Juli 2018

BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina berharap kedepannya pembangunan di Kota Banjarmasin tidak menyalahi tata ruang.
Karena itu, dengan adanya kegiatan Ekspose Laporan Pendahuluan Penyusunan Revisi Rencana Tata Ruang, Wilayah (RTRW) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kota Banjarmasin, ke depannya semua kebutuhan tata ruang publik tetap bisa tercukupi dengan baik. “Untuk menjadi sebuah kota yang nyaman perlu adanya terobosan dan inovasi pembangunan. Kita membangun bukan kesamping tetap ke atas. Jadi Tolong Perdanya disiapkan, ” ujarnya, saat membuka kegiatan tersebut, di Aula Kayuh Baimbai, balai Kota Banjarmasin, Senin (30/07).
Dalam kegiatan yang dihadir para kepala SKPD, camat dan seluruh Lurah se Kota Banjarmasin itu, H Ibnu Sina juga menginginkan Kota Banjarmasin juga memiliki aturan tentang pemanfaatan ruang sungai.
Dengan adanya aturan tentang pemanfaatan tata ruang sungai, terangnya, maka Pemko Banjarmasin ke depannya bisa mengundang para investor untuk menanamkan investasinya di kota ini. “Jadi nanti ada kawasan yang diplot untuk wisata sungai. Artinya kita akan plot dengan mengundang investor,” katanya.(humpro-bjm)







Diarak Melalui Jalur Sungai

BANJARMASIN – Usai dari Kota Makasar, perjalanan obor Asian Games 2018 akhirnya sampai di Kota Banjarmasin.
Kedatangan lambang penyemangat olahraga asian itu, disambut antusiasi ribuan rakyat kota seribu sungai, mulai dari pelajar hingga masyarakat awam.
Arak-arakan obor yang dipegang mantan atlet Bulu Tangkis Indonesia Verawati Fajrin itu, sempat dibawa berkeliling kota, hingga akhirnya diserahkan kepada Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina.
Penerimaan obor itu dilaksanakan di kawasan Siring menara Pandang Kota Banjarmasin, Senin (30/07).
Setelah beberapa saat berada di tangan orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai, obor tersebut kemudian dibawa menyeberangi Sungai Martapura menuju kawasan Nol Km Banjarmasin, dengan menggunakan Perahu bermesin (Klotok).
Sesampainya di kawasan Nol Km, obor tersebut kemudian diserahkan ke Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, selanjut dibawa ke Mahligai Pancasila, untuk diinapkan selama satu malam.
Hari Selasa (31/07), obor tersebut kembali melanjutkan perjalannya menuju Kota Banda Aceh.
Sebelum rombongan pembawa obor itu sampai di kawasan menara Pandang Kota Banjarmasin, Walikota Banjarmasin bersama Forkopimda Kota Banjarmasin sempat melakukan pemantauan kawasan perairan Sungai Martapura dengan menggunakan kapal side raider milik TNI AL, Danlanal Banjarmasin.
Dan usai menerima kedatangan rombongan pembawa obor tersebut, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengatakan, kedatangan obor pembawa api Asian Games itu diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat mengambil spirit, sportivitas dan semangat Indonesia agar lebih maju.
Disamping itu, katanya lagi, dengan pelaksanaan Asian Games ini, mudah-mudahan Indonesia bisa menjadi juara, dan untuk Kota Banjarmasin mudah-mudahan prestasi olahraganya bisa semakin meningkat.
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor saat menyambut kedatangan obor tersebut sempat membacakan puisi.
Dan dalam sambutannya, ia menyatakan rasa bangganya atas terlaksananya kegiatan tersebut, karena dengan kedatangan obor tersebut diharapkan dapat membangkitkan semangat anak banua dan anak-anak ibu pertiwi untuk menjadi bangsa pemenang. “Kita semua bergembira dan semua rakyat Kalimantan Selatan bergembira menyambut kedatangan obor Asian Games dengan suka cita. Kami rakyat Indonesia yang ada di Kalimatan Selatan mendukung pesta olahraga Asian Games,” ucapnya.
Tak hanya itu, dihadapan Forkopimda Kalsel dan Kota Banjarmasin, pria yang akrab disapa Paman Birin ini juga mengajak, seluruh masyarakat Kalsel untuk memelihara keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya pesta olahraga tersebut. “Meskipun kita tidak berada di Jakarta dan Kota Palembang, Kalimatan Selatan harus memelihara daerah ini agar tetap aman dan tentram. Kita sambut saudara–saudara kita dengan ramah tamah,” ajaknya .(humpro-bjm)

































BANJARMASIN – Bila tak ada aral, tahun 2019 nanti, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Regional, Banjar Bakula mulai beroperasi.
TPA yang terletak di kawasan Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru itu, digunakan untuk menampung sampah yang telah diresidu (sudah dipilah) oleh lima kabupaten kota, yang akan masukan dalam program Banjar Bakula.
Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina yang menerima kedatangan tim tersebut, pada prinsipnya setuju dengan pembagian kuota sampah hasil residu tersebut.
Hanya saja, orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini menghendaki agar batas minimal kuota sampah yang masuk ke TPA tersebut, dapat disesuaikan dengan kemampuan angkutan operasional yang dimiliki Kota Banjarmasin.
Untuk diketahui, pembagian kuota sampah yang bisa dimasukan ke dalam TPA regional untuk Kota Banjarmasin dipatok per harinya maksimal sekira 131 ton. Sedangkan batas minimal sampah yang sudah diresidu masuk ke TPA tersebut 60 ton per hari.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Iklas, pembangunan TAP regional itu merupakan bantuan dari pihak kementerian PUPR, Bidang Cipta Karya. “TPA tersebut rencananya selesai dikerjakan pada bulan November 2018 ini dan operasionalnya akan dilakukan pada tahun 2019 nanti,” ujarnya.
Dikatakannya, salah satu persyaratan operasinalnya adalah adanya MoU antara Gubernur dengan Bupati Walikota yang masuk dalam program Banjar Bakula.
Memang, lanjutnya, sebelumnya sudah ada kesepahaman atanra Gubernur dan Walikota Bupati.
Namun mengingat operasional TPA tersebut semakin dekat, maka ia bersama tim kembali menemui Walikota hanya untuk memastikan komitmen yang telah dibuat. “Awal hitungan-hitungan dari konsultansi, untuk Kota Banjarmasin diminta sampah residu itu maksimal 131 ton per hari. Tapi kami memahami adanya keterbatasan angkutan sampah. Karena itu kita tadi mencari angka minimalnya menjadi 30 ton per hari,” katanya saat dikonfirmasi usai rapat di Ruang Berintegrasi Balai Kota Banjarmasin.
Diharapkan, ucapnya, dengan adanya TPA tersebut maka penanganan sampah di Kota Banjarmasin dapat tertanggulangi dengan diangkut ke TPA regional.(humpro-bjm)







BANJARMASIN – Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan H Hamdi, Senin (30/07) secara resmi berpamitan dengan seluruh ASN lingkup Pemko Banjarmasin, karena sejak tanggal 1 Agustus 2018 nanti ia memasuki masa pensiun.
Dihadapan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, ia memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh aparatur pemerintahan, bila selama bergaul dan bertugas terdapat kesalahan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. “Saya minta maaf lahir dan batin bila selama bertugas ada kesalahan yang disengaja dan tidak disengaja,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemko Banjarmasin ini juga berpesan kepada seluruh aparatur agar selalu bersemangat dalam menjalankan tugas-tugas yang dipercayakan negara dan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, H Ibnu Sina juga berkesempatan memberikan kenang-kenangan kepada H Hamdie berupa sebuah foto jajaran pejabat Pemko Banjarmasin.
Sebelum bertugas di lingkungan Pemko Banjarmasin H Hamdie, lebih dulu bertugas di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Sekira empat tahun bertugas di kabupaten penghasil kue dodol, ia kemudian pindah tugas ke lingkup Pemko Banjarmasin.
Sejak saat itulah hingga akhir tugasnya dengan posisi jabatan sebagai Plh Sekda Kota Banjarmasin, iya mengabdikan seluruh pikirannya untuk ikut membangun Kota Banjarmasin.(humpro-bjm)












Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.