Juni 2020

Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar puncak perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 27 tahun 2020 yang diselenggarakan secara daring dan sesuai SOP protokol keseharan karena masih berada dalam kondisi pandemi Covid-19.
Perayaan berlangsung di Aula Kayuh Baimbai, Balaikota Banjarmasin pada Senin 29/6/2020, dalam kegiatan ini pula diberikan sebuah apresiasi terhadap seluruh tenaga pelayanan yang berada di lapangan utamanya kepada para kader yang menangani program keluarga berencana.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin, Madyan M.SI mengungkapkan pihaknya memberikan apresiasi kepada para mitra kerja atau kader lintas sektor maupun stakeholder terkait lainnya.
"Kami berikan apresiasi kepada para mitra kerja lintas sektor dan stakeholder yang sudah berkomitmen dalam program pembangunan keluarga berencana (Bangga Kencana)," ujarnya disela kegiatan tersebut.
Dalam kegiatan itu pula turut digelar pemotongan Nasi Astakona, pembagian bantuan paket sembako serta interaksi bersama dengan sejumlah kader pendukung program bangga kencana yang sedang berada di lapangan.
Turut hadir dalam kegiatan yang dibuka oleh Wakil Walikota Banjarmasin, H Hermansyah tersebut yakni Wakapolresta Banjarmasin, Perwakilan Kodim 1007/Banjarmasin, Perwakilan Kejaksaan Negeri, Perwakilan Kemenag Kota serta para gabungan organisasi wanita se Kota Banjarmasin.

https://www.facebook.com/diskominfotik.bjm/videos/814347229094596/?t=1












Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar kunjungan ke Kampung Peduli Covid-19 tepatnya di Kelurahan Gadang Kecamatan Banjarmasin Tengah guna melihat langsung partisipasi dan gotong royong bahu membahu warga dalam menghadapi seluruh dampak Covid-19 yang saat ini turut mewabah di Bumi Kayuh Baimbai itu.
Dalam kunjungan tersebut langsung dipimpin oleh Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina dan didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan, Machli Riyadi serta Camat Banjarmasin Tengah, Diyannor. Pada kesempatan itu pula warga dan pemerintah setempat melakukan dialog seputar keberlangsungan penanganan dan pencegahan Covid-19 serta persiapan pendirian posko Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK).
Menurut H Ibnu Sina, warga Kelurahan Gadang tersebut memiliki partisipasi dan semangat saling bantu membantu yang tinggi terhadap warga lainnya yang terdampak Covid-19, Beliau mengapresiasi seluruh komponen warga tersebut mulai dari Tokoh Masyarakat hingga Tokoh Agama serta APH tingkat desa itu.
"Inisiatif dari warga ini luar biasa, walaupun secara keseluruhan disini hanya 5 yang positif Covid-19, tetapi partisipasi warga membantu luar biasa, jadi contoh lah bagi yang lain karena khususnya inisiatif para pemuda, ada Ustadz untuk menggerakkan masyarakat membantu warga yang sedang menjalankan isolasi mandiri," beber H Ibnu Sina.
Beliau kagum atas inisiatif warga tersebut, salah satunya yakni inisiatif membantu warga yang isolasi mandiri seperti membantu meringankan beban bayar iuran, listrik dan PDAM. H Ibnu Sina berharap nilai nilai kebaikan seperti itu bisa menjadi tauladan bagi warga lainnya di Kota Banjarmasin.
"Kita bersyukur di Banjarmasin nilai nilai kebaikan, potensi masyarakat seperti ini, masih tumbuh hidup subur dan itu akan memberikan energi positif bagi para pasien untuk cepat sembuh," pungkasnya. (Diskominfotik-mz)




Banjarmasin - Menjaga wilayah atau kawasan agar jangan sampai terpapar maraknya penyebaran Covid-19, Kelurahan Kuin Selatan RW 01 Banjarmasin Barat membuat posko Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK) di depan jalan masuk kawasan tersebut.
Uniknya di posko tersebut selain dari alat kesehatan seperti thermogun dan lainnya juga terdapat tempat cuci tangan atau wastafel buatan warga setempat yang sederhana namun memiliki manfaat yang sangat luar biasa karena di tempat tersebut, warga tidak perlu repot untuk memegang kran ketika hendak cuci tangan.
Melihat hal itu, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina kepincut dan memuji kreatifitas warga setempat, hal tersebut menurutnya dapat mengurangi resiko paparan Covid-19 karena secara tidak langsung, menggunakan alat cuci tangan tersebut tanpa memakai sentuhan.
Disamping itu pula, PSBK kata H Ibnu Sina adalah sebagai upaya persiapan kota Banjarmasin hendak menuju new normal atau tatanan baru, dimana kehidupan dan poros ekonomi berjalan seperti semula tapi tetap mesti melakukan pencegahan Covid-19 dengan protokol kesehatan.
"Ini adalah upaya kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan memastikan warga kita tetap menerapkan protokol kesehaan," ujar H Ibnu Sina.
Selain itu juga, posko tersebut mesti bertujuan untuk melakukan pendataan orang keluar masuk agar jangan sampai orang luar masuk ke dalam dan benar-benar diteribkan sesuai dengan standar protokol kesehatan.
"Kita tidak tau riwayat orang ini darimana, kita sudah mati-matian membentengi seluruh wilayah agar tidak ada penyebaran lagi, tiba-tiba ada orang datang dari luar, ini justru berbahaya," katanya. (Diskominfotik-mz)






Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin membuka secara resmi pasar murah yang diselenggarakan di Kelurahan Kertak Baru Ulu Kecamatan Banjarmasin Tengah, terdapat 500 paket yang bakal disalurkan dalam pasar murah tersebut dan didistribusikan melalui para RT di kawasan setempat.
Secara simbolis pembukaan pasar murah langsung dilakukan oleh Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina didampingi oleh Camat Banjarmasin Tengah dan PLT Kadisperdagin serta Lurah Kertak Baru Ulu, kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Kertak Baru Ulu pada Senin 22/6/2020.
Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina mengucapkan terimakasih banyak atas corporate yang diberikan dalam bentuk paket yang akan dijual dalam kegiatan pasar murah tersebut, Beliau berharap kegiatan semacam ini dapat membantu meringankan beban para warga terutama yang terdampak Covid-19.
"Ini merupakan bagian dari CSR yang dibagikan kepada warga, mudah-mudahan bisa membantu dalam suasana pandemi tanggap darurat kita ini," ujar H Ibnu Sina.
Beliau mengingatkan dalam masa seperti ini sangat penting untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan seperti menggunakan masker, jaga jarak dan sering cuci tangan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
H Ibnu Sina turut bersyukur atas kebersamaan warga kota Banjarmasin dalam upaya pencegahan penanganan Covid-19 di Kota Banjamasin, menurutnya nilai kebaikan masyarakat kota Seribu Sungai itu tumbuh subur terutama dalam bahu membahu dan tolong menolong terhadap warga terdampak Covid-19 yang membutuhkan.
"Ulun kira dampak ini semua merasakan, ulun persilahkan semua pihak yang ingin saling membantu berlomba lomba dalam kebaikan, dan saya merasa bersyukur nilai-nilai kebaikan potensi masyarakat masih tumbuh subur di kota Banjarmasin ini," tutupnya. (Diskominfotik-mz)



