Mei 2019


BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah, menggelar acara berbuka puasa bersama petugas kebersihan. Kegiatan yang dihadiri Kadis Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin H Mukhyar itu digelar di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Kamis (30/05).
Acara berbuka puasa bersama pahlawan kebersihan kota berjuluk seribu sungai itu, merupakan agenda tahunan yang selalu digelar Pemko Banjarmasin saat Bulan Ramadan tiba. H Ibnu Sina berharap, meskipun saat ini Bulan Ramadan para pasukan kuning tersebut tetap bersemangat melaksanakan tugas dan kewajibannya menjadikan kota ini menjadi barasih wan nyaman. “Mudah-mudahan bapak dan ibu bisa bekerja dengan sebaik-baiknya dalam rangka berusaha menjadi kota yang bagus, Kota Banjarmasin yang Baiman Barasih wan Nyaman,” harapnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar di sepuluh hari terakhir di Bulan Ramadan ini hendaknya mereka tetap melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim yakni memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. “Di akhir puasa ini, menjelang lebaran, mudah-mudahan kita semua tetap bisa beribadah dengan khusyu, khususnya di 10 hari terakhir Bulan Ramadan ini,” katanya.
Dalam kegiatan yang menghadirkan Ustadz H Fadli itu, dirangkai juga dengan solat magrib berjamaah.(humpro-bjm)















BANJARMASIN – Salah satu agenda rutin Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina selama Bulan Suci Ramadan 1440 hijriah adalah ceramah agama. Kegiatan tersebut dilakukannya setelah solat taraweh dan solat subuh. Di malam ke dua puluh empat Ramadan 1440 hijriah ini, pemimpin Bumi Kayuh Baimbai ini kembali menyampaikan ceramah agamanya di MABIT Sekolah Islam Terpadu, Nurul Fikri Banjarmasin, Rabu (29/05).
Selain dihadiri masyarakat umum dan pengurus sekolah tersebut, tampak ikut dalam kegiatan tersebut tiga orang anak H Ibnu Sina yakni, Jundi Muhammad (16), Syarif Hidayatullah (14), dan Muhammad Al Fatih (10). Saat berada di sekolah tersebut, ketiga bersaudara ini terlihat antusias mendengarkan ceramah agama yang disampaikan orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini. “Kami memang mau menghadiri acara ini, dan kebetulan Abi (ayah-red) juga mengajak kami,” ujar Juhdi.
Tema yang diangkat dalam kegiatan di sekolah yang beralamat di Perum Wijaya Lestari 1, Gang. 3, RT 22, RW.02, kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat itu tentang keistimewaan 10 malam terakhir di Bulan Ramadan. Selain itu, ia juga menghimbau agar di Bulan Ramadan ini kaum muslimim lebih memperbanyak istigfar kepada Allah SWT. “Mudah-mudahan Allah SWT selalu mengkabulkan hajat dan doa kita,’ ujarnya.
Usai menyampaikan ceramah agama, H Ibnu Sina berserta tiga orang putranya melanjutkannya kegiatannya dengan melaksanakan I’tikap.(humpro-bjm)








BANJARMASIN – Tahun ini Kota Banjarmasin mendapat kehormatan menjadi tuan rumah event nasional City Sanitation Summit (CSS). Kegiatan yang merupakan agenda tahunan Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) itu, rencananya akan dilaksanakan tanggal 23 sampai 25 September mendatang. Persiapan atas event AKKOPSI Sharing Cities ke XIX yang akan mengusung tema Strong leadership Merupakan Kunci Sukses Dalam Keberlangsungan Layanan Menuju Akses Aman Sanitasi itupun mulai dilakukan jajaran Pemko Banjarmasin. Menurut Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, kegiatan tersebut selain menghadirkan para kepala daerah dari berbagai kota di Indonesia, juga akan menghadirkan beberapa narasumber nasional, diantaranya seperti dari Bappenas, Kementerian PUPR, dan PDAM Bandarmasih. “Untuk narasumber dari Bapenas dan PD PAL akan memberikan materi tentang Sanitasi Merupakan Pelayanan Dasar Yang Menjadi Urusan Wajib Pemerintahan Daerah (Kelembagaan). Narasumber dari Sunter-Gubernur DKI dan Walikota Jakarta Utara akan memberikan materi Pemberdayaan Pengelolaan Sampah Menuju Waste to Energy. Kemudian untuk Bupati Kabupaten Malang akan memberikan materi Waste to Product, Direktur Pengadaian akan memberikan materi tentang Waste to Gold, dan untuk PDAM Banjarmasih akan memberikan materi tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak (Menjamin Ketersediaan Air Bersih dan Sanitasi Yang Berkelanjutan Untuk Semua Orang).” jelasnya, saat Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaran CSS di Aula Barenlitbangda Kota Banjarmasin, Rabu (29/05).
Dari informasi terhimpun, penyambutan tamu peserta CSS akan dilakukan di Siring Menara Pandang, Kota Banjarmasin, sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan Harijadi Kota Banjarmasin ke 493, dimana saat akan dilaksanakan pawai tanglong. Selain itu, beberapa event untuk mendukung kegiatan tersebut juga akan digelar, diantaranya lomba poster dengan tema sanitasi dan menyediakan papan inspirasi yang bisa digunakan oleh seluruh komponen masyarakat yang ingin memberikan inspirasi dan dukungannya terhadap kegiatan CSS. Sekedar mengingatkan, rapat pimpinan AKKOPSI yang berlangsung Bulan Agustus 2018, di Jakarta, berhasil merumuskan beberapa keputusan penting dalam rangka pengembangan organisasi dan kota yang tergabung dalam organisasi tersebut. Salah satu rumusan kesepakatan dalam rapat yang dipimpin Ketua AKKOPSI yang juga Walikota Makassar Dhany Pomanto dan dihadiri Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina yang menjabat sebagai Ketua III organisasi AKKOPSI menyatakan, Kota Banjarmasin terpilih menjadikan tuan rumah penyelenggaraan kegiatan AKKOPSI Sharing Cities (ASC) tahun 2019. Tema yang akan diangkat dalam kegiatan ASC di Kota Banjarmasin nanti, difokuskan pada penanganan sampah plastik, stunting dan masa depan Indonesia.(humpro-bjm)










BANJARMASIN – Salah satu bentuk kebersamaan yang selalu dilakukan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Wakil Walikota Banjarmasin H Hermasnyah di bulan suci Ramadan seperti saat ini adalah, bersillaturahim dengan seluruh lapisan masyarakat Kota Banjarmasin. Seperti dihari kedua puluh tiga di Bulan Suci Ramadan 1440 hijriah ini, kedua pemimpin Bumi Kayuh Baimbai itu menggelar acara buka puasa bersama pengurus dan anggota Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) se Kota Banjarmasin. Ratusan para relawan tersebut pun terlihat memenuhi Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, sejak pukul 17.00 WITA. H Ibnu Sina mengatakan, meskipun di kota berjuluk seribu sungai ini terdapat ratusan organisasi BPK, namun ia tetap berharap, musibah kebakaran tidak pernah lagi terjadi. “Mudah-mudahan ke depan musibah kebakaran ini bisa terkurangi, bahkan kalau bisa tidak ada lagi kebakaran,” harapnya, saat menyampaikan sambutannya, Selasa (28/05).
Agar musibah yang dapat menghanguskan seluruh harta benda itu tidak terjadi, jelasnya, masyarakat hendaknya saat melakukan aktifitas sehari-hari diminta untuk selalu waspada. “Yang namanya musibah itu bisa datang kapan saja, oleh karena itu mudah-mudahan ke depan masyarakat Kota Banjarmasin bisa lebih berhati-hati,” Jelasnya.
Dikatakannya, di tahun 2019 ini, di Kota Banjarmasin akan dilaksanakan dua kali lomba ketangkasan BPK. Dengan adanya lomba-lomba tersebut, ia berharap kemampuan para anggota BPK di kota ini dalam menangani musibah kebakaran akan semakin professional. “Mudah-mudahan lomba-loba tersebut bisa meningkatkan kemampuan untuk mengatasi musibah ini di lapangan,” katanya.
Kehadiran para relawan BPK di kota ini, terangnya lagi, sangat membantu pemerintah kota. Untuk itu ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota BPK di kota ini yang telah berkerjakeras membantu seluruh lapisan masyarakat, yang tertimpa musibah kebakaran. “Atas nama Pemko Banjarmasin kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BPK se Banjarmasin. Mudah-mudahan itu menjadi amal ibadah kepada kalian semua,” pungkasnya.(humpro-bjm)











