November 2018

BANJARMASIN – Kelurahan Kelayan Dalam mengikuti penilaian lomba Peningkatan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi Kalsel.
Kegiatan yang dilaksanakan di kantor kelurahan di Jalan Kelayan A, Banjarmasin Selatan itu, dihadiri Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah.
Dihadapan tim penilaian, Hj Siti Wailah menerangkan, pembinaan P2WKSS kelurahan tingkat Kota Banjarmsin sudah dilakukan TP PKK Kota Banjatmasin sejak tahun 2017 lalu.
Hal ini, lanjutnya, mengingat upaya peningkatan peran wanita dalam rangka mewujudkan menuju keluarga sehat sejahtera gerakan sayang ibu, dan kecamatan sayang ibu merupakan usaha bersama yang menuntut perhatian semua pihak. “Kegiatan ini pasti bermanfaat, untuk itu bersama-sama kita memastikan pelayanan kesehatan masyarakat, memastikan upaya-upaya peningkatan status kesehatan dan kesejahteraan seluruh warga, apakah sudah lebih baik atau kurang,” ujarnya, Rabu (28/11)
Dengan adanya kegiatan P2WKSS, katanya lagi, saat ini banyak ibu-ibu kader kelurahan yang aktif di Posyandu, aktif dalam kegiatan Dasa Wisma.
Tak hanya itu, dengan adanya kegiatan P2WKSS, infrastruktur di kawasan kelurahan menjadi semakin baik dan nyaman untuk digunakan warga yang hendak ke Posyandu, atau ke Dasa Wisma. “Alhamdulillah bantuan dari Pak Wali juga ada berupa perbaikan jembatan di dekat kelurahan dan itu patut kita syukuri sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Banjarmasin mendukung pelaksanaan P2WKSS di Kelurahan Kelayan Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan,” terangnya
Mudah-mudahan, ucap istri Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina ini lagi, dengan adanya perhatian tersebut , TP PKK Kota Banjarmasin beserta jajaran pengurus PKK Kecamatan, Kelurahan hingga kader-kadernya bisa terus melakukan upaya terbaik dalam P2WKSS di Kota Banjarmasin.
Sementara itu, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dalam sambutannya mengatakan, dukungan kegiatan P2WKSS juga dilakukan oleh 23 SKPD lingkup Pemko Banjarmasin, tapi yang paling intens ikut melakukan pembinaan dari Dinas Ksehatan, KPPN, P3A dan dari Dinas PUPR terkait perbaikan dan mengembangan infrastrukturnya.
Ke depannya, terangnya, P2WKSS bisa bersinergi untuk melahirkan wirausaha baru. Program tersebut merupakan salah satu unggulan Pemko Banjarmasin. “Program unggulan Pemko ada 3, pertama terkait dengan pembenahan sungai-sungai dan rumah susun, kedua melahirkan 2500 wirausahawan baru dalam 5 tahun, yang dihandle 7 SKPD,” katanya.
Ia pun berharap, agar para ibu-ibu lebih memperhatikan tentang pentingnya kesehatan, tentang pentingnya sanitasi, dan tentang kebersihan. “Dengan memperhatikan hal tersebut, saya yakin dan percaya, upaya kita untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan keluarga akan menjadi signifikan, oleh karena itu sengaja saya berhadir disini untuk memberi support,” pungkasnya.
Ketua Tim Penilai P2WKSS, tingkat Provinsi Kalsel, Hj Titik Haryati mengatakan, penjelasan yang telah dipaparkan Walikota Banjarmasin dan Ketua TP PKK Banjarmasin sudah bisa dikatakan bersinergi dengan kegiatan P2WKSS. “Semoga nilai-nilai yang kami hasilkan juga cukup memuaskan dan kami juga berharap Kelurahan Kelayan Dalam bisa meraih peringkat pertama,” katanya. (humpro-bjm).
 
 
 































 

JAKARTA – Banjarmasin kembali sabet penghargaan di level nasional, kali ini menerima penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) sebagai Unit Penyelenggara Pelayanan Publik Kategori Pelayanan Prima melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Banjarmasin dengan Nilai A. Kemenpan RB RI mengundang seluruh Kepala Daerah yang mendapatkan penghargaan termasuk Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina untuk menerima penghargaan secara langsung yang diserahkan oleh Menpan RB Syafrudin, di Grand Ballroom Rafflesia, Balai Kartini, Jakarta, Selasa (27/11/2018).
Syafrudin menyampaikan tujuan diadakannya penilaian dan evaluasi bukan untuk menentukan mana yang benar atau salah, lebih dari itu untuk memberikan asistensi kelebihan dan kekurangan dari jalannya penyelenggaraan pelayanan publik, serta untuk mewujudkan konsep good governance. Ia menekankan agar para penerima penghargaan tidak merasa berada di puncak kesuksesan dan berhenti untuk berinovasi, tapi justru harus terus mengembangkan pelayanan publik agar bisa bermanfaat bagi masyarakat. "Era digitalisasi perlu diantisipasi dengan baik, jangan pesimis dan pasif, namun bersikaplah optimis sebagai bangsa yang besar," pesan Syafrudin.
Sementara itu Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina mengucapkan rasa syukur Banjarmasin kembali meraih penghargaan dari Pemerintah Pusat melalui Kemenpan RB atas penyelenggaraan publik pelayanan prima Tahun 2018 dengan nilai A, dan atas pencapaian yang didapat Pemerintah Kota Banjarmasin terus memberikan pelayanan terbaik untuk warga kotanya. “Alhamdulillah Banjarmasin dapat kembali predikat evaluasi dari Kemenpan RB untuk pelayanan publik kategori A ada dua pelayanan, yaitu di Dinas Dukcapil dan Dinas PMPTSP. Ini adalah upaya dari Pemerintah Kota Banjarmasin untuk memberikan pelayanan terbaik untuk warga Kota Banjarmasin dan terus berbenah menjadi yang terbaik”
Secara terpisah, Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB, Diah Natalisa menjelaskan, bahwa telah ditetapkan 34 Provinsi dan 208 Kabupaten/Kota sebagai lokus evaluasi. Adapun Unit Penyelenggara Pelayanan Publik yang dievaluasi, yaitu: Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi, yaitu DPMPTSP, RSUD Provinsi dan Samsat yang dipilih. Di tingkat Kabupaten dan Kota, DPMPTSP, Disdukcapil, RSUD. "Untuk tools evaluasi metoda Analytical Hierarchi Procedur (AHP) yang ditetapkan dengan Permenpan RB Nomor 17 Tahun 2017, terdapat tiga instrumen formulir penilaian yaiu F01 yang diisi penyelenggara layanan, yang merupakan self assesment oleh yang bersangkutan , F02 yang diisi oleh evaluator yang melakukan penilaian dan F03 diisi oleh pengguna layanan," katanya. (humpro-bjm) 






  

Gelaran Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) tahun 2019 nanti dipastikan lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya.
Bahkan, dalam kegiatan parade sasirangan, pesertanya tidak hanya diikuti masyarakat kota seribu sungai, tetapi akan diikuti juga oleh daerah lain.
Hal tersebut terungkap dalam rapat persiapan gelar BSF yang dilaksanakan Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah, di rumah jabatan Walikota Banjarmasin, Selasa (27/11).
Dalam rapat tersebut, istri Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina itu mengatakan bahwa target Pemko Banjarmasin adalah ingin menjadikan Banjarmasin Sasirangan Festival menjadi event berskala Nasional. “Target kita menjadikan event BSF 2019 sebagai event yang berskala Nasional," ujarnya.
Untuk itu, istri Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina ini berharap dalam pelaksanaannya nanti melibatkan orang orang yang memang profesional dibidangnya.
Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten II Bidang Perekonomian, Kepala Bagian Pemerintahan, Kepala Bagian Perekonomian, Kepala Dinas Koperasi, Kepala Dinas Perdagangan dan Bagian Humas.(humpro-bjm)







BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang dihadiri Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah dan seluruh ASN itu, dilaksanakan di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin. “Melalui peringatan Maulid Nabi besar Muhammad SAW ini, kami berharap forum silaturahmi ini dapat menghasilkan implentasi dakwah dalam pendidikan Al-Qur’an dan pola motivasi belajar dalam mengajar, baik belajar Al-Qur’an khususnya kepada anak-anak kita untuk mendukung salah satu program Pemerintah Kota Banjarmasin yaitu Maghrib Mengaji,” ujar H Hermansyah saat menyampaikan sambutannya, Selasa (27/11).
Berkaitan dengan program Magrib Mengaji, mantan anggota DPRD Kalsel ini berharap, para para ustadz dan ustadzah lebih gencar lagi mengajak anak-anak untuk mengikutinya.
Sebab, lanjutnya, salah satu cara membendung kenakalan anak-anak di kota ini adalah dengan mengajaknya melakukan ibadah dan beragam kebaikan. “Saya melihat di Banjarmasin pergaulan anak-anaknya sangat memprihatinkan, masih ada anak-anak yang memakai lem maupun zenith. Oleh sebab itu dengan program Magrib Mengaji ini menjadi salah satu upaya kita mengantisipasi dan mengurangi anak-anak tersebut melakukan hal-hal yang kurang baik,” katanya
Harapan lain yang disampaikan saat itu agar para orangtua juga ikut mengawasi anak-anak mereka, sehingga terhindar dari pergaulan bebas. “Kepada bapak dan ibu sekalian, tolong jaga anak-anaknya, jangan sampai mereka melakukan hal yang seperti ngelem. Dan saya juga sudah berkoordinasi dengan seluruh Satpol PP untuk mengamankan dan membawa anak-anak yang tidak diawasi orangtuanya ke masjid dan suruh mengaji, supaya tidak lagi ngelem segala macamnya,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, H Hermansyah juga meminta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat kota seribu sungai, untuk sama-sama menjadi Kota Banjarmasin sebagai kota Barasih wan Nyaman. “Melalui komunikasi yang baik diharapkan berbagai persoalan yang ada di Kota Banjarmasin dapat diselesaikan, dan pemerintah daerah dapat menyampaikan program-program pembangunan yang diharapkan mendapat dukungan pian-pian berataan, lebih khusus dari masyarakat untuk menjadikan Banjarmasin ini menjadi Banjarmasin BAIMAN yaitu Barasih wan Nyaman,” pungkasnya.(humpro-bjm)












Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.