Banjarmasin - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin menggelar pengawasan ketat terhadap aktifitas buang sampah di seluruh TPS se-Kota Banjarmasin, pengawasan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah, Marzuki.
Pengawasan aktifitas buang sampah itu bertujuan agar lebih mendisiplinkan masyarakat yang kurang sadar terhadap peraturan jam buang sampah, sesuai Perda nomer 21 tahun 2011, jam buang sampah yang ditentukan berkisar antara Pukul 20.00 Wita-06.00 Wita.
"Kami ini melakukan pengawasan melekat, mengingatkan lagi terutama para pengangkut sampah yang memakai gerobak agar membuang sesuai jadwal," kata Marzuki.
Selain itu pula, Marzuki membeberkan disamping melakukan pengawasan, pihaknya turut mengawasi petugas kebersihan yang bertugas mengangkut sampah dari TPS ke TPA apakah sudah menggunakan SOP yang sudah ditentukan.
"Angkutan ini supaya belajar sesuai SOP, setelah full di armada ya pasang jaring bagian atas agar tidak jatuh dan berserakan di jalan," ungkapnya.
Marzuki berharap masyarakat dapat mentaati dan memahami aturan, dimana jam buang sampah yang dibenarkan adalah pada pukul 20.00 malam hingga pukul 06.00 pagi agar kondisi TPS bisa benar-benar bersih dan indah sesuai slogan Banjarmasin Baiman (Barasih wan Nyaman).
Diungkapkannya, masih terdapat wilayah yang sering ditemui pelanggaran jam buang sampah, oleh karena itu, Ia dan tim sering mengunjungi dan memantau TPS di sejumlah kawasan tersebut agar tidak ada lagi masyarakat yang sengaja maupun tidak sengaja membuang sampah di luar jam pelayanan TPS.
"Masih kedapatan masyarakat atau gerobak yang membuang sampah bukan pada jamnya, sehingga di TPS terlihat tidak terangkut padahal rotasi angkutan sudah diatur sesuai jam pelayanan angkutan dan kapasitas TPS itu sendiri, jadi penting kami mengingatkan untuk membuang sampah sesuai jam pelayanan di TPS," pungkasnya.
Marzuki menambahkan maksud TPST tersebut adalah terpadu, sehingga bisa menampung sampah yang lebih banyak, jadi wilayah lain dapat membuang ke TPST asal sesuai aturan, demi tercipta lingkungan yang bersih dan sehat. (Diskominfotik-mz)



Banjarmasin - Kolaborasi Banjarmasin yang merupakan gabungan relawan Covid-19 di Kota Banjarmasin dari berbagai kalangan, mulai dari unsur Pemerintah hingga pengusaha serta mahasiswa kali ini kembali menyerahkan bantuan kepada Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 melalui perangkat Kelurahan dan Kecamatan di wilayah Banjarmasin Barat.
Bantuan langsung diserahkan Walikota Banjarmasin kepada perwakilan Rt di setiap wilayah yang terdapat OTG, khusus hari ini bantuan diserahkan sebanyak 114 paket dan secara simbolis dilakukan di halaman Kecamatan Banjarmasin Barat, Jumat (19/6).
Turut hadir dalam kegiatan, Sektetaris Daerah, Hamli Kursani, Kepala Bakeuda, Subhan Noor Yaumil, Camat Banjarmasin Barat, Karlina serta para perwakilan jajaran Lurah dan Rt setempat dan gugus tugas pada setiap tingkatan tersebut.
"Hasil ini adalah dari kita untuk kita, sehingga ada 20 lebih unsur yang tergabung dalam kolaborasi ini, wujud kebersamaan kita dalam bersama-sama memutus mata rantai Covid-19 di Kota Banjarmasin," ucap H Ibnu Sina.
Menurut beliau, hal tersebut merupakan sebuah nilai kebaikan, dan nilai itu patut disyukuri oleh seluruh warga kota Banjarmasin, serta hal ini ujarnya merupakan cerminan wujud kebersamaan dengan spirit kayuh baimbai yang menjadi slogan kota Banjarmasin.
"Saya sangat bersyukur sekali, nilai nilai kebaikan seperti ini masih tumbuh di Banjarmasin, dan ini merupakan cermin dari kebersamaan kita dengan spirit kayuh baimbai, untuk memutus mata rantai Covid-19 dengan memberikan perhatian lebih kepada warga yang menjalankan isolasi," pungkasnya. (Diskominfotik-mz)






