April 2020

Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin hari ini melaksanakan sosialisasi dan menyampaikan himbauan terkait apa saja yang boleh dilakukan saat pemberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terhadap aktivitas jual-beli di sejumlah pasar.
Sosialisasi dan himbauan tersebut digelar sedikitnya pada 4 tempat yakni Pasar Gedang, Pasar Kuripan, Pasar Batuah dan Pasar Ksatrian yang sama sama terletak di Kecamatan Banjarmasin Timur pada Rabu 29/4/2020.
Kepala Bidang PSDP dan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar menyebut, kegiatan tersebut dilaksanakan guna mencegah meluasnya paparan virus Corona atau Covid-19 yang terjadi melewati transaksi di pasar.
Lanjutnya, salah satu bentuk sosialisasi tersebut adalah mengontrol aktivitas pedagang dan pembeli untuk tetap mengenakan masker saat beraktivitas di pasar.
"Soalnya masih ada pedagang maupun pembeli yang tidak mengenakan masker saat beraktivitas dan itu langsung kita berikan teguran ditempat," ucapnya.
Disebutkannya, selain menghimbau untuk mengenakan masker, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengedepankan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mencuci tangan pakai sabun sebelum dan setelah melakukan transaksi (minimal memakai hand sanitizer), menjaga jarak minimal 1,5 meter (physical distancing), dan memilih pasar yang terdekat dengan rumah.
Kemudian, pihaknya juga turut mengingatkan pedagang terkait adanya batas waktu operasional pasar pada pedagang. Pasalnya masih ada segelintir pedagang yang berjualan di pasar melewati jam operasional yang berlaku. "Makanya kita turun untuk megingatkannya. tapi sekarang mayoritas mereka tutup lebih cepat dari biasanya," paparnya.
Ia menjelaskan, terkait jam operasional kegiatan di kawasan Pasar ditentukan sebagai berikut, Pasar Induk merupakan yang kegiatannya mendistribusikan bahan pokok ke pedagang yang berada di pasar rakyat skala kecil tetap buka sesuai dengan jam operasional sebagaimana biasanya.
Namun, Pasar rakyat skala kecil untuk kebutuhan pokok yaitu pasar rakyat yang menjual bahan pokok langsung kepada konsumen atau masyarakat, jam operasional Pasar Pagi dimulai pada pukul 06.00 sampai dengan pukul 13.00 Wita, pasar sore dimulai dari pukul 14.00 hingga pukul 18.00 Wita.
Selanjutnya, pasar rakyat skala kecil untuk kebutuhan sekunder yaitu pasar rakyat yang menjual diluar komoditi bahan pokok dihimbau untuk menutup sementara dan jika buka berlaku jam operasional yaitu pagi pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 14.00 Wita sedang pasar sore yaitu pukul 14.00 Wita sampai dengan pukul 18.00 Wita, (Diskominfotik-mz)





Banjarmasin - Hari ini Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menyalurkan bantuan untuk korban terdampak Coronavirus Disease 19 atau Covid-19 di Kota Banjarmasin, bantuan 10 Ton beras datang dari Perkumpulan Rukun Sejahtera Fu Qing Banjarmasin dan didistribusikan melalui Camat se-Kota Banjarmasin.
Secara simbolis, bantuan diterima oleh Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina di Balaikota Banjarmasin yang kemudian diserahkan kepada 5 Camat untuk selanjutnya di distribusikan kepada warga kota Seribu Sungai yang terdampak musibah pandemi Covid-19.
Camat Banjamasin Selatan, M Yusrin mengungkapkan pihaknya akan mendistribusikan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya melalui bantuan para Lurah yang terdapat di lingkungan kecamatan masing-masing.
"Kita akan kordinasi lewat Lurah, nanti di drop bantuan ini kepada bapak/ibu Lurah, berhubung di wilayah kami ada 12 Kelurahanjadi perkelurahan nanti akan ada 33 dan 34 paket beras ini," ungkapnya pada Rabu (29/4).
Muhammad Yusrin berpesan agar para Lurah nantinya tetap mengikuti protokol berupa himbauan pemerintah lewat penyaluran yang diatur sedemikian rupa agar terutama mencegah social distancing dan physical distancing selama pandemi wabah Covid-19 masih melanda kota Banjarmasin.
Sementara Ketua Perkumpulan Rukun Sejahtera Fu Qing Banjarmasin, Tedy Indra menyebutkan langkah tersebut sebagai partisipasi dalam membantu pemerintah dan sebagai cinta kasih sesama masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang mewabah di Bumi Kayuh Baimbai tersebut.
"Ada sebanyak 10 ton beras dan kemudian dikemas menjadi 2000 bungkus, kemudian dibagikan ke 5 kecamatan dan masing-masing kecamatan membagi 400 paket," bebernya.
Pihaknya turut berterimakasih kepada Pemkot Banjarmasin yang sudah berkenan menerima dan kemudian menyalurkan sembako tersebut kepada masyarakat terdampak wabah Covid-19 terutama yang sangat memerlukan akan kebutuhan tersebut.
Adapun Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina menyambut baik bantuan tersebut, "atas nama pemerintah kota Banjarmasin saya ucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Fu Qing Banjarmasin yang hari ini memberikan bansos 10 ton beras kepada 5 kecamatan yang sudah dikemas dengan baik," paparnya.
"Ini sangat berarti untuk membantu warga kota Banjarmasin yang kesulitan dalam menghadapi pandemi covid-19," pungkasnya. (Diskominfotik)













Banjarmasin - Pemenuhan kebutuhan pokok berupa sembako kepada warga terdampak pandemi Coronavirus Disease 19 atau Covid-19 dalam rangka mengamankan jaring pengaman sosial selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Banjarmasin mulai disalurkan pada hari ini Selasa 28/4/2020.
Sembako yang terdiri dari beras 5 Kilogram (Kg), minyak goreng 1 liter, 1 kaleng susu, 6 bungkus mie instan, 1 kotak teh celup dan paket uang tunai tersebut disalurkan melalui kelurahan, Adapun hari ini secara simbolis Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina membagikan sembako tersebut di Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin Utara.
Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Iwan Ristrianto mengungkapkan pada proses sembako PSBB tersebut pihaknya terlibat dalam menyiapkan data penerima sembako yang kemudian disampaikan ke BPBD, lewat BPPD langsung turun perintah kepada penyedia sembako untuk menyiapkan sesuai jumlah yang sudah ditetapkan.
"Kemudian penyedia menyalurkan sembako sesuai jumlah masing-masing kelurahan," bebernya.
Sementara Lurah Surgi Mufti, Farid Ridhony mengungkapkan pada kesempatan tersebut pihaknya akan menyalurkan ratusan paket sembako beserta uang tunai kepada warga terdampak Covid-19 non BDT di lingkungannya.
"Kita hari ini menyalurkan 949 paket terlebih dahulu kepada warga yang sudah didata, warga dalam data ini mereka yang bukan penerima bantuan sosial yang masuk dalam BDT semisal PKH, Rasko atau jenis BDT lainnya," ungkapnya.
Adapun Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina pada pelaksanaan penyerahan simbolis mengucapkan sangat bersyukur karena pada hari kelima pemberlakuan PSBB di Kota Banjarmasin bisa menyalurkan sembako dan uang tunai sebesar Rp250.000 per kepala keluarga.
"Penerima tidak boleh yang sudah terdaftar dalam BDT yang berjumlah 41 ribu sekian. melainkan para warga terdampak bencana wabah Covid-19 diluar BDT," paparnya.
Oleh karena itu ujar H Ibnu Sina, memang perlu waktu untuk melakukan pendataan agar penerima sembako PSBB tidak tumpang tindih karena berasal dari penerima BDT dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan masyarakat pra sejahtera.
Turut hadir dalam pelaksanaan penyerahan simbolis tersebut, Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya, Camat Banjarmasin Utara, Apiluddin Nor serta Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin Matnor Ali. (Diskominfotik)




Banjarmasin - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Coronavirus Disease 19 atau Covid-19 Kota Banjarmasin kembali melakukan peninjauan proses pemberlakuan PSBB di Posko KM6 PSBB Kota Banjarmasin, Minggu 26/5/2020.
Peninjauan tersebut langsung dikomando oleh Ketua Tim GTPP Covid-19 yakni Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina bersama Juru Bicara Machli Riyadi selaku Kepala Dinkes serta Kadishub sekaligus PLT Kasatpol PP, Ichwan Noor Chalik dan Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin M Hilmi.
H Ibnu Sina memaparkan dalam 3 hari pelaksanaan PSBB di Kota Banjarmasin berjalan dengan baik walaupun masih terdapat kelonggaran di lapangan seperti masih banyak yang belum mengetahui bagaimana PSBB semestinya dilaksanakan.
Namun pihaknya tetap akan terus bekerja keras untuk mewujudkan PSBB agar berjalan dengan baik, bahkan tak tanggung-tanggung, H Ibnu Sina menargetkan sepekan berjalan PSBB dapat terlihat perhatian warga yang begitu tinggi terhadap kebijakan pembatasan tersebut demi mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Banjarmasin.
Pihaknya mengaku sangat serius untuk melakukan pembatasan sosial berskala besar ini, terutama di pintu-pintu masuk kota wajib pakai masker, siapapun kalau tidak memakai masker maka dipersilahkan untuk kembali dan dilarang untuk memasuki kota Banjarmasin.
"Yang kedua social distancing, terutama di mobil, kemudian sepeda motor yang berdua adalah keluarga, bukan orang lain, kalau orang lain ya diturunkan, kemudian pastikan juga siapapun nanti jam 9 malam sampai jam 6 pagi tetap berada dirumah, jam malam diberlakukan," bebernya.
H Ibnu Sina menjelaskan setelah tiga hari ini melakukan sosialisasi di pintu masuk kota selanjutnya pihaknya akan masuk ke dalam kota dan jalan lingkungan warga dengan mengaktifkan posko serupa dengan posko pemeriksaan yang terdapat di perbatasan kota Banjarmasin.
"Sehingga betul-betul, seminggu kedepan menyaksikan dan melihat bahwa masyarakat itu perhatian dan taat dengan aturan harus berada di rumah saja," ujarnya.
H Ibnu Sina sangat menginginkan masyarakat perhatian tinggi dengan tetap memakai masker dan taat dengan aturan, menjaga jarak, Beliau berharap angka penyebaran Covid-19 di Kota Banjarmasin dapat turun dengan indikator ODP, PDP maupun angka lainnya semakin berkurang.
"Kita akan evaluasi nanti 14 hari, apakah ini cukup atau kah mau dilanjutkan lagi untuk 14 hari kedua," ungkapnya.
Dalam peninjauan tersebut orang nomer satu di Bumi Kayuh Baimbai itu juga mendapat kunjungan dari Sekda Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Harris Makkie didampingi sejumlah jajaran SKPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam pertemuannya, H Ibnu Sina menerangkan perkembangan proses PSBB dan dampak dari PSBB tersebut, sementara Sekda Prov dengan khidmat mendengarkan pemaparan dari H Ibnu Sina soal progres dan proses dari PSBB di Kota Banjarmasin. (Diskominfotik-mz)







Banjarmasin - Sebagai bentuk penegasan saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di musim pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Aparat Penegak Hukum (APH) gabungan dari Polresta dan Kodim 1007 Banjarmasin menutup seluruh pintu masuk kota Banjarmasin selama jam malam yakni pukul 21.00-06.00 Waktu setempat.
Penutupan pintu masuk pada saat jam malam tersebut dilakukan sejak hari pertama diberlakukannya PSBB di Kota Banjarmasin, PSBB pun dilaksanakan untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona, rencananya pembatasan itu diterapkan selama 14 hari, sejak tanggal 24 April hingga 7 Mei 2020 nanti.
Penutupan pintu masuk itu dilaksanakan sekaligus dalam rangka patroli petugas gabungan, alhasil dalam operasi tersebut hasilnya memuaskan, hal ini diungkapkan oleh Wakapolresta Banjarmasin, AKBP Sabana Atmojo, pihaknya bersama aparat TNI, Satpol PP dan Dishub menggelar patroli mengawal jam malam dalam rangka kelancaran program PSBB di Kota Banjarmasin.
"Alhamdulillah, malam ini kita melaksanakan pemantauan, melaksanakan patroli gabungan untuk sama-sama melihat jam malam berkaitan dengan PSBB," ucapnya.
"Kita melakukan patroli ke beberapa tempat, menghimbau masyarakat, kemudian ke perbatasan kita mengecek yang akan masuk ke kota Banjarmasin keperluannya apa, untuk apa dan warga darimana, harus jelas semua," tegasnya.
Menurutnya, PSBB di Kota Banjarmasin ini sudah dilaksanakan dengan baik, tentunya juga dijalin dengan kordinasi yang baik dari stakeholder lainnya, apalagi berkaitan dengan jam malam saat diberlakukan PSBB jika memang tidak ada keperluan yang jelas dan mendesak maka akan disuruh pulang kerumah saja.
Hal itu dijelaskannya sudah sesuai dengan ketentuan Perwali nomer 33 tahun 2020 tentang PSBB, pihaknya juga mengakui perwali tersebut sudah mengakomodir semua ketentuan pada saat pemberlakuan PSBB, jika ditemukan pelanggaran atau hal yang tidak sesuai dengan ketentuan didalam sana maka jelas akan diberlakukan sanksi.
"Harapan kita sementara ini melakukan penekanan kepada masyarakat supaya masyarakat mengerti peraturan apa yang harus dipatuhi oleh mereka, alhamdulillah sampai sekarang masih bagus, 80 persen baguslah sudah, hampir semua menggunakan masker, jalan jalan pada sepi dan ada pembatasan penumpang yang tadinya 4 orang jadi 2 orang saja, serta sedikit sekali yang ditemui berboncenga," pungkasnya. (Diskominfotik)





