Agustus 2017




Grand final pemilihan Nanang dan Galuh  (Naga) Banjar 2017 tak lama lagi bakal digelar jajaran Pemko Banjarmasin.
Untuk itu, Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah berharap, apabila terpilih sebagai Naga Banjar 2017, putra dan putri kota seribu sungai itu bisa lebih berprestasi tidak hanya dalam skala daerah dan  nasional saja, tetapi bisa merambah hingga ke tingkat internasional. “Saya harap ajang ini menjadi sejarah terbaik bagi diri kalian. Saya berharap Nanang dan Galuh Banjar bisa berprestasi hingga ke tingkat internasional,” ujarnya, saat memberikan arahan kepada 24 orang finalis Naga Banjar 2017 di Ruang Rapat Berintergrasi, Balai Kota Banjarmasin, Selasa (29/08).
Selain terus meningkatkan prestasi, Hermansyah juga menginginkan, para duta wisata Bumi Kayuh Baimbai ini bisa mendisiplinkan diri serta selalu bertanggungjawab terhadap tugas dan kewajiban yang diamanahkan kepada mereka. “Saya ingin Finalis Naga 2017 ini dari segi etika dan disiplin waktu lebih baik. Karena dengan disiplin, harapan dan cita-cita bisa diuwujudkan,” katanya.
Hal penting lainnya yang disampaikan mantan anggota DPRD Kalsel ini tentang  keikut sertaan para finalis Naga Bnajar 2017 dalam sosialisasi bahaya peredaran Narkoba. Menurutnya,  dengan ikut  mensosialisasikan bahaya peredaran Narkoba, para Naga Banjar 2017 terlibat langsung dalam menyelamatkan generasi muda di kota ini.
Sementara ituk, Sekda Kota Banjarmasin Hamli Kursani mengatakan, dirinya optimis finalis Naga Banjar 2017  lebih baik dari tahun sebelumnya. “Jadi dengan kegiatan tahun 2017 ini, saya harap ada peningkatkan dari para peserta Naga Banjar, baik dari sisi pengetahuan, etika dan lainnya,” ujarnya.
Untuk lebih mendukung kegiatan kepariwisataan Kota Banjarmasin, Hamli menyarankan, panitia pemilihan Naga Banjar 2017 membawa para finalis mengenali beragam objek wisata di kota ini. “Bisa saja mereka diperkenalkan  dengan wisata susur sungai, mungkin nanti mereka dibawa ke Sungai Kuin Kacil, di sana banyak spot bagus untuk sesi foto,” katanya.
Hamli berpesan, para finalis yang akan mengunjungi beragam objek wisata di kota ini, lebih memperhatikan pakaian yang dikenakan saat mengunjungi kawasan wisata yang dituju. “Saat berwisata yang perlu diperhatikan adalah pakaian. Sesuaikan pakaian dengan tempat wisata yang akan dituju. Kemudian gali cerita sejarah dan budaya Banjarmasin di setiap obyek wisaya yang dikunjungi,”  cecarnya.
Para finalis Naga Banjar 2017 tak perlu kecewa bila dalam grand final nanti tidak terpilih sebagai Naga Banjar 2017. Pasalnya, terang Hamli Kursani, mereka masih bisa mengabdikan diri dengan masuk ke paduan suara milik Pemko Banjarmasin. “Jadi kalau tidak terplih di grand final nanti bisa ikut dalam perekrutan paduan suara milik Pemko Banjarmasin,” pungksnya.
Untuk diketahui, Naga Banjar 2017 diikuti sekira 150 orang, yang kemudian diseleksi  hingga jumlahnya menjadi  48 orang.
Dari jumlah tersebut, panitia kemudian melakukan lagi seleksi, dan terplihkah 24 orang calon Naga Banjar 2017 yang akan mengikuti babak Grand Final pada tanggal 13 September 2017 nanti.




Badan Kepegawaian Daerah, Pelatihan dan Pendidikan (BKDPP) Pemko Banjarmasin menggelar kegiatan Bimbingan Mental (Bintal) untuk seluruh ASN lingkup Setda Kota Banjarmasin.
Bintal yang dilaksanakan di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin itu, menghadirikan Ustadz H Akhmad Mubarak sebagai penceramahnya, Senin, (28/08).
Tema yang disuguhkan dalam tausyiah dihadapan ratusan ASN tersebut adalah tentang kedudukan anak di tengah keluarga.
Ustadz H Akhmad Mubarak mengatakan, di dalam Alquran harta dan anak merupakan perhiasan dunia serta penyejuk mata dan hati.
Untuk itu, lanjutnya, orangtua wajib mendidik anak-anak mereka dengan keimanan. “Kalau anak tidak di didik dengan keimanan bisa jadi anak bukan penyejuk hati, bahkan bisa jadi musuhdalam sebuah keluarga,” ujarnya.
Lebihlanjut dikatakannya, banyak ujian dan cobaan yang akan dihadapi atas kehadiran seorang anak. Ujian dan cobaan tersebut, terangnya, tidak selalu untuk hal-hal yang jelek, hal-hal yang baikpun bisa juga menjadi ujian serta cobaan bagi para orangtua.
Karenannya, ucap Ustadz H Akhmad Mubarak, tugas para orangtua adalah menyakinkan diri, bahwa anak mereka merupakan aset yang paling berharga hingga diakhirat nanti.
Kegiatan yang dihadiri Kepala BKDPP Pemko Banjarmasin H A Syaffri Azmi, Assisten Bidang Administrasi Umum H Rusmin A, serta para pejabat lingku Pemko Banjarmasin itu, diakhiri dengan dialog tanya jawab.




Memeriahkan HUT RI ke 72 dan Harijadi Kota Banjarmasin ke 491 tahun 2017, Gerakan Pramuka Cabang Kota Banjarmasin menggelar berbagai perlombaan, yang diikuti seluruh Kwartir Ranting di Kota Banjarmasin.
Ada 6 kegiatan lomba yang digelar di halaman Balai Kota dan di aula Kayuh Baimbai, Pemko Banjarmasin itu. Diantaranya, lomba paduan suara, lomba pionering, musikalisasi pursi, tari kreasi, yel-yel, dan senam Japin.
Menurut Wakil Ketua Urusan Andalan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Banjarmasin, M Bambang Budiyanto, melalui kegiatan berbagai lomba tersebut, diharapkan para generasi muda yang tergabung dalam Gerakan Pramuka di kota seribu sungai, dapat melestarikan budaya Banjar. “Di Kota Banjarmasin banyak anak-anak berbakat yang bisa ikut serta melestarikan budaya daerah Banjar. Dengan adanya gelaran kegiatan berbagai lomba ini, diharapkan budaya Banjar terus bisa dilestarikan dan dikembangkan menjadi sebuah kebudayaan yang dicintai semua lapisan masyarakat,” ujarnya, Minggu (27/08).
Selain itu, lanjut Bambang, dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan juga dapat menumbuhkan karakter para pramuka, sehingga rasa cinta kepada tanah air semakin kuat. “Kegiatan ini sangat positif. Dan yang terpenting, dengan adanya berbagai lomba ini diharapkan dapat menumbuhkan pendidikan berbasis karakter yang dapat mencintai NKRI,” ujarnya,
Kegiatan lomba yang dilaksanakan sejak hari Jumat (25/08) itu, terangnya lagi, dimaksudkan juga agar para Pramuka di Kota Banjarmasin bisa menampilkan kebolehannya setelah berlatih di sekolah mereka masing-masing. “Jadi kegiatan lomba ini kita laksanakan selama tiga hari tepatnya sejak hari Jumat. Tujuan dari lomba ini  juga dimaksudkan untuk mencari bibit-bibit potensial yangdapat mengembangkan kesenian di daerah ini,” pungkasnya.
Dari informasi terhimpun, pembagian hadiah bagi para Kwartir Ranting yang dinyatakan menang, akan dilakukan pada Bulan September nanti dan akan diserahkan langsung oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.
Hadiah yang diberikan berupa tropy dan piagam penghargaan untuk kwartir dan para anggota Pramuka terbaik.




Persiapan menyambut pesta demokrasi serentak tahun 2019 nanti, mulai dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin.
Satu diantaranya dengan menggelar kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Penyandang Disabilitas. Kegiatan yang dibuka Asisten Bidang Pemerintahan dan Sosial, Gazi Akhmadi  itu, dilaksanakan di aula Kantor KPU Banjarmasin, Kamis (24/08).
Menurut Gazi Akhmadi, para penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan masyarakat umum saat Pemilu berlangsung.
Untuk itu, lanjutnya, perlu adanya kepekaan dan perhatian dari seluruh pemangku kepentingan agar aspirasi para penyandang Disabilitas dapat terakomodir. “Ketidak pekaan masyarakat terhadap penyandang Disabilitas yang memiliki hak pilih, masih sering terjadi. Masih banyak yang belum tersentuh. Bagaimanapun partisipasi mereka tidak boleh berhenti sampai Pemilu, perlu ada dorongan sehingga penyandang Disabilitas dapat menggunakan hak-hak politiknya,” ujarnya, saat menyampaikan sambutan Wakil walikota Banjarmasin Hermansyah.
Dikatakannya lagi, kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Penyandang Disabilitas sangat penting, terlebih saat ini dibeberapa daerah telah terjadi disintegrasi dalam kehidupan  bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Melalui sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan kesadaran tentang 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucapnya.
Hal lain yang disampaikannya dalam kegiatan tersebut tentang ajakan untuk selalu berkontribusi terhadap proses pembangunan yang sedang dilaksanakan pemerintah daerah.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Banjarmasin M Bambang Budiyanto mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Pemilu dan untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pemilu tahun 2019 nanti. “Saat ini angka partisipasi pemilihan kisarannya hanya sekira 65 persen, dengan adanya kegiatan ini, tahun 2019 nanti saya berharap partisipasi pemilih angkanya naik hingga mencapai 70 persen,” katanya.
Diterangkannya lagi, tahun 2019 nanti, masyarakat seluruh Indonesia akan melakukan lima pemilihan sekaligus. Diantaranya, pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan anggota DPD RI, pemilihan DPR RI, Pemilihan DPRD Provinsi dan dan DPRD kabupaten kota.
Selain sosialisasi, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara KPU dengan Ketua PPDI Kota Banjarmasin, KPU dengan Ketua MKKS SMA Negeri dan Swasta, KPU dengan Ketua MKKS SMK N dan Swasta, KPU dengan K2 MAN Negeri dan Swasta serta KPU dengan Ketua HNDI.







Masyarakat di lima kecamatan di Kota Banjarmasin kini bisa bernafas lega. Pasalnya, legalitas tanah yang mereka miliki, kini telah memiliki kekuatan hukum tetap.
Pemerintah melalui kantor Pertanahan Kota Banjarmasin telah meluncurkan program strategis nasional, dengan tujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengurus sertifikat hak atas tanah mereka.
Tahun 2017 ini, kantor Pertanahan Kota Banjarmasin telah melaksanakan sertifikasi hak atas tanah masyarakat sebanyak 30 ribu bidang tanah. “Penyerahan pertama sebanyak 1600 sertifikat untuk masyarakat di lima Kecamatan se Kota Banjarmasin, yang diserahkan secara langsung oleh bapak Presiden Joko Widodo, di Taman Labirin, Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut,” jelas Kepala Kantor Pertanahan Kota Banjarmasin M. Irfan, saat menyapaikan sambutannya dalam acara penyerahan sertifikat tanah Prona di Halaman Kantor Kecamatan Banjarmasin Tengah, Selasa (22/08).
Dikatakanya lagi, untuk Bulan Agustus ini 2017 ini, jumlah sertifikat yang sudah selesai diproses sekira 1000 bidang tanah, dengan  jumlah pesertanya 500 warga yang ada di lima Kecamatan kota Banjarmasin.
Penyerahan sertifikat tersebut, terangnya, dilakukan langsung Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah.
Sementara itu, dalam sambutannya Hermansyah mengatakan, penyerahan sertifikat pendaftaran tanah sistematik lengkap tahun anggaran 2017 bertujuan untuk percepatan pemberian kepastian hukum dan perlindungan hukum hak atas tanah rakyat secara pasti, sederhana, cepat, lancar, aman, adil, merata dan terbuka secara akuntabel, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, “Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)  merupakan kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini ditujukan bagi semua objek pendaftaran tanah di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Banjarmasin,” katanya.
Dalam kegiatan yang dihadiri jajaran Forkopimda Kota Banjarmasin, Kepala SKPD, para Camat dan Lurah se Kota Banjarmasin itu, Hermansyah berharap, penyerahan PTSL itu benar-benar bersih dari pungutan liar (Pungli).
Bahkan, ia menghimbau agar warga yang berhadir di acara tersebut untuk menyampaikan kegiatan tersebut kepada tetangga, keluarga, masyarakat yang belum sempat berhadir dan mengurus sertifikat hak atas tanah mereka, agar segera mendaftarkannya ke rumah layanan kantor pertanahan yang tersebar di lima wilayah di Kecamatan Kota Banjarmasin.




Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah menegaskan, kegiatan Gala Desa yang digelar di Kota Banjarmasin bertujuan, selain untuk menumbuhkan minat berolahraga dikalangan masyarakat, juga sebagai sarana untuk mencari atlit-atlit terbaik yang dapat diandalkan berlaga di tingkat nasional dan internasional. “Di Kota Banjarmasin banyak ana-anak yang berpotensi dan berbakat jadi atlit. Saya harapkan dengan kegiatan Gala Desa ini akan menumbuhkan bibit baru,” ujarnya saat menyampaikan sambutannya, dalam penutupan Gala Desa tingkat Kota Banjarmasin di Lapangan Bola HKSN, Banjarmasin Utara, Senin (21/08).
Disebuah pertandingan olahraga, lanjutnya, menang dan kalah itu adalah hal yang biasa. Namun begitu, mantan anggota DPRD Kalsel ini berpesan, bagi pemenang lomba Gala Desa jangan terlalu berbangga hati dan bagi yang belum menang, jangan putus asa terus berlatih agar bisa menjadi yang terbaik. “Selamat kepada tim yang berhasil mengukir prestasi pada Gala Desa Tahun 2017 ini. Teruslah berlatih, serta tidak cepat merasa puas dengan keberhasilan yang diraih. Dan bagi tim yang belum juara jangan putus asa, terus berlatih untuk tampil lebih baik lagi,” harapnya.
Sementara itu, Pejabat Kemenpora RI, Imam Utomo yang hadir dalam penutupan event tersebut mengatakan, olahraga sepak bola sangat diminat seluruh lapisan masyarakat, karenannya, ia berpesan agar generasi muda Kota Banjarmasin untuk selalu mengisi kegiatan dengan gerakan positif yang salah satunya adalah berolahraga. “Dengan melihat antusias masyarakat terhadap olahraga sepak bola, maka saya berpesan generasi muda harus bisa mengisi kegiatannya dengan gerakan positif,” katanya
Sebelum menutup secara resmi kegiatan Gala Desa tersebut, terlebih dahulu dilaksanakan pertandingan final sepak bola antara Kelayan United dan Gaslak FC. Dalam pertandingan yang berlangsung selama dua babak itu, masing-masing tim kesebelasan berhasil mempertahankan gawang mereka masing-masing.
Dan untuk menentukan siapa yang berhak menjadi juara pertama dan kedua, panitia akhirnya memutuskan untuk dilaksanakan tendangan finalty. Dari hasil uji ketangkasan mempertahankan gawang itu, akhirnya tim kesebelasan Kelayan United berhasil membobol gawang Gaslak hingga 3-0.
Selain pertandingan sepak bola, dalam kegiatan Gala Desa tingkat Kota Banjarmasin juga dilaksanakan beberapa turnamen lain, seperti Atletik, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Sepak Takraw, dan Bola Volley.






Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah bersama Sekda Prov Kalsel Abdul Haris Makkie dan Sekda Kota Banjarmasin Hamli Kursani melepas keberangkatan ratusan orang peserta jalan sehat bersama.
Kegiatan yang dilaksanakan di Komplek Andai Jaya Persada RT 35, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, juga dirangkai dengan penanaman pohon secara serentak oleh pejabat lingkup Pemko Banjarmasin, Pemprov Kalsel, dan  pihak BUMD.
Menurut Hermansyah, kegiatan penanaman pohon dan jalan sehat itu merupakan rangkaian kegiatan HUT Proklamasi ke 72 RI dan untuk memeriahkan rangkaian harijadi Kota Banjarmasin.
Dengan berolahraga, katanya, selain menyehatkan tubuh juga bisa dijadikan sarana refreshing melepaskan kepenatan bekerja. “Kegiatan ini sangat positif dan Pemko Banjarmasin sangat mengapresiasinya. Dengan berolahraga, badan jadi sehat, pikiranpun jadi tenang,” ujarnya.
Dari pantauan, selain melaksanakan penanaman pohon dan pelepas peserta gerak jalan, Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, Sekda Prov Kalsel Abdul Haris Makkie dan Sekda Kota Banjarmasin Hamli Kursani juga berkesempatan melaksanakan senam pagi bersama masyarakat setempat.







DPRD Kota Banjarmasin mengusulkan perubahan atas dua buah peraturan di Kota Banjarmasin. Pertama Perda nomor 23 Tahun 2012 tentang Izin Pendirian Menara Telekomunikasi dan tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Kedua Rancangan Perubahan Peraturan tersebut, hari Senin (14/08), telah dirapatkan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarmasin dan dalam waktu dekat akan masuk dalam tahap pembahasan.
Dalam Sidang Paripurna Pembicaraan Tingkat I dan II yang dipimpin lagsung Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali dan dihadiri Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah itu, juga dilakukan penetapan dua buah Raperda untuk dijadikan Perda. Kedua peraturan tersebut antara lain, Perda tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota DPRD, serta Perda Perubahan atas Perda Kota Banjarmasin nomor 2 tahun 2012 tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan.
Menurut Hermansyah, dirinya menyambut baik atas prakarsa yang telah diajukan para legislator kota seribu sungai yang menginginkan adanya perubahan atas Perda nomor 23 Tahun 2012 tentang Izin Pendirian Menara Telekomunikasi dan tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Sebab, terang Hermansyah lagi, berdasarkan surat Kemendagri Nomor 188.341/1904/OTDA, Perihal Penyampaian Pembatalan Perda di wilayah Kalsel yang berpotensi menimbulkan masalah, perlu dikaji lebih lanjut.
Untuk itu, lanjutnya, disarankan agar untuk perubahan Perda nomor 23 Tahun 2012 tentang Izin Pendirian Menara Telekomunikasi, pembasahan materi muatannya disertai kajian yang harus dikoordinasikan dengan SKPD teknis yakni Dinas Komunikasi dan Informatika.
Dijelaskannya lagi, Kota Banjarmasin telah memiliki Perda Nomor 13 tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, sebagaimana telah diubah dengan Perda Kota Banjarmasin Nomor 2 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Perda Kota Banjarmasin. Namun mengingat kini masalah pendidikan menengah masuk dalam ranah urusan pemerintah provinsi, maka Pemko setuju peraturan tersebut dilakukan penyesuaian. “Kami sepakat peraturan dimaksud perlu dilakukan penyesuaian mengingat peraturan tersebut masih memuat tentang pendidikan menengah, yang berdasarkan UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Pengelolaan Pendidikan Menegah merupakan salah satu sub urusan yang diserahkan pengelolaannya pada pemerintah provinsi,” jelasnya.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pembahasan peraturan tentang penyelenggaraan pendidikan itu, katanya lagi, adalah tentang pendidikan bertaraf internasional, yang berdasarkan Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 5/PUU-X/2012, tanggal 8 Januari 2013 menyatakan, Pasal 50 ayat (3) UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bertentangan dengan UUD Negara RI, dan tidak memiliki kekutan hukum mengikat.
Sehingga, terangnya, kewenangan Pemda dalam penyelenggaran pendidikan bertaraf internasional tidak memiliki dasar hukum. “Mengingat muatan-muatan yang akan ditambah, saya harapkan agar berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin serta SKPD lain yang terkait dan dikaji lebij lanjut pada tahap pembahasan,” saran Hermansyah.
Harapan lain yang disampaikan mantan anggota DPRD Kalsel ini pasca ditetapkannya Raperda tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD menjadi Perda adanya peningkatan kinerja anggota DPRD Kota Banjarmasin yang berimbas pada pesatnya pembangunan di kota berslogan Baiman.
Dari pantauan, saat itu juga dilakukan penandatangan kesepakatan tentang perubahan atas Perda Kota Banjarmasin nomor 23 tahun 2012 dan penyesuaian peraturan tentang penyelenggaran pendidikan, antara Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah dan Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali.







Kegiatan Jalan Sehat 5 Km dalam rangka hari kemerdekaan RI ke 72 tahun 2017 yang berlangsung di Siring Balai Kota Banjarmasin sangat meriah.
Selain diikuti ribuan orang peserta, hadiah yang disediakan panitiapun sangat beragam, mulai dari door prize, barang eletronik, sepeda MTB hingga sepeda motor.
Selain melepas peserta gerak jalan tersebut, Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah, Asisten Bidang Pemerintahan Pemprov Kalsel, Siswansyah, dan para pengusaha swasta, BUMN, dan BUMD Kalsel, juga terlihat turut berjalan kaki mengikuti rute yang telah ditentukan dalam kegiatan tersebut, Minggu (13/08).
Menurut Hermansyah, kegiatan jalan sehat ini, selain wadah bersilaturahmi juga untuk memberikan motivasi kepada masyarakat agar selalu membiasakan diri menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga, terutama olahraga jalan kaki.
Hal senada juga dikatakan Asisten Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Kalsel, Siswansyah. Katanya, kegiatan jalan sehat itu sangat besar manfaatnya, terutama untuk kegiatan silaturahmi antara insan BUMN dengan jajaran pemerintah.
Panitia Kegiatan Jalan Sehat, Yuni Sriyanto mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintahan dan BUMN yang telah mendukung kegiatan tersebut. “Kegiatan ini dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan RI ke 72. Dan rangkaiannya sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu, diantaranya pertukaran pelajar, bedah rumah dan jalan sehat,” ujarnya.
Dari pantaua, rute yang dilalui peserta jalan sehat pagi itu melintasi beberapa ruas jalan Kota Banjarmasin, diantaranya Jalan Lambung Mangkurat, kemudian ke Jalan Piere Tendean, lalu ke Jalan Perintis Kemerdekaan, dan kembali menuju Jalan Lambung Mangkurat untuk menuju garis finish di depan Balai Kota Banjarmasin.






Tiga orang guru Pemko Banjarmasin diberangkatkan ke Kementerian Pendidikan RI di Jakarta, untuk mewakili Pemprov Kalsel dalam ajang lomba guru berprestasi tingkat nasional.
Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah menyatakan, sangat mengapresiasi pretasi yang telah ditorehkan para guru-guru tersebut. Bahkan, ia juga menyatakan dukungannya serta mendoakan agar para pahlawan tanpa tanda jasa itu berhasil mendapatkan nominator dalam lomba tersebut. “Saya turut senang atas prestasi para guru tersebut.Dan saya juga sangat mendukung mereka, mudah-mudahan mereka bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Pesan saya berjuanglah maksimal,” ujarnya, saat menerima kedatangan para guru tersebut di ruang kerja Wakil Walikota Banjarmasin, di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (10/08).
Hermansyah meminta para pemangku kepentingan dan stakeholder terkait untuk memantau serta ikut mendukung perjuangan para guru-guru tersebut. “Para guru ini 6 hari berjuang untuk mengharumkan nama Kota Banjarmasin, saya harap keberadaan mereka dipantau dan didukung oleh semua pihak terutama dari Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin,” ucapnya.
Mudah-mudahan, harap Hermansyah lagi, dengan adanya dukungan dari semua pihak, para guru yang melaksanakan perlombaan bisa pulang dengan membawa hasil yang menggembirakan untuk Pemko Banjarmasin. “Mudah-mudahan nanti para guru ini kembali dengan membawa hasil yang baik, sehingga bisa dijadikan sebagai kado harijadi Kota Banjarmasin yang 491,” harapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas pendidikan Kota Banjarmasin M Syarwani menyatakan, pesan-pesan yang disampaikan oleh Wakil walikota Banjarmasin Hermansyah itu akan menjadi semangat sehingga bisa memacu para guru untuk bisa menang dalam perlombaan tersebut.
Dari informasi terhimpun, tiga orang guru berprestasi yang ikut dalam lomba tersebut antara lain, Guru TK PKK Mawar Nillyanor Agustina, kemudian Guru SDN Kuin Utara 4 Rahmadi, dan Guru SMP N 14, Nur’arusi.
Ketiga guru yang dalam lomba tingkat Provinsi Kalsel menjadi juara pertama itu, akan berada di Jakarta tepatnya di Kementerian Pendidikan RI selama 6 hari, dari tanggal 14 sampai 21 Agustus 2017.





Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah tak bosan-bosannya mengingatkan para ASN lingkup Pemko Banjarmasin untuk selalu berkomitmen melayani masyarakat dengan baik.
Pesan tersebut sengaja dilontarkannya, agar para abdi masyarakat kota seribu sungai itu tidak terjerumus dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan masyarakat. “Saya ingatkan lagi, saat melayani masyarakat jangan sepersenpun meminta imbalan. Ini sudah komitmen. Mari kita jalankan komitmen ini sesuai sumpah dan janji untuk melayani masyarakat Kota Banjarmasin,” ucapnya, saat menyampaikan arahannya dalam apel pagi yang diikuti seluruh ASN lingkup Pemko Banjarmasin, Rabu (09/08).
Selain menjalankan komitmen untuk melayani masyarakat dengan baik, Hermansyah juga juga menginstruksikan, agar para ASN tidak melakukan pungutan liar. “Kalau ingin berbuat tidak baik, tolong ingat anak dan istri di rumah. Mari kita bekerja sesuai dengan aturan,” tegasnya.
Kegiatan apel pagi yang juga diikuti para pejabat eselon II, II dan IV itu, suami Hj Siti Fatimah ini menghendaki para ASN Pemko Banjarmasin kompak dan saling membantu, serta selalu melakukan koordinasi dan komunikasi bila menemukan hal-hal yang dianggap kurang tepat dan bertentangan dengan  peraturan. “Dalam satu instansi kita harus saling mengingatkan. Kalau ada hal yang kurang pas segera komunikasikan dan koordinasikan. Sekali lagi jangan terbawa arus dan terbawa niat orang lain, apalagi orang tersebut bukan ASN,” katanya.
Untuk Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan dan Pelatihan (BKDPP) Pemko Banjarmasin, Hermansyah meminta instansi tersebut lebih memperhatikan absensi para ASN, sehingga pelayanan kepada masyarakat diwaktu jam kerja tidak terbengkalai.
Bahkan, Hermansyah juga menyatakan tidak akan memberi ampun bila menemukan ASN Pemko Banjarmasin yang kedapatan keluyuran di waktu jam dinas. “Tolong disiplinkan waktu kerja. Saya tidak ingin ada ASN di waktu jam kerja pulang ke rumah. Bila sampai saya temukan ASN yang pulang ke rumah atau keluyuran di waktu jam dinas, tidak akan saya ampuni,” cecarnya.
Dengan telah dibuatnya komitmen ini, lanjutnya, diharapkan para ASN segera melakukan perubahan dan pembenahan. Dan untuk SKPD, hendaknya juga bisa melakukan perubahan dari baik menjadi lebih baik. “Saya ingatkan, kejadian operasi tangkap tangan yang dialami ASN beberapa waktu lalu jangan sampai terulang lagi. itu pelajaran terakhir. Kita jalankan komitmen mudah-mudahan mendapatkan berkah dari Allah SWT serta bermanfaat baik seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.




Kota Banjarmasin merupakan kota yang mengandalkan usaha perdagangan dan jasa sebagai urat nadinya.
Untuk itu, Wakil walikota Banjarmasin Hermansyah meminta, agar tata ruang kota berjuluk seribu sungai ini dapat mendukung dan bersinegri dengan proses usaha perdagangan itu sendiri.
Hal tersebut, dikatakannya, saat menghadiri Rapat Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Banjarmasin, di Aula Bappeda Kota Banjarmasin, Selasa (08/08)
Dalam kegiatan yang dihadiri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Gusti Ridwan Sofyani dan Asisten II Setdako Banjarmasin, Hamdi, mantan anggota DPRD Kalsel ini kembali menjelaskan, saat ini, tata ruang yang mendukung proses perdaganganlah yang bisa menghidupkan usaha para pedagang di kota berslogan Baiman ini. “Kota Banjarmasin adalah kota yang mengandalkan perdagangan karena kota Banjarmasin tidak mempunyai daerah pertambangan dan perkebunan. Jadi diharapkan tata ruangnya bisa mendukung proses usaha perdagangan itu sendiri,” katanya.
Memang, lanjutnya, untuk membuat tata ruang sebuah daerah yang ideal itu tidak semudah membalik telapak tangan.
Namun begitu, ucapnya, dengan berpedoman pada acuan dan ketentuan serta peraturan yang berlaku, para pemangku kepentingan diyakini dapat menyelesaikan pembuatan tata ruang kota ini dengan baik.
Salah satunya, terangnya, berpedoman dengan aturan tata ruang Provinsi Kalimantan Selatan. “Acuan tata ruangProvinsi Kalimantan Selatan juga dapat menjadi acuan pembuatan tata ruang untuk kota Banjarmasin, hal ini  mengingat aturan tata ruang Pemprov Kalsel itu juga dipergunakan oleh 13 kabupaten kota yang ada di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Hermansyah berharap, instansi vertikal serta Pemprov Kalsel dapat membantu dan bekerjasama dengan pemerintah Kota Banjarmasin, sehingga pembuatan tata ruang di kota ini dapat segera terealisasi sesau harapan. “Diharapkan juga untuk pembuatan tata ruang ini ada kerjasama dengan pemerintah provinsi dan instansi-instansi yang sifatnya vertikal, yang berhubungan langsung dengan pemerintah pusat seperti Pelindo,” tandasnya.









Sejak hari pertama mengikuti kegiatan pameran Kalsel Ekspo 2017 di Lapangan Murjani, Banjarbaru, stand milik Pemko Banjarmasin bisa dikatakan paling sering didatangi para pengunjung.
Hal tersebut lantaran, selain arsitektur stand yang dibuat menarik hati, penampilan hasil produk UKM binaan Pemko Banjarmasin sangat beragam. Diantaranya, untuk kuliner unggulan adalah bingka bakatan dan sirup pandan, dari hasil pertanian produk unggulan yang ditampilkan berupa jamur, krupuk jamur dan telur asin, sedangkan dari kerajinan yang ditampilkan kain sasirangan khas Kota Banjarmasin.
Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah dan Wakil Ketua 1 TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Fatimah yang secara khusus mendatangi stand kebanggaan masyarakat kota Baiman itu berpesan, agar minuman sirup pandan hendaknya dapat lebih dipromosikan menjadi sebuah produk yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. “Saya berharap UKM yang memproduksi sirup pandan ini pembinaannya dapat lebih diperhatikan, sehingga produk yang dihasilkan UKM tersebut dapat lebih dikenal dan dinikmati masyarakat luas,” ujarnya, Senin (07/08).
Produk lain yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut terdiri dari amplang rumah banjar, amplang celsi, kecap dari limau kuit, kue bingka, kue kacang, dan kripik bekatan.
Kabag Ekonomi Setda Kota Banjarmasin Ir Hj Lily menjelaskan, hampir di setiap kali mengikuti kegiatan pameran pembangunan, stand Pemko Banjarmasin selalu mendapatkan penghargaan. “Pameran tahun 2015 lalu, Pemko Banjarmasin berhasil menyabet juara ketiga, sedangkan di tahun 2016 sebagai juara II. Mudah-mudahan tahun ini penghargaan yang didapat lebih baik lagi,” katanya.
Saat itu, tampak hadir juga Sekda Kota Banjarmasin Hamli Kursani dan Wakil Ketua II TP PKK Kota Bnajarmasin Hj Aneta Olpah, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Pasar Kota Banjarmasin H Khairil Anwar berserta jajarannya.
Untuk diketahui, Kalsel Ekspo 2017 merupakan rangkaian kegiatan memperingati harijadi Provinsi Kalsel ke 67 dan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke 72. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Bumi Lambung Mangkurat.
Kegiatan yang dilaksanakan sejak hari Jumat (03/08) itu, dibuka langsung oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor. Pameran tersebut, selain melibatkan ratusan pelaku usaha juga diikuti beberapa daerah lain di luar pulau Kalimantan, diantaranya NTB, Jatim, Banten, Jakarta dan Jawa Barat.








Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Hamli Kursani mengaku sangat bangga bisa memimpin upacara bendera pagi di SMP Negeri  10 Banjarmasin.
Bahkan,  ia juga menyatakan sangat senang melihat lingkungan sekolah yang terletak di kawasan Jalan Aes Nasution, Banjarmasin Tengah itu, bersih dan tertata rapi.
Makanya, Hamli Kursani  menghendaki agar sekolah tersebut bisa mendapat penghargaan adiwiyata. “Lingkungan sekolah ini sudah bersih, pertahankan kebersihan lingkungan sekolah ini dan usahakan masuk dalam kategori penghargaan adiwiyata,” katanya saat memberikan arahan dalam upacara bendera pagi, di halaman SMP Negeri 10 Banjarmasin, Senin (07/08).
Hal lain yang dikatakannya dalam kegiatan yang dihadiri Camat Banjarmasin Tengah, Lurah Kampung Gedang, Kepala SMP N 10, dan para dewan guru tersebut tentang pentingnya belajar dan memiliki cita-cita bagi seorang siswa.
Katanya, dengan memiliki cita-cita berarti para siswa memiliki harapan dan semangat untuk bisa lebih baik dan lebih maju dari hari ini. “Para siswa harus memiliki cita-cita. Dengan cita-cita maka kirta akan bersemangat serta bergairah dalam menimba ilmu agar dapat mencapai cita-cita,” ujarnya,
Hal lain yang disampaikannya dalam kesempatan tersebut adalah harapannya kepada  para guru sekolah tersebut untuk selalu memberikan nasihat kepada para siswanya, sehingga para siswanya lebih termotivasi untuk belajar. “Ajaran para guru itu sangat baik untuk diikuti. Kalau dibandingkan dengan di rumah, perintah para guru kecenderungannya lebih diperhatikan. Untuk itu saya berharap para dewan guru untuk selalu memberikan perhatian kepada para siswanya,” harapnya.
Untuk diketahui, upacara bendera setiap hari Senin pagi atau setiap awal masuk sekolah selalu rutin dilaksanakan para dewan guru dan para siswa SMP Negeri 10 Banjarmasin. Tujuan digelarnya upacara pagi, selain menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangsa juga untuk melatih disiplin.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.