Pemenang Lomba Kebersihan Terima Hadiah


BANJARMASIN - Apel pagi yang diikuti seluruh ASN lingkup Pemko Banjarmasin, hari Senin (26/08) sedikit berbeda dari biasanya. Selain dipimpin langsung Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, saat itu juga dilakukan penyerahan secara simbolis komputer untuk Kelurahan dan penyerahaan hadiah bagi pemenang lomba kebersihan tingkat kelurahan. Penyerahan komputer diberikan H Ibnu Sina kepada Kelurahan Belitung Selatan, Kelurahan Telawang, Kelurahan Pasar Lama, Kelurahan Seberang Mesjid, Kelurahan Pekapuran Laut, Kelurahan Melayu, Kelurahan Mantuil, Kelurahan Kelayan Selatan, Kelurahan Pemurus Baru, Kelurahan Kelayan Dalam, dan Kelurahan Pengambangan. Sedangkan hadiah bagi pemenang lomba kebersihan diberikan kepada, juara pertama Kelurahan Banua Anyar, juara ke 2 Kelurahan Alalak Selatan, juara 3 Kelurahan Gadang, juara harapan pertama Kelurahan Pelambuan, juara harapan 2 Kelurahan Kuripan, juara harapan 3 Kelurahan Kuin Cerucuk. Pemenang kategori nominasi 10 besar adalah Kelurahan Karang Mekar, Kelurahan Belitung Selatan, Kelurahan Basirih, dan Kelurahan Sungai Miai. Adapun jenis hadiah yang diberikan kepada para pemenang lomba kebersihan tersebut adalahsebuah gerobak sampah, komposter, dan tempat sampah terpilah. Sementara itu, dalam kegiatan Apel Pagi, H Ibnu Sina dalam arahannya mengatakan, seluruh ASN Pemko Banjarmasin hendaknya bisa memberikan contoh dan berkontribusi kepada pemerintah daerah lain, khususnya yang berada dilingkup Provinsi Kalsel. “Spirit kolaborasi untuk berkontribusi bagi orang lain itu menjadi sebuah falsafah dasar dalam pemerintahan kita. Artinya, jangan sampai kita merasa menemukan, lalu menjadi milik kita sendiri, kemudian tumbuhlah ego masing-masing sektoral. Berkontribusi itu artinya apa yang sudah dilakukan dan itu semangatnya adalah berbagi,” ujarnya.
Seluruh ASN Pemko Banjarmasin, hendaknya mulai saat ini bisa berpikir besar, dan dalam bekerja jangan miskin inovasi dan terobosan. Aturan dibuat bukan untuk membatasi berinovasi, jelasnya, aturan itu tidak membatasi saat akan melakukan terobosan-terobosan. Untuk itu, ia ingin saat ini seluruh ASN Pemko Banjarmasin harus berpikiran out of the box. Sehingga reformasi birokrasi tidak berjalan di tempat. Dikatakannya lagi, reformasi birokrasi itu sebuah cara untuk memunculkan kebaikan, dan melakukan terobosan dengan tidak melanggar aturan. “Menteri Bappenas sudah menyampaikan bahwa reformasi birokrasi bukan soal tunjangan kinerja. Tetapi lebih pada bagaimana melayani lebih simpel, lebih mudah, lebih cepat,” katanya. 
Kota Banjarmasin, lanjutnya lagi, untuk lingkup Pemprov Kalsel memang lebih dulu menerapkan sitem tunjangan kinerja kepada para ASN. Namun, untuk lingkup Indonesia, Pemko Banjarmasin bukanlah yang pertama menerapkan sistem tersebut. Meski begitu, ia tetap ingin ASN Pemko Banjarmasin bisa memberikan contoh kepada ASN daerah lain, bahwa dengan adanya tunjangan daerah kinerja aparaturnya semakin meningkat.(humpro-bjm)















R.S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram