bagaimana kita menghasilkan pendidikan yang bagus kalau SDM nya tidak bagus. Sebaliknya kalo SDM guru nya bagus, insyaallah anak didik kita juga akan bagus,” katanya
Diharapkan, dengan adanya tenaga pendidik yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik, maka ke depannya anak-anak kota seribu sungai dapat lebih berprestasi. “Kami berharap, sebagai barometer  pendidikan Kalimantan Selatan, perestasi anak didik kita bisa membanggakan dan prestasi para guru jauh lebih bagus kedepannya,” ucapnya.
Menyinggung tentang kegiatan upacara tersebut, orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai ini menyatakan, sebagai momentum terbaik untuk para guru. Mengingat perjuangan para guru untuk bangsa dan negara tak ternilai harganya. “Saya harap para guru yang sudah bersertifikasi dan sudah mendapatkan hak hak nya, bisa menjadikan program pendidikan kita lebih baik lagi kedepannya,” harapnya.
Kegiatan upacara yang dihadiri Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, jajaran Forkopimda lingkup Pemko Banjarmasin, Kadis Pendidikan Kota Banjarmasin Totok, Sekretaris Disdik Kota Banjarmasin Syarwani, dan Ketua PGRI Kota Banjarmasin itu, dirangkai dengan pembagian door prize untuk para guru yang mengikuti kegiatan upacara tersebut.





TP PKK Kota Banjarmasin kedatangan tamu kehormatan dari Kota Malang. Ketua TP PKK Kota Malang Hj Farida Moch Anton bersama DP3AP2KB Kota Malang mengunjungi kota seribu sungai, dalam rangka kunjungan kerja untuk sharing kegiatan yang telah berhasil dilaksanakan TP PKK pimpinan Hj Siti Wasilah, satu diantaranya melihat kegiatan pendampingan masyarakat yang melakukan pemeriksaan Iva Test lanjutan. “Alhamdulillah hari ini kami mendampingi beberapa ibu dari warga Kota Banjarmasin yang beberapa waktu lalu telah melakukan pemeriksaan Iva Test dalam rangka harijadi Kota Banjarmasin dan gerakan bersama Tree Asa. Ayo setiap tiga bulan, setiap kader membawa kawan atau tetangga dan keluarga, untuk melakukan pemeriksaan Iva Test,” ucap Hj Siti Wasilah, Rabu (22/11).
Dalam kegiatan tersebut, istri Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina ini juga menyerukan, agar para wanita di Bumi Kayuh Baimbai untuk tidak ragu dan takut untuk melakukan pemeriksaan Iva Test. “Apa yang kita lakukan pada hari ini untuk mengambarkan kepada pian sabarataan, kalo handak baperiksa Iva Test jangan takutan, ayo lakas ditindaklanjuti agar tidak menjadi kangker mulut rahim,” katanya.
Selain itu, wanita ramah dan murah senyum ini juga mendoakan agar para wanita yang dalam pemeriksaan dinyatakan positif terkena virus tersebut agar cepat sembuh. “Kita doakan agar mereka semua sembuh tidak ada lagi sisanya, dan mudahan semua sehat selalu. Jangan kada ingat ayo dukung gerakan Tree Asa Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin bersama Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin,” ucapnya.
Sementara itu, dr Samuel T, SpOG menerangkan, dari 400 warga yang melakukan pemeriksaan, dijumpai yang diduga positif ada sepuluh orang. Dan bagi pasien yang hasil diagnosanya dinyatakan positif, harus ditindaklanjuti dengan pengobatan. “Sebetulnya di Kota Banjarmasin ini sudah punya tempat untuk pengobatan yakni ada RSUD Ulin dan RS Ansyari Saleh,” jelasnya.
Diharapkan, setelah tindakan lanjutan ini, para ibu–ibu tersebut dapat melakukan terayoterapi dan melaksanakan kontrol satu bulan sekali, dan untuk tempatnya petugas medis di Puskesmas bisa memberikan rujukan ke Rumah Sakit. “Nanti akan kita lakukan pemeriksaan ulang dan yang tidak kalah pentingnya adalah kami juga memberikan nasihat–nasihat, walaupun sudah dilakukan pemerikasaan IVA Test kita harus tetap melakukan pemeriksaan lagi ke depannya,” pungkasnya.
Rangkaian lain kegiatan yang sekaligus menyambut kunjungan kerja Ketua TP PKK Kota Malang itu, mengunjungi Dekranasda Kota Banjarmasin di Rumah Anno, kemudian ke Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Banjarmasin yang terletak di kawasan perkantoran PDAM serta ke Kelurahan Teluk Dalam.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Sekda Kota Banjarmasin Hamli Kursani, para Kepala SKPD lingkup Pemko Banjarmasin, Wakil Ketua II TP PKK Kota Banjarmasin Hj Aneta Olpah dan seluruh anggota PKK Kota Banjarmasin.






