Mei 2016








           Luasnya perairan Indonesia ini, merupakan tanggung jawab kita bersama. Dalam penjagaan keamanan tersebut, maka para Prajurit TNI Angkatan Laut (AL) wajib mengetahui dan menguasai navigasi medan saat berlayar.

1.400 siswa Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal) selama 7 bulan telah menjalani pendidikan terutama dalam menyusuri perairan nusantara. Menggunakan KRI Makassar (590), pelayaran ‘Wira Jala Yudha’ kali ini melabuh di dua kota, yaitu : Balikpapan dan Banjarmasin.

Kamis, 26 Mei 2016 bertempat dipelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Dilaksanakan upacara penyambutan serta tarian sambutan.

Menurut Komandan Kobangdikal, Laksda TNI Tri Wahyudi sukarno, para siswa didik ini akan dilatih sesuai dengan bidang yang telah dipilihnya, seperti medis, perbantuan, navigator dll.

“Para prajurit gabungan dari Sersan juga calon Letnan Dua serta Marinir mendapatkan berbagai macam materi dan pratek langsung diatas kapal,” ujar  Tri

Beberapa rangkaian acara disusun dalam rangka menyambut kedatangan para siswa ini, seperti: sosialisasi kesekolah kesekolah, Kurvey pada beberapa tempat ibadah, olahraga bersama unsur forkompinda, donor darah, dan kegiatan bakti sosial lainnya.

Assiten III Bidang Adminitrasi, Drs. Gazi Akhmadi, M.AP menyampaikan dalam sambutan Walikota menyambut hangat kedatangan para siswa siswi Kobangdikal ini. Menurutnya hal ini bukan saja memperkenalkan keadaan geografis di Banjarmasin yang dikenal dengan julukan 1000 sungai tapi juga dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pemerintah Kota menyambut baik kedatangan siswa ini, apalagi belum lama ini Pemko juga menyambut kedatangan para siswa dari STKI dalam rangka Praktek Kerja Lapangan,” ujar Gazi.

Para siswa ini akan berlabuh selama 3 (tiga) hari di dermaga trisakti. Para masyarakat bisa mengujungi kapal KRI Makassar untuk mengenal selukbeluk dan dilayani ini dari pukul 07.00 Wita sampai 17.00 Wita.


Kegiatan ini dihadiri juga oleh direktur utama Pelindo cabang Banjarmasin, Kapolres dan perwakilan dari provinsi.





            Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Banjarmasin menyelenggarakan Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Persampahan dan Sosialisasi Perubahan Perda Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan. di Aula Kayuh Baimbai Pemko Banjarmasin, Rabu 25 Mei 2016.
            Hadir pada acara ini Plt. Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Drs. H. Ichwan Noor Chalik, M.Si, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Banjarmasin Drs. Muhammad Amin, MT, Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Banjarmasin Mulyadi Makmur, SKPD terkait, Lurah se Kota Banjarmasin, PDAM Bandarmasih, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan Dunia Usaha.
            Dalam sambutan Walikota Banjarmasin yang dibacakan oleh Plt. Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Drs. H. Ichwan Noor Chalik, M.Si, menyampaikan bahwa prinsip dasar pengelolaan sampah yang ramah lingkungan adalah harus diawali oleh perubahan cara kita memandang dan memperlakukan sampah. Paradigma sampah yang bertumpu pada pendekatan akhir sudah saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru yang memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan.
            Beliau berharap masyarakat memiliki peranan yang sangat penting untuk mengelola sampah di lingkungan pemukimannya sendiri.
            “Keikutsertaan masyarakat dalam mengelola sampah akan mempermudah penanganan sampah pada skala kota dan ikut serta menurunkan beban pengelolaan sampah di TPS-TPS Kota Banjarmasin” ujar Ibnu Sina.
            Tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah : sedini mungkin memberikan informasi kepada masyarakat akan pentingnya pengelolaan persampahan yang dimulai dari sumbernya yaitu pemukiman, tempat usaha dan rumah tangga. Memberikan pemahaman kepada masyarakat akan perubahan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2015 yang kesemuanya itu akhirnya diharapkan dapat meningkatkan layanan dan pelayanan kebersihan dan persampahan di Kota Banjarmasin.
            Peserta sosialisasi berasal dari perwakilan Kecamatan, Kelurahan, Dunia Usaha dan Kelompok Swadaya Masyarakat se Kota Banjarmasin.

            Narasumber Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Persampahan dan Sosialisasi Perubahan Perda Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan yaitu : Heri Safanur dari Satker PPLP Provinsi Kalimantan Selatan, Farida dari PDAM Bandarmasih, dan Mulyadi Makmur dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Banjarmasin.





