Buku Karya Asli Urang Banua

BANJARMASIN – Sebuah bacaan sangat menarik hasil karya seorang penulis asli banua, yang bisa dijadikan inspirasi bagi kaum muda Bumi Lambung Mangkurat, khususnya Kota Banjarmasin, telah dirilies.
Buku itu berjudul Timbul Tanpa Tenggelam.
Buku setebal 68 halaman itu, selain menceritakan perkembangan kota berjuluk seribu sungai saat ini, juga mengisahkan tentang perjalanan pemimpin Bumi Kayuh Baimbai saat ini.
Tulisan yang ada di dalam buku bercover warna terang itu, ditulis oleh Dian Rahmawati.
Wanita berumur sekira 40 tahun ini, sengaja menulis buku tersebut lantaran tertarik dengan kemajuan yang kini diraih Kota Banjarmasin di bawah kepemimpinan ibnu-herman.
Ia berharap, dengan diterbitkannya buku tersebut bisa menjadi wacana yang tepat untuk masyarakat untuk mengetahui keberhasilan dan capaian yang ada di kota ini. “Semoga buku ini menjadi wacana yang tepat bagi masyarakat untuk mengetahui keberhasilan pembangunan saat ini,” ujarnya, saat ditemui di rumah dinas Walikota Banjarmasin, Minggu (19/07).
Dian Rahmawati merupakan seorang wanita asli kelahiran Kabupaten Banjar, Kota Martapura, tepatnya di kawasan Kampung Melayu, Martapura.
Meskipun, saat ini wanita yang telah dikaruniai anak ini menetap di Pulau Jawa, namun kecintaannya terhadap Banua, khususnya Kota Banjarmasin sangat luar biasa.
Apalagi, kini sudah cukup banyak kemajuan yang telah dicapai kota ini dimasa kepemimpinan Ibnu-Herman. Makanya, inspirasi untuk membuat buku inipun muncul seketika.
Selain mengupas tentang kemajuan pembangunan dan raihan penghargaan, ada beberapa halaman dalam buku tersebut, yang sangat menarik untuk disimak, yakni halaman 64, 65 dan 66.
Di halaman penghujung buku itu tertulis sebuah puisi. Judulnya pun cukup menguggah hasrat untuk terus membacanya, Puisi Buat Bapak.
Sebuah syair kata yang sangat menyentuh untuk dibaca. (syair puisi lengkap ada di bawah tulisan ini)
Menurut Dian Rahmawati, buku berjudul Timbul Tanpa Tenggelam, merupakan buku hasil karyanya yang ke 17. Buku ini, jelas wanita yang menulis sejak duduk dibangku SMP ini, telah dicetaknya sebanyak 1.000 ekseplar. “Sementara buku ini dicetak 1.000 eksemplar, nanti buku ini akan diedarkan untuk umum khususnya masyarakat Kota Banjarmasin,” katanya.
Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina yang sangat tidak menduga bakal mendapat kunjungan dari Dian Rahmawati, terlihat sangat mengapresiasi hasil karya tersebut. “Terima kasih atas bukunya. Terus berkarya untuk memberikan insiprasi kepada masyarakat banua khususnya Kota Banjarmasin,” ujarnya.(prokom-bjm)
Puisi Buat Bapak....
Semalam hujan turun deras,
sisa - sisa airnya masih tertinggal di
pucuk - pucuk dedaunan di tepian jalan
Air kecil pembawa nafas kehidupan,
Setitik turun...
Teruslah bersinar untuk kami
Generasi penerus yang menunggu
perubahan dalam kebaikan.
Teruslah berjuang untuk kami pendamba
kejujuran
Teruslah berinovasi untuk kami pengagum
Hingga mampu menghapuskan haus dan pilu
setiap perkembangan...
Pak,
Dari hidup kami,
Варak...
Betapa kami bangga dengan senyum yang
senantiasa terkembang di bibir pian,
Betapa kami bangga dengan tawa renyah
pian meski kami hanya dapat melihatnya
di galeri saja,
Bapak...
Betapa kami bangga dengan penghargaan
yang banyak namun tak membuat diri pian
Kami mungkin tak mampu membeli
karangan bunga untuk dikalungskan di leher
pian
Atau mengirim ucapan terimakasih yang
terpasang di pelataran kantor pian
Tapi
Doa-doa malam kami akan jadi saksi
Betapa kami bangga akan perubahan
Banjarmasin kami hari ini,
congkak
Andai ada yang belum terrealisasi... tak
usah resah.
"ini bagian dari perjalanan,
yang harus dilanjutkan"
"Dan semoga niat baik kami, abah mamah
kami, marina kami mempercayakan
Banjarmasin tercinta ini pada pian LAGI "
Pak...
Doa kami akan jadi kekuatan bahwa jalan
perubahan ini akan terus terupayakan.
Satu kata...
PIAN LAYAK DAPAT BINTANG.







R.S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram