Ratusan Kios Pasar di Banjarmasin Diperingati

Jika surat peringatan pertama sampai kedua dan
ketiga tak diperhatikan dan penyewa
atau pedagang tak segera membayarkan,
Pemko Banjarmasin dengan paksa akan menyegelnya.

BANJARMASIN, KP – Menyusul adanya tunggakan tunggakan pembayaran retribusi, ratusan kios, lapak dan bak di pasar-pasar yang ada di Banjarmasin mulai dilayangkan peringatan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin. Bahkan jika surat peringatan kedua sampai kedua dan ketiga tak diperhatikan dan penyewa atau pedagang tak segera membayarkan, Pemko Banjarmasin dengan paksa akan menyegelnya. Karena tunggakan retribusi para pedagang tersebut sudah mulai 2013, 2014, 2015, 2016 bahkan diantara mereka juga ada yang pembayarannya kurang rutin atau berlobang-lobang karena diantara mereka sudah membayar 2017.

“Jika para pedagang atau penyewa toko, kios, bak tak membayar sesuai perjanjian, Pemko tak segan-segan akan melakukan penyegelan. Itu terjadi karena banyak yang menunggak retribusi pasar hingga bertahun-tahun,” ucap Kepala Dinas Perindag Kota Banjaramsin Drs. H. Khairil Anwar, M. Si melalui Kabid Pasar, Ichrom Muftezar, S. STP, M. Si kepada wartawan di Banjarmasin, Rabu(31/1).

Jadi, katanya, dengan penunggakan retribusi pasar itu bila dihitung-hitung sudah mencapai ratusan juta rupiah. Maka dari itu, agarpedagang mau membayar tunggakan tersebut, kios dan lapak yang disewa akan diancam pihaknya dengan cara penyegelan.

Langkah penyegelan tentunya harus melalui prosedur, dalam hal itu Disperindag melayangkan surat peringatan (SP)-1 kemudian berlanjut SP-2 hingga SP-3 atau penutupan. Katanya. “Terakhir kami sudah melayangkan SP-2 dan apabila itu tidak digubris, maka langkah penyegelan kami lakukan,” katanya lagi.Ia melanjutkan, pasar yang diberikan teguran SP itu berjumlah 12 pasar. Enam pasar seperti Pasar Anda optikal, Lima Laut, Sudimampir lantai 3, Sudimampir lantai dasar, Pasar eks Pompa Bensin, Pasar Niaga Lantai 2.

“Itu yang sudah kami berikan SP-2, dan setelah itu tidak dibayar juga maka kami akan tutup dan disegel. Dari enam pasar itu paling besar mencapai Rp 200 juta, itu terdapat dari salah satu kios yang ada di Pasar Anda Optikal,” katanya.


Sementara sisanya yakni di Pasar Pekauman, Pasar Zahri Saleh, Banjar Raya, Telawang, Rawasari, dan Abdi Beton. Pasar tersebut baru saja diberikan SP-1.”Dari jumlah 12 pasar itu, kirs-kira ada 100 lebih lapak dan kios pasar yang menunggak retribusi. Dari jumlah itu, retribusinya bervariasi mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 3 juta, tergantung type pasarnya,” ujarnya.(vin/K-8)








Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.