Januari 2020


BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin terus berusaha meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak dan retribusi daerah.

Melalui Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin, tahun 2020 ini usaha peningkatan PAD direncanakan akan lebih difokuskan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Bahkan, untuk menjamin dana yang terkumpul itu sesuai peruntukannya, Bakeuda Kota Banjarmasin juga berencana menjalin kerjasama dan pendampingan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam hal pengawasan terhadap pengelolaan Pendapatan Asli Daerah
Menurut Kepala Bakeuda, Subhan Noor Yaumil, optimalisasi penerimaan PAD dari sektor (PBB) sejalan dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.
Optimalisasi dari sektor PBB itu, jelasnya, nantinya akan lebih diarahkan kepada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). “Besarnya potensi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah ini harus terus digali dan dioptimalisasi. Sebab, Pendapatan Asli Daerah (PAD) mempunyai peranan penting dalam upaya meningkatkan kemandirian daerah di Kota Banjarmasin,” ujar Subhan, saat melaksanakan studi komparasi ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kota Jogjakarta, Rabu (29/01).
Untuk diketahui, kegiatan studi komparasi ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jogjakarta, dilakukan mengingat, BPKAD Kota Jogyakarta telah melaksanakan Penilaian terbarukan terhadap NJOP.
Sehingga, dalam kegiatan yang dipimpin Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah itu, pertanyaan lebih difokuskan trik dan tips dalam peningkatan pajak, dan berbagai inovasi terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Jogjakarta, termasuk menjalin kerjasama dan pendampingan dengan KPK dalam hal pengawasan terhadap pengelolaan Pendapatan Asli Daerah.(humpro-bjm)








BANJARMASIN - Jumlah toko, ritel modern dan pasar tradisional yang tidak menyediakan kantong plastic kian bertambah.

Tahun 2020 ini, total jumlah toko, ritel modern dan pasar tradisional sebanyak 249 buah.
Hal tersebut dikatakan langsung Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina saat menjadi pembicara dalam kegiatan Launching of Climate Resilliensi Inclusive Cities.
Kegiatan tersebut merupakan inisiasi dari United Cities and Local Government Asia pacific (UCLG ASPAC) yang dihadiri 80 praktisi dari 20 pemerintah daerah di Indonesia, kementerian dan lembaga tingkat nasional, mitra pembangunan internasional, lokal, serta universitas.
Materi yang diberikan orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai dalam kegiatan yang dilaksanakan di Bali Agung, Jakarta (30/01) itu adalah tentang Gerakan Pengurangan sampah Plastik, yang telah dilaksanakan Pemko Banjarmasin sejak tahun 2016 lalu.
Menurutnya, setelah mengeluarkan Perwali Nomor 16 tahun 2016 tentang Pelarangan Penggunaan Kantong Plastik Bagi Ritel dan Toko Modern, di tahun 2017 Pemko Banjarmasin terus berupaya merubah budaya dan cara berpikir masyarakat, dengan mengeluarkan beberapa edaran, gerakan dan sosialisasi.
Tak cukup sampai disitu, lanjutnya, di tahun 2018, Pemko Banjarmasin kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang Perwali tersebut, mulai tingkat RT, Kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota.
Bahkan, untuk mengimbangi gerakan sosialisasi tersebut, Pemko Banjarmasin juga menerbitkan Kebijkan Strategis daerah Nomor 60 tahun 2018 serta menambah TPST 3 R.
“Tahun 2019 lalu kami juga telah mengeluarkan surat edaran nomor 660.1/1237-SET/DLH/VIII/2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Seluruh Rumah Ibadah Umat Islam (Masjid, Langgar, Musholla). Kemudian mengeluarkan kembali himbauan penggunaan tumbler, lalu meningkatkan jumlah bank sampah, dan tetap melaksanakan kegiatan sosialisasi mulai dari tingkat RT, Kelurahan, Kecamatan dan tingkat Kota,” jelasnya.
Memberikan pemahaman kepada masyarakat Bumi Kayuh Baimbai tentang pentingnya menjaga lingkungan, lanjutnya lagi, di tahun 2020 ini dipastikannya akan terus ditingkatkan.
Mulai awal tahun ini, bebernya, Pemko Banjarmasin kembali mengeluarkan surat himbauan tentang Pilah Sampah dari Sumbernya.
Hal ini dilakukan agar jumlah toko dan pasar yang tidak lagi menyediakan kantong plastik kian bertambah.
Catatan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, saat ini jumlah minimarket yang sudah tidak menyediakan kantong plastik sebanyak 104 buah. Hypermart 3 buah. Departemen Store 4 buah. Toko Modern 97 buah. Apotek 5 buah. Café 15 buah. Bakery 2 buah. Restauran 10 buah dan pasar tradisional 8 buah.
Dari informasi terhimpun, Proyek Cities (CRIC) merupakan proyek lima (5) tahunan dengan tujuan keseluruhan untuk mengusulkan kerja sama segitiga antara kota dan pusat penelitian di Eropa, Selatan Asia (India, Nepal, Bangladesh), dan Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand).
Proyek ini juga akan berkontribusi pada pembangunan perkotaan terpadu yang berkelanjutan, tata pemerintahan yang baik, dan iklim adaptasi, mitigasi melalui kemitraan jangka panjang, dengan ditunjang peralataan seperti rencana aksi lokal yang berkelanjutan, alat peringatan, kualitas udara, dan pengelolaan limbah melalui konsultasi dengan panel para ahli.
Kelompok sasaran proyek tersebut adalah pemerintah daerah, kota, pemangku kepentingan perkotaan yang bekerja di bidang iklim ketahanan, mitigasi dan adaptasi iklim, dan tata pemerintahan kota inklusif yang baik.
Dengan penerima manfaat akhir tidak terbatas pada komunitas lokal di kota atau provinsi, tetapi termasuk juga kaum wanita, sektor marjinal, sipil, masyarakat, dan sektor swasta.(prokom-bjm)











Banjarmasin - Menindaklanjuti Surat Edaran Walikota Banjarmasin Nomor : 050/8390-ADPPD/Barenlitbangda/XII/2019 tentang penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan Rencanan Kerja SKPD Kota Banjarmasin 2021. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin menggelar rapat Penyelarasan Program dan Kegiatan antar SKPD terkait dengan Penyusunan Rencana Kerja SKPD Dinas Lingkungan Hidup Tahun 2021, di ruang rapat DLH Banjarmasin, Kamis (30/1/20).
Sekretaris DLH Banjarmasin, Zauhar Arif mengatakan rapat dilaksanakan forum lintas SKPD untuk rencana kerja DLH tahun 2021. "Kami berdiskusi bersama beberapa SKPD terkait yang berhubungan dengan program kegiatan DLH di 2021 nanti. Beberapa SKPD juga banyak memberikan masukan, sehingga sinergi kami bisa terjadi," ucap Zauhar.
Lanjutnya Zauhar menyebutkan beberapa saran masukan dari beberapa SKPD seperti bagaimana pengelolaan sampah, terkait limbah, juga pohon dan lainnya. Pada intinya menurut Zauhar rapat Penyelarasan Program dan Kegiatan antar SKPD ini tujuannya agar program SKPD LH tidak sampai tumpang tindih dengan SKPD lain.
"Contohnya, kami melakukan pembangunan taman, Disperkim juga melakukan pembangunan taman. Jadi dipilah, kami melakukan pembangunan taman diluar, Disperkim di permukimannya. Sehingga tidak bertabrakan dan pekerjaan semakin mudah karena terjalinnya sinegritas antar SKPD," jelasnya.
Selain itu dalam rapat juga didapatkan kesepakatan bahwa DLH tidak lagi mengadakan pengadaan sarana prasarana sampah seperti bak sampah dan sebagainya. Karena semua itu akan di biayai oleh dana Kecamatan hingga Kelurahan.
"Dulu kan LH melakukan pengadaan bak sampah hingga tingat RT, sehingga mutasi barang itu terlalu panjang. Oleh sebab itu sekarang sudah bisa dari Kecamatan dan Kelurahan yang melakukan pengadaan," terangnya.
Disampaikannya, lanjutnya kecuali misalnya seperti sekolahan yang meminta pohon untuk penghijauan. DLH tetap akan memberikan. "Sekaligus untuk mendukung program Adiwiyata," tuturnya.
Tutupnya Zauhar mengakui, rapat seperti ini juga dilakukan SKPD lain dan terbukti sangat berguna. Karena dari sini akan terbangun link bekerja sama, saling membantu, dan terpenting saling berdiskusi.
"Sehingga kegiatan-kegiatan tahun depan itu sudah ada proyeksi antisipasinya, itu yang dikordinir oleh Barenlitbangda," pungkasnya. (Diskominfo)









Banjarmasin - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin siap menjadi inisiator penanganan sampah pasca acara haul akbar ke-15 Syekh Zaini bin Abdul Ghani atau yang dikenal sebagai Guru Sekumpul.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pengelolaan Sampah, DLH Kota Banjarmasin, Marzuki SE. MA saat rapat koordinasi bersama dengan sejumlah pemerintah wilayah yang termasuk kedalam Banjarbakula (Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Tanah Laut, Barito Kuala) di ruang aula Barakat setda Kabupaten Banjar.
"Kami DLH Banjarmasin siap ikut membantu dalam penanganan sampah saat dan pasca acara haul nanti," ucapnya disela mengikuti rapat tersebut, Selasa (28/01) siang.
Dalam rapat koordinasi itu kelima daerah tersebut sepakat untuk saling bahu-membahu dalam penanganan sampah saat acara haul ke-15, pada akhir Februari hingga awal bulan Maret tahun 2020 nanti.
Lanjutnya, DLH Kabupaten Banjar sudah melakukan koordinasi dengan posko induk untuk berusaha mengendalikan penggunaan plastik saat haul. "Sesuai kesepakatan jemaah akan dianjurkan untuk meminimalisir penggunaan plastik pada saat acara haul nanti," tambahnya.
Marzuki membeberkan beberapa poin yang sudah disepaki dalam rapat tersebut yakni, para jemaah dihimbau untuk membawa botol minum sendiri (tumbler), bagi para penyumbang makanan dan minuman agar bisa menghindari penggunaan botol kemasan (cup) dan pembungkus makanan yang berbahan plastik. Pasalnya disetiap posko akan disediakan air galon untuk para petugas dan jemaah haul yang ingin melepas dahaganya.
"Dapur umum juga sudah dihimbau untuk tidak menggunakan plastik saat mengemas makanan. Selain itu para relawan juga sudah diberi arahan untuk mengumpulkan dan memilah sampah," tandasnya.
Ia mengungkapkan, pasca haul nanti diperkirakan akan menghasilkan sampah sebanyak 700 hingga 800 ton. "Untuk penanganannya kita akan menrgetkan selama 3 hari dan akan melibatkan ratusan armada dan ribuan relawan yang akan dibagi pada beberapa zona penanganan," ungkap Marzuki SE MA.
Sesuai Kesepakatan tumpukan sampah tersebut, tambah Marzuki, SE MA. akan disalurkan ke Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Banjarbakula yang ada di Gunung Kupang, Banjarbaru.
"Tak kalah penting untuk mengambil berkah dalam perhelatan haul akbar Abah Guru Sekumpul. Berkah haulnya dan berkah juga sampahnya bisa membantu para pemulung dan para pengumpul sampah plastik dan lainnya," pungkasnya.
Selain penanganan sampah, DLH Banjarmasin juga mengirimkan satu unit mobil toilet umum untuk memberi pelayanan kepada jamaah haul yang membutuhkannya. "Iya kami kirimkan satu unit mobil toilet umum nantinya," tutupnya. (Diskominfotik)




Banjarmasin - Pemerintah kota Banjarmasin menggelar rapat kordinasi soal ketentuan Pasal 274 dan Pasal 391 UU nomor 23 Tentang Pemerintah Daerah bahwa data dan informasi daerah perlu dikelola dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah dan Implementasi Permendagri nomor 98 tahun 2018 tentang Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) serta Permendagri nomor 70 tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintah Daerah di Ruang Rapat Barenlitbangda Kota Banjarmasin, Selasa 28/1/2020.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Kota Banjarmasin, Usni Erizal ST. MT mengungkapkan rapat yang digelar hari ini pihaknya membahas agenda soal aplikasi SIPD yang diluncurkan oleh Kemendagri untuk diterapkan di seluruh pemerintah daerah.
“Tentang kedepannya Kemendagri menyiapkan aplikasi perencanaan dan penganggaran, aplikasi ini generik harus digunakan seluruh pemerintah kabupaten/kota,” ujarnya disela rapat tersebut.
Usni Erizal ST. MT menyebut pihak DIskominfotik Kota Banjarmasin dalam hal ini hanya berperan sebagai admin super, terlepas dari admin perencanaan dan penganggaran yang dipegang oleh Barenlitbangda dan Bakeuda Kota Banjarmasin.
“Kalau di kominfo kita menyiapkan hardware dan brainwarenya kita berperan sebagai admin super, kalau admin perencanaan dan penganggaran nanti ada di Barenlitbangda dan Bakeuda,” beber Usni Erizal ST. MT.
Ia mengakui secara prinsip terdapat perubahan yang signifikan karena adanya perubahan regulasi dan kebijakan dari pusat, “dengan perubahan Permendagri ini lalu kita diwajibkan memakai itu, tujuannya sebenarnya untuk efisiensi,” terangnya.
“Jadi kalau dulu masing masing daerah punya, sekarang sifatnya terpadu dan terkordinir di pusat, jadi disini berperan dari pusat saja,” lanjutnya.
Usni Erizal ST. MT mengibaratkan seperti jalan raya pada umumnya, aplikasi itu disiapkan oleh Kemendagri, Diskominfo hanya menyediakan infrastrukturnya, sedangkan yang berwenang untuk jalan tersebut adalah Barenlitbangda dan Bakeuda yang berperan seperti Dishubnya.
Ia menambahkan, saat ini aplikasi tersebut sudah running, “mudah-mudahan di daerah tidak ada kendala dan kesulitan, ini gratis dan untuk penghematan anggaran negara,” paparnya.
“Misalnya ada peroblem atau trouble maka dari pusat langsung penagannanya, jadi efisiensi untuk pemerintah daerah soal SIPD ini,” pungkasnya. (Diskominfotik)













BANJARMASIN – Para ustadz, ustazhah yang tergabung dalam Keluarga Besar Ustadz, Ustazhah (KBU) Kota Banjarmasin, dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Banjarmasin, Forum Silaturahmi Ustadz Ustadzah (FSU) Kota Banjarmasin, dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an LPTQ Kota Banjarmasin, melaksanakan pertemuan rutin tahunan. Bersama Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, pertemuan tersebut dilaksanakan di ruang induk Masjid Agung Miftahul Ihsan, di Jalan Pangeran Antasari, Banjarmasin, Senin(27/01).
Tujuan kegiatan tersebut untuk saling bersilaturahim dan sharing membicarakan kemajuan dunia pendidikan Islam di kota berjuluk seribu sungai. H Ibnu Sina berpesan, agar para ustadz, ustazhah selalu bersemangat membina putra dan putri Kota Banjarmasin, sehingga bisa menjadi insan yang selalu bertaqwa kepada Allah SWT. Selain itu, orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai ini juga berpesan agar para ustadz, ustazhah bisa menjadikan kota ini sebagai lumbungnya para pejuang quran dan lumbung qori dan qoriah. “Teruslah membina anak kita sehingga menjadikan Kota Banjarmasin sebagai lumbung para pejuang quran dan juga lumbung qori qoriah, hafizh hafidzah, dan juga para pecinta Alquran,” ujarnya saat menyampaikan sambutan. Hal lain yang disampaikannya dalam kegiatan yang diikuti sekira 2000 orang ustadz, ustazhah itu tentang keseriusan Pemko Banjarmasin untuk menjadikan kota ini sebagai lumbungnya pejuang quran, qori qoriah, hafizh hafidzah dan para pecinta Alquran. Untuk itu, jelasnya, ke depannya perhatian terhadap para ustadz-ustazhah akan diusahakan terus mengalami peningkatan. “Kami insyaallah siap mempertahankan program ini. Mudah-mudahan setiap tahun ada perhatian terus dari pemerintah kota, dan semoga kita semua dapat melaksanakan program-program yang insyallah akan berjalan dengan baik dan lancar ini sehingga mencapai target yang sudah ditetapkan,” katanya.
Kabag Kesra Setdako Banjarmasin, Isa Anshari mengatakan selain untuk menumbuhkan rasa kebersamaan kegiatan silaturahim itu juga dapat dimanfaatkan untuk berbagi informasi, terutama yang perkenaan dengan kegiatan pengajaran dan mengajar di TKA dan TPA serta pembinaan umat di Kota Banjarmasin.(prokom-bjm)


















Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.