BANJARMASIN – Seratus tempat tidur pasien rencanannya disiapkan dalam kegiatan launching pengoperasian RSUD Sultan Suriansyah. Rencana itu merupakan usul baru dari tim percepatan pengoperasian rumah sakit tersebut. Awalnya, saat pengoperasiannya nanti, jumlah tempat tidur yang disiapkan sekira 30 unit, namun setelah dilakukan analisa ulang dan disandingkan dengan jumlah dokter spesialis yang tersedia, akhirnya jumlah tempat tidur tersebut diusulkan ditambah. “Kita memiliki dokter spesialis empat orang. Kalau satu dokter 10 pasien, maka jumlah tiga puluh tempat tidur itu akan langsung penuh, karena itu kita kembali mengusulkan jumlah tempat tidur pasien itu seratus unit,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Dr Machli Riyadi saat memaparkan hasil analisanya dalam kegiatan rapat percepatan pengorperasi RSUD Sultan Suriansyah, di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Selasa (28/05).
Pria yang baru 15 hari menjabat sebagai orang nomor satu di jajaran Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin ini juga memastikan, kegiatan soft launching rumah sakit kebanggaan masyarakat Banjarmasin ini akan dilakukannya lebih awal dari rencana semula yakni 1 Agustus 2019. “Kita juga ingin pelayanan rumah sakit ini dibuka pada tanggal 1 Agustus supaya kita bisa mengetahui apa saja kekurangan-kekurangan yang bisa kita perbaiki, sebelum diresmikan oleh Bapak Walikota dan Wakil Walikota pada tangal 24 September nanti,” katanya.
Tak hanya itu, dalam kegiatan yang dihadiri langsung Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah serta seluruh kepala SKPD lingkup Pemko Banjarmasin, Machli Riyadi juga memaparkan tentang rencana kegiatan unggulan rumah sakit tersebut di tahun 2020 dan 2021 nanti, salah satunya adalah menyediakan poliklinik VIP agar semua pasien yang berobat melalui poliklinik tersebut bisa bebas memilih dokter yang mereka kehendaki. “Jadi kita memiliki pelayanan VIP, inilah yang menjadi unggulan kita, dimana pasien tidak perlu mengurus administrasi rumah sakit karena petugas kita yang mengurus semuanya, jadi pasien tinggal duduk saja,” ucapnya.
Keunggulan lain yang akan disediakan di rumah sakit tersebut adalah tersedianya transportasi ambulans sungai. “Saya kira itu juga menjadi unggulan kita, dimana yang lain tidak memiliki ambulan air, kita memiliki ambulan air,” tuturnya.
Atas rencana yang telah dipaparkan tersebut, H Hermansyah meminta semua SKPD lingkup Pemko Banjarmasin agar membantu percepatan pelaksanaan pengoperasian tersebut, sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing SKPD. “Seluruh SKPD di lingkup Pemko Banjarmasin tolong dibantu, karena rumah sakit ini bukan milik Walikota atau Wakil Walikota tapi milik kita semua, milik masyarakat Kota Banjarmasin,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan rasa optimisnya terhadap rumah sakit yang terletak di Jalan RK Ilir Banjarmasin Selatan itu akan dapat beroperasi sesuai dengan target dan rencana yang telah disepakati. “Perlu kami sampaikan kenapa kami sangat optimis, karena hal yang paling mendasar dari dioperasionalkannya rumah sakit tersebut adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kota Banjarmasin,” ungkapnya.
Sementara itu, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina menyarankan, sebelum dioperasionalkan, direktur rumah sakit dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin terlebih dahulu memastikan jenis pelayanan dasar apa saja yang akan dibuka, kemudian menyiapkan semua sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kegiatan kepoliklinikan nanti.(humpro-bjm)







BANJARMASIN – Target Pemko Banjarmasin seperti yang tertuang dalam salah satu visi dan misi Pemko Banjarmasin yakni menjadikan Kota Banjarmasin sebagai kota perdagangan dan jasa, pintu gerbang perekonomian Kalimantan 2025, nampaknya mulai membuahkan hasil. Hal ini seiring dengan geliat perekonomian yang kini mulai kembali tumbuh di kota berjuluk seribu sungai. PT Basirih Industrial yang bergerak dalam produksi pengolahan kayu lapis, hari Minggu (26/05) secara resmi melepas ekspor hasil produksinya. Hebatnya, tujuan ekspor yang dilakukan perusahaan berlokasi Jalan Telaga Biru, Trisakti, Banjarmasin itu adalah Negara Amerika Serikat. “Ini menjadi sejarah bahwa seperti ini ada di Banjarmasin, sehingga Kota Banjarmasin sebagai kota perdagangan dan jasa dimana perekonomiannya bukan hanya mengandalkan dari batubara saja, sekarang mungkin dari industry yang ada di Kota Banjarmasin,” ujarnya, saat memberikan sambutannya dalam kegiatan pelepasan ekspor kayu lapis (Plywood), Minggu (26/05).
Total nilai ekspor kayu lapis yang dilakukan perusahaan tersebut pun cukup besar yakni sekira Rp 1.678.723.856. Selain PT Basirih Industrial, di tahun 2019 ini setidaknya ada empat perusahaan lain di Bumi Kayuh Baimbai yang juga sukses mengekspor hasil produksinya diantaranya, PT Bumi Jaya dengan hasil produksi karet lempengan telah melakukan ekspor ke Negara India dengan nilai transaksi sekira Rp 4.636.800.00, kemudian PT Gawi Makmur Kalimantan, hasil produksi Palm Kernel Expeller melakukan ekspor ke Negara Vietnam dengan nilai transaksi Rp99.200.000.000. Selanjutnya PT Sinar Sawit Sentosa hasil produksi Palm Kernel Oil, ekspor ke Tiongkok dengan nilai transasksi Rp2.569.235.288. Dan PT Sarikaya Sega Utama dengan hasil produksi Daun Gelinggang, diekspor ke Negara Jepang dengan nilai transkasi sekira Rp336.000.000. Masih menurut H Ibnu Sina, di Kota Banjarmasin, saat ini tercatat sekira 1.500 perusahaan aktif. Ia berharap, langkah kelima perusahaan tersebut dapat diikuti perusahaan lainnya. “Mudah-mudahan semakin baik industry ekonomi Indonesia, dengan begitu akan semakin baik juga usaha di kota ini, sehingga bisa memberikan dampak untuk perkembangan ekonomi dan untuk masyarakat serta warga kita,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian Ir Ali Jamil yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menjelaskan, kegiatan produksi yang dilakukan PT Basirih Industrial itu berjalan sudah cukup lama. Namun, katanya, untuk membuka ekspor keluar negeri itu bukanlah hal yang mudah. Sebab, salah satu syarat yang diberikan pihak luar kepada para produsen di Indonesia agar produksinya bisa diterima di negara luar harus memiliki kategori 3 K yakni, jaga kuantitasnya, jaga kualitasnya, kontinuitasnya,. “Jadi banyak yang sudah kita buka ekspornya, lalu kita proses dokumen nya, karena itu harus ada protokol ekspornya dan ternyata itu hanya satu kali ekspor,” ucapnya.(humpro-bjm)
















Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.