Banjarmasin - Anggaran pembangunan fisik yang dimiliki oleh Bidang Sungai, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin hanya tersisa sepuluh persen setelah dilakukan pemangkasan untuk dialihkan ke penanganan wabah COVID-19 atau virus Corona di Kota Banjarmasin.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Sungai, Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Hizbul Wathony, katanya untuk bidang yang ditanganinya tersebut telah terjadi tiga kali pengalihan anggaran terutama pada kegiatan fisik.
"Pengalihan pertama itu adalah anggaran pembangunan lanjutan siring muara kelayan sebesar Rp 10,7 miliar," ungkapnya pada Kamis (18/06/2020) pagi.
Lanjutnya, akibat pemangkasan anggaran tersebut pihaknya terpaksa membatalkan kontrak dengan konsultan pembangunan yang sudah dilelangkan beberapa waktu yang lalu. "Mau tidak mau harus membatalkan kontrak dengan konsultannya karena anggaran untuk pembangunan fisiknya sudah dipakai untuk penanganan Covid-19," terangnya.
Kemudian pemangkasan anggaran yang kedua terjadi sebanyak 2/3 (dua per tiga) dari seluruh anggaran yang tersisa di Bidang Sungai. "Pemangkasan itu juga dialihkan ke penanganan Covid-19," imbuhnya.
Adapun terakhir, pihaknya diminta oleh Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina agar berpartisipasi dalam solidaritas Pemko dalam penanganan COVID-19, "Sehingga anggaran yang dimiliki bidang Sungai Dinas PUPR Kota Banjarmasin tersisa 10% dari total anggaran awal sebesar Rp 33 miliar," paparnya.
Thony, begitu sapaan akrabnya mengaku, pemangkasan anggaran yang paling besar terjadi pada kegiatan pembangunan siring Muara Kelayan. "Selebihnya adalah dana kegiatan fisik yang ada di Bidang Sungai juga ikut di pangkas dan dialihkan untuk penanganan COVID-19," urainya.
Kendati demikian, meski banyak program yang tidak terselesaikan dalam beberapa waktu ini, beliau menyebut akan tetap bekerja semaksimal mungkin dalam hal pelayanan kepada masyarakat yang dimiliki oleh Bidang Sungai. "Kita akan tetap melayani masyarakat melalui pasukan turbo yang masih dipertahankan perannya oleh Dinas PUPR Kota Banjarmasin, dana yang sudah dialihkan untuk penanganan virus Corona ini tidak sia-sia dan bisa memberikan hasil yang masimal bagi masyarakat," pungkasnya. (Diskominfotik-mz)

Banjarmasin - Sebagai wujud jaring pengaman sosial, Ratusan Guru TK dan PAUD honor daerah di Kota Banjarmasin hari ini terima paket bantuan sembako dan uang tunai, Bantuan tersebut disalurkan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin dan secara simbolis diserahkan di Lobby Balaikota Banjarmasin, Kamis 18/6/2020.
Dalam penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Hj Siti Wasilah yang sekaligus berperan sebagai Bunda Paud kota Banjarmasin serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial Kota Banjarmasin.
Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina menyebutkan bantuan tersebut berjumlah 730 paket yang langsung diserahkan kepada 730 orang guru honor daerah baik yang tergabung dalam Himpaudi maupun IGTKI Kota Banjarmasin. Menurutnya, bantuan sosial itu semata-mata ditujukan sebagai bentuk jaring pengaman sosial.
"Mereka ini juga terdampak (Covid-19), mengapa diserahkan belakangan, karena memang terakhir setelah kita kaji, mereka juga terdampak seperti mengajar dari rumah, kebanyakan TK swasta juga tergantung SPP gajinya, kalau sekarang kan anak-anak tidak sekolah, ada yang bayar SPP cuma separo, ada juga yang digratiskan, sehingga sekolah tidak bisa membayar gaji guru-guru kita," kata H Ibnu Sina.
Beliau berharap ketika sejumlah guru honor tersebut dimasukkan kedalam kategori warga terdampak Covid-19 dan mendapat bantuan semoga dengan hal tersebut dapat bermanfaat dan membantu meringankan beban mereka guru honor yang mendapat bantuan hari ini.
"Semoga dapat membantu menopang ekonomi, paling tidak membantu keluarga, dan kami berharap ini bisa mengurangi beban guru guru kita di Banjarmasin," pungkasnya. (Diskominfotik-mz)



Banjarmasin - Berbagai upaya dilakukan masyarakat guna mencegah terjadinya penyebaran yang mengakibatkan penularan Covid-19 di Kota Banjarmasin. Salah satunya dengan gagasan Kampung Tangguh Banua yang hari ini dikunjungi oleh Forkopimda Kalimantan Selatan dan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina.
Menurut H Ibnu Sina, untuk bisa dikatakan sebagai Kampung Tangguh Banua mesti memenuhi empat syarat utama. Yakni pertama harus memenuhi ketahanan kesehatan. "Tenaga kesehatan harus tersedia dan selalu siaga dalam hal apapun apabila terjadi sesuatu dengan warga di kampung itu," ucap H Ibnu Sina usai mendampingi Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor pada peresmian Kampung Tangguh Banua di kawasan Batu Benawa, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Rabu (17/06/2020) siang.
Selain itu, Beliau juga menyebutkan contoh lain seperti adanya warga baru yang tinggal di sekitar komplek. Warga yang sadar akan keberadaan kampung tangguh banua pasti langsung membujuk orang baru tersebut untuk memeriksakan dirinya terlebih dahulu ke petugas medis atau Puskesmas setempat.
Kemudian, berikutnya ketahanan pangan. Menurut orang nomor satu di kota Seribu Sungai itu, masyarakat yang berada di dalam lingkup kampung tangguh tersebut harus memiliki ketahanan pangan secara bersama-sama semisal dengan membuat posko dapur umum dan jenis lainnya.
"Misalnya ada warga dari daftar OTG (Orang Tanpa Gejala) ataupun ODP (Orang Dalam Pemantauan) yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Di samping dibantu oleh Pemerintah, warga sekitar harus peka dan bersedia menolongnya untuk memenuhi kebutuhan makannya selama menjalani karantina mandiri," harapnya.
Kemudian, H Ibnu Sina mengatakan ketahanan yang ketiga, yakni ketahanan warga dalam menjalankan keamanan. "Adanya posko pengawasan yang dilakukan secara mandiri oleh warga, itu merupakan hal yang sangat berperan dalam menjaga keamanan lingkungannya. Tentu agar tidak ada orang yang sembarangan keluar masuk di suatu kawasan tempat tinggal," jelas H Ibnu Sina.
Lalu, terakhir warga kampung tangguh banua harus senantiasa mempunyai pola berpikir yang inovatif. "Misalnya agar bisa menjaga kesehatan warganya secara menyeluruh, ketua RT mengadakan senam atau olahraga bersama, tentu dengan tidak menyampingkan protokol kesehatan Covid-19," urainya.
Dengan adanya 4 syarat tersebut, Beliau berharap pembentukan kampung tangguh tersebut pun bisa turut berperan aktif dalam pencegahan penularan COVID-19 di Bumi Kayuh Baimbai. "Setiap kecamatan di Banjarmasin sudah kita tetapkan satu daerah yang dijadikan Kampung Tangguh sebagai acuan atau percontohan bagi wilayah lainnya di kecamatan tersebut. Dan juga sebagai upaya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungannya agar terhindar dari kasus penularan Covid-19," pungkasnya. (Diskominfotik-mz)





Banjarmasin - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berencana akan kembali menambah masa belajar di rumah bagi siswa sekolah tingkat Paud (Pendidikan Anak Usia Dini) SD (Sekolah Dasar) hingga SMP (Sekolah Menengah Pertama) yang berada di naungan Disdik Kota Banjarmasin
keputusan tersebut kata Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, diambil sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makariem yang tidak memperbolehkan adanya aktivitas di sekolah jika wilayah tersebut masih termasuk dalam zona merah.
"Dari Pak Menteri sudah jelas, kalau status dari suatu daerah itu masih zona merah maka tidak boleh ada aktivitas belajar di sekolah," ucap H Ibnu Sina pada Selasa (16/06/2020) pagi.
Menurut beliau, apa yang disampaikan oleh Mendikbud itu sudah bisa menjadi acuan bagi Pemko Banjarmasin sendiri dalam mengambil sikap untuk menyikapi bagaimana menghadapi tahun ajaran baru bagi peserta didik.
"Sepeti kita ketahui, wilayah Banjarmasin sudah seluruhnya menjadi zona merah akibat penyebaran COVID-19 ini. Sehingga Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin juga akan mengikuti apa yang sudah diputuskan oleh Pak Menteri," ujarnya.
Orang nomor satu di Kota dengan julukan Bumi Kayuh Baimbai itu memprediksi, dalam satu (1) semester ke depan, Kegiatan Belajar Mengar (KBM) bagi peserta didik di setiap sekolah yang ada di Banjarmasin tetap dilakukan dengan cara belajar di rumah.
Pasalnya, pihaknya tidak ingin mengambil resiko yang bisa membahayakan keselamatan dari para generasi penerus bangsa jika aktivitas sekolah dipaksakan untuk buka secara normal kembali dimasa pandemi COVID-19 seperti saat ini.
"Kita tidak ingin ada peserta didik kita yang jadi korban. Entah saat dia beraktivitas di sekolah atau saat diperjalanan menju sekolah, tidak ada yang menjamin keselamatannya," ungkap H Ibnu Sina.
Sehingga, Beliau lebih sepakat untuk memperpanjang masa belajar di rumah. "Dengan ditiadakannya aktivitas belajar di sekolah, keselamatan dari anak didik kita akan lebih terawasi oleh orangtuanya," tambahnya.
Disamping itu, H Ibnu Sina menjelaskan, jika terjadi pelandaian kasus hingga menjadikan wilayah tersebut zona hijau, maka sekolah yang ada wilayah tersebut akan dipersiapkan untuk buka secara perlahan.
"Jika kasus sudah mulai melandai dan jadi zona hijau, sekolah disana akan kita persiapkan untuk bisa beraktivitas normal kembali. Tapi tentunya dengan menjalanankan peraturan yang ketat sepeti yang sudah ditetapkan oleh Mendikbud," pungkasnya. (Diskominfotik-mz)

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin menyerahkan bantuan APD berupa baju hazmat kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarmasin di Lobby Balaikota, Selasa 16/6/2020.
APD tersebut diserahkan oleh Plt Kadisperdagin Norbiansyah kepada Ketua Tim GTPP Covid-19 Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina yang sekaligus selaku Walikota Banjarmasin dan disaksikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan Doyo Pudjadi.
Norbiansyah mengatakan pada hari ini pihaknya menyerahkan sebanyak 93 baju Hazmat yang dibuat atas kerjasama Kementerian Perindustrian dan Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan oleh tenaga bimbingan Disperdagin Kota Banjarmasin.
"Mereka dilatih oleh pelatih profesional dalam bidangnya, sehingga menghasilkan 93 baju Hazmat," bebernya.
Norbiansyah berharap dengan penyerahan baju Hazmat tersebut dapat bermanfaat untuk Tim Gugus Tugas yang berjuang menangani pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Banjarmasin khususnya para tenaga medis yang melakukan trecking.
Sementara, H Ibnu Sina menyampaikan atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berterimakasih untuk bantuan baju Hazmat tersebut, beliau mengapresiasi atas keberhasilan yang telah dilakukan seluruh pihak dalam proses pembuatan Alat Perlindungan Diri (APD).
"Kita menghargai atas kinerja mereka, apabila nanti diperlukan kita bisa memproduksi sendiri," katanya.
Beliau menambahkan baju hazmat tersebut sangat diperlukan oleh semua pihak, terutama petugas garda terdepan dalam menangani pencegahan penyebaran Covid-19, seperti tenaga kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas, gugus tugas, maupun petugas lapangan. (Diskominfotik-mz)

https://www.facebook.com/diskominfotik.bjm/videos/805276393335013/?t=1



Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.