Wawali Resmikan Keteban Pendamai

BANJARMASIN - Apa yang dilakukan Gang Pendamai, Kelurahan Telawang, Kecamatan Banjarmasin Barat agar permainan tradisional ketapel lebih memasyarakat, patut ditiru masyarakat lain yang ada di Kota Banjarmasin.
Sebuah kelompok yang diberi nama Komunitas Ketekan (Ketapel) Banua (KETEBAN) Pendamai pun mereka bentuk.
Peresmian pembentukan kelompok di bawah binaan Yayasan Bina Banua Pendamai Banjarmasin itu, dilakukan Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah. “Kami berharap, kegiatan ini membawa hasil dan manfaat, karena ini juga salah satu cara mengedukasi masyarakat dalam pelestarian permainan tradisional termasuk kepada anak-anak khususnya di daerah Teluk Tiram ini,” ujarnya Senin (18/08).
Tak hanya meresmikan komunitas tersebut, saat itu, bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Banjarmasin Hj Siti Fatimah, ia juga menghadiri kegiatan lomba tradisional lain yang dikhususkan untuk anak-anak kawasan tersebut, dalam rangka HUT RI 75.
Tentunya, dalam kesempatan tersebut, H Hermansyah berpesan agar di masa pandemic Covid-19 ini, seluruh lapisan masyarakat khususnya anak-anak, harus tetap mengedepankan protokol kesehatan, dengan cara tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun, sehingga terhindar dari serangan virus Covid-19.
Selain itu, ia juga menghendaki agar para investor yang berinvestasi di kota berjuluk seribu sungai, khususnya yang berlokasi di kawasan Kecamatan Banjarmasin Barat, lebih memperhatikan kegiatan masyarakat yang dilaksanakan secara resmi induk pembinanya.
Kepada para pengurus Yayasan Bina Banua Pendamai Banjarmasin, H Hermansyah menyatakan apresiasinya karena telah ikut serta berpartispasi dalam melestarikan permainan tradisional. “Kami pemerintah sangat mendukung dan berterima kasih atas yang dilakukan oleh Yayasan ini. Bukan hanya menjaga kelestariannya, tetapi juga mengedukasi anak-anak kita supaya kegiatan-kegiatan mereka yang bersifat positif,” ucapnya.
Dari informasi terhimpun, lomba yang dilaksanakan terbagi menjadi dua kelompok, yaitu lomba tradisional dan lomba keagamaan.
Lomba tradisional terdiri dari Lomba Balogo, Keteban, Bagasing, Tungkau dan Bakiak. Sedangkan lomba keagamaan antara lain, Lomba Tahfidz Quran, Lomba Adzan, Lomba Baca Surah Pendek, Lomba Mewanai Kaligrafi, Lomba Cerdas Cermat Islami dan Lomba Bahasa Arab.










R.S

1 komentar:

Instagram