Juli 2020

BANJARMASIN - Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah, bersama DPRD Kota Banjarmasin mengesahkan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk dijadikan Peraturan Daerah (Perda) Kota Banjarmasin.

Kedua perangkat aturan itu adalah tentang Pertanggungjawaban APBD Kota Banjarmasin Tahun Anggaran 2019 dan Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan Kota Banjarmasin.
Menurut H Ibnu Sina, terkait Pertanggungjawaban APBD Kota Banjarmasin tahun anggaran 2019, semua hasil pemeriksaan yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Kalsel telah ditindaklanjuti oleh masing-masing SKPD lingkup Pemko Banjarmasin.
Jadi, terangnya, sebelum Raperda tersebut disahkan menjadikan Perda, terlebih dahulu telah dilakukan pembahasan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Banjarmasin. “Jadi catatan yang diberikan BPK RI telah ditindaklanjuti oleh masing-masing SKPD, dan telah dibuat skema untuk pengembaliannya, dan hal tersebut telah disepakati,” ujarnya, saat memberikan penjelasan usai rapat paripurna tingkat 2 yang beragendakan pengesahan dua Raperda tersebut menjadi Perda, Rabu (29/07).
Menyinggung tentang Perda Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan Kota Banjarmasin, orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini berharap, dengan disahkannya Raperda tersebut menjadi Perda ke depannya tidak ada masalah lagi terkait pelayanan KTP, Akte Kelahiran, Kartu Kelurga dan Kartu Identitas Anak.
Dijelaskannya lagi, terkait kelangkaan blangko untuk pembuatan KTP yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, hal itu dikarenakanya stok kiriman dari pusat belum datang.
Agar kejadian tersebut tidak terulang lagi, maka harus ada inovasi di bidang kependudukan dan administrasi kependudukan, dengan melaksanakan pengiriman data melalui pos. “Kalau terkait dengan kelangkaan atau kekurangan blanko, itu hal yang tidak bisa kita hindari, karena itu sifatnya kiriman dari pusat. Makanya dalam suasana seperti ini harus ada inovasi-inovasi terkait dengan misalnya, tahun inikan kita melakukan inovasi di Bidang Pendudukan ini, administrasi kependudukan dikirim melalui post kepada alamat yang bersangkutan, dan itu sudah dilakukan kerja sama dengan Post Indonesia,” terangnya.(prokom-bjm)









BANJARMASIN – Para Pemuda Pelopor terplih Kota Banjarmasin tahun 2020, diharapkan dapat mengikuti jejak para alumni yang berhasil di tingkat provinsi sampai ke tingkat nasional.
Hal itu disampaikan oleh Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, pada saat menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Pemilihan Pemuda Pelopor tingkat Kota Banjarmasin tahun 2020, di Lobby Balai Kota Banjarmasin.
Pemimpin di bumi kayuh baimbai ini berharap, selain dapat mengembangkan dedikasi, inovasi dan kreativitas, para pemuda pelopor terpilih juga diharapkan dapat mengikuti jejak para alumni yang sudah berhasil. “Alumni pemuda pelopor ini banyak yang berhasil, kita rindu di tingkat nasional pada jaman itu Arifin dari Rumah Kreatif, itu tahun 2015 saat itu bahkan sampai di tingkat nasional,” harapnya, Rabu (29/07).
Selain itu, dalam kegiatan yang dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banjarmasin, Taufik Rifani dan Kabid Pengembangan Pemuda, Zulfaisal itu, H Ibnu Sina juga mengatakan bahwa Kota Banjarmasin cukup bangga memiliki para pemuda pelopor yang sangat menginspirasi.
Untuk diketahui, dalam Pemilihan Pemuda Pelopor tingkat Kota Banjarmasin tahun 2020 yang dilaksanakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banjarmasin ini, terdapat lima bidang yang dilombakan, diantaranya, Bidang Inovasi dan Teknologi, Bidang Pangan, Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pariwisata, Bidang Agama, Sosial dan Budaya, dan Bidang Pendidikan.
Masing-masing pemuda yang terpilih sebagai pemenang dari kelima bidang tersebut, mendapatkan piala, sertifikat dan uang pembinaan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banjarmasin. (prokom-bjm)










Banjarmasin - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) kota Banjarmasin menggelar pemeriksaan keliling di sejumlah tempat pemotongan hewan qurban saat pelaksanaan Idul Adha 10 Dzulhijah 1431 H yang bertepatan dengan 31 Juli 2020 mendatang.
Dimotori oleh Kepala Seksi Medik Veteriner DKP3 Banjarmasin Dr Anang Dwijatmiko, tim bergerak dari satu Masjid ke Masjid lainnya di seluruh kota Banjarmasin yang melaksanakan ibadah qurban, mereka menelusuri sejauh mana persiapan para panitia pelaksana ibadah qurban di Banjarmasin.
Dari hasil pemeriksaan keliling, diakui oleh dr Anang bahwa panitia pelaksana qurban sudah mengerti akan pentingnya protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19, hal ini terlihat dari berbagai macam persiapan mulai dari alur pengambilan kupon hingga teknis penyaluran daging qurban yang diantar ke rumah warga.
"Ada beberapa tempat yang sudah kita datangi, Alhamdulillah mereka sudah paham untuk melaksanakan qurban sesuai protokol kesehatan Covid-19," bebernya.
Ia megingatkan sesuai dengan ceklis yang dimiliki oleh pihaknya, agar para panitia ibadah qurban senantiasa cuci tangan, menggunakan masker hingga mengenakan APD sederhana seperti masker dan sarung tangan.
"Yang lain adalah menjaga jarak yang utama, untuk panitia benar benar kesehatannya harus terjaga, kalaupun menggunakan tenaga dari luar, bisa disertai dengan Surat keterangan sehat dari puskeskas maupun dokter," pungkasnya. (Diskominfotik-mz)



Banjarmasin - Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina mengikuti apel pelepasan bakti sosial dalam rangka Ulang Tahun AKABRI BD-91 di Lapangan Kamboja Banjarmasin Tengah, Senin 27/7/2020.
Kegiatan Bakti Sosial tersebut digelar oleh Keluarga besar Alumni Akpol 1991 Batalyon Bhara Daksa dan bantuan dalam baksos itu berupa sembako yang akan diserahkan kepada ratusan warga terdampak Covid-19 di Banjarmasin.
Dari total 1000 paket, Kota Banjarmasin mendapat jatah 400 paket yang disalurkan ke 5 kecamatan dengan 52 kelurahan melalui Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, Tagana dan peserta apel lainnya.
Adapun rincian dari 400 paket tersebut yakni, 72 paket di Kecamatan Banjarmasin Barat, 80 paket di Kecamatan Banjarmasin Utata, 88 paket Kecamatan Banjarmasin Tengah, 72 paket Kecamatan Banjamasin Timur dan 88 paket untuk Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Seremonial pelepasan balon dilakukan oleh Walikota Banjarmasin didampingi Kapolresta dan Komandan Distrik Militer 1007/Banjarmasin, sedangkan pelepasan pasukan bansos langsung dilakukan oleh Wakapolda Kalimantan Selatan.








Banjarmasin - Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2020, Kota Banjarmasin patut bebangga, karena tidak semua kota di Indonesia memiliki ruang bermain anak berbasis sungai, terlebih kota berjuluk Seribu Sungai itu hingga saat ini masih menyandang predikat kota layak anak dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Hal ini diungkapkan oleh Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina disela peringatan HAN 2020 di Lobby Balaikota Banjarmasin pada Kamis 23 Juli 2020, pelaksanaan kegiatan tersebut digelar dengan mematuhi protokol kesehatan dalam rangka mencegah semakin maraknya penyebaran Covid-19 di Kota Banjarmasin.
Dalam kesempatan itu, H Ibnu Sina berterimakasih kepada Kementrian PPPA yang sudah banyak sekali membantu Kota Banjarmasin termasuk masih menyematkan kota layak anak di Bumi Kayuh Baimbai tersebut, "mudah-mudahan ini bisa tetap kita wujudkan secara bersama-sama hingga nanti.
Beliau menyampaikan seluruh ruang di Kota Banjarmasin merupakan ruang bermain bagi anak-anak, baik yang secara khusus di taman-taman kota ataupun ruang bermain anak, termasuk sungai-sungai yang memberikan kenyamanan tersendiri bagi para penikmatnya.
"Ulun sering menyisiri Sungai Martapura di Banjarmasin ini, kalau sudah tengah hari sampai menjelang senja, anak anak kita itu berenang dengan gembira riang di sungai-sungai yang ada di Banjarmasin," urai H Ibnu Sina.
"Tidak ada rasa sedikitpun takut disambar buaya, tidak ada rasa takut tenggelam, karena mereka hidup dalam suasana kearifan lokal yaitu budaya sungai," jelasnya.
Pada perhelatan HAN 2020 tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial, Kepala DPPPA, Ketua TP PKK, Ketua GOW serta ketua Dharma Wanita dan Perwakilan PDAM Bandarmasih serta PKK Kecamatan. (Diskominfotik-mz)