Petugas kepolisian dari Polresta Banjarmasin bersama jajaran Pemko Banjarmasin beserta instansi terkait lainnya, melakukan pemusnahan barang bukti Narkoba. Tak tangung-tanggung, dalam acara yang dihadiri langsung Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah itu, barang bukti yang dimusnahkan sekira 1.124.550 butir Carnophen (Zenit), 129.250 butir Tramadol, 19.960 butir Dextrometorphan, 66 Paket Sabu-Sabu Seberat 32,35 Gram, 2 butir pil ekstasi.
Menurut Hermansyah, semua barang-barang yang dimusnahkan itu merupakan hasil kerja keras jajaran kepolisian Banjarmasin dalam mengungkap kejahatan Narkoba. Untuk itu, lanjutnya, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat di kota seribu sungai untuk bersama-sama memerangi peredaran ngelap Narkoba. “Narkoba itu merusak mental generasi bangsa. Mari sama-sama kita perangi peredaran Narkoba,” ujarnya, Rabu (22/11).
Hal senada juga dikatakan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Anjar Wicaksana, meski telah banyak pelaku peredaran Narkoba yang diamankan, namun tetap saja ada masyarakat yang tertangkap mengedarkan dan mengkonsumsi Narkoba. “Hampir setiap hari Satresnarkoba Polresta Banjarmasin dan jajaran Polsek jajaran pengungkapan terhadap pelaku tindak pidana narkotika dan obat-obatan terlarang, akan tetapi seakan tidak ada efek jeranya. pengungkapan demi pengungkapan serta putusan demi putusan demi putusan dilakukan, tetap saja ada yang tertangkap mendengar maupun yang mengkonsumsi narkoba,” katanya.
Dari pantauan, barang bukti Narkoba tersebut dimusnahkan dengan cara dicampur dengan air dan dibakar. Pemusnahan barang haram itu dilakukan secara bersama oleh Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Anjar Wicaksana, dan jajaran Forkopimda Kota Banjarmasin.




Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah mengajak para mahasiswa dan seluruh lapisan masyarakat di Kota Banjarmasin untuk mencintai dan peduli terhadap lingkungan dengan cara melakukan penghijauan di tempat tinggal masing-masing.
Hal ini, katanya, untuk mengantisipasi semakin parahnya pemanasan global akibat kurangnya pohon yang berfungsi sebagai paru-paru bumi.
Demikian ajakan yang disampaikanya saat memperingati Hari Pohon se Dunia yang jatuh setiap tanggal 21 November, di halaman depan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Selasa (22/11).
Menurut Hermansyah, saat ini lingkungan di Kota Banjarmasin memang sudah mulai hijau dan rapi, namun hal ini harus terus diperhatikan sehingga kelestarian lingkungan hijau dan sehat terus terpelihara. “Seiring kian pesatnya kemajuan transportasi di kota seribu sungai maka sebagai masyarakat kita harus cinta terhadap lingkungan. Caranya dengan menanam pohon,” ucapnya.
Kegiatan yang bertemakan “Revitalisasi di Bumi Nusantara” yang dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs H Mukhyar MAP, suami Hj Sisi Fatimah ini juga menjelaskan tentang rencana Pemko Banjarmasin yang akan membuat Taman Kamboja menjadi kawasan Ruang Terbuka Hijau dan Taman Bermain Ramah Anak. “Pemko Banjarmasin melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan terus berupaya mewujudkan lokasi Ruang Terbuka Hijau yang dapat digunakan sebagai tempat rekreasi sekaligus taman bermain ramah anak. Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kota terhadap masyarakat terutama anak-anak agar dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat,” katanya.
Selain itu, dalam kegiatan yang dihadiri juga oleh mahasiswa dari Kabupaten Banjar itu, mantan anggota DPRD Kalsel ini juga menerangkan, upaya lain yang dilakukan Pemko Banjarmasin agar kota berjuluk seribu sungai ini tetap asri, salah satunya dengan melakukan renovasi drainase.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pembagian bibit pohon dan penyerahan cendera mata dari Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah kepada mahasiswa tersebut.




Tekad untuk mencegah praktek korupsi di lingkungan Pemko Banjarmasin benar-benar telah dibuktikan para pemimpin di Balai Kota Banjarmasin.
Hari Selasa (22/11), Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, bersama 12 kepala daerah lingkup Pemprov Kalsel melakukan penandatanganan kesepakatan (MoU) dengan Bank Kalsel tentang Transaksi Non Tunai (TNT), di Kantor Bank Indonesia, di Banjarmasin.
Sekda Provinsi Kalsel H Abdul Haris Makkie menegaskan, Pemprov Kalsel dan seluruh jajaran pemerintah kabupaten dan kota akan terus berkomitmen untuk menyelenggarakan pemerintahan yang baik dan melayani masyarakat. “Secara jelas, kami tegaskan bahwa kami ingin “mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik”. Itu yang menjadi salah satu misi Provinsi Kalsel tahun 2016-2021,” ujarnya, saat menyampaikan arahan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor.
Dikatakannya lagi, Pemprov Kalsel kini telah mengambil langkah langkah kongkrit dengan menerbitkan Instruksi Gubernur Kalsel dalam bentuk komitmen para Kepala SKPD, untuk segera melaksanakan kegiatan TNT di lingkungan kerja masing masing. 
Selain itu, Pemprov Kalsel juga telah menerbitkan Pergub tentang Penerapan TNT dilingkup Pemprov Kalsel, yang berisi penerapan transaksi tersebut secara bertahap.
MoU ini, terangnya, selain untuk  menindaklanjut instruksi Presiden, nomor 10 tahun 2016 tentang  aksi   pencegahan dan pemberantasan korupsi tahun 2016 dan tahun 2017, juga untuk memenuhi Surat Edaran Menteri Dalam  Negeri, tentang Implementasi Transaksi Non Tunai pada pemerintah daerah di kabupaten dan kota, yang dilaksanakan paling lambat pada tanggal 1 Januari 2018.
Dijelaskan mantan Kabiro Humas Pemprov Kalsel ini lagi, mekanisme dan menajemen keuangan daerah yang lebih modern dan inovatif, kini telah menjadi sebuah kebutuhan.
Keberhasilan dari pembangunan daerah, bebernya, juga ditentukan oleh aspek pengelolaan keuangan daerah yang tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab. “Dengan adanya penerapan transaksi non tunai ini, diharapkan bukan sekedar merubah transasaksi dari kas ke transaksi non tunai, akan tetapi lebih dari itu, untuk merubah budaya kerja terhadap pengelolaan keuangan daerah, sehingga aspek pengelolaan keuangan daerah yang kita inginkan dapat terakomodir dengan lebih baik,” tungkasnya.
Dari informasi terhimpun, kini Bank Kalsel telah menerapkan beberapa dana transaksi non tunai yang bekerja sama dengan kabupaten kota di Kalsel, diantaranya untuk pembayaran PBB seluruh kabupaten atau kota. Kemudian untuk pembayaran pajak perseorangan, hotel, dan iuran termasuk di Pemko Banjarmasin. Perizinan di Pemko Banjarmasin dan Pemko Banjarbaru. Pajak kendaraan bermotor dalam hal ini STNK di seluruh kabupaten kota dan Ressekusi sepasar atau toko  di Pemkab Tabalong.






Lima belas rekomendasi berhasil ditelurkan 9 Walikota dalam rapat kerja ke-3 KomisariatWilayah V Apeksi Regional Kalimantan di Kota Balikpapan.
Sesuai dengan tema kegiatan yakni Strategi Peningkatan Pendapatan Daerah dan Pembiayaan Daerah itu, maka isu yang cukup hangat bahkan menjadi topik center dalam kegiatan tersebut adalah, tentang retribusi pajak bagi peningkatan PAD. Terlebih, saat ini pemerintah pusat telah melakukan pemangkasan kucuran anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) untuk daerah-daerah di Indonesia.
Makanya, salah satu rekomendasi tersebut dan dibacakan Koordinator Komwil V Apeksi Regional Kalimantan yang juga Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina adalah tentang retribusi daerah, yakni sesuai dengan kriteria yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009, Pasal 150, dimungkinkan adanya tambahan retribusi, dan seharusnya ada beberapa pengelolaan pajak daerah yang diserahkan kepada Pemerintah Kota misalnya pajak rokok dan pajak kendaraan bermotor.
Selain itu, dalam sambutannya Koordinator Komwil V Apeksi Regional Kalimantan meminta agar narasumber yang diundang dalam acara tersebut bisa memberikan solusi terhadap kebijakan pemangkasan DBH itu.
Sementara itu, narasumber dari Direktorat Fasilitas Pemimjaman Daerah dan Obligasi Daerah, Direktorat Fasilitas Dana Perimbangan Daerah dan Peminjaman Daerah, Ditjen Bina Keuangan Daerah, Kemendagri Simon Salmimo menegaskan, pajak daerah tetap bisa dipungut meskipun tidak ada Perda yang menaunginya. “Dasar dari pemungutan tersebut adalah penerimaan dan pengeluaran daerah yang dasar hukumnya ada di dalam UU,” ujarnya.
Walikota Balikpapan M Rizal Effendi, mengatakan, tema yang diusung dalam Raker kali ini sangat baik dan relevan, sesuai kondisi umum kota-kota di tanah air. “Di tengah-tengah kondisi perekonomian yang semakin komplek, maka tidak ada cara selain berusaha semaksimal mungkin menggali potensi daerahnya sebagai sarana meningkatkan PAD untuk pembangunan daerah,” katanya.
Diharapkan, lanjutnya, dengan adanya Raker tersebut dapat menjalin hubungan kerja dan harmonisasi antar kepala daerah di regional Kalimantan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana H Syaiful Bahri menerangkan, tujuan dilaksanakannya kegiatan Apeksi ini untuk kesejahteraan sosial dan keragaman potensi daerah anggota Apekesi.
Dari pantauan, rekomendasi yang telah ditandatangani oleh 9 Walikota Anggota Korwil V Apeksi Regional Kalimantan itu, kemudian diserahkan oleh H Ibnu Sina kepada Direktur Eksekutif Apeksi Sri Indah Wibi Nastiti.




Dewan Pakar Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Gaura Mancacaritaadipura, menegaskan, Pra Kongres JKPI di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, bertujuan untuk merumus warisan-warisan budaya di Indonesia sehingga bisa mendapatkan pengakuan dan dinyatakan sebagai bagian dari warisan dunia.
Dikatakannya lagi, ada dua kategori warisan budaya, pertama warisan budaya berbentuk benda dan warisan tak benda. Warisan berbentuk benda, terangnya, terdiri dari, situs, kawasan bangunan struktur, hingga artefak.
Sedangkan warisan budaya tak benda antara lain, budaya lisan, seni pentas, adat ritus perayaan, kearifan lokal, dan kerajinan tradisional. “Warisan Budaya tak benda Indonesia yang sudah diakui  UNESCO ada delapan kategori, pertama wayang, keris Indonesia, batik Indonesia, diklat warisan budaya, angklung, saman, tas serbaguna terbuat dari rajutan atau anyaman dan 3 genre tari tradisi Bali,” ujarnya, saat memberikan paparan dalam pembukaan Pra Kongres JKPI, di Gedung Serbaguna Kota Bau-bau, Senin (20/11)
Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, langkah Pemko Banjarmasin agar warisan budaya di Kota Banjarmasin tidak hilang adalah dengan cara berupaya menghidupkan kembali.
Tak hanya itu, mantan anggota DPRD Provinsi Kalsel ini juga menyatakan, upaya lain yang kini sedang lakukan Pemko Banjarmasin adalah membuat pengakuan terhadap warisan budaya tersebut.
Di Kota Banjarmasin, terangnya, ada warisan budaya berupa warisan benda yang bisa dibuat untuk mendapatkan pengakuan, yakni kawasan Kampung Banjar di Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, kemudian Muara Kelayan, Kecamatan Banjarmasin Selatan dan beberapa kawasan lainnya. “Jadi nanti setelah melalui beberapa tahapan, kawasan-kawasan tersebut akan kita tetapkan melalui Perwali sebagai warisan budaya. Itu bentuk pengakuan yang diberikan Pemko Banjarmasin untuk kawasan tersebut,” katanya.
Dan untuk warisan budaya tak benda, tambah Ibnu Sina, ada dua jenis yang sudah diakui Kemendikbud yakni seni bertutur madihin dan pasar terapung
Sementara itu, Ketua Presidium JKPI yang juga Walikota Baubau Dr H AS Tamrin MH menjelaskan, tujuan didirikan JKPI diantaranya, untuk mengembangkan kerjasama di antara kota-kota yang mempunyai pusaka alam dan pusaka budaya, mengembangkan kerjasama untuk melestarikan pusaka bersama para pemangku kepentingan, mendorong peran aktif masyarakat dalam melestarikan pusaka dan mengembangkannya yang positif dalam kehidupan bermasyarakat, menginventarisasi kekayaan warisan pusaka dari anggota JKPI, mengembangkan pemahaman keberagaman alam dan budaya untuk memperkuat negara kesatuan RI, dan sebagai promosi pusaka yang ada bagi anggota JKPI. “Budaya itu tidak hanya berbentuk fisik, tapi ada juga yang tidak berbentuk fisik atau tak benda. Budaya itu terkandung nilai-nilai. Kita sebagai bangsa perwaris dan penerus, harus bisa memelihara nilai nilai budaya tersebut,” ucapnya.
Seperti pemberitaan sebelumnya, JKPI menggelar kegiatan Pra Kongres JKPI ke 10 dan Program Kerja JKPI di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Acara yang diikuti seluruh anggota JKPI se Indonesia dan salah satunya adalah Kota Banjarmasin itu, dihadiri langsung oleh Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin M Ikhsan Alhak.
Jumlah anggota JKPI seluruh Indonesia awalnya sekira 64 daerah saja, namun pada Pra Kongres hari Senin, ada dua daerah yang menyatakan ikut bergabung yakni Kota Pasuruan dan Kabupaten Belitung Timur, dengan begitu maka total seluruh anggota JKPI menjadi 66 daerah.