Banjarmasin - Ditengah pandemi wabah Coronavirus Disease 19 atau yang sering disebut Covid-19, Pemerintah Kota Banjarmasin berinovasi mengeluarkan program pasar wadai online, program tersebut sebagai upaya agar kegiatan rutin pasar wadai tidak terbengkalai, pasalnya secara rutin pasar tersebut digelar oleh Pemkot Banjarmasin setiap memasuki Bulan Suci Ramadan.
Pelaksanaan agenda tahunan Pemkot yang kerap diikuti oleh ribuan warga Kota Banjarmasin itu tahun ini menjelma menjadi pasar berbasis online, karena tidak dilaksanakan secara nyata, Bahkan tepat pukul 14.00 Wita tadi siang, Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina secara resmi membuka pasar wadai dengan metode online lewat akun medsos pribadi miliknya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, Ihsan Al-hakk menerangkan metode pasar wadai online tersebut semata-mata ditujukan untuk menghindari kerumunan di tengah wabah Covid-19 yang menimpa Banjarmasin, menurutnya, program tersebut juga dilaksanakan guna menyikapi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang digelar pada tanggal 24 April hingga 7 Mei 2020.
"Pasar wadai berbasis online ini kita coba selama PSBB dan Covid-19 dulu, tapi apabila memungkinkan akan kita pertahankan untuk seterusnya," katanya pada Jumat (24/4/2020).
Ihsan membeberkan saat ini sudah ada 27 pedagang yang sudah bergabung dalam program 'Pasar Wadai' online tersebut dengan sistem keanggotaan sukarela tanpa memungut biaya atau bayaran apapun dari lapak online yang disediakan oleh pihaknya.
"Tapi masih ada 100 lebih pedagang yang berasal dari pedagang wadai tahunan, pedagang pasar wadai pinggir jalan, pedagang pasar wadai rumah tangga juga mendaftarkan dirinya untuk ikut dalam program tersebut yang sampai saat ini masih kita lakukan verifikasi," bebernya.
Bahkan kata Ihsan, banyak pedagang yang berasal dari luar kota turut serta ikut mendaftarkan jualan mereka agar masuk dalam pasar wadai online, namun diakuinya pihaknya tidak bisa mengakomodir mereka karena terbatas dengan kebijakan PSBB.
"Makanya kita membatasi peserta hanya untuk warga kota banjarmasin dan hanya menjual kuliner khas Banjar," ungkapnya.
Diakui Ihsan, karena berbasis online, otomatis ada ongkos kirim (ongkir) yang dibebankan pada pelanggan untuk bisa menikmati makanan yang dibeli melalui program tersebut.
"Untuk ongkir itu kesepakatan antara pedagang dan pembeli. Bisa melalui gojek, kurir dan lain-lain. Kita tidak sampai masuk ke teknis, hanya semata-mata mempromosikan via media online dan jaringan online Dinas saja," paparnya
Ia berharap dengan adanya program tersebut bisa menjadi solusi bagi para pedagang kuliner saat di masa pandemi Covid-19 dan sesudahnya. "Karena penjualan secara online adalah trend pedagang masa depan," pungkasnya. (Diskominfotik-mz)
IG : @pasarwadaibjm








Banjarmasin - Hari pertama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarmasin berjalan dengan lancar, hal ini terpantau pada saat Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina meninjau pos pengamanan PSBB di titik perbatasan KM 6 dan Sungai Lulut pada Jumat 24/4/2020.
Kelancaran operasi PSBB juga terpantau lewat posko Jembatan Kayutangi II yang merupakan perbatasan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Batola, arus lalu lintas ramai lancar, pos penjagaan dilengkapi dengan giat pemeriksaan oleh aparat gabungan seperti Satpol PP, Petugas Kesehatan dari Dinkes serta unsur Kepolisian dan TNI.
H Ibnu Sina memaparkan hari ini merupakan hari pertama penerapan PSBB di Kota Banjarmasin, pihaknya sengaja terjun dan melihat langsung di titik KM 6 dan Sungai Lulut untuk memastikan pengendara yang lewat wajib menggunakan masker dan tertib berlalu lintas.
"Dan juga mentaati ketentuan ketentuan yang terkait dengan transportasi terutama yang berkaitan dengan berboncengan dan satu keluarga atau tidak," ujarnya.
Kemudian H Ibnu Sina menghimbau agar kepada seluruh warga yang keluar masuk kota Banjarmasin agar tetap terus hati-hati dan juga tetap mesti harus memperlihatkan surat keterangan atau tanda pengenal dari yang bersangkutan.
"Supaya kita benar-benar memastikan bahwa yang tidak berkepentingan tidak usah masuk kota, apalagi nanti malam diberlakukan jam malam, pastikan bahwa agar tetap berada di rumah," himbaunya.
Selain itu, Beliau menerangkan cara PSBB paling tidak agar dapat mencek kesehatan warga atau pengendara yang lewat, sekaligus memastikan agar mereka mentaati kewajiban memakai masker untuk menghindari ancaman dan paparan virus Corona.
"4 hari ini kita sosialisasi terlebih dahulu dan lebih mengutamakan preventif dan preemtif, bukan dengan tindakan, kita ingin masyarakat tau Banjarmasin sedang memberlakukan PSBB," pungkasnya.
Terakhir H Ibnu Sina berharap agar masyarakat dapat mentaati semua peraturan terkait PSBB dan jangan sampai ada yang menganggap main-main agar kota Banjarmasin berhasil menekan angka penyebaran Covid-19 dan terus mencegahnya. (Diskominfotik-mz)








Banjarmasin - Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina bersama jajaran Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin mengikuti kegiatan Tactical Floor Game, Sistem Pengamanan Kota yang diselenggarakan oleh Kepolisian Resort Kota di Halaman Mapolresta Banjarmasin, Rabu 22/4/2020.
Kegiatan sistem pengamanan kota tersebut dalam rangka menghadapi ancaman gangguan kamtibmas skala besar pada penanganan epidemi Covid-19 di wilayah kota Banjarmasin, hal ini tentu merupakan bagian dari persiapan PSBB yang akan diberlakukan dari 24 April hingga 8 Mei mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Banjarmasin, Kombes Rachmat Hendrawan mengungkapkan langkah PSBB diberlakukan sangatlah tepat untuk sispam kota juga diberlakukan, menurutnya di lapangan nanti aparat TNI, Polri dan aparat pemerintah seperti Satpol PP dan Dishub saling bahu membahu.
"PSBB sendiri himbauan ini sebenarnya sama dengan sejak musibah Covid terjadi sekira pertengahan Maret lalu, diharapkan dengan kegiatan PSBB ini dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kota Banjarmasin ini," ujarnya.
Kapolresta juga membentuk 10 pos untuk sistem pengamanan kota yang nantinya hanya bertugas untuk membatasi kegiatan orang dan lalu lintas dengan cara penerangan, "Pos pos ini yang akan membatasi sesuai PSBB, 2 hari ini berupa himbauan dan sosialisasi, setelahnya akan dilakukan upaya preventif dan preemtif," terangnya
Tidak ada yang mengetahui sampai kapan covid-19 berakhir, kalau tidak saling bahu membahu, oleh karena itu Kapolresta berharap kepada Polres Banjarbaru, Banjar dan Batola agar sama sama memback-up jangan terlalu banyak arus yang masuk ke kota Banjarmasin.
"Masing-masing polsek juga mengontrol pos pos pengamanan PSBB yang ada di wilayahnya," tegasnya.
Sementara Komandan Kodim 1007 Banjarmasin, Kolonel Inf Anggara Situmpol mengungkapkan pihaknya dari TNI menurunkan 20 personel untuk 10 pos PSBB tersebut diluar dari jumlah Babinsa se Banjarmasin.
"kalau Babinsa ada 52 jadi sekarang ada 70 lebih personel yang akan dikerahkan untuk membantu kelancaran PSBB, ini akan terus dilakukan evaluasi nanti untuk melihat hasilnya," bebernya.
Adapun, Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina memohon dukungan semua pihak agar pelaksanaan PSBB 24 April sampai 8 Mei bisa terlaksana dengan baik, beliau juga akan melakukan evaluasi setiap hari, "tentu persoalan di lapangan pasti akan ditemui, tapi dengan simulasi yang dijelaskan oleh Kapolresta tadi mudah mudahan jalur kordinasi bisa berjalan dengan baik," harapnya.
Dalam kegiatan tersebut turut berhadir dari aparat Polda Kalsel, Forkopimda Banjarmasin, Jajaran Kapolsek di wilayah kota Banjarmasin dan di wilayah tetangga, Petinggi Kodim serta jajaran Danramil. (Diskominfotik-mz)







Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.