Banjarmasin - Guna mendukung penataan reklame agar tercipta tata ruang kota Banjarmasin yang elok, Pemerintah Kota Banjarmasin membentuk tim terpadu penataan reklame yang diatur dalam Surat Keputusan (SK) Walikota Banjarmasin nomor 546 tahun 2020.
SK tersebut membahas tentang seluk beluk Tim Terpadu Penataan Reklame Kota Banjarmasin, tim tersebut langsung dikomando oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin dan dilengkapi oleh 36 anggota yang terdiri dari berbagai SKPD di lingkungan Pemkot Banjarmasin.
Sementara itu dalam SK tersebut turut meletakkan pucuk pimpinan kota yakni Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina dan Wakil Walikota Banjarmasin, H Hermansyah sebagai pengarah dari tim terpadu penataan reklame kota Banjarmasin itu.
Menurut H Ibnu Sina, memang sudah saatnya pihak Pemkot Banjarmasin melakukan penataan pada reklame yang ada di Kota Seribu Sungai itu, "terutama guna menata kawasan itu dulu yang paling penting, yang kedua baru soal PAD (Pendapatan Asli Daerah)," ucapnya.
Selain itu, H Ibnu Sina berharap tim terpadu tersebut dapat bekerja dengan baik, terlebih dalam rapat tersebut tidak hanya membahas soal baliho bando, akan tetapi kegiatan itu pula membahas seluruh reklame yang tidak sesuai dengan peraturan baik mulai Undang-undang hingga peraturan turunannya.
"Rapat kita ini bukan hanya untuk baliho bando yang ada di kilometer A Yani, tetapi keseluruhan baliho billboard dan papan reklame yang ada di Kota Banjarmasin," jelas H Ibnu Sina. (Diskominfotik-mz)






BANJARMASIN - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, mengadakan webinar pariwisata dengan tema "Masa Depan Parawisata Di Banjarmasin Dalam Rangka Menuju Era New Normal", melalui video conference, pada hari Rabu (22/7).
Kepala Disbudpar Kota Banjarmasin, Muhammad Ikhsan Alhaq mengatakan, tujuan digelarnya webinar tersebut untuk saling berdiskusi bagaimana mengembangkan pariwisata di Banjarmasin, ditengah masa pandemi maupun pasca pandemi Covid-19.
Saat membuka acara webinar, Ihksan juga mengharapkan banyak masukan-masukan dari peserta dan narasumber, untuk ditampung untuk dapat diserap sebanyak banyaknya demi pariwisata di Banjarmasin tetap berjalan dan bekembang lebih bagus kedepan.
"Karena ditengah pandemi Covid-19, tentu jelas mempengaruhi pariwisata di Banjarmasin. Oleh itu kami harapkan banyak masukan dari peserta dan narasumber yang tergabung dalam webinar ini, sehingga kami bisa menyerap masukan sebanyak-banyaknya. Artinya bahan-bahan ini akan kami rangkum dan di ajukan kedalam rancangan pengembangan pariwisata di Banjarmasin tahun 2021," ucapnya melalui video conference.
Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina juga hadir dalam webinar melalui video conference, di ruang kerjanya. Dalam sambutannya, Ibnu juga sangat optimis bahwa masa pandemi Covid-19 ini akan segera terlewati, walaupun hal itu perlu waktu dan kedisiplinan.
Mengingat Banjarmasin saat ini sudah mengumumkan bahwa sudah ada 6 Kelurahan dari 52 Kelurahan yang ada di Banjarmasin sudah memasuki zona hijau. "Dengan asumsi bahwa dari hasil satu pekan ini sudah tidak ada lagi penambahan kasus, dan kasus lama itu sudah sembuh, itu indikatornya," ujarnya.
Orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai itu juga tidak bisa memungkiri bahwa sektor travel dan hotel yang berkecimpung dengan pariwisata sangat terkena dampak ditengah pandemi Covid-19.
"Saya kira kita semua harus mempersiapkan diri, segala sesuatu ada ujungnya, semoga badai ini cepat berlalu, dan dunia pariwisata kembali menjadi primadona, yang sempat berjaya sebelum Covid-19," imbuhnya.
H Ibnu Sina juga berharap bangunan insfratruktur, dan juga persiapan terkait dengan objek wisata bahkan suporting sistemnya, baik dari aspek sumber daya pariwisatanya serta seluruh stakeholder terkait bisa mempersiapkan diri, ketika dibukanya pariwisata khususnya di Banjarmasin.
"Banyak yang ingin datang ke Banjarmasin, apalagi setelah launcing agenda event di Bali kemarin, itulah yang membuat mereka ingin sekali ke Banjarmasin. Tapi karena kondisi sekarang, akhirnya semua itu tertunda," ungkapnya.
Terakhir, Walikota yang beberapa waktu lalu menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2020 itu, kembali berharap melalui webinar ini ada langkah-langkah baru yang bisa kita lakukan untuk mengembangkan pariwisata di Banjarmasin.
"Seperti halnya hari ini 10 destinasi wisata baru yang sempat kita gaung-gaungkan, dan hari ini dalam proses penyelesaian finising. Terutama dari Disbudpar," pungkasnya. (Diskominfotik-bjm)




BANJARMASIN - Membongkar mitos demokrasi dan melupakan politik kewarganegaraan.

Kalimat tersebut merupakan sebuah tema dalam seminar yang dilaksanakan Pusat Studi Politik dan Kebudayaan Publik dari Yayasan Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Daerah, Jakarta.
Menariknya, narasumber dalam kegiatan yang dilaksanakan via Online itu adalah orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Sebut saja salah satunya adalah H Ibnu Sina. Ia adalah Walikota Banjarmasin periode 2016 hingg 2021.
Lalu apa katanya saat berbicara dalam kegiatan yang diikuti mantan Wamenhum RI, Profesor H Denny Indrayana. Presiden Republik Akal Sehat, Rocky Gerung. Dan Direktur Pusat Studi Politik dan Kebijakan Publik Dr M Uhaib Asad.
Menurutnya, ia merasa sangat beruntung dapat menikmati alam demokrasi Indonesia saat ini.
Ia menghirup udara negeri berjuluk Bumi Katulistiwa ini sejak zaman Presiden RI Soeharto hingga lengsernya orde baru, kemudian berlanjut dalam masa bermunculan partai politik di tahun 1997, dan akhirnya terjun ke dunia politik secara langsung.
Semua itu, katanya, merupakan sebuah pengalaman yang sangat berharga. “Mungkin tidak semua orang mengalaminya, tetapi saya ingin berbagi saja, cukup kami yang mengalaminya, dan itu menjadi pelajaran juga bagi yang lain,” ungkapnya, Selasa (21/07).
Terlebih, katanya lagi, ia memiliki pengalaman dalam Pemilu Legislatif sebanyak 4 kali dan 1 kali pengalaman di Pilkada, sehingga saying bila pengalaman yang dimilikinya itu tidak dibagi-bagikan.
Apalagi, ucapnya, tema yang di angkat dalam kegiatan tersebut bicara tentang mitos demokrasi. “Apakah benar yang dimaksudkan mitos itu adalah janji kebahagiaan, janji kesejahteraan, janji untuk persamaan hak di hadapan hukum, kemudian siapapun punya hak untuk dipilih dan memilih, hak warga negara, hak yang sama dihadapan hukum dan rasa keadilan, itu saya kira menjadi sangat dinamis pembicaraannya,” ucapnya.
Mengapa demikian, lanjutnya, karena di satu sisi ada yang bertanya, apakah benar demokrasi membawa kepada kesejahteraan. Kemudian apakah hak-hak politik seseorang di dalam proses demokrasi itu bisa terakomodir atau diakui atau justru kehilangan hak politiknya. “Bicara tentang demokrasi sama dengan bicara hal-hal yang terkait dengan kebijakan yang tidak lepas dari kebijakan geopolitik dan geostrategic,” ujarnya.



Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.