Oktober 2017





Kian banyaknya kegiatan berskala nasional yang dilaksanakan di Kota Banjarmasin ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor perhotelan untuk menanamkan investasinya.
Seperti yang dilakukan manajemen Pyramid Suite Hotel. Mereka kini menanamkan investasinya di kota ini dengan cara mendirikan penginapan berskala bintang empat di kawasan jantung Kota Banjarmasin tepatnya di Jalan Skip Lama, Banjarmasin Tengah.
Untuk itu, kepada manajemen Pyramid Suite Hotel, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina berpesan, agar dalam masalah rekruitmen pegawai, mereka lebih memperhatikan tenaga lokal. “Tolong manajemen untuk memperhatikan rekuitmen terhadap tenaga tenaga lokal kita, sehingga warga Kota Banjarmasin juga merasakan kehadiran hotel ini dengan keterlibatan mereka menjadi salah satu yang tidak terpisahkan dari hotel ini,” ujar Ibnu Sina saat menyampaikan sambutannya, Sabtu (28/10).
Dengan diresmikannya hotel ini, lanjutnya, itu menunjukkan Kota Banjarmasin kini menjadi salah satu tempat yang cukup menjanjikan untuk berinvestasi, terutama di sektor perhotelan. “Pada saat yang sama pemerintah kota dan pemerintah provinsi, termasuk PHRI dan dunia usaha, harus bisa menarik sebanyak-banyaknya event agar dilaksanakan di Kota Banjarmasin, sehingga sesuai dengan harapan PHRI, mudah-mudahan Kota Banjarmasin menjadi Kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition),” katanya.
Ibnu Sina berharap, dengan hadirnya Pyramid Suite Hotel, geliat ekonomi Kota Banjarmasin akan semakin bertambah seiring dengan makin banyak orang yang datang untuk melihat kota Banjarmasin. “Atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin, saya mengucapkan selamat dan sukses atas hadirnya Pyramid Suite, mudah-mudahan hadirnya hotel bintang 4 di kota Banjarmasin, semakin melengkapi sarana di kota ini,” harapnya.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang ekonomi dan Pembangunan Gusti Yanuar Nor Rifai, Forkompida Provinsi Kalsel dan Kota Banjarmasin, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel dan Kota Banjarmasin, Ketua PHRI Kalsel, Kepala Bank Indonesia Kalsel, Camat Banjarmasin Tengah, Direksi dan Owner Pyramid Suite.






Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina kembali menghimbau agar warga Kota Banjarmasin benar-benar menjaga kebersihan sungai, sehingga bisa menjadi salah satu daya tarik wisata.
Ajakan tersebut dilontarkannya setelah melakukan kegiatan susur sungai sepanjang kawasan Kota Banjarmasin, bersama Kabid Pengembangan Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Banjarmasin, M Khuzaimi. “Sungai bagian dari denyut nadi kehidupan warga kota itu betul ada. Sungai sebagai sarana transportasi juga masih ada. Hanya memang bagaimana ke depannya kita harus memberikan sosialisasi kepada warga kota yang ada dan hidup di bantaran sungai, untuk sama-sama menjaga kebersihan sungai. Mudah2an ini kalau bisa dibenahi tentu dengan melibatkan warga mungkin salah satu rute susur sungai yang cukup menarik sebagai destinasi wisata,” ucapnya, Sabtu (28/10).
Kegiatan susur sungai tersebut mengambi rute di kawasan Sungai Kelayan. Lokasi tersebut sengaja dipilih mengingat Sungai Kelayan merupakan kawasan cukup padat penduduk dan merupakan lintasan alat transportasi sunagi (klotok). “Kampungnya memang sudah padat, otomatis aktivitas sungainya sangat padat sekali, dan saya lihat dari sungai aktivitas warga sangat tinggi sekali, tetapi yang menarik ada sebagian rumah menghadap sungai, kemudian tadi ada taksi klotok, yang mengangkut para pekerja yang bekerja di Banjarmasin, pulang pergi mereka menggunakan kelotok tersebut dengan tarif Rp2 ribu, jauh dekat,” katanya.







Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengingikan keberadaan sebuah masjid tidak hanya dijadikan sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah.  Sebuah masjid, terangnya, hendaknya bisa digunakan sebagai tempat pengembangkan berbagai program untuk siar Islam. “Memakmurkan masjid itu bisa diisi dengan melaksanakan berbagai program terkait siar Islam, misalnya sebagai sarana belajar tahfis Alquran, melaksanakan program magrib mengaji dan bisa juga sebagai tempat bersilaturahmi,” ujarnya, dalam sambutannya pada kegiatan peresmian menara Masjid Al Anshor, Banjarmasin Tengah, Minggu (29/10).
Sebuah masjid, katanya lagi, keindahannya terletak pada menaranya. Dengan semakin tingginya menara sebuah masjid, terangnya, maka bisa diartikan sebagai bagian dari ikhtiar untuk semakin meninggikan siar Islam. “Atas nama Pemko Banjarmasin, saya menyampaikan terima kasih kepada para pengurus yayasan dan masjid Al Anshor yang telah memakmurkan masjid,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Masjid Al Anshor H Iberahim menjelaskan, pembangunan menara masjid tersebut dilaksanakan dengan menggunakan dana dari bantuan para donatur. “Dengan terselesaikannya pembangunan menara ini bukan berarti tigas kami selesai, tetapi masih ada tugas lain yang harus kami laksanakan, salah satunya membangun gerbang masjid,” katanya.
Untuk diketahui, total dana yang dikeluarkan untuk pembangunan menara masjid dengan ketinggian 34 meter sekira Rp450 juta, dengan waktu pengerjaan sekira 2 tahun.
Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir Camat Banjarmasin Tengah, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah, dan para pengurus yayasan Masjid Al Anshor.






Keberadaan Organisasi Massa (Ormas) Petugas Memadamkan Kebakaran (PMK) di Kota Banjarmasin dinilai jajaran pemerintahan sangat membantu Pemko Banjarmasin, dalam menangani berbagai hal yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti penanggulangan musibah kebakaran dan membantu menjalankan program babarasih sungai.
Karenanya, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengucapkan terima kasih kepada seluruh PMK yang ada di Kota Banjarmasin, atas partisipasinya itu. “Atas nama Pemko Banjarmasin saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh PMK di Kota Banjarmasin yang telah banyak membantu warga, termasuk membantu melaksanakan babarasih sungai,” ujarnya, saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan peringatan HUT ke 27 Ormas PMK Sangga 5 Banjarmasin, Minggu (29/10).
Agar kegiatan Babarasih Sungai lebih memasyarakat, orang nomor satu di Kota Banjarmasin ini mengajak seluruh anggota PMK, diakhir tahun 2017 ini melakukan aksi babarasih sungai secara bersama-sama.
Dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, Ketua Damkar Kota Banjarmasin dan Sekcam Banjarmasin Tengah, Ibnu Sina menyatakan, usia 27 tahun untuk sebuah Ormas seperti PMK Sangga 5 merupakan usia yang tidak muda lagi. Artinya, jelasnya, pengalaman yang dimiliki PMK Sangga 5 dalam membantu masyarakat kota seribu sungai sangat banyak. “Kita harus bersyukur memiliki PMK yang sudah berumur 27 tahun. Memang ini usia yang tidak muda lagi, tapi pengalaman yang dimiliki PMK ini sangat luar biasa. Selamat ulangtahun untuk PMK Sangga 5,” katanya.
Sementara itu, Ketua Ormas PMK Sangga 5, Sulaiman menerangkan, peringatan HUT ke 27 PMK Sangga 5 ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menjalin tali silaturahmi antar sesama PMK di Kota Banjarmasin.
Dalam kegiatan ini, bebernya, pihak PMK Sangga 5 juga mengundang anggota PMK lain untuk ikut berhadir dalam kegiatan tersebut. “Mudah-mudahan dengan usia ke 27 tahun ini PMK Sangga 5 lebih dewasa lagi, dan mudah-mudahan juga ke depannya bisa lebih maju lagi,” ucapnya.
Kegiatan peringatan HUT tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan kepada anak panti asuhan oleh Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, yang dilanjutkan dengan pemotongan kue.






Dua pengrajin kain sasirangan dari rumah produksi kain sasirangan Kasasiur Banjar dan Alya Sasirangan, mewakili Kota Banjarmasin untuk mengikuti kegiatan pameran produk fesyen, kerajinan dan pariwisata di Kota Bandung, Jawa Barat.
Pembukaan kegiatan yang dipusatkan di Mall BTC KOta Bandung itu, dilakukan langsung Wakil Ketua I Dekranasda Kota Banjarmasin Hj Siti Fatimah dan Wakil Ketua II Dekranasda Kota Banjarmasin Hj Aneta Olpah bersama jajaran Pemprov Jawa Barat, Kamis (26/10).
Produk yang disuguhkan dua rumah produksi hasil binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin dalam pameran yang diikuti sekitar 20 provinsi di Indonesia itu, antara lain, kain sasirangan khas banjar, baju bermotif kain sasirangan, dan berbagai produk yang berasal dari kain sasirangan.
Hj Siti Fatimah menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan yang diikuti kedua rumah produksi tersebut. Ia berharap, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin dapat terus mengikuti berbagai kegiatan pameran dengan membawa para pengrajin binaannya, sehingga kain sasirangan lebih dikenal masyarakat Indonesia.
Kegiatan pameran yang diselenggarakan PT Aira Mitra Media itu, dihadiri juga oleh Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin bersama jajaranya.
Kadis Perindustrian Provinsi Jawa Barat, Dedi Junaidi, mengatakan, kegiatan ini  merupakan peluang baik bagi daerah untuk mempromosikan kerajinan dari daerahnya.
Selain itu, lanjutnya, kegiatan pameran ini bisa dijadikan sebagai mempererat tali silaturahmi dan saling bertukar informasiterkait produk kerajinan antar sesama daerah. “Kami berharap, dengan adanya kegiatan tidak hanya dijadikan sebagai sarana untuk promosi produk, tetapi juga dijadikan sebagai ajang silaturahmi untuk saling bertukar informasi produk di masing-masing daerah,” katanya.







Upacara Penutupan TMMD ke-100 Kodim 1007/Banjarmasin dengan tema “Percepatan Pembangunan Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat” diadakan di halaman kantor Pemko Banjarmasin, Kamis 26 Oktober 2017. Dengan upacara penutupan ini, selesai juga kegiatan TMMD yang dilaksanakan selama sebulan penuh antara 27 September s/d Oktober sebagai rangkaian HUT TNI ke-72 beberapa waktu lalu. TMMD merupakan wujud Operasi Bakti TNI yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Pemerintah Kota Banjarmasin, yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat, guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka membantu pemerintaj kota Banjarmasin mewujudkan pembangunan yang merata, seimbang dan berkesinambungan. Upacara yang dipimpin oleh Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Bjm dan dihadiri oleh Forkopimda Kota Banjarmasin, Kepala SKPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta organisasi kemasyarakatan juga diadakan penandatangan naskah serah terima hasil pelaksanaan TMMD ke 100 tahun 2017, serta pemberian piagam penghargaan kepada perwakilan Sungai Gampa dan Yayasan, atas dukungan dan partisipasi pelaksanaan TMMD ke 100 Kodim 1007/Banjarmasin. Komandan Kodim 1007/Banjarmasin Wilson Napitupulu menyampaikan laporannya bahwa “Kami mengerjakan pembuatan badan jalan sepanjang 729 x 2 meter, kemudian pembuatan jembatan ulin yang kecil sepanjang 2-6 meter x 2 meter sebanyak 19 buah, kemudian 4 jembatan  panjang yang besar ukuran 25-30 meter x 2 meter dan rehab rumah tidak layak huni sebanyak 6 buah, selesai dalam waktu 30 hari. Saya membantu pemerintah daerah dalam hal ini APBD kami bisa   30 persen karena harusnya pekerjaan ini kalau normal dikerjakan oleh kontraktor itu 3 bulan, dan kami mampu membantu pemko banjarmasin jadi 1 bulan. Kami berterima kasih yang tidak terhingga kepada bapak walikota beserta jajarannya, kemudian unsur TNI, Kapolresta dan seluruh SKPD kota banjarmasin yang telah membantu sehingga terlaksana kegiatan ini yang selesai seratus persen baik kegiatan fisik maupun nonfisik.
Ada 2 kesulitan kami, yang pertama apabila air surut itu kami kesulitan mendorong material karena material itu hanya bisa didorong menggunakan klotok. Yang kedua pada saat kemarin awal-awal oktober itu curah hujan tinggi jadi kita bekerja itu setengah hari, tapi kami bayar waktu yang terbuang itu dengan bekerja sampai hari minggu.”
Selesai upacara Walikota Banjarmasin menyempatkan diri untuk melihat pameran Alutsista Kodim 1007/Banjarmasin serta menaiki Anoa 2, kendaraan militer lapis baja buatan PT. Pindad, Indonesia, mengelilingi seputaran kota Banjarmasin. Selepas Zuhur, Walikota Banjarmasin pun langsung meninjau lokasi pelaksanaan TMMD ke-100 ini. Walikota Banjarmasin menyatakan keterkejutannya karena dalam waktu satu bulan, sesuai dengan target, kegiatan ini bisa selesai tepat waktu, dan bermanfaat sekali bagi warga kota Banjarmasin, khususnya masyarakat Sungai Gampa Kelurahan Sungai Jingai, Banjarmasin Utara. Dan kami berharap kemanunggalan TNI-Rakyat sudah bisa kita buktikan sebulan ini, dan kami atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin sekali lagi mengucapkan terima kasih, dana yang sudah digelontorkan dapat bermanfaat dengan baik, dan juga melihat hasil yang luar biasa dalam waktu yang sangat cepat, menjadi spirit juga bagi Kota Banjarmasin dalam membenahi kawasan kawasan lain, walaupun dengan skema yang berbeda lagi, dan berharap agar masyarakat yang berada di lokasi TMMD ini terus memelihara kerjasama yang sudah terlaksana dengan TNI maupun pemerintah kota Banjarmasin, tolong dijaga hasil TMMD kita, baik berupa infrastuktur jalan jembatan bedah rumah agar kita jaga dan rawat sama-sama agar dapat terus bermanfaat untuk kedepannya. Walikota Banjarmasin juga sempat berdialog dengan warga dan menanyakan pendapat warga tentang adanya kegiatan TMMD ini, yang dijawab dengan gembira dan senang sekali dengan adanya kegiatan TMMD ini.






Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah menyatakan apresiasinya terhadap  kegiatan Sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS dan Penyelesaian Permasalahan Kepegawaian, yang dilaksanakan Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan dan Pelatihan (BKDPP), Kota Banjarmasin.
Katanya, kehadiran PP nomor 11 tahun 2017 itu dapat menguatkan implementasi sistem manajemen birokrasi di lingkup Pemko Banjarmasin.
Untuk itu, Hermansyah berpesan, agar para PNS yang mengikuti kegiatan tersebut dapat benar-benar memperhatikan seluruh arahan terkait peraturan tersebut. “Saya berpesan agar kegiatan ini dapat disimak dengan baik, karena hal ini sangat peting untuk karier para PNS,” katanya, saat menyampaikan sambutannya, di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Rabu (25/10).
Untuk diketahui, terbitnya PP nomor 11 tahun 2017 ini menjadi pola manajemen PNS yang bertransformasi sesuai dengan tuntutan UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, dimana pola pembinaan PNS dimulai dari sistem rekrutmen hingga pengangkatan dalam jabatan, menekankan pada tiga aspek yakni, kualifikasi, kompetensi dan kinerja.
Dalam PP Nomor 11 tahun 2017 ini, pola pembinaan PNS tidak lagi memberlakukan syarat pangkat atau golongan ruang dalam pengangkatan ke dalam jabatan.
Dengan adanya PP tersebut persyaratannya akan menitik beratkan pada kualifikasi dan kompetensi yang harus dimiliki masing-masing jabatan, sehingga akan memacu kopetensi terbuka bagi PNS.
Dalam kegiatan sosialisasi yang dihadiri seluruh kepala SKPD, Camat dan para Lurah lingkup Pemko Banjarmasin itu, bertindak sebagai narasumber kepala Konsultasi dan Bantuan Hukum, Badan Kepegawaian Nasional, Jakarta.






Tak lama lagi satu unit Pusat Pelayanan Masyarakat (PKM) di Kota Banjarmasin akan menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). PKM Kelayan Timur, hari Rabu (25/10) melakukan pembahasan finalisasi dokumen BLUD bersama jajaran Pemko Banjarmasin dengan Pendampingan langsung dari BPKP Perwakilan Provinsi Kalsel.
Kegiatan yang dipimpin langsung Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah itu, dilaksanakan di ruang rapat kerja Wakil Walikota Banjarmasin, di Balai Kota Banjarmasin.
Dalam arahannya, Hermansyah berharap, agar seluruh PKM di kota seribu sungai bisa dijadikan BLUD. Hal ini ditekankannya agar pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di kota ini dapat berjalan maksimal. “Banjarmasin itu masyarakatnya paling banyak di Kalsel. Untuk itu, saya berharap Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin bisa menjadikan seluruh PKM di kota ini menjadi BLUD,” ujarnya, saat memberikan arahannya.
Selain itu, mantan anggota DPRD Kalsel ini juga menyatakan, akan selalu berusaha mendorong seluruh kegiatan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin yang ingin menjadikan PKM menjadi BLUD. “Dengan dijadikannya BLUD, maka PKM dapat cepat berkreasi dan melakukan inovasi dalam melayani masyarakat,” ucapnya.
Untuk diketahui, jumlah PKM di kota berslogan Baiman ini sekira 26 unit. Dari total jumlah tersebut, saat ini sudah ada satu unit PKM yang berstatus BLUD yakni PKM Cempaka. Bila dalam penilaian nanti PKM Kelayan Timur dianggap layak menjadi BLUD, maka jumlah PKM berstatus BLUD di kota menjadi dua unit. Dan untuk tahun 2018 nanti, sudah ada usulan satu unit lagi PKM yang hendak dijadikan BLUD yaitu PKM Pekauman.
Harapan lain yang disampaikan Hermansyah dalam kegiatan tersebut, agar Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin terus berusaha menjaduikan semua PKM di kota ini menjadi BLUD. “Usulan PKM menjadi BLUD ini jangan satu persatu, saya harapkan bisa dilakukan untuk beberapa unit PKM sekaligus, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal,” harapnya.









Para pedagang kawasan Pasar Malabar, Banjarmasin tak menyangka lokasi tempat mereka berjualan tiba-tiba kedatangan Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah.
Tentu saja, kesempatan tersebut tak disia-sia para pedagang tersebut, untuk mencurahkan isi hati mereka, terkait situasi dan kondisi pasar tersebut.
Satu diantaranya agar pasar tersebut bisa kembali ramai dikunjungi masyarakat dan para pembeli.
Setelah mendengarkan seluruh aspirasi para pedagang tersebut, Hermansyah yang kala itu bersama Kadis Perindag Kota Banjarmasin, jajaran Dishub Kota Banjarmasin dan petugas Satpol PP Kota Banjarmasin itu kemudian menyarakan agar para pedagang tersebut, untuk segera membuat surat dengan tujuan ke dinas terkait yang menangani aspirasi mereka. “Terima kasih atas masukan pian semua. Aspirasi pian sudah ulun dengar semua, dan nanti bapak-bapak bisa mengirimkan surat ke dinas yang berwenang menanganinya, agar  bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya, Selasa (24/10).
Dihari yang sama, Hermansyah juga melakukan Sidak di kawasan Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin, dan mendapati pelataran kawasan pasar modern itu dipenuhi dengan pedagang kaki lima serta parkir sepeda motor.
Melihat pemadangan tersebut, Hermansyah langsung memerintahkan para pedagang dan sepeda motor yang terparkir di depan pintu masuk untuk dialihkan ke tempat semestinya. “Kalau ada sepeda motor yang parkir sembarangan, tolong para petugas parkir untuk melaporkannya ke Pos Dishub dan Satpol PP yang ada di sini. Jadi nanti petugas yang akan menindak para pengendara yang parkir tidak pada tempatnya itu,” katanya.
Tak hanya itu, dalam Sidak bersama Kadis Perindag Kota Banjarmasin, jajaran Dishub Kota Banjarmasin dan petugas Satpol PP Kota Banjarmasin itu, Hermansyah juga melakukan pemantauan terhadap kebersihan lingkungan pasar tersebut.
Hasilnya, beberapa orang pedagang makanan kedapatan membiarkan sampah bekas dagangannya beserakan.
Makanya, ia kemudian memerintahkan pedagang tersebut untuk segera membersihkan sampah bekas dagangannya yang berserakan. “Tolong sampah –sampah itu dikumpulkan. Jangan dibiarkan berserakan. Bagaimana mau barasih dan nyaman pasar ini, kalau sampah-sampahnya dibuang sembarangan,” ucapnya.
Mantan anggota DPRD Kalsel ini kemudian menjelaskan, pada dasarnya Pemko Banjarmasin tidak pernah melarang seluruh pedagang untuk menggelar usahannya.
Hanya saja, terangnya, dalam menjalankan usahanya hendaknya mengikuti semua aturan yang berlaku. “Tidak ada larangan bagi pedagang untuk berusaha. Silakan mereka berusaha, tapi jalan jangan ditutup, sehingga para pengunjung pasar dapat nyaman ketika mengunjungi pasar ini. Jangan sampai nanti pedagangnya susah berusaha, dan pembelinya pun susah untuk berbelanja,” jelasnya.
Hermansyah pun menghimbau, agar seluruh komponen masyarakat kota seribu sungai untuk bersama sama Pemko Banjarmasin membenahi kota. 







Kebakaran di kawasan fasilitas umum harus segera diantisipasi sedini mungkin, sehingga dampak kerugian dari musibah tersebut dapat diminimalisir.
Demikian himbauan yang dikatakan Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, saat membuka kegiatan Pelatihan, Mitigasi dan Penanganan Kebakaran, di kawasan Terminal Sentra Antasari, Banjarmasin, Selasa (24/10).
Ajakan  lain yang diucapkan Hermansyah saat itu tentang adanya koordinasi dari seluruh elemen masyarakat untuk menanggulangi musibah kebakaran.
Salah satu caranya, jelasnya, dengan melakukan sosialisasi cara pencegahan musibah kebakaran. “Kebakaran bisa terjadi dimana saja. Karena itu perlu adanya kerjasama dengan semua pihak untuk mengantisipasi musibah ini,” ujarnya, saat menyampaikan sambutannya.
Dalam kegiatan yang dirangkai dengan penyerahan tabung pemadam kebakaran sebanyak 110 unit bantuan dari Yayasan Danamon Peduli itu, suami Hj Siti Fatimah ini berharap, para pedagang di Sentra Antasari bisa menggunakannya alat bantuan tersebut. “Tolong ikuti, cermati kegiatan sosialisasi ini, sehingga para pedagang bisa dapat melakukan pencegahan dan penanggulangi kebakaran,” harapnya.
Branch Coorporak Officer yayasan Bank Danamon, Zulfitri Ahmad menerangkan, bantuan yang disalurkan pihan yayasan Bank Danamon itu bertujuan untuk mewujudkan pasar tangguh bencana.
Selain menyalurkan bantuan, kegiatan lain yang dilakukan Yayasan Bank Danamon adalah ikut melakukan renovasi Pasar  Telawang yang akan dilaksanakan pada bulan November mendatang. “Untuk kegiatan pelatihan, Banjarmasin merupakan kota yang ke 15 pada tahun 2017 ini terpilih sebagai tempat pelatihan dan sosialisasi pasar tangguh bencana.  Diharapkan dengan pelatihan ini nantinya bisa benar-benar bermanfaat terutama bagi komunitas pasar,” tandasnya.





Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengajak suluruh  pemangku kepentingan di Kota Banjarmasin untuk cepat tanggap dan siggap dalam menindaklanjuti semua kejadian bencana. 
Kesigapan dalam  bertindak itu, terangnya, tidak hanya menjaga semua kemungkinan yang terjadi sebelum bencana datang, tetapi juga harus sigap dalam penanganan pasca bencana. “Setiap tahunnya terjadi kurang lebih 2.600 bencana dengan kerugian sekitar Rp30 triliun, mulai dari Kahurla, banjir, puting beliung hingga bencana lainnya,” ujarnya, usai menghadiri Pembukaan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), di Ballroom Aimas Convention Center, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat, Senin (23/10).
Selain memerlukan kesiapan dan kesigapan dalam bertindak, lanjut Ibnu Sina lagi, penanganan  musibah bencana itu juga perlu adanya sosialisasi dan gerakan dari setiap komunitas, dengan tujuan untuk menyusun prosedur atau Standar Operasional Prosedur (SOP), yang bisa digunakan untuk pengurangam risiko bencama maupun penanggulangan bencana itu sendiri.
Sementara itu, Kepala BNPB RI, Laksda Willem Rampangilei saat pembukaan kegiatan tersebut mengatakan, penanggulangan bencana, khususnya upaya PRB, harusnya mampu meningkatkan ketahanan sehingga tidak mempengaruhi  secara serius proses pembangunan.
Salah satu caranya dengan menurunkan indeks risiko bencana pada pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
Masih menurut Willem Rampangilei, pengurangan risiko bencana itu lebih ditekankan daripada menanggulangi bencana yang  telah terjadi. Artinya, terangnya, setiap pemangku kepentingan diharapkan lebih baik mencegah lebih dahulu sebelum bencana terjadi. “Upaya pengurangan risiko bencana bukan semata-mata sebagai pengeluaran, tetapi telah diperhitungkan sebagai investasi pembangunan," jelasnya. 
Dalam kegiatan yang juga dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kota Banjarmasin Budi Wijaya, dan Kepala BNPB Kota Banjarmasin M Hilmi, Willem Rampangilei yang juga menyampaikan tujuan pemilihan tema 'PRB Sebagai Investasi Pembangunan'.  “Tema itu dimaksudkan sebagai sinergi terhadap semangat Nawacita di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,” pungkasnya.








Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah menginginkan, seluruh anggota Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) di Kota Banjarmasin dapat melakukan koordinasi dalam setiap penanganan musibah kebakaran.
Sehingga, terangnya, pemadaman kebakaran di sebuah lokasi dapat berjalan cepat dan lancar. “Jumlah BPK cukup banyak, hampir setiap sudut gang, kelurahan pasti kita menemukan mobil BPK. Karena itu, perlu ada pemikiran kita semua untuk mengatasinya agar pemadaman kebakaran berjalan cepat dan selamat,” ujarnya, saat menyampaikan sambutannya dalam Pembukaan Lomba Ketangkasan BPK Swasta se Kota Banjarmasin di, Lapangan Sepak Bola Kayutangi, Minggu (22/10).
Selain itu, Hermansyah juga menghimbau, seluruh masyarakat pengguna jalan raya agar selalu mendahulukan mobil BPK yang hendak memadamkan kobaran api di sebuah lokasi kebakaran. “Dengan begitu, upaya pemadaman yang dilakukan petugas BPK dapat berjalan maksimal,” ucapnya.
Menyinggung tentang lomba ketangkasan yang diikuti sekira 64 regu BPK swasta se Kota Banjarmasin, Hermansyah kembali mengatakan, dengan lomba ketangkasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kesigapan bagi anggota BPK dalam menanggulangi musibah kebakaran.
Suami Hj Siti Fatimah ini juga berharap, dengan lomba tersebut dapat mempererat silaturahmi, persaudaraan, persatuan dan kesetiakawanan sesama anggota BPK di Kota Banjarmasin.
Hal senada juga dikatakan Ketua Panitia Kegiatan, Zuliansyah. Katanya, salah satu maksud dilaksanakannya lomba tersebut untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan atara sesama petugas BPK di kota ini. “Selain itu ajang ini juga untuk unjuk kemampuan dan keterampilan serta kekompakan antara petugas pemadam kebakaran saat melaksanakan tugas,” katanya.
Dari informasi terhimpun, lomba yang dihadiri Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Anjar Wicaksana dan para SKPD lingkup Pemko Banjarmasin itu, memperebutkan piala tetap dan bergilir dari Walikota Banjarmasin, dan bagi pemenangnya selain akan mendapatkan door proze juga akan mendapatkan uang pembinaan, juara 1 Rp10 juta, juara II Rp8 juta, juara III Rp6 juta dan juara ke IV Rp4 juta.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.