Bunda PAUD Kota Banjarmasin dr Hj Siti Wasilah M.Si Med menerima penghargaan Anugerah PAUD Tingkat Nasional Tahun 2017. 
Kegiatan dari Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat itu, dilaksanakan Ballrom Hotel Allium, Kota Tanggerang, Senin (20/11).
Istimewanya, penyerahan penghargaan tersebut dilakukan langsung oleh Bunda PAUD Indonesia Hj Iriana Joko Widodo.  
Penghargaan Anugerah PAUD Tingkat Nasional itu diberikan pemerintah pusat untuk mengapresiasi para pelaku pendidikan, khususnya lembaga organisasi dan masyarakat yang telah begitu peduli dalam mendukung Gerakan Nasional PAUD berkualitas. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung semua kegiatan Bunda PAUD di Kota Banjarmasin. Mari bersama-sama kita menciptakan generasi emas untuk Kota Banjarmasin,” ujar Hj Siti Wasilah.
Diharapkan, kata istri Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, dengan telah diterimanya penghargaan tersebut, PAUD di kota seribu sungai akan bertambah lebih baik lagi.
Dari data terhimpun,  penerima penghargaan PAUD berjumlah sekira 165 orang yang terdiri 25 orang diberikan kepada Bupati, Walikota, Kadisdik, Camat dan Kepala Desa, kemudian 55 orang diberikan kepada Bunda PAUD Kabupaten, Kota, Kecamatan, dan Desa, selanjutnya 6 orang untuk tokoh atau sosok peduli PAUD, 10 orang kepada lembaga atau organisasi mitra PAUD, 8 orang dari pusat kegiatan Gugus dan Gugus PAUD, 15 orang untuk pemenang festival dan kreativitas PAUD dan 45 orang pemenang lomba E-Book PAUD, edu game PAUD serta Lomba Cerita PAUD.
Sementara itu, Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyatakan apresiasinya terhadap perkembangan generasi muda. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut bersama-sama dengan pemerintah memperhatikan tumbuh kembang anak-anak Indonesia.
Menurut Ibu Iriana, hal tersebut penting dilakukan agar anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang hebat yang memiliki kecerdasan, keceriaan, serta akhlak mulia. “"Saya berpesan anak usia dini calon penerus generasi bangsa perlu diperhatikan total tumbuh kembangnya agar menjadi anak yang cerdas, ceria, dan berakhlak mulia untuk Indonesia," ujar Ibu Iriana, seperti yang dilangsir Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden. 




Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) menggelar kegiatan Pra Kongres JKPI ke 10 dan Program Kerja JKPI.
Acara yang dilaksanakan di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara itu, diikuti seluruh anggota JKPI se Indonesia. Salah satunya, Kota Banjarmasin, yang dihadiri langsung oleh Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin M Ikhsan Alhak.
Dalam kegiatan berupa kunjungan ke situs dan bangunan bersejarah di Kota Baubau, dan dilanjutkan dengan makan bersama di Keraton Kesultanan di Buton Baubau, Ibnu Sina menyatakan apresiasinya atas penyelenggaran kegiatan JKPI tersebut.
Menurutnya, dengan adanya kegiatan tersebut akan mempererat tali silaturahim antara anggota JKPI se Indonesia. “Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini semakin mempererat tali silaturahim antar anggota JKPI dalam bingkai NKRI. Inilah peran JKPI untuk mempersatukan nusantara,” ujarnya, Minggu (19/11).
Sementara itu, Walikota Baubau, Dr AS Tamrin MH, dalam sambutannya saat makam bersama, mengatakan, kegiatan makan bersama ini bertujuan untuk menjalin tali silaturahim dan memelihara nilai-nilai budaya. “Kita sebagai bangsa perwaris dan penerus, makanya apa yang sudah didapat itu kita pelihara nilai nilai budayanya. Jadi kegiatan ini bukan makan makannya yang dilihat, tetapi nilai silaturahimnya,” katanya.
Sementara itu, saat acara ramah tamah yang dilaksanakan di halaman Rumah Jabatan Walikota Baubau, para walikota yang hadir disambut dengan beberapa tarian khas daerah Baubau, satu diantaranya Tarian Holado yang dimainkan sanggar tari binaan Dinas Pariwisata Kota Baubau. “Terima kasih kepada semua kepala daerah yang hadir, semua kepedulian dan perhatian yang diberikan merupakan spirit bagi kami dalam pembangunan di Baubau,” ujar Dr AS Tamrin MH.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Presidium JKPI ini pun berharap, dengan adanya kegiatan Pra Kongres JKPI ini nantinya akan mendorong sekaligus mempercepat pembangunan khususnya untuk bidang pariwisata.
Dalam acara bertemakan Kemitraan Kota Pusaka Indonesia (Pra Kongres) dan Napak Tilas Arung Palaka itu, Direktur Eksekutif JKPI, Asparinal juga menjelaskan, kegiatan Pra Kongres ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti keputusan hasil kongres JKPI di Gianyar, Bali. “Ini perlu kita sampaikan karena kongres di Solo nanti dalam rangka 10 tahun JKPI. Dan tanggal 18 Oktober 2018 nanti yang akan membuka kongres Presiden Joko Widodo,” jelasnya.
Kegiatan pembukaan Pra Kongres JKPI akan dilaksanakan hari Senin (20/11), dengan agenda Diskusi Pra Kongres JKPI antara lain, pembahasan AD ART organsasi JKPI, pembahasan program organisasi 2017-2018 dan pembahasan kongres di Solo pada tahun 2018.
Dari data terhimpun, jumlah anggota JKPI seluruh Indonesia sekira 64 daerah. Rencanannya, pada Pra Kongres hari Senin, dua daerah yakni Kota Pasuruan dan Kabupaten Belitung Timur secara resmi masuk menjadi anggota JKPI, dengan begitu, maka total seluruh anggota JKPI menjadi 66 daerah.

Dalam upaya percepatan Banjarmasin Smart City jajaran dinas kominfotik kota banjarmasin pada hari rabu tgl 15 nopember 2017 melakukan kunjungan kerja dan melihat serta belajar ke living Lab smart city nusantara pt telkom jakarta .. rombongan yg dipimpin kadis kominfotik Drs. H. Hermansyah MM didampingi juga pak Hairudin dan pak Bambang dari Pt Telkom Kalsel pada saat itu diterima oleh ibu Rani Wishnu Heningtyas manajer smart city planning & kontrolling pt telkom indonesia...
Dijelaskan oleh ibu Rani bahwa tujuan dari Telkom Smart City Nusantara adalah bagaimana pemerintahan daerah dapat mengembangkan dan mengimplementasikan konsep smart city secara baik dan benar namun tidak meninggalkan ciri khas daerah atau kearifan lokal dan budaya setempat.

Telkom Smart City Nusantara  terdiri dari  Digital Broadband Infrastruktur sebagai platform dasar dan 7 Vertical Solution yang terdiri dari : Smart Government, Smart Education, Smart healthcare, Smart Security, Smart Transportation, Smart Environment dan Smart Citizen.

Adanya 7 solusi vertikal tersebut maka ciri khas dan keragaman daerah tetap dapat dilakukan dan implementasikan dengan baik. Kelebihan lain dari konsep smart city nusantara adalah mengadopsi platform dan berbagai aplikasi smart city dari pengembang aplikasi lokal yang paham dan spesifik dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia.

“Untuk itulah, Telkom membuat sebuah Laboratorium Smart City yang lengkap dimana Instansi pemerintah bisa melihat, merasakan dan melakukan demo aplikasi secara real time. Bahkan untuk pemerintah daerah yang ingin mencoba melakukan integrasi aplikasi mereka sendiri bisa dilakukan disini. Karena sifatnya yang sangat flexible dan  real  untuk berbagai aplikasi yang diujicobakan tersebut maka laboratorium ini disebut Living Lab Smart City Nusantara,” ulasnya.
Dalam kesempatan itu juga kadis kominfotik kota Banjarmasin menyambut baik pembelajaran ini yg nantinya secara bertahap akan dilakukan percepatan smart city mulai dari menggelar fiber oftik diseluruh SKPD , yang kedua mengintegrasikan semua aplikasi yg ada dan menambah aplikasi yg dibutuhkan yang ketiga akan membangun command center dan kegiatan lainnya yang nantinya diharapkan akan dibantu dan dikawal secara penuh oleh jajaran PT Telkom.







Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.