Walikota Jamin Anak-Anak dan Perempuan Dilindungi


BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina menjamin anak-anak dan perempuan korban kekerasan akan selalu mendapat perlindungan oleh Pemko Banjarmasin. Ucapan yang dilontarkan orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai saat peresmian Yayasan Nur Ashabul Kahfi, di Komplek Cempaka Sari IV, Jalur 2B, nomor 13 Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat itu, bukan tanpa alasan. Saat ini, di kota berjuluk seribu sungai telah dibentuk forum yang bertugas mendeteksi kejadian yang berhubungan dengan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan. “Kalau di Banjarmasin insyaallah sudah ada deteksi dini terhadap kekerasan anak dan perempuan, khususnya di Kelurahan Teluk Dalam, juara nasional kemarin,” ucapnya, Minggu (07/12).
Meski begitu, ia tetap ingin masyarakat kota ini selalu peduli dengan lingkungan sekitar, dan tidak membiarkan pelaku kekerasan terhadap anak dan perempuan bebas berkeliaran. “Kalau kita melihat ada tetangga kita, lingkungan sekitar kita, maka kita harus peduli, jangan sampai ada anak-anak atau perempuan mengalami yang namanya kekerasan,” harapnya.
Tak hanya itu, mantan anggota DPRD Kalsel ini juga ingin anak-anak di kota ini tumbuh dan berkembang tanpa bullying. Hal tersebut, ucapnya, selaras dengan tema Hari Anak Nasional yakni Generasi Sehat Anti Bullying. “Dibuli itu terjadi pada anak-anak yang memiliki kekurangan, biasanya mereka dicemooh, diejek, diganggu bahkan dipukul. Nah ini jangan sampai terjadi di Kota Banjarmasin, karena anak-anak kita adalah generasi penerus, generasi yang akan mewarisi nama besar keluarga, yang mewarisi bangsa dan negara kita,” tegasnya.
Generasi Kota Banjarmasin adalah generasi emas, bebernya, di dalam Islam dan secara aturan hukum tata negara pun, anak-anak, perempuan dan generasi muda, harus dilindungi. Bahkan, ungkapnya lagi, di dalam Islam pun saat keadaan perang tidak boleh mematahkan tanaman, tidak boleh melakukan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak. Padahal, tuturnya, didalam setiap peperangan semuanya halal, tapi di dalam Islam semua tetap ada aturannya. “Saya berharap mari kita sama-sama bergandeng tangan, kita ciptakan suasana kondusif, anak-anak kita terpantau dengan baik, sore hari mereka tidak keluyuran, maghrib mengaji, kemudian jam belajarnya dari jam 6 sampai jam 8 malam,” imbaunya. Peresmian Yayasan Nur Ashabul Kahfi yang mengangkat tema Sinergitas Kerja Nyata Yayasan Nur Ashabul Kahfi dengan Seluruh Elemen Masyarakat dan Pemerintah dalam Menciptakan Masyarakat Madani yang Sejahtera dan Mandiri, dirangkai dengan dukungan program Gerakan Peduli Sesama Sedekah Rp2 ribu, dan pemotongan pemotongan pita oleh Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah, serta tumpeng oleh H Ibnu Sina.(kominfo-bjm)






















R.S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram