Oktober 2018

Menteri Koodinator (Menko) Maritim Luhut Binsar Pandjaitan sangat menekankan permasalahan sampah, terutama sampah plastik sebagai urusan bersama yang harus segera ditangani. Menurut luhut, seluruh dunia kini sudah mulai mengambil langkah masiv mengatasi masalah sampah, untuk itu tak hanya pihak pemerintah, iapun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mulai mengurangi pemakaian kantong plastik.
"Bahayanya sampah Plastik bisa jadi micro plastik. Jika dimakan ikan lalu kita makan ikan itu, bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan. Penyakit akut. Bikin generasi anak cucu kita stunning, ini sudah diteliti dunia, sebarkan ke semua harus tahu bahanya" ujarnya menyampaikan disela pemantauan di salah satu gerai supermarket banjarmasin, rabu (31/10).
Luhut yang turut didampingi Walikota Banjarmasin H. Ibnu Sina tampak senang mendengar di banjarmasin
telah melarang penyediaan kantong plastik di toko retail modern, sebagai upaya mengurangi sampah plastik di banjarmasin
"Semua berubah dari mindset, dahulu ibu kita kalo berbelanja pakai bakul purun, kini sudah mulai ditingglkan karena setiap retail modern menyediakan kantong plastik. Lewat peraturan walikota no 16 tahun 2018 sudah kita larang semua, sangat berasa mengurangi hingga 40 persen lebih. Butuh usaha tapi kita coba kembalikan mindset mereka dulu" ujar ibnu
Pada kunjungan tersebut ruhut turut memberikan paparan dalam Rapat koordinasi II penanganan sampah padat dikawasan regional, perkotaan, dan destinasi wisata yang digelar di Hotel Rattan Inn banjarmasin
Luhut yang baru saja menghadiri Ocean Conference di Bali kembali menegaskan keprihatinan seluruh pihak akan bahaya sampah plastik ini.
"Indonesia terbentang luas dari sabang sampai merauke, jumlah penduduk yang banyak diikuti permasalah sampah yg pelik, 80 persen kebocoran sampah plastik berasal dari darat. 150 juta penduduk tinggal di garis pantai turut menghasilkan 38 juta ton sampah pertahun. 87 kota kab besar dan pesisir turut kontribusi 80 persen sampah plastik. Solusi penanganan harus dilakukan secara konprehensif" tuturnya.
 
 







 

BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina bersama Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah dan jajaran Forkopimda Kota Banjarmasin menggelar operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di sejumlah hotel dan Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Banjarmasin, Selasa (30/10).
Sasaran dalam operasi gabungan yang melibatkan unsur Polisi Pamong Praja, Polresta Banjarmasin dan Kodim 1007 itu adalah, peredaran Minuman Keras (Miras) dan perizinan THM. “Kami ingin memastikan bahwa Banjarmasin saat ini dalam keaadaan aman , makanya semua turun,” ujar H Ibnu Sina.
Setelah dilakukan pemeriksaan dibeberapa hotel dan tempat hiburan malam, orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini kemudian mengimbau agar pemilik hotel dan THM yang belum mengurus perpanjangan izin atau tidak memiliki izin agar segera melengkapinya.
Operasi malam itu dimulai sekira pukul 23.00 Wita dengan sasaran pertama sebuah THM di kawasan Jalan H Djok Mentaya, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan sebuah hotel yang berada di kawasan jalan yang sama.
Di hotel tersebut, petugas sempat melakukan pemeriksaan dibeberapa kamar, namun lantaran tidak ditemukan penghuni kamar yang mencurigakan, petugas lalu melanjutkan kegiatan menuju THM di kawasan Jalan SKIP Lama, Banjarmasin Tengah.
Usai memeriksa ruangan serta administrasinya, kegiatan tersebut kembali dilanjutkan menuju THM di kawasan Jalan A Yani, Banjarmasin Timur. “Operasi malam ini bersifat persuasive saja, jadi kalau izinnya tidak terlihat, kita mintakan untuk ditempel di dinding agar terlihat. Kalau tidak ada izinnya kita minta agar segera mengurus perizinannya,” katanya.(humpro-bjm)



















BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin merevisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjarmasin tahun 2016-2021.
Revisi tersebut bertujuan agar seluruh program pembangunan yang dilakukan Pemko Banjarmasin hingga 2021 nanti singkron dan sempurna.
Salah satu item yang akan dimasukan dalam revisi tersebut tentang program smart city, yang telah dilakukan Pemko Banjarmasin sejak awal tahun 2018 tadi.
Kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) revisi RPJMD yang dilaksanakan di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin yang dibuka langsung oleh Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah dan ditutup Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, dihadiri jajaran SKPD lingkup Pemko Banjarmasin, elemen masyarakat, pelajar, masyarakat berkebutuhan khusus, dan Forkopimda Kota Banjarmasin, Selasa (30/10)
Menurut Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah, kegiatan tersebut dilaksanakan mengacu pada Perda yang disusun berdasarkan peraturan Mendagri Nomor 86 tahun 2017 tentang Tatacara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tatacara Evaluasi Rancangan Perda dan RPJMD serta Tatacara Perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD. “Musrenbang rancanagan awal revisi RPJMD ini merupakan singkronisasi program dalam rangkaian proses perencanaan pembangunan, untuk pencapaian visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin periode 2016-2021,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, rancangan awal revisi RPJMD Kota Banjarmasin telah melalui tahapan sesuai amanat dan perangkat aturan yang berlaku serta melalui sistematika penyusunan rancangan awal, forum konsultasi publik provinsi, nota kesepakatan, evaluasi, Musrenbang. “Pada akhirnya menuju tahapan rancangan akhir sekaligus revisi Perda RPJMD 2016-2021,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Balitbangda Kota Banjarmasin, Sugito dalam sambutannya menjelaskan, tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut untuk menginformasikan kepada seluruh masyarakat tentang penyempurnaan rancangan awal RPJMD Kota Banjarmasin tahun 2016-2021, berdasarkan masukan dari DPRD Kota Banjarmasin dan Provinsi Kalimantan Selatan. “Ada beberapa hal yang melatarbelakangi dilakukannya revisi RPJMD Kota Banjarmasin ini yaitu, satu peraturan pemerintah tentang perangkat daerah, kedua tindak lanjut masukan dari BPK tentang pembinaan BUMD dan hasil evaluasi SAKIP dari MENPAN RB RI, selanjutnya dalam RPJMD belum memuat secara eksklusif terkait kebijakan pengembangan daerah tentang smart city, sehingga dalam dokumen tersebut dijabarkan dari Pemerintah Kota Banjarmasin yang selaras dengan smart city,” katanya.(humpro-bjm)























BANJARMASIN – Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah mengatakan, ciri pemuda maju adalah pemuda berkarakter, berkapasitas dan memiliki daya saing.
Oleh karena itu, katanya lagi, revolusi mental harus dapat dijadikan sebagai pemicu mempercepat terwujudnya pemuda yang maju. “Dengan mewujudkan pemuda yang maju berarti kita telah dapat menghasilkan bangsa yang hebat,” demikian yang dikatakannya, saat membacakan sambutan Menpora RI Imam Nahrawi, dalam upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 90 lingkup Pemko Banjarmasin, di halaman Pemko Banjarmasin, Selasa (30/10).
Kegiatan Hari Sumpah Pemuda bertemakan Bangun Pemuda Satukan Indonesia ini, lanjutnya, diambil atas dasar pentingnya pembangunan pemuda untuk melahirkan generasi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatir, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan serta berkebangsaan berdasarkan Pancasila dan UUD 45.
Saat ini, ucapnya, pemuda-pemuda hebat Indonesia telah lahir dan mampu berkompetisi diperhelatan Asian Games 2018.
Hal tersebut dapat dilihat dari keberadaan atlet-atlet muda Indonesia yang telah berhasil bersaing dengan bangsa-bangsa Asia lainnya, bahkan berhasil menduduki peringkat ke-4 dan diajang Asian Para Games 2018, berhasil menduduki peringkat ke-5. “Ini adalah sejarah baru kebangkitan olahraga Indonesia. Serta harus dijadikan momentum untuk terus membangun optimisme pemuda Indonesia,” katanya
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung tentang perkembangan teknologi informasi saat ini.
Katanya, pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini, satu sisi memberikan jaminan kecepatan informasi, namun di sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi yang bersifat destruktif seperti hoax, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya. “Kaum muda harus dapat membendung dengan filter pengetahuan serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.
Kegiatan upacara bendera tersebut, selain diikuti seluruh ASN juga diikuti oleh pelajar, organisasi kepemudaan, dan jajaran Forkopimda Kota Banjarmasin.(humpro-bjm)


















Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.