            Kelurahan Sei. Andai Kecamatan Banjarmasin Utara mewakili Kota Banjarmasin pada Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2016, Kamis 19 Mei 2016.
            Hadir pada acara tersebut, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin dr. Siti Wasilah, M.Si, Med, Kepala BPMPD Provinsi Kalimantan Selatan Gusti M. Syahyar selaku Ketua Tim Penilai Provinsi Kalimantan Selatan, Plh. Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Drs. Hamli Kursani, M.Si, Perwakilan Kepala BKBPMP Kota Banjarmasin, Camat Banjarmasin Utara Dra. Siti Hapsyah, FKPD, Para Asisten Setdako Banjarmasin, Kepala SKPD, Camat dan Lurah Se Kota Banjarmasin.
            Kelurahan Sei. Andai Kecamatan Banjarmasin Utara merupakan hasil pemekaran dari Kelurahan Sei. Jingah pada Tahun 2010, yang memiliki luas 6,64 km dengan 6.623 penduduk. Kelurahan ini pernah meraih beberapa penghargaan diantaranya Juara I Posyandu Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, Juara I Kawasan Terbersih dan Terencana Tahun 2014. Dan memiliki website online ke Kementerian Dalam Negeri RI.
            Dalam sambutan Walikota Banjarmasin yang dibacakan Plh. Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Drs. Hamli Kursani, M.Si menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Kelurahan Sei. Andai Kecamatan Banjarmasin Utara pada Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Kelurahan Sei. Andai  yang berada di Kota Banjarmasin dengan penduduk yang banyak, heterogen, dengan permasalah perkotaan yang komplek mampu berkarya dalam pembangunan.
            Kepala BPMPD Provinsi Kalimantan Selatan Gusti M. Syahyar selaku Ketua Tim Penilai Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa penilaian ini dalam rangka evaluasi pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan. Yang meliputi 9 sektor yang dinilai oleh Tim Penilai Provinsi Kalimantan Selatan, antara lain : PKK, Kesehatan, Pendidikan.
            Indikator Gotong Royong merupakan prioritas penilaian karena sekarang ini nilai-nilai gotong royong di masyarakat mulai berkurang. Sesuai dengan program Joko widodo membangun Kalimantan mulai dari desa. Kedepannya Kecamatan Banjarmasin Utara memiliki Balai Rakyat Online yang dibiaya dari APBN dan APBD Provinsi Kalimantan Selatan. Kota Banjarmasin memiliki peran strategis sebagai iconnya Kalimantan Selatan.





             Dalam memperingati Hari Jadinya ke-36, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pameran produk – produk dari perajin Dekranas.
            Peringatan HUT Dekranas ke-36 mengusung tema “Perajin Kreatif di Era Digital”, bermakna tuntutan berkarya yang lebih kreatif, didukung oleh kemampuan memanfaatkan teknologi informasi yang diyakini akan meningkatkan daya saing para perajin terutama kawula muda.
            Pada tanggal 18 Mei 2016, Dekranas menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang diikuti oleh hampir 800 peserta diantaranya para Ketua Dekranasda Provinsi, Kabupaten dan Kota serta anggota ataupun pengurus Dekranas Pusat. Acara pokok rakernas adalah diseminasi program masing – masing bidang dalam organisasi Dekranas sambil menghimpun laporan dari Dekranasda Provinsi seluruh Indonesia.
            Pada kesempatan ini juga diluncurkan icon “ Kriya Nusa” dalam mempromosikan maha karya produk kerajinan anak bangsa yang penuh kreatifitas berbasis budaya menuju pasar dunia yang digitalisasi.
            Pameran Dekranas dilaksanakan pada Tanggal 17-20 Mei 2016 di SMESCO Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan. Pameran ini menjadi momen penting untuk perubahan konsep pameran secara signifikan dengan mengedepankan edukasi dan pelatihan. Selain menyajikan produk – produk unggulan Dekranas yang berasal dari seluruh Indonesia. Dekranas juga berkomitmen untuk mengangkat tenun Indonesia dalam berbagai programnya. Para perajin tenun yang kerajinannya sudah termasuk langka atau kurang diminati karena berbagai hal seperti regenerasi yang mandek, kurang promosi maupun kurang pelatihan di berbagai wiayah di nusantara yang sangat membutuhkan pendampingan maupun sentuhan promosi dari Dekranas akan diberi perhatian lebih dan dibina.
Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Mufidah Jusuf Kalla, menganjurkan agar kerajinan menjadi salah satu mata pelajaran dalam kurikulum pendidikan, terutama untuk Sekolah Dasar. Hal ini dimaksudkan agar ada regrenasi serta pendalaman secara menyuruh terhadapa seni kerajinana tangan.
“Dorong mereka untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada disekitar mereka dan menjadikan produk kerajinan kelas dunia,” ujarnya.
            Dalam acara tersebut, Iriana Joko Widodo, Ibu Negara beserta  rombongan berkeliling mendatangi stand-stand kerajinan yang berasal dari 34 provinsi, dan Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan stand  di blok B.



            Dewan Kerajinan Nasional Kota Banjarmasin melakukan Launching Showroom Dekranasda Kota Banjarmasin di Rumah Anno – Siring Sungai Martapura Jl. Kapten Pierre Tendean No.7 RT.16 Banjarmasin, Minggu 15 Mei 2016.
            Hadir pada acara peresmian ini Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, S.Pi, dan Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin dr. Siti Wasilah, M.Si, Med, Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah dan Wakil Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj. Siti Fatimah, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H.M. Arsyadi, ME dan Ketua Dharma Wanita Provinsi Kalimantan Selatan Agustina Arsyadi, Tokoh Masyarakat Kalimantan Selatan Gusti Rusdi Effendi AR, Direktur Utama Bank Kalsel H. Irfan, FKPD, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Pontianak Rudi Enggano Kenang, Wakil Bupati Hulu Sungai Utara Husairi Abdi, Asisten Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin dan Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.
            Launching Showroom Dekranasda ini juga sebagai komitmen Dekranasda Kota Banjarmasin untuk membantu pemasaran produk hasil kerajinan tangan dan hasil olahan masyarakat yang tergabung dalam Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) di 52 Kelurahan di Banjarmasin.
            Pada Tahun 2016 Kelurahan Pemurus Luar Kecamatan Banjarmasin Timur terpilih mewakili Kalimantan Selatan dalam lomba UP2K ke Tingkat Nasional.
            Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Selatan yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H.M. Arsyadi, ME bahwa kehadiran showroom ini akan merangsang para pengrajin untuk bersaing secara positif dalam meningkatkan kualitas produk-produk kerajinan yang dihasilkan dan dapat meningkatkan nilai jual kerajinan lokal.
            Tokoh Masyarakat Kalimantan Selatan Gusti Rusdi Effendi AR mendukung sepenuhnya dengan adanya showroom ini, karena ini merupakan program membuat sebuah pusat kerajinan dan industri kreatif, selama 20 tahun baru terwujud sekarang.

            Walikota Banjarmasin Ibnu Sina berharap untuk meningkatkan kunjungan ke Rumah  Anno ini, nanti melalui Humas Pemerintah Kota Banjarmasin akan dilaksanakan lomba foto Selfie di Rumah Anno.













              Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin menyelenggarakan Sosialisasi Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan  Daerah (TP4D) sekaligus Penandatanganan Kerjasama Pemerintah Kota Banjarmasin dengan Kejaksaan Negeri Banjarmasin dan DPRD Kota Banjarmasin dengan Kejaksaan Negeri Banjarmasin di Aula Kayuh Baimbai Pemko Banjarmasin, Senin 2 Mei 2016.
            Hadir pada acara ini Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, S.Pi, M.Si, Wakil Walikota Banjarmasin  Hermansyah, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali, Kepala Kejaksaan Negeri Banjarmasin Hutama Wisnu, SH, MH, Plt. Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Drs. Ichwan Noor Chalik, M.Si, Asisten Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, Staf Ahli Walikota Banjarmasin, Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin, Anggota DPRD Kota Banjarmasin dan Perwakilan Polresta Banjarmasin.
            Acara Sosialisasi Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan  Daerah (TP4D) ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan doa.
            Dalam sambutannya Walikota Banjarmasin menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin menaruh perhatian serius dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi. Penyelenggaraan sosialisasi dan penyuluhan hukum mengenai Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan  Daerah (TP4D) memiliki makna strategis dalam rangka menyosialisasikan gerakan anti korupsi di lingkungan Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kota Banjarmasin, sekaligus mempererat kerjasama yang harmonis dengan Kejaksaan Negeri Banjarmasin.
            Kerjasama antara Pemerintah Kota Banjarmasin dengan Kejaksaan Negeri Banjarmasin telah lama terjalin dalam bidang penanganan masalah keperdataan dan tata usaha negara. Seiring dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis Nasional, maka kedepannya dipandang perlu untuk memperluas kerjasama tersebut dengan melibatkan Kejaksaan Negeri Banjarmasin agar dapat memberikan pendampingan dan advokasi serta pendapat hukum dalam pelaksanaan proyek strategis.
            Ibnu Sina berharap dengan adanya kerjasama ini pelaksanaan penanganan tindak pidana korupsi dapat berjalan selaras dengan Peraturan Perundang-undangan, khususnya Pasal 20 dan Pasal 22 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan Sehubungan Dengan Pengawasan oleh Aparat Intern, Pengembalian Kerugian dan Unsur Penyalah Gunaan Wewenang, serta Pasal 384 dan Pasal 385 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah terkait dengan Peran Penyidik dan Masyarakat Dalam Hal  Terjadi Tindak Pidana Korupsi.
            Acara dilanjutkan Penandatanganan Kerjasama Pemerintah Kota Banjarmasin dengan Kejaksaan Negeri Banjarmasin dan DPRD Kota Banjarmasin dengan Kejaksaan Negeri Banjarmasin.
            Narasumber Sosialisasi Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan  Daerah (TP4D) adalah : Subhan, SH, MH (Kasi Intel Kejaksaaan Negeri Banjarmasin), AKP Soni L. Gaol (Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin).




              Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, S.Pi, M.Si menjadi pembina Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah Tahun 2016, Senin, 2 Mei 2016 di Halaman Balai Kota Banjarmasin.
            Upacara berlangsung khidmat yang di hadiri oleh Wakil Walikota Banjarmasin, Hermasyah, Plt. Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Drs. Ichwan Noor Chalik, M.Si, Para Asisten Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kepala SKPD dan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.
            Pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah Tahun 2016 ini, Walikota Banjarmasin menyampaikan bahwa penetapan peringatan Hari Otonomi Daerah secara Nasional setiap Tanggal 25 April didasarkan pada Keputusan Presiden RI Nomor 11 Tahun 1996. Tujuannya adalah untuk memasyarakatkan dan memantapkan pelaksanaan otonomi daerah di setiaptingkatan pemerintahan, mulai dari pusat sampai dengan daerah.
            Tema Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XX Tahun 2016 adalah “Memantapkan Otonomi Daerah Menghadapi Tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Makna dari tema tersebut adalah : (1) Otonomi Daerah yang telah menjadi komitmen dan konsensus para pendiribangsa Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, peningkatan daya saing daerah, dan pengembangan demokrasi lokal. (2) Seiring dengan telah diberlakukan kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada Tahun 2016 ini, seluruh pemerintah daerah harus menata seluruh elemen otonomi daerah, agar Indonesia tidak menjadi penontondalam era persainagan bebas. Dalam era MEA diberlakukan 5 arus bebas dalam aktivitas ekonomi antar-negara ASEAN, yaitu Arus bebas barang, Arus bebas jasa, Arus bebas tenaga kerja terampil, Arus bebas modal dan Arus bebas investasi. (3) Melalui pemantapan Otonomi Daerah, kita tidak akan kalah bersaing dengan negara-negara yang berada di lingkungan ASEAN.
            Ibnu Sina juga menyampaikan bahwa Hardiknas diperingati bukan hanya untuk mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Indonesia dan seluruh pejuang pendidikan yang patut kita kenang dan hargai. Namun, juga untuk kita merefleksikan tentang beragam upaya yang telah dan sedang kita lakukan dalam menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Perjalanan tersebut menjadi tonggak untuk upaya kita selanjutnya dalam memberikan layanan pendidikan berkualitas bagi putra putri bangsa, menciptakan SDM Indonesia yang terampil, dan meningkatkan kapasitas penciptaan beragam inovasi dan teknologi yang berdaya saing, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing bangsa Indonesia.
            Hardiknas kali ini kita peringati dengan tema “Ayo Kerja, Inovatif dan Kompetitif”. Tema tersebut merupakan seruan bagi seluruh kalangan pendidikan untuk melakukan reformasi pendidikan, sebagaimana telah dimulai oleh Bapak Pendidikan kita. Reformasi pendidikan merupakan suatu keniscayaan pada saat ini, ketika kita menghadapi beragam tantangan luar biasa dalam skala lokal, nasional, maupun global. Melalui pendidikan, kita mempersiapkan SDM yang akan bersaing dalam pasar kerja nasional maupun internasional.
            Pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah Tahun 2016 ditampilkan atraksi baris-berbaris dari SMPN 23 Banjarmasin, paduan suara SMA Don Bosco yang menyanyikan lagu-lagu daerah.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.