Pemko Gelar Apel Hari Lahir Pancasila , Dirangkai Penyerahan Santunan Kematian


BANJARMASIN – Sembilan puluh sembilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), fakir miskin atau keluarga kurang mampu, mendapat bantuan sosial santunan kematian dari Pemko Banjarmasin. Penyerahan secara simbolis bantuan berupa uang tunai sebesar Rp1 juta per orang itu, dilakukan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Hj Ananda dan Sekda Kota Banjarmasin H Hamli Kursani, usai Apel Hari Lahir Pancasila tahun 2019, yang dilaksanakan di halaman Balai Kota Banjarmasin, Sabtu (01/06).
Menurut H Ibnu Sina, santunan yang diberikan tersebut diperuntukan bagi masyarakat yang tercatat meninggal dunia pada tahun 2018 lalu. “Santunan kematian ini diberikan satu juta per orang, 99 yang tercatat meninggal dunia tahun 2018 lalu, oleh karena itu santunan ini diberikan sebagai sebuah upaya dari Pemko untuk meringankan beban yang terkena musibah,” katanya.
Pemberian santuan tersebut, terangnya lagi, bukan untuk kali ini saja, tetapi setiap tahun selalu diberikan Pemko Banjarmasin kepada mereka yang berhak menerimannya. “Setiap tahun memang ada, walaupun jarang diserahkan secara simbolis, karena memang biasanya langsung diserahkan begitu saja,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Hariyono dalam amanatnya yang dibacakan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengatakan, Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para pendiri bangsa merupakan, suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa untuk bangsa Indonesia. “Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna merealisasikan nilai-nilai Pancasila, kita akui bahwa eksistensi ke Indonesiaan, baik sebagai bangsa maupun sebagai negara, masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila,” ujarnya.
Pancasila, lanjutnya, sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan.  Keberagaman kondisi geografis, flora, fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat, katanya lagi, hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif. Proses internalisasi sekaligus pengamalan nilai-nilai Pancasila, jelasnya, harus dilakukan dan diperjuangkan secara terus menerus. “Berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada, dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya.
Melalui peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni 2019, ia berharap, Pancasila dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi politik harapan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kita bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Kita Indonesia, Kita Pancasila,” pungkasnya.(humpro-bjm)